<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: 12 Juta Anak Indonesia Putus Sekolah</title>
	<atom:link href="http://ayomerdeka.wordpress.com/2008/03/22/12-juta-anak-indonesia-putus-sekolah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ayomerdeka.wordpress.com/2008/03/22/12-juta-anak-indonesia-putus-sekolah/</link>
	<description>menghasut orang-orang terjajah untuk merdeka</description>
	<lastBuildDate>Sun, 09 Aug 2009 01:27:12 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: argi</title>
		<link>http://ayomerdeka.wordpress.com/2008/03/22/12-juta-anak-indonesia-putus-sekolah/#comment-3263</link>
		<dc:creator>argi</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Jul 2009 21:10:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ayomerdeka.wordpress.com/?p=71#comment-3263</guid>
		<description>tidak semua masalah putus sekolah dikarenakan aspek ekonomi, memang benar aspek ekonomi yang menduduki peringkat pertama anak putus sekolah
tetapi pada dasarnya kemauan dan keikhlasan orang tua tidaklah sama untuk menyekolahkan anak mereka setinggi mungkin
selain itu kemauan anak untuk bersekolah tidaklah sama
untunglah sekarang banyak media mulai melirik isu pendidikan dan banyak capres serta caleg yang menjanjikan pendidikan gratis sehingga alasan ekonomi serta dorongan orang tua menyekolahkan anaknya tidak ada lagi...
terus maju pewaris bangsa Indonesia...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tidak semua masalah putus sekolah dikarenakan aspek ekonomi, memang benar aspek ekonomi yang menduduki peringkat pertama anak putus sekolah<br />
tetapi pada dasarnya kemauan dan keikhlasan orang tua tidaklah sama untuk menyekolahkan anak mereka setinggi mungkin<br />
selain itu kemauan anak untuk bersekolah tidaklah sama<br />
untunglah sekarang banyak media mulai melirik isu pendidikan dan banyak capres serta caleg yang menjanjikan pendidikan gratis sehingga alasan ekonomi serta dorongan orang tua menyekolahkan anaknya tidak ada lagi&#8230;<br />
terus maju pewaris bangsa Indonesia&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: lenny</title>
		<link>http://ayomerdeka.wordpress.com/2008/03/22/12-juta-anak-indonesia-putus-sekolah/#comment-3240</link>
		<dc:creator>lenny</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 12:11:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ayomerdeka.wordpress.com/?p=71#comment-3240</guid>
		<description>saya,entah mengapa sangat emosional membaca tulisan Pak Robert,, mungkin karena saya adalah salahsatu dari 12 juta anak yang bapak sebutkan...ya,,saya adalah salah satu anak yang putus sekolah. begitu banyak hal yang tidak menyenangkan yang saya alami ketika saya harus dengan terpaksa putus sekolah.namun saya bersyukur saat ini saya di berikan kesempatan untuk menyelesaikan sekolah saya lewat kejar paket c,, namun tetap saja ada yang berbeda. saya berharap kita semua bisa menemukan solusi yang terbaik untuk masalah ini. supaya jangan ada lagi anak2 yang mengalami hal seperti yang saya alami.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya,entah mengapa sangat emosional membaca tulisan Pak Robert,, mungkin karena saya adalah salahsatu dari 12 juta anak yang bapak sebutkan&#8230;ya,,saya adalah salah satu anak yang putus sekolah. begitu banyak hal yang tidak menyenangkan yang saya alami ketika saya harus dengan terpaksa putus sekolah.namun saya bersyukur saat ini saya di berikan kesempatan untuk menyelesaikan sekolah saya lewat kejar paket c,, namun tetap saja ada yang berbeda. saya berharap kita semua bisa menemukan solusi yang terbaik untuk masalah ini. supaya jangan ada lagi anak2 yang mengalami hal seperti yang saya alami.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: rik_Z@</title>
		<link>http://ayomerdeka.wordpress.com/2008/03/22/12-juta-anak-indonesia-putus-sekolah/#comment-3232</link>
		<dc:creator>rik_Z@</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 May 2009 13:54:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ayomerdeka.wordpress.com/?p=71#comment-3232</guid>
		<description>kita harus segera merubah keadaan yang buruk ini untuk kehidupan masa depan yang lebih baik</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kita harus segera merubah keadaan yang buruk ini untuk kehidupan masa depan yang lebih baik</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Larasati Silalahi</title>
		<link>http://ayomerdeka.wordpress.com/2008/03/22/12-juta-anak-indonesia-putus-sekolah/#comment-3073</link>
		<dc:creator>Larasati Silalahi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Jan 2009 08:56:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ayomerdeka.wordpress.com/?p=71#comment-3073</guid>
		<description>Salam kenal abang Robert Manurung! What an eye-opener! Thanks for posting this and letting us know what is really happening around us. Saya pribadi sangat percaya kalau pendidikan itu sangat penting dan menjadi hak setiap manusia. Maka dari itu, kalau kita punya knowledge-nya, dan passion-nya, sebaiknya mulai bergerak dan melakukan sesuatu. 

Mungkin salah satu cara mudah untuk membantu anak-anak yang putus sekolah juga bisa dilakukan dengan berpartisipasi di sini: http://www.samsunghope.org/

PS. I believe passion is contagious. Let&#039;s spread the words and do some actions! :-)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam kenal abang Robert Manurung! What an eye-opener! Thanks for posting this and letting us know what is really happening around us. Saya pribadi sangat percaya kalau pendidikan itu sangat penting dan menjadi hak setiap manusia. Maka dari itu, kalau kita punya knowledge-nya, dan passion-nya, sebaiknya mulai bergerak dan melakukan sesuatu. </p>
<p>Mungkin salah satu cara mudah untuk membantu anak-anak yang putus sekolah juga bisa dilakukan dengan berpartisipasi di sini: <a href="http://www.samsunghope.org/" rel="nofollow">http://www.samsunghope.org/</a></p>
<p>PS. I believe passion is contagious. Let&#8217;s spread the words and do some actions! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ana</title>
		<link>http://ayomerdeka.wordpress.com/2008/03/22/12-juta-anak-indonesia-putus-sekolah/#comment-3071</link>
		<dc:creator>ana</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Jan 2009 17:37:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ayomerdeka.wordpress.com/?p=71#comment-3071</guid>
		<description>ehm...mau bantu. gimana caranya. aku masih kuliah. sebelum masuk kampus. aku sempat gak sekolah satu tahun. depresi hebat karena aku cinta sekolah. tapi sambil menunggu tes tahun berikutnya aku aktif di desa dan mengadakan acara untuk pemuda setempat. fokusnya membantu mereka mencari pekerjaan. UKM. megidentifikasi potensi dan membantu menabngun jaringa kerja buat mereka. saat ada event acara motivasi telah kutemukan melalui questioner kecil bahwa ternyata pendidikan mereka membuatku tersontak. bahkan ada yang SD-nya kejar paket-an. aku yang hanya lulus SMA saat itu berpikir bahwa aku beruntung. 

oia ayahku sellau memotivasi akau sejak kecil untuk bercita-cita dan sekolah setinggi-tingginya, lalau memeberikan contoh sejarah orang-orang sukses berkat sekolah berikut perjuanagn mereka untuk seklah.  aku berpikir giamana kalau hal tersebut juga diterpakan pada anak-aank usia dini. ntar meskipun tanpa kita mereka juga teteap punya tekad. (udah dilakukan juga ya oleh kalian!)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ehm&#8230;mau bantu. gimana caranya. aku masih kuliah. sebelum masuk kampus. aku sempat gak sekolah satu tahun. depresi hebat karena aku cinta sekolah. tapi sambil menunggu tes tahun berikutnya aku aktif di desa dan mengadakan acara untuk pemuda setempat. fokusnya membantu mereka mencari pekerjaan. UKM. megidentifikasi potensi dan membantu menabngun jaringa kerja buat mereka. saat ada event acara motivasi telah kutemukan melalui questioner kecil bahwa ternyata pendidikan mereka membuatku tersontak. bahkan ada yang SD-nya kejar paket-an. aku yang hanya lulus SMA saat itu berpikir bahwa aku beruntung. </p>
<p>oia ayahku sellau memotivasi akau sejak kecil untuk bercita-cita dan sekolah setinggi-tingginya, lalau memeberikan contoh sejarah orang-orang sukses berkat sekolah berikut perjuanagn mereka untuk seklah.  aku berpikir giamana kalau hal tersebut juga diterpakan pada anak-aank usia dini. ntar meskipun tanpa kita mereka juga teteap punya tekad. (udah dilakukan juga ya oleh kalian!)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: dj_oko</title>
		<link>http://ayomerdeka.wordpress.com/2008/03/22/12-juta-anak-indonesia-putus-sekolah/#comment-3065</link>
		<dc:creator>dj_oko</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Jan 2009 07:41:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ayomerdeka.wordpress.com/?p=71#comment-3065</guid>
		<description>yah ini adalah bukti yang harus dipikirkan oleh kita semua ,bukan hanya menyalahkan pemerintah tapi kita harus bertanya pada diri kita &quot;sudah berbuat apa kah saya hari ini untuk membantu mereka&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>yah ini adalah bukti yang harus dipikirkan oleh kita semua ,bukan hanya menyalahkan pemerintah tapi kita harus bertanya pada diri kita &#8220;sudah berbuat apa kah saya hari ini untuk membantu mereka&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: anwar tribowo</title>
		<link>http://ayomerdeka.wordpress.com/2008/03/22/12-juta-anak-indonesia-putus-sekolah/#comment-2987</link>
		<dc:creator>anwar tribowo</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Nov 2008 01:45:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ayomerdeka.wordpress.com/?p=71#comment-2987</guid>
		<description>Anda benar. Di sekitar kantor TAMZIS Baituttamwi juga banyak anak putus  sekolah. Tamzis telah membuat program di bidang sosial dengan membuat lembaga TAMADDUN. Di bidang pendidikan, Tamaddun telah mengadakan santunan beasiswa bagi anak-anak orang miskin dengan nama BINA SISWA CERDAS.  Selama ini beasiswa telah disalurkan kepada 300 siswa yang tersebar dari Klaten JAteng, hingga Jakarta. Kami sangat berharap Anda bersedia menyalurkan donasi lewat TAMZIS. Untuk lebih jelas silahkan buka situs www.tamzis.com atau www//csrtamaddun.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Anda benar. Di sekitar kantor TAMZIS Baituttamwi juga banyak anak putus  sekolah. Tamzis telah membuat program di bidang sosial dengan membuat lembaga TAMADDUN. Di bidang pendidikan, Tamaddun telah mengadakan santunan beasiswa bagi anak-anak orang miskin dengan nama BINA SISWA CERDAS.  Selama ini beasiswa telah disalurkan kepada 300 siswa yang tersebar dari Klaten JAteng, hingga Jakarta. Kami sangat berharap Anda bersedia menyalurkan donasi lewat TAMZIS. Untuk lebih jelas silahkan buka situs <a href="http://www.tamzis.com" rel="nofollow">http://www.tamzis.com</a> atau www//csrtamaddun.com</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Diah Rofika</title>
		<link>http://ayomerdeka.wordpress.com/2008/03/22/12-juta-anak-indonesia-putus-sekolah/#comment-2985</link>
		<dc:creator>Diah Rofika</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2008 04:11:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ayomerdeka.wordpress.com/?p=71#comment-2985</guid>
		<description>apa yang dikatakan oleh mas Robert itu benar, banyak sekali anak-anak tetangga saya yang putus sekolah, dan mungkin jauh di kampung halaman saya, terdapat juga saudara-saudara saya yang juga putus sekolah. Hal ini sangat mengganggu pikiran saya sehingga saya berencana untuk membuat semacam pendidikan kesetaraan di lingkungan saya. Semoga cara yang akan saya tempuh ini bisa sedikit mengurangi angka anak putus sekolah di negeri tercinta ini. Bravo</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>apa yang dikatakan oleh mas Robert itu benar, banyak sekali anak-anak tetangga saya yang putus sekolah, dan mungkin jauh di kampung halaman saya, terdapat juga saudara-saudara saya yang juga putus sekolah. Hal ini sangat mengganggu pikiran saya sehingga saya berencana untuk membuat semacam pendidikan kesetaraan di lingkungan saya. Semoga cara yang akan saya tempuh ini bisa sedikit mengurangi angka anak putus sekolah di negeri tercinta ini. Bravo</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Riza Novriani</title>
		<link>http://ayomerdeka.wordpress.com/2008/03/22/12-juta-anak-indonesia-putus-sekolah/#comment-2423</link>
		<dc:creator>Riza Novriani</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Sep 2008 04:42:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ayomerdeka.wordpress.com/?p=71#comment-2423</guid>
		<description>Bagaimana nasib negara kita, apabila penerus bangsa kita putus sekolah ?
Ironisnya sekarang sekolah adalah ajang bisnis.....menyedihkan.........</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bagaimana nasib negara kita, apabila penerus bangsa kita putus sekolah ?<br />
Ironisnya sekarang sekolah adalah ajang bisnis&#8230;..menyedihkan&#8230;&#8230;&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Robert Manurung</title>
		<link>http://ayomerdeka.wordpress.com/2008/03/22/12-juta-anak-indonesia-putus-sekolah/#comment-1911</link>
		<dc:creator>Robert Manurung</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Jul 2008 10:50:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ayomerdeka.wordpress.com/?p=71#comment-1911</guid>
		<description>@ All

Sorry baru aku tanggapi sekarang, setelah hampir empat bulan buat sebagian, dan sekitar satu bulan buat pemberi komentar terbaru. Alasan yang paling sopan, dan tidak berbohong, karena aku masih kerepotan menyelaraskan waktuku untuk pekerjaan rutin dan ngeblog (menulis artikel, memoderasi dan menanggapi komentar, serta menjawab email lewat jalur pribadi dari pengunjung blog ini). 

@ Mardies

Aku menulis artikel ini karena dorongan keprihatinan yang kuat, dan tidak terlalu mempertimbangkan aspek estetikanya. Namun demikian, terima kasih untuk apresiasinya.

Salam

@ Edi Psw

Kasihan memang anak-anak itu. Tapi kita pun harus merasa iba pada diri sendiri, karena dampak dari bencana nasional di bidang pendidikan ini pasti akan kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari. Mereka pasti akan jadi beban sosial, dan itu bisa menimbulkan macam-macam ekses.

@ bhadra

Terima kasih untuk infonya. Mudah-mudahan ada yang terinspirasi. Itulah salah satu solusinya. Hanya salah satu.

@ Marudut p-1000

Aku setuju kita tidak boleh menyerah. kalaupun putus sekolah tak bisa dielakkan jangan merasa hidup sudah berakhir. Namun bagaimanapun pilihan terbaik adalah mengusahakan agar anak-anak itu tetap bersekolah.

@ yuzandre   

Betul, kita tidak perlu menyalahkan siapa-siapa, tapi jangan pula membiarkan saja. Masing-masing kita bisa membantu mereka semampu kita. Masalahnya bukan mampu, tapi mau nggak ?

@ hilda alexander

Poblemnya adalah ketidakadilan pembagian kue nasioanal. Ada lapisan kecil yang kelewat kaya, dan ada lapisan terbesar yang kelewat miskin. Pembangunan di negeri ini tidak pernah berpihak pada orang miskin, tapi malah menyengsarakan dan menjadikannya tumbal. Itu soalnya.  

@ La An

Solusinya ? Mari kita ubah cara hidup kita yang boros dan sikap kita yang tak pedulian pada orang-orang yang tak beruntung itu. Kita bisa menghabiskan ratusan ribu untuk SMS-an yang tak terlalu penting. Kalau pemborosan itu dikurangi, bisa disumbangkan buat anak-anak itu supaya kembali bersekolah.

Cobalah mengajak teman-teman mendiskusikan masalah ini. Mulailah dari lingkungan yang paling dekat dan akrab. Lalu lihat di sekeliling, siapa tahu ada anak putus sekolah; dan bantulah semampu kalian. Selamat mencoba.

@ erwin harmono

Dikatakan pelanggaran HAM, barangkali, karena UUD 45 mengamanatkan negara untuk mengurus anak-anak telantar, yatim piatu dan fakir miskin. Dan negara tidak melakukan itu.

@ basir chabir

Betul. Dana BLBI cukup untuk membiayai pendidikan 12 juta anak itu. Tapi rasanya kita tak bisa mengharapkan itu, dan tidak juga mengandalkan janji-janji manis para calon pemimpin. Yang terbaik adalah mari kita coba menggalang solidaritas sosial.

@ Teteh

Salam sejahtera Teteh. Mudah-mudahan kehidupan Anda di London cukup menyenangkan, sambil tetap memikirkan nasib bangsa kita yang tercinta ini. Aku harap kita dapat berjumpa kelak untuk sharing mengenai masalah-masalah sosial di Indonesia, yang tidak menjadi agenda penting bagi para politisi.

@ astari

Betul. Tak boleh dibiarkan.

@ Zuraida

Sumber data : Komnas Perlindungan Anak

@ altins

Apa yang harus kita lakukan ? Benar-benar perduli, mengorbankan sedikit kemewahan hidup kita sehari-hari, dan menyumbang biaya sekolah anak-anak putus sekolah di lingkungan kita. Mulailah dari lingkungan paling dekat, dan lakukan semampu Anda. 

Lebih bagus lagi kalau bisa menggugah orang lain untuk ikut peduli, tapi jangan terlalu mementingkan pembentukan organisasi formal karena nanti malah sibuk mengatasi problem internal organisasi. Lebih baik berupa komunitas atau lingkungan teman-teman.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ All</p>
<p>Sorry baru aku tanggapi sekarang, setelah hampir empat bulan buat sebagian, dan sekitar satu bulan buat pemberi komentar terbaru. Alasan yang paling sopan, dan tidak berbohong, karena aku masih kerepotan menyelaraskan waktuku untuk pekerjaan rutin dan ngeblog (menulis artikel, memoderasi dan menanggapi komentar, serta menjawab email lewat jalur pribadi dari pengunjung blog ini). </p>
<p>@ Mardies</p>
<p>Aku menulis artikel ini karena dorongan keprihatinan yang kuat, dan tidak terlalu mempertimbangkan aspek estetikanya. Namun demikian, terima kasih untuk apresiasinya.</p>
<p>Salam</p>
<p>@ Edi Psw</p>
<p>Kasihan memang anak-anak itu. Tapi kita pun harus merasa iba pada diri sendiri, karena dampak dari bencana nasional di bidang pendidikan ini pasti akan kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari. Mereka pasti akan jadi beban sosial, dan itu bisa menimbulkan macam-macam ekses.</p>
<p>@ bhadra</p>
<p>Terima kasih untuk infonya. Mudah-mudahan ada yang terinspirasi. Itulah salah satu solusinya. Hanya salah satu.</p>
<p>@ Marudut p-1000</p>
<p>Aku setuju kita tidak boleh menyerah. kalaupun putus sekolah tak bisa dielakkan jangan merasa hidup sudah berakhir. Namun bagaimanapun pilihan terbaik adalah mengusahakan agar anak-anak itu tetap bersekolah.</p>
<p>@ yuzandre   </p>
<p>Betul, kita tidak perlu menyalahkan siapa-siapa, tapi jangan pula membiarkan saja. Masing-masing kita bisa membantu mereka semampu kita. Masalahnya bukan mampu, tapi mau nggak ?</p>
<p>@ hilda alexander</p>
<p>Poblemnya adalah ketidakadilan pembagian kue nasioanal. Ada lapisan kecil yang kelewat kaya, dan ada lapisan terbesar yang kelewat miskin. Pembangunan di negeri ini tidak pernah berpihak pada orang miskin, tapi malah menyengsarakan dan menjadikannya tumbal. Itu soalnya.  </p>
<p>@ La An</p>
<p>Solusinya ? Mari kita ubah cara hidup kita yang boros dan sikap kita yang tak pedulian pada orang-orang yang tak beruntung itu. Kita bisa menghabiskan ratusan ribu untuk SMS-an yang tak terlalu penting. Kalau pemborosan itu dikurangi, bisa disumbangkan buat anak-anak itu supaya kembali bersekolah.</p>
<p>Cobalah mengajak teman-teman mendiskusikan masalah ini. Mulailah dari lingkungan yang paling dekat dan akrab. Lalu lihat di sekeliling, siapa tahu ada anak putus sekolah; dan bantulah semampu kalian. Selamat mencoba.</p>
<p>@ erwin harmono</p>
<p>Dikatakan pelanggaran HAM, barangkali, karena UUD 45 mengamanatkan negara untuk mengurus anak-anak telantar, yatim piatu dan fakir miskin. Dan negara tidak melakukan itu.</p>
<p>@ basir chabir</p>
<p>Betul. Dana BLBI cukup untuk membiayai pendidikan 12 juta anak itu. Tapi rasanya kita tak bisa mengharapkan itu, dan tidak juga mengandalkan janji-janji manis para calon pemimpin. Yang terbaik adalah mari kita coba menggalang solidaritas sosial.</p>
<p>@ Teteh</p>
<p>Salam sejahtera Teteh. Mudah-mudahan kehidupan Anda di London cukup menyenangkan, sambil tetap memikirkan nasib bangsa kita yang tercinta ini. Aku harap kita dapat berjumpa kelak untuk sharing mengenai masalah-masalah sosial di Indonesia, yang tidak menjadi agenda penting bagi para politisi.</p>
<p>@ astari</p>
<p>Betul. Tak boleh dibiarkan.</p>
<p>@ Zuraida</p>
<p>Sumber data : Komnas Perlindungan Anak</p>
<p>@ altins</p>
<p>Apa yang harus kita lakukan ? Benar-benar perduli, mengorbankan sedikit kemewahan hidup kita sehari-hari, dan menyumbang biaya sekolah anak-anak putus sekolah di lingkungan kita. Mulailah dari lingkungan paling dekat, dan lakukan semampu Anda. </p>
<p>Lebih bagus lagi kalau bisa menggugah orang lain untuk ikut peduli, tapi jangan terlalu mementingkan pembentukan organisasi formal karena nanti malah sibuk mengatasi problem internal organisasi. Lebih baik berupa komunitas atau lingkungan teman-teman.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: altins</title>
		<link>http://ayomerdeka.wordpress.com/2008/03/22/12-juta-anak-indonesia-putus-sekolah/#comment-1654</link>
		<dc:creator>altins</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Jun 2008 02:52:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ayomerdeka.wordpress.com/?p=71#comment-1654</guid>
		<description>Dear Mr.Robert Manurung,

Cobalah untuk jangan hanya menulis fakta, tapi coba beri solusi bagaimana untuk mengatasi hal ini. Saya sudah baca tulisan anda, dan iya, saya merinding membacanya. Tapi kemudian, apa yang dapat saya lakukan, saya tidak memiliki petunjuk sama sekali. 
Kita sekarang sudah mengetahui permasalahannya, dan perlu dipikirkan bagaimana solusinya. Cukuplah sudah kita andalkan pemerintah yang masih tidak peduli melihat hal ini. 
I ask you Mr. Robert Manurung, what should I do?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Mr.Robert Manurung,</p>
<p>Cobalah untuk jangan hanya menulis fakta, tapi coba beri solusi bagaimana untuk mengatasi hal ini. Saya sudah baca tulisan anda, dan iya, saya merinding membacanya. Tapi kemudian, apa yang dapat saya lakukan, saya tidak memiliki petunjuk sama sekali.<br />
Kita sekarang sudah mengetahui permasalahannya, dan perlu dipikirkan bagaimana solusinya. Cukuplah sudah kita andalkan pemerintah yang masih tidak peduli melihat hal ini.<br />
I ask you Mr. Robert Manurung, what should I do?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Zuraida Hamid</title>
		<link>http://ayomerdeka.wordpress.com/2008/03/22/12-juta-anak-indonesia-putus-sekolah/#comment-1629</link>
		<dc:creator>Zuraida Hamid</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Jun 2008 12:44:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ayomerdeka.wordpress.com/?p=71#comment-1629</guid>
		<description>punya data terakhir total anak putus sekolah? data anda diperoleh dari mana?
tolong balas. thx atas infonya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>punya data terakhir total anak putus sekolah? data anda diperoleh dari mana?<br />
tolong balas. thx atas infonya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
