Oleh : Robert Manurung
PIALA EROPA 2008 sudah usai. Tapi, kesan mendalam mengenai permainan tim Spanyol yang rancak dan mempesona, masih membekas kuat. Pasukan Matador muda ini tampil sebagai juara, setelah menaklukkan Jerman 1-0 di partai final, lewat gol spektakuler Fernando Torres.
Kejayaan Spanyol adalah kembalinya sepakbola indah, yang dibingkai dalam teamwork yang padu dan disiplin tinggi. Memang, langgam Spanyol berbeda dengan jogo bonito, sepakbola indah khas Brasil yang telah “punah” sejak dedekade 90-an. Jika Brazil membangun harmoni tim dari improvisasi individual, Spanyol mengembangkan improvisasi tim berlandaskan kerjasama harmonis antarindividu.
Sebaliknya, keberhasilan Jerman lolos ke final adalah bukti bahwa sepakbola moderen memang bertumpu pada pragmatisme. Kemenangan di atas segala-galanya.Dan uang adalah tujuan utama, bahkan telah menjelma menjadi norma.
Siapa sebenarnya pemain terbaik ?
Kita tentu punya kesan dan opini masing-masing mengenai Euro 2008.
Terpilihnya Xavi Hernandez, gelandang tengah Spanyol sebagai pemain terbaik adalah sesuatu yang mengejutkan dan bisa diperdebatkan. Bukan karena Xavi tidak layak mendapatkan penghargaan itu, tapi karena ada sejumlah pemain lain yang lebih layak disebut pemain terbaik, terutama Iniesta. Menurutku, perannya lebih penting dibanding Xavi. Pemain lain yang pantas disebut pemain terbaik Euro 2008 ialah Iker Casilas, David Villa, dan Fernando Torres.
Aku pribadi sangat kecewa karena dua tim jagoanku, Portugal dan Belanda, kandas di perempat final. Biarpun begitu, secara jujur aku sangat terhibur dan mengagumi petualangan tim Turki dan Rusia. Mereka bermain dengan gairah muda yang enerjik, menikmati pertandingan, dan sangat patriotis.
Kebalikan dari semangat muda tim-tim “negara berkembang” itu, Italia dan Perancis adalah dua “bandot tua” yang berusaha memenangkan perang dengan menunggu kelengahan lawan, memainkan trik-trik jorok untuk mengintimidasi lawan; dan akhirnya tersungkur. Rasain lu !
Kesimpulan umum :
-
Hampir semua tim yang tampil di Euro 2008 menganut sepakbola menyerang, namun menjaga keseimbangan tim dengan menurunkan lima atau bahkan enam gelandang. Hanya Italia yang menampilkan permainan negatif, terutama dalam partai perempat final melawan Spanyol.
-
Euro 2008 tidak memunculkan kiper dan pemain bertahan usia belia yang memiliki bakat hebat.
-
Sebaliknya, kejuaraan ini sangat melimpah dengan pemain gelandang usia muda bertalenta besar, dengan kemampuan mencetak gol setara dengan striker.
-
Kejuaraan ini menghukum tim yang masih mengandalkan pemain-pemain tua seperti Italia, Prancis, Swedia, dan Yunani.
-
Sebaliknya tim yang didominasi pemain muda seperti Portugal dan Belanda hanya mampu melaju sampai perempat final.
- Dua tim yang lolos ke final, Jerman dan Spanyol adalah gabungan pemain senior dan muda yang berhasil dipadukan.
Catatan khusus :
-
Ada tiga tim “underdog” yang berpotensi tumbuh jadi tim yang lebih kuat dan bakal mampu menorehkan prestasi bagus di Piala Dunia mendatang, yaitu Rusia, Romania, dan Turki
-
Ada dua tim papan atas yang didominasi pemain muda, Belanda dan Portugal, yang akan mencapai kematangan dalam Piala Dunia mendatang.
-
Perancis dengan pemain-pemain mudanya yang bertalenta tinggi, bisa menjelma kembali jadi tim juara asalkan ditangani pelatih yang bisa mengemong pemain muda.
- Sebaliknya, Italia harus berani melakukan peremajaan sekarang juga, kalau tidak untuk lolos ke Piala Dunia pun mungkin akan sulit.
Soal Penyelenggaraan :
Tuan rumah Austria dan Swiss telah sukses luar biasa menjadikan Euro 2008 ini sebagai Piala Eropa paling lancar, aman dan menyenangkan bagi semua pihak. Baru kali ini Piala Eropa tanpa direcoki kerusuhan antarsuporter.
Suporter kedua tim tuan rumah juga memperlihatkan kematangan dan sportivitas. Ketika tim mereka kandas di babak penyisihan, pendukung tim Austria dan Swiss tidak hanya menerima kenyataan itu dengan jiwa besar; tapi tetap bergairah hadir di stadion-stadion dan meramaikan acara nonton bareng di di berbagai kota di kedua negara itu.
Soal tayangan televisi :
Masih tetap norak ; teriak-teriak, melawak, menawarkan iming-iming hadiah, komentar-komentar yang bodoh, dan asyik onani dengan memuji stasiun TV sendiri (RCTI, Global TV, TPI) seolah-olah punya kualitas dan kultur Eropa.
Manfaat buat Indonesia :
Hiburan segar dan pelarian sementara dari situasi dalam negeri yang makin amburadul; bisa melupakan sejenak vigilantisme FPI, demonstrasi mahasiswa yang makin anarkis, aparat kepolisian yang keranjingan dengan kekerasan; skandal blue energy yang membuat jabatan presiden dan dunia perguruan tinggi kehilangan wibawa dan jadi bahan tertawaan; harga-harga yang selangit, kontes korupsi yang makin porno, dst, dst.
===================================================================
www.ayomerdeka.wordpress.com
Tag: euro 2008, fernando torres, jerman, jogo bonito, review euro 2008, sepakbola indah, soccer, spanyol juara euro 2008

6 Juli, 2008 pukul 4:17 pm
Kejayaan Spanyol apakah bisa ditularkan juga sebagai kejayaan SUMUT ? Mau mengundang untuk ikutan acara kopdar PAK
Informasi lengkap silahkan klik di blog saya dan juga di bawah ini
http://nichpakaich.net/2008/07/kop-dar-bloggersumut-ke-3/
makasih
7 Juli, 2008 pukul 9:44 pm
Emang benar. Euro 2008 berjalan dengan sukses. Saya salut walaupun jago saya dikalahkan Spanyol.
12 Juli, 2008 pukul 2:24 pm
Kalau boleh ditambahkan, peranan wasit agaknya perlu juga diapresiasi. Mereka layak diacungi jempol
Saya terkadang berkhayal, kalau toh persepakbolaan di negeri ini tidak juga meningkat, bisa saja kita memiliki wasit andal yang bereputasi dunia, seperti Pierrelugi Colina.
Cukuplah itu sebagai kebanggaan.
12 Juli, 2008 pukul 7:06 pm
Cara membuat domain dan hosting gratis :
http://akujoker.wordpress.com
8 September, 2008 pukul 9:31 am
Ya jelas,spanyol meman raja Eropa.Dgn gaya America latino yg sangat bagus.Hanya indonesia yg bisa mengalakan.
18 Oktober, 2008 pukul 10:05 am
Menurut gw Villa memang pantas untuk diacungi jempol karna Villa banyak menyumbangkan banyak gol! Bravo Spain World Cup 2010 MENUNGGU!!!
18 Oktober, 2008 pukul 10:06 am
Menurut gw Villa memang pantas untuk diacungi jempol karna Villa menyumbangkan banyak gol! Bravo Spain World Cup 2010 MENUNGGU!!!