MENJALANKAN tugas wasit memang susah. Resikonya berat. Membayangkan resiko dipentungi oleh para hooligan atau bonek yang fanatik itu, ihh…ngeriii.
Tapi lain lagi di Piala Eropa yang kini sedang berlangsung . Wasit di sana sepenuhnya aman dan nyaman. Mereka dihormati, meski kadang-kadang bikin keputusan kontroversial. Boleh jadi karena masyarakatnya sudah taat hukum, polisi tidak neko-neko, dan para politisi tidak menghianati dasar negara…eeh nggak nyambung ya, apa urusan bola dengan dasar negara, hehehe…
Kalau di kita, persislah seperti digambarkan oleh kartun di atas. Keputusan wasit malah menambah masalah ! Padahal, tim yang bertanding cuma dua, tapi bisa ricuh dan beringas. Lucunya, para supporter kedua tim sama ngototnya : menuntut supaya “klub” lawan dibubarkan !
Terjadinya keributan dan kemacetan komunikasi yang beradab di negara ini, pastilah karena pemerintah sebagai wasit berusaha berbuat baik alias menyenangkan kedua kubu yang berlaga. Inilah mungkin yang disebut moral hazard dalam penegakan hukum. Seharusnya pemerintah memilih bertindak benar, sesuai aturan yang berlaku di negara ini.
sumber : kartununited.blogspot.com
Link : http://kartununited.blogspot.com/2008/01/tes-jadi-wasit.html
===================================================================
www.ayomerdeka.wordpress.com
Tag: bonek, hooligan, humor politik, Indonesia, kartun, konstitusi, penegakan hukum, piala eropa, wasit

10 Juni, 2008 pukul 3:07 pm
sebuah drama panggung sosial yang mendebarkan bung robert, hehehehe
gambaran kartun di atas menggambarkan betapa wasit yang terpilih utk memimpin sebuah pertandingan nyaris tidak memiliki bekal yang baik, baik bekal keilmuan maupun bekal pengalaman. tak heran kalau keputusan yang dihasilkan selalu memicu terjadinya kontroversi baru. sungguh, tidak mudah menjadi wasit di indonesia, apalagi tim yang bertanding tidak siap utk kalah dan memang.
10 Juni, 2008 pukul 7:40 pm
Dikita mah biar aja jangan pake wasit. Kasian…abis digob%$#in aja…
12 Juni, 2008 pukul 6:52 am
lha, lagi ngomongin “itu” ya
kirain mau ngebahas pssi
btw, good post
12 Juni, 2008 pukul 1:37 pm
tapi kadang bertindak benar menurut aturan juga gak selamanya cocok dengan kondisi sekitar, terlalu strict gak fleksibel membaca kondisi juga gak bagus. membuat kedua belah pihak senang juga gak akan pernah habis. kuncinya cuma tegas. percuma bikin aturan tapi ternyata malah untuk dilanggar (eh maap, jadi bikin kritik ke pemerintah, padahal bahas tentang wasit ya … ).