Gunung Egon Meletus : Semburannya Setinggi 4.000 Meter

PERNAH dengar nama Gunung Egon ? Gunung yang tingginya 1.703 meter ini terletak di Desa Egon, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Setelah “tidur” selama 75 tahun, kini gunung berapi itu aktif lagi.

Hari Minggu kemarin (20/4) terjadi lagi letusan besar. Semburan debu vulkaniknya mencapai ketinggian 2 kilometer. Ini merupakan letusan susulan. Pertama kali meletus pada Selasa lalu (15/4), semburan materialnya setinggi 4 kilometer dari bibir kawah; menyebar sejauh 20 kilometer.

“Abu tebal sekali membubung tinggi. Ngeri juga melihatnya,”tutur Camat Waigete, Wilhelmus Sirilus.Dia menyaksikan dari dekat, bersama penduduk setempat; ketika gunung itu mulai batuk-batuk dan kemudian disusul letusan yang dahsyat. Wilhelmus mengaku heran melihat reaksi penduduk yang santai-santai saja,”Masyarakat terkesan tak terlalu panik karena mungkin sudah terbiasa.”

Menurut penuturan Camat Waigete itu kepada Kompas, ketika terjadi letusan besar, abu bertebaran ke mana-mana, terutama ke arah timur.

Di dekat gunung tersebut terdapat tiga desa. Penduduknya sekitar 3.000 jiwa. Mereka masih bertahan, tidak mengungsi, sambil memantau perkembangan.

Tim Pengamatan Gunung Api dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung sudah merekomendasikan kepada pengelola Bandar Udara Waioti di Sikka agar waspada.

Siaga Tiga

Menurut Kepala Subbidang Pengamatan Gunung Api PVMBG, Agus Budianto, setelah letusan yang kedua Minggu kemarin gunung itu masih berpotensi meletus lagi. “Salah satu karakter Gunung Egon jika meletus diikuti letusan beberapa kali. Sebab itu, kami masih memantau apakah aktivitasnya makin besar atau kecil,”ujarnya sambil menjelaskan, sekarang status Egon masih Siaga Tiga.

Mengenai letusan Minggu kemarin Agus menjelaskan,”Energi letusan kali ini jauh lebih kecil dibandingkan Selasa lalu. Hal itu dapat dilihat dari ketinggian kolom abu dan durasi kegempaan yang lebih pendek. Tremor letusan saat ini 1,073 detik.”

Penerbangan masih normal

Meski masih berstatus Siaga Tiga, artinya aktivitas kehidupan di sekitar gunung masih dapat berjalan seperti biasa namun sambil melakukan pemantauan secara aktif; PVMBG sudah merekomendasikan dunia penerbangan agar waspada.

Pertimbangannya, abu vulkanik yang bersumber dari letusan Gunung Egon bisa menimbulkan kerusakan pada mesin pesawat saat terbang. Sedangkan wilayah Sikka adalah lintasan penerbangan internasional, terutama rute ke Australia dan Eropa.

Kendati ada peringatan tersebut, aktivitas penerbangan masih berjalan normal. Maskapai penerbangan yang melayani jalur Maumere, yaitu Merpati dan Transnusa, masih aktif sesuai skedul reguler.

“Abu dari Gunung Egon sejauh ini tak mengganggu penerbangan sehingga tak ada penutupan jalur,”kata Kepala Bandara Waioti, Hamzah Monoharfa. “Jarak Gunung Egon dengan Bandara Waioti cukup jauh, sekitar 30 kilometer,”kilahnya.

http://www.ayomerdeka.wordpress.com

About these ads

Tag: , , , , , ,

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: