Hanya selang beberapa hari setelah terdepak dari ajang Piala Eropa 2008, tim Italia sudah punya pelatih baru. Kamis kemarin (26/6). Roberto Donadoni dipecat secara halus, setelah Marcello Lippi menyatakan bersedia kembali menukangi tim Azzuri.
“Saya amat…amat gembira dan termotivasi,” kata Lippi kepada kantor berita ANSA.
Pelatih berusia 60 tahun itu menjalani “cuti” dari sepakbola setelah sukses mengarsiteki tim Italia merebut trofi Piala Dunia di Jerman, dua tahun lalu.
“Lippi akan mengadakan jumpa pers tanggal 1 Juli nanti di Roma,”tutur salah seorang pengurus Federasi Sepakbola Italia (FIGC). Mantan kipper timnas Angelo Ferruzi akan jadi asisten Lippi, diperkuat oleh Ciro Ferrara, eks bek andal tim Azzuri.
Pelatih bertangan dingin ini akan mengawali kiprahnya dalam laga persahabatan melawan Austria di Nice, 20 Agustus mendatang. Sebelum itu, dia harus membenahi pertahanan Italia yang sangat keropos di Piala Eropa 2008. Peremajaan tim juga sudah perlu dilakukan.
Italia akan memulai penyisihan Piala Dunia di Siprus 6 September. Kemudian bakal bermain di kandang sendiri menghadapi Georgia, 10 September.
Donadoni tidak merasa gagal
Donadoni tidak mengomentari penunjukan Lippi, namun tetap berusaha membela diri “Saya menyesal karena penalti membuat suasana seperti itu,” kata mantan pemain tengah Italia dan AC Milan itu kepada harian olahraga La Gazzetta dello Sport.
Memang benar, tim juara dunia itu dikalahkan Spanyol melalui adu penalti dalam partai perempat final, Minggu. Namun sebenarnya, bukan itu persisnya yang membuatnya di-PHK. Sejak ditangani oleh Donadoni, tim Italia kehilangan kharismanya sebagai tim juara dunia yang disegani oleh lawan-lawan.Itulah soalnya.
FGIC tidak secara resmi menyatakan memecat pelatih berusia 44 tahun itu, karena ia masih memiliki sisa kontrak dua tahun yang ditandatanganinya sebelum Euro 2008, yang berlaku kalu Italia lolos ke semifinal. “Federasi menganggap ikatan kontrak dengan Roberto Donadoni habis secara alami.”
Kekalahan Italia 0-3 dari Belanda sudah menggambarkan kualitas Donadoni sebagai pelatih. Kemudian hasil imbang 1-1 dengan Romania, yang diraih berkat keberhasilan Gianluigi Buffon mengagalkan tendangan penalti; sama sekali tidak menunjukkan kelas Italia sebagai tim juara dunia..
Kemenangan 2-0 atas Prancis, yang bermain dengan 10 pemain, memang sedikit menghibur karena Italia lolos ke perempat final. Tapi penampilan tim Azzuri dalam laga melawan Spanyol sungguh memalukan bagi pendukungnya. Bermain ultradefensif, dan tampak jelas hanya mengincarkan kemenangan lewat adu penalti. Ironisnya, Italia malah kalah dalam adu penalti.
Donadoni, yang kurang berpengalaman dibanding Lippi, menampik pernyataan bahwa Italia bermain buruk dan mengaku terkejut karena ia harus meninggalkan tim itu.
“Dalam dua tahun ini tim Italia melakukan hal positif. Satu pertandingan tidak pantas untuk menghapus semua itu,” kilahnya.
sumber : BBC News
=====================================================================
www.ayomerdeka.wordpress.com
Tag: euro 2008, figc, football, italia, marcello lippi, piala dunia, roberto donadoni, sepakbola
28 Juni, 2008 pukul 5:54 pm
pemain nya yang loyo kok pelatih yang di pecat
29 Juni, 2008 pukul 9:49 pm
Pantaslah lippi yg melatih italia. Lippi mampu meramu pemain muda dngn pemain senior dengan baik. Bravo Azzurri…
1 Juli, 2008 pukul 11:06 pm
Punya email dan rekening BCA,
sudah cukup untuk meraih income di internet.
Lebih lengkap:
http://asber.notlong.com