AKTOR papan atas Indonesia tahun 70-an yang juga pernah populer sebagai politisi PDIP, Sophan Sophian, meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di perbatasan Ngawi (Jawa Timur) dan Sragen (Jawa Tengah), tadi pagi. Isterinya Widyawati, dikabarkan shock, begitupula sahabatnya Megawati Soekarnoputri.
Kecelakaan fatal tersebut terjadi pukul 10.00, saat Sophan mengikuti konvoi sepeda motor bertema “Kirab Jalur Merah Putih”. Kirab yang diikuti oleh 270 motor gede (moge) ini diadakan dalam rangka memperingati 100 Tahun Kebangkitan Nasional.
Menurut penuturan penduduk setempat, Sophan Sophian terjatuh karena moge yang ditungganginya menerjang lubang besar. Dengan nada menyesal sejumlah penduduk mengaku, tadinya ingin memberitahu iring-iringan mengenai keberadaan lubang tersebut. Namun niat itu diurungkan karena merasa sungkan, lantaran peserta kirab moge itu adalah para pembesar.
“Iya, dia (Sophan) sudah meninggal,” kata salah seorang peserta konvoi, Tri Erika, kepada wartawan melalui telepon, Sabtu (17/5/2008). Saat itu, katanya kepada Kompas.com, rombongan sepeda motor gede (moge) ini sedang iring-iringan. Tiba-tiba sepeda motor yang ditunggangi Sophan terjatuh.
Sophan segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Sragen. Tapi, sebelum mendapat pertolongan medis di rumah sakit, tokoh PDIP yang dikenal vokal ini menghembuskan napas terakhir. “ Dia meninggal di perjalanan menuju rumah sakit,” jelas Erika, adik seorang kader PDIP.
Menurut Erika, Sophan mengalami luka patah kaki dan luka bagian dalam.
Isteri almarhum, Widyawati, artis cantik yang menjadi idola masyarakat Indonesia tahun 70-an, dikabarkan sangat shock. Begitu pula mantan presiden Megawati Soekarnoputri yang sedang dalam perjalanan menuju Yogyakarta.
Biografi ringkas
Sophan Sophian menjadi aktor tenar setelah membintangi film Pengantin Remaja bersama Widyawati, tahun 1971. Interaksi selama pembuatan film ini membuat mereka saling jatuh cinta, lalu menikah, dan kemudian menjadi simbol cinta dan pasangan suami-isteri paling ideal serta harmonis yang dikagumi dan dihormati oleh masyarakat Indonesia.Tahun 1974 dia terpilih sebagai Pemeran Utama Terbaik Pria dalam FFI di Ujung Pandang, berkat permainannya dalam film Letnan Harahap.
Sophan kemudian terjun ke dunia politik, bergabung dengan PDI dibawah pimpinan Suryadi. Karir politiknya cukup cemerlang, terbukti dia mendapat kepercayaan sebagai Ketua Fraksi PDIP di DPR. Tapi kemudian, Sophan memutuskan mundur dari DPR pada tahun 2002, karena merasa tidak sanggup lagi untuk terus-menerus membohongi nuraninya; bahwa sesungguhnya para politisi tidak peduli nasib rakyat.
Pengunduran diri Sophan yang mendadak, dan tanpa diwarnai ribut-ribut; membuat tercengang dunia politik dan masyarakat Indonesia. Pasalnya, saat itu, Sophan adalah Ketua Fraksi PDIP di DPR, dan posisinya di partai sangat kuat. Keputusan itu membuktikan bahwa sutradara film Arini, Masih Ada Kereta Lewat ini adalah manusia besar
Belum ada sejarahnya politisi di Indonesia mundur karena mempertahankan prinsip seperti dilakukan Sophan..Yang banyak terjadi adalah politisi yang tadinya baik akhirnya rusak, karena tidak berani melepas segala kenikmatan materi dan kekuasaan yang didapatkan di dunia politik.
Sophan yang lahir di Makassar 26 April 1944 adalah putra pasangan Manaii Sophian dan Munasiah Paiso. Manaii, tokoh nasionalis terkemuka dari Sulawesi Selatan, sangat dekat dengan Bung Karno. Pengaruh ayahnya membuat Sophan Sophian mejadi nasionalis sejati, dan oleh karena itu sangat dihormati oleh kalangan politisi Indonesia, antara lain dua mantan presiden, Gus Dur dan Megawati.
Terlahir sebagai nasionalis tulen, Sophan Sophian menemui ajalnya saat merayakan 100 Tahun Kebangkitan Nasional. Sebuah kebetulan yang indah, terlepas dari caranya menemui ajal.
Selamat jalan Bung Sophan Sophian. Kami melepas kepergianmu dengan rasa kehilangan yang besar , terutama kehilangan sosok nasionalis dan politisi yang memiliki integritas tinggi, yang makin langka di negeri ini.
Merdeka!
Tag: 100 tahun kebangkitan nasional, bung karno, gus dur, harley davidson, kecelakaan, kecelakaan motor gede, makassar, manai sophian, megawati, motor, nasionalis, politisi pdip, sophan sophian, widyawati

17 Mei, 2008 pukul 3:06 pm
Turut berduka cita atas meninggalnya Sophan Sophian. Semoga segala amal perbuatannya diterima olehNya.
17 Mei, 2008 pukul 3:20 pm
Waduh turut berduka cita juga. Ngga nyangka yah. Padahal dari segi kesehatan oke. hooh.
Bikin blog gratis. Ah itu mah biasa. Bikin blog gratis juga dibayar itu baru ruarrr biasa..
17 Mei, 2008 pukul 3:40 pm
semoga semangatnya akan selalu berada di Indonesia ini
17 Mei, 2008 pukul 4:15 pm
inalillahi wa inna ilaihi rojiun, semoga Allah menerima semua amaliahnya
17 Mei, 2008 pukul 4:38 pm
Turut berduka juga..
terlepas dr ajal dan kehendak ALLAH,sudah liap posisi lobang yg berada tepat di tengah-tengah jalan?dan komentar pemilik kebon ketela sebagai saksi mata?
“ga berani menghampiri,karena rombongan pembesar”
smoga jd pelajaran dan renungan la
salam
17 Mei, 2008 pukul 5:50 pm
Innalillahi wa inna illaihi roji’un.
Semoga Allah mengampuni segala dosanya dan menerima segala amal kebaikanya
17 Mei, 2008 pukul 6:17 pm
innalillahi wa inna illaihi roji’un
17 Mei, 2008 pukul 6:32 pm
Sebagai sesama bikers, walaupun cuman Honda Tiger, saya ikut berduka cita atas meninggalnya Sophan Sophian. Padahal beliau selalu mengingatkan agar Helm selalu dipakai. Ternyata berkata lain sewaktu rombongan akan kembali ke Jakarta. Salut buat Pak Sophan Sophian yang tetap mengendarai Harley mengelilingi pulau Jawa. Walaupun harus berhenti selamanya di Sragen.
17 Mei, 2008 pukul 7:43 pm
Turut duka cita yang sedalam-dalamnya….Semoga keluarga yang di tinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan.
Kita harus kehilangan lagi aktor terbaik kita..
Sophan Sophian dan Widyawati adalah aktor kesayangan saya sewaktu remaja…dan sebelum kawin. Sejak tinggal di negara orang sudah jarang mendengar berita tentang mereka.
SELAMAT JALAN…SOPHAN SOPHIAN…
17 Mei, 2008 pukul 8:24 pm
sudah waktunya meninggal ! tinggal giliran yang punya blog… dan kita semua
17 Mei, 2008 pukul 8:50 pm
saya mengucapkan “semoga diberi tempat yang terbaik di sisi-NYA” dan juga mengucapkan “turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya”, serta mengucapkan “semoga semua amal ibadahnya diterima di sisi-NYA, kemudian mengucapkan “semoga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran”, setelah itu mengucapkan “semoga segala kesalahannya diampuni oleh-NYA. sekian.
17 Mei, 2008 pukul 8:54 pm
Kronologis kecelakaan diceritakan oleh Indro Warkop, beberapa saat setelah Sophan Sophiaan meninggal dunia bisa didengarkan di http://radioclinic.com
17 Mei, 2008 pukul 9:31 pm
Innalillahi wainnailaihi roji’un.
Tidak ada kata lain yang terucap, semoga Allah menerima amal ibadah dan mengampuni segala kesalahan tokoh bangsa ini. Semoga kita bisa meneladani kehidupan Beliau.
17 Mei, 2008 pukul 11:20 pm
Innalilahi wa innailaihi… semua dari-Nya dan pasti kembali kepada-Nya…
apapun jalan dan penyebab semua itu adalah Kuun Fayaakuun nya yang Maha Kuasa.. kita tak bisa menolaknya…
Turut berduka cita sedalamdalamnya… tabahkan hati tante Widyawati.
Semoga amal ibadah om Sophan Sophian di terima di sisi Nya..
Amiin 3x
18 Mei, 2008 pukul 5:49 am
Allahyarham memang aktor yang popular di alam melayu sehiggalah ke Malaysia.
Semoga roh allahyarham bersama-sama golongan orang yang soleh.
Alfatihah.
18 Mei, 2008 pukul 9:45 am
Innalillahi wa innalillahi rojiun…
Laa haula walaa quwata illaa bilaah
Sungguh hanya DIA yang tahu… kapan waktu hidup ini berakhir…
Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan, kesabaran dan keikhlasan… sehingga semua ini justru makin memperkokoh keimanan mereka. Amin
Baru pertama gabung nih… salam kenal ya…
yanti
http://maaini.wordpress.com
18 Mei, 2008 pukul 5:26 pm
Selamat Jalan Sophan Sophian, semoga beliau mendapat tempat terindah disisi-NYA. Amien.
Salam Kenal
18 Mei, 2008 pukul 8:19 pm
turut berduka cita, …
semoga jadi pelajaran berharga bagi yang lain.
18 Mei, 2008 pukul 9:03 pm
SelAMAT JALAN PAK, KAMI BANGGA ATAS YANG BAPAK LAKUKAN UNTUK BANGSA INI.
SENIMAN, POLITIKUS YANG SEJATI
19 Mei, 2008 pukul 2:23 am
Innaalillaahi wa Innaa Ilayhi Rooji’uun. S’mua akan kembali kepada-Nya! Mari kita bekerja dan berusaha sesuai hati nurani kita.
19 Mei, 2008 pukul 3:17 am
Turut berduka cita.
Semoga pengalaman ini bisa dilihat oleh pemerintah (daerah/pusat) supaya segera memperbaiki jalan sehingga tidak ada korban yg berjatuhan akibat lobang di jalan!
19 Mei, 2008 pukul 9:35 am
Innalillahi wa inna illaihi roji’un.
smoga allah swt dapat menerima amal ibadahnya dan diberikan tempat yang layak nantinya,,,,,, bagi keluarga yang ditinggalkan smoga tabah dan diberikan kesabaran dalam menghadapi ini smua…
20 Mei, 2008 pukul 9:23 am
Waktu kejadian ini kebetulan kami sekeluarga sedang di luar kota,
kaget banget waktu melihat beritanya di TV keesokan harinya,
Padahal beberapa hari sebelumnya kami sekeluarga ( saya dan istri ) asik mengomentari berita yang menayangkan rombongan moge Sophan Sophian melewati jalan tol Jagorawi dan dinyatakan menyalahi aturan karena kendaraan roda dua dilarang melewti jalan tol, tapi Sophan sendiri menyatakan sudah mengantongi izin dari pihak terkait. Lalu tiba – tiba ada berita kecelakaan itu.
Turut berduka cita sedalam- dalamnya buat pihak keluarga.
21 Mei, 2008 pukul 10:20 am
turut berduka.
tapi saya sangat tidak respek dengan kegiatan muter2 pake harley yang sangat mengganggu rakyat itu….
20 Juli, 2008 pukul 10:40 am
mudah-mudahan para generasi mudah bisa meneruskan perjuangan beliau
20 Juli, 2008 pukul 10:42 am
mudah-mudahan perjuangan beliau bisa diteruskan oleh para generasi mudah di Indonesia