foto : Kompas
Oleh : Robert Manurung
IKATAN cinta yang begitu manis dan tampak tak terpisahkan, yang telah menjadi simbol ideal buat masyarakat Indonesia selama 30 tahun lebih, ternyata berakhir jua; dengan sebuah ciuman perpisahan dan air mata yang tak henti mengalir.
Banyak hati yang merasa tersayat menyaksikan momen itu, ketika Widyawati mencium pusara sang suami.
Widyawati tak menghiraukan lagi, pakaian dan kerudungnya yang berwarna putih, menjadi belepotan noda tanah. Setelah itu, dia kembali duduk tertegun memandangi persemayaman kekasihnya itu selama beberapa lama.
Sejak kabar meninggalnya sang suami tercinta, perempuan yang masih terlihat jelita di usia 58 ini benar-benar larut dalam kesedihan. Tak sepatah kata pun diucapkannya kepada media mengenai kecelakaan fatal itu. Para wartawan pun merasa sungkan untuk mewawancarai, karena Widyawati selalu dalam keadaan menangis, dengan pandangan menerawang.
Kalangan jurnalis memang menaruh respek yang tinggi terhadap pasangan ini. Sophan Sophian dan Widyawati tidak pernah diberitakan secara negatif oleh media massa. Dan gambaran yang melekat dalam ingatan publik adalah sepasang kekasih yang serasi, saling mencintai dan terikat satu sama lain. Bahkan generasi muda pun ternyata mengidolakan pasangan ini sebagai role model.
Pokoknya, banyak orang di negeri ini merasa kagum, iri dan mengimpikan menjadi sejoli yang dipersatukan oleh cinta abadi seperti Sophan-Widyawati.
Dari wawancara media dengan Widyawati enam tahun lalu, diperoleh gambaran bahwa salah satu artis legendaris Indonesia ini selalu berusaha agar kehidupan rumah tangga mereka berjalan normal alias tidak glamour. Dia mengaku senang, setelah Sophan mengundurkan diri dari panggung politik. “Karena sekarang dia lebih banyak tertawa,”katanya.
Dan, “Saya harus bangun lebih pagi lagi. Pukul 04.30 saya sudah harus membukakan pintu karena dia mau main golf. Ha-ha-ha. Kalau tugas lain, ya rutinlah sebagai ibu rumahtangga. Waktu dia masih menjadi anggota dewan, banyak sekali yang dikeluhkan.”
Sekarang, Widyawati tak perlu lagi bangun sepagi itu. Sophan telah pergi selamanya, tanpa sempat mengucapkan selamat tinggal padanya.
Jenazah aktor kawakan dan politisi idealis itu telah dimakamkan di pemakaman umum Tanah Kusir, Blok A1 Jakarta Selatan, Minggu pagi. Kepergiannya dilepas oleh keluarga, para sahabat dan tokoh-tokoh politik maupun dunia hiburan.
* * *
JENAZAH Sophan yang meninggal karena kecelakaan motor gede itu diberangkatkan dari rumah duka sekitar pukul 08.15 WIB, Minggu (18/5).
Sesampai di komplek pemakaman, jenazah dipanggul beberapa orang termasuk salah seorang putra Sophan. Almarhum kemudian diturunkan ke liang lahat, kemudian diazankan serta dibacakan dzikir.
Tampak mengiringi pemakaman beberapa tokoh seperti sutradara Eros Djarot, pengusaha Arifin Panigoro, dan mantan politisi PDIP Haryanto Taslam.
Saat jenazah diturunkan, terdengar para pelayat melantunkan kata, “Laailahailallah”. Beberapa menit kemudian, kedua anaknya, Romi dan Roma melantunkan adzan untuk jenazah ayahnya tercinta. Saat itu, pelayat mulai meneteskan air mata sembari melayangkan pandangan ke arah liang kubur untuk melihat lebih dekat jenazah idola dekade ‘90-an itu.
Kakak Sophan, yang menjadi pemandu acara pemakaman tersebut pun tak kuasa menahan tangis saat liang kubur mulai ditimbun dengan tanah. “Dipersilakan untuk mengurug kuburan adik tercinta, Sophan Sophiaan,” ujarnya tersedu.
Istri Sophan, Widyawati, mendapat kesempatan pertama untuk menabur bunga ke pusara sang suami. Diikuti kemudian anak-anak dan kerabat lainnya. dalam pagi yang mengharukan ini, terdengar beberapa pelayat mengucapkan: “Selamat jalan Bang…”
* * *
MENURUT laporan Kompas.com, selama prosesi pemakaman Widyawati tak henti-hentinya menangis. Terus meneteskan air mata. Wajahnya yang putih pada hari ini tampak memerah, seakan tak sanggup menyembunyikan kesedihannya yang mendalam. Widyawati terus menangis saat pelayat yang hadir mengucapkan rasa bela sungkawa.
Aktris yang sering bermain film bersama sang suami itu tak mengucapkan sepatah kata pun kepada wartawan yang bisa dilakukannya hanyalah menangis. Kedua anaknya, Roma dan Romi, berusaha menenangkan ibunya. Tak seperti Widyawati, kedua Sophiaan junior itu tampak tabah. Dua lelaki yang mirip Sophan itu memapah ibunya berjalan menuju pusara dengan penuh kasih sayang.
Pukul 10.20 WIB, Widyawati bersama kedua anaknya meninggalkan TPU Tanah Kusir Jakarta menuju ke rumahnya yang berada di Jalan Garuda Bintaro Jakarta.
Selamat jalan Bung Sophan Sophian.
===============================================================
www.ayomerdeka.wordpress.com
Tag: Add new tag, artis, cinta abadi, ciuman perpisahan, pasangan ideal, pemakaman sophan sophian, politisi, tanah kusir, widyawati

19 Mei, 2008 pukul 7:09 am
bung robert..
satu yang akhirnya harus kita sadari bersama, bahwa semua itu baru terasa ada… ketika sudah tiada.
mungkin Tuhan berkehendak begitu. tuk terangkan kepada kita siapa Sophan Sophiaan. ketika beliau ada ditengah-tengah kita, kita seolah tak peduli dan tidak mau mengerti. maka jangan heran, kalau Dia akhirnya memilih menginspirasi kita, dengan mengambil sang inspirator itu sendiri..
19 Mei, 2008 pukul 11:47 am
Selamat Jalan Bung Sophan Sophiaan……Dialam baqa tak akan ada lagi partai dan perpecahan karena semua menyatu dengan TUHAN.
Semoga senang dan tenang diSISINYA.
19 Mei, 2008 pukul 9:11 pm
selamat jalan bung sophan sophian.
19 Mei, 2008 pukul 10:05 pm
sebelum2nya sosok bung sophan mungkin gak begitu mengena dalam kehidupanku lha wong gak kedengeran labar hebohnya, tapi berita kematiannya cukup membuatku merasa kehilangan….
19 Mei, 2008 pukul 11:20 pm
selamat jalan bang Sophan…semoga amal ibadahmu diterima Allah SWT…Indonesia just lost one of its good citizens…
20 Mei, 2008 pukul 7:29 am
selamat jalan ,..lihat Bung Karno menyambutmu di taman Marhaen di sana..
20 Mei, 2008 pukul 9:23 am
Sophan Sophian dan Widyawati menunjukkan, bahwa pasangan artis pun bisa menjadi teladan bagi orang lain, bagaimana menyelenggarakan rumah tangga tanpa cela….kalaupun masuk infotainment dengan berita yang baik.
Selamat jalan Sophan, semoga Allah swt mengampuni dosa-dosamu, membukakan pintu sorga bagimu, dan menerima segala amal baikmu. Amien.
20 Mei, 2008 pukul 3:04 pm
semoga ada banyak pasangan yang mengikuti jejaknya ya
amin
20 Mei, 2008 pukul 9:36 pm
Sophaan Sopian meninggal akibat kecelakaan lalu-lintas pada bulan Mei 2008 ketika mengendarai motor besar – sebuah pola hidup yang sangat jauh dari pola hidup rakyat kecil yang diperjuangkannya…….
http://ekonomiorangwarasdaninvestasi.blogspot.com/
20 Mei, 2008 pukul 9:38 pm
Sophaan Sopian meninggal akibat kecelakaan lalu-lintas pada bulan Mei 2008 ketika mengendarai motor besar – sebuah pola hidup yang sangat jauh dari pola hidup rakyat kecil yang diperjuangkannya……..
20 Mei, 2008 pukul 9:39 pm
Sophaan Sopian meninggal akibat kecelakaan lalu-lintas pada bulan Mei 2008 ketika mengendarai motor besar – sebuah pola hidup yang sangat jauh dari pola hidup rakyat kecil yang diperjuangkannya……..dan banyak yang masih percaya bahwa dia pejuang rakyat kecil.. Sungguh ironis.
http://ekonomiorangwarasdaninvestasi.blogspot.com/
21 Mei, 2008 pukul 9:52 am
setuju aku ma realylife. Mereka merupakan contoh yang baik buat pasangan yang telah ada sekarang. Hanya kematian yang bisa memisahkan mereka berdua.
21 Mei, 2008 pukul 3:51 pm
Ya Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, ampunilah segala dosa² bpk Sophan Sophian. Terimalah segala amal baiknya dan pelihara dan rahmatilah ia disisiMu. Ya Allah, sensugguhnya Engkau Maha Pengasih, berilah kekuatan kepada isterinya Ibu Widyawati. Tenangkanlah perasaannya, anak²nya dan kaum kerabatnya dalam menerima musibah ini. Semoga mendapat ganjaran pahala disisi Allah.
21 Mei, 2008 pukul 3:53 pm
Kpd Ibu Widyawati, diharap byk bersabar. Kami akan sentiasa mendoakan bpk Sophan dan kesejahteraan ibu. Hidup perlu diteruskan. Kita faham pada saat² permulaan kita kehilangan seseorang yang tercinta, ia amat menyiksakan. Inilah dugaan yg paling besar yg Allah uji pada hambaNya. Kita harus bersabar dan terus mendoakan yg telah pergi. Semoga ibu tetap tabah dan kuat. Salam takziah dari saya.
21 Mei, 2008 pukul 11:05 pm
semua rencana Tuhan itu indah..semua ada waktunya.
selamat jalan bung sophan
surga menantimu.
amiennn…
22 Mei, 2008 pukul 6:16 pm
berita tentang kecelakaan itu sungguh menggiriskan. Sedih menyaksikan sepasang kekasih yang luar biasa itu terpisahkan. Semoga itulah yang terbaik untuk mereka…
23 Mei, 2008 pukul 11:13 am
Mustahil Kristen Bisa Menjawab
mustahil-kristen-bisa-menjawab.blogspot.com