Kalau ke kota esok pagi.
Sampaikan salam rinduku.
Katakan padanya padi-padi telah kembang.
Ani-ani seluas padang, roda lori berputar-putar siang malam.
Tapi bukan kami punya.
Lagu Salam dari Desa/Leo Kristi
PENYANYI eksentrik yang legendaris, Leo Kristi, akan memuaskan kerinduan penggemarnya dengan menggelar konser di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, malam ini, Sabtu 20 Mei 2008. Konser ini digagas dan dilaksanakan sepenuhnya oleh komunitas Pecinta Leo Kristi (LKer), dalam rangka memperingati 100 Tahun Kebangkitan Nasional.
Siapakah Leo Kristi ?
* * *
LEO KRISTI adalah seniman rakyat yang unik dan langka, bahkan eksentrik. Karena ideallisme pria paruh baya (59 tahun) ini yang tidak pernah mau didikte oleh industri rekaman.
Nama aslinya Leo Imam Soekarno. Pada tahun 70-an, namanya sangat populer. Albumnya bertajuk “Nyanyian Fajar” dirilis tahun 1977 oleh majalah Aktuil. Namun pengalaman rata-rata penggemarnya : setengah mati mencari kaset Leo Kristi.
Leo Kristi bukan lahir dari keluarga miskin. Ayahnya cukup terhormat dan kaya. Tapi Leo ikut panggilan hatinya untuk bergaul dengan rakyat jelata dan meninggalkan bangku kuliahnya di Arsitektur ITS.
Dalam Album Konser Rakyat Nyanyian Fajar terdapat 12 lagu antara lain : Lenggalenggung Badai Lautku, Nyanyian Maria, Di deretan rel-rel, , Beludru Sutera Dusunku, O Danae, Oh Surabaya, Bencara Tanah Negara, Nyanyian Fajar, Di atas Sukapura I, Nyanyian Musim, Fajar Sampai Fajar, Sendiri serta Katia Amanda dan Aku.
Album “Di deretan rel-rel”, yang antara lain menceritakan kehidupan kalangan marjinal, Leo mengeksplor habis gaya bernyanyinya yang bertutur. Pokoknya, semakin mengukuhkan dirinya sebagai penyanyi folk nomor satu di Indonesia, kendati kasetnya tetap susah didapat di pasaran.
Sebagai penyanyi balada yang menyuarakan tentang suka-duka rakyat kecil, sepintas Leo punya kesamaan dengan Iwan Fals tahun 70-an. Tapi sebenarnya beda. Lirik lagu-lagu Leo Kristi sangat serius, bahkan sebagian terkesan megah dengan bingkai kesahajaan. Sebaliknya lagu Iwan banyak bersifat sentilan yang jenaka.
Salah seorang penggemar berat Leo Kristi adalah ekonom Faisal Basri yang juga mantan Sekjen PAN.
* * *
PAGELARAN Leo Kristi di TIM kali ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut bayaran. Untuk memudahkan kawan-kawan yang ingin menonton, silakan catat undangan dari LKer berikut ini :
Komunitas Pecinta Leo Kristi (LKer) mengundang anda dalam :
Pagelaran Musik Leo Kristi “SEABAD KEBANGKITAN INDONESIA” Berkolaborasi dengan LKer
Teater Mini, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat.-
Selasa, 20 Mei 2008
mulai 19.30wib
Daftar Acara
19.30 – 19.45 : Musikalitas Puisi oleh Komunitas SASKRI pimpinan Aryo LKer
19.45 – 20.00 : Sambutan Pembukaan oleh Komunitas LKer
20.00 – 11.00 : Pegelaran Musik Kolaborasi LEO KRISTI bersama LKer
30 lagu Leo yang akan dilantunkan :Gulagalulugu Suara Nelayan, Nyanyian Malam, Nyanyian Musim, Memorial Sudirman, Salam Dari Desa, Sayur Asam Kacang Panjang, Nyanyian Fajar,Lewat Kiara Condong, Kereta Laju, Nyanyian Kaum Pemukiman, Nyanyian Pantai, Siti Komariah, Katya Amanda dan Aku, Nusantara Bernyanyi, Tepi Surabaya, dll.
==============================================================
http://www.ayomerdeka.wordpress.com
Kaitkata: 100 tahun kebangkitan nasional, faisal basri, gulagalugu, iwan fals, jakarta, komunitas pecinta leo kristi, konser rakyat, leo kristi, music, nyanyian rakyat, seniman rakyat, tim, trobadour

20 Mei, 2008 pada 5:39 pm
salam berpikir merdeka dari bandung
maafkan aku, artikelmu menggungga jiwaku, jangan tanya kenapa
http://puang07.blogdetik.com
20 Mei, 2008 pada 6:02 pm
terima kasih Puang.
Aku tambah bersemangat setelah kunjunganmu.