Oleh : Halida Srikandini boru Pohan
APA aja yang biasanya dilakukan penduduk Sipirok, (Kabupaten Tapanuli Selatan. Sumatera Utara), selama ramadhan, setelah berbuka puasa dan tarawih ? “Perang” antarkampung dengan mariam bambu, itu menu utamanya. Kemudian, diniharinya sehabis saur, giliran para remaja yang sedang kasmaran menebar ranjau-ranjau cinta…dekat aek milas (air panas vulkanik), di belakang masjid…
Ramadhan di Sipirok bisa dibilang identik dengan mariam bambu. Datangnya ramadhan berarti musim mariam bambu sudah tiba… cuma satu kali dalam setahun…
Mulai dari yang dakdanak (bocah) sampai poso-poso (remaja), semuanya kontan dijalari “semangat 45” kalo sudah mulai musim ini. Tak perduli dengan resiko yang harus ditanggung, misalnya alis mata jadi botak sebelah, karena hangus terbakar oleh semburan api mariam bambu…wow, alangkah senangnya!
MARMARIAM BAMBU
APA itu mariam bambu ? Bahasa Indonesianya meriam bambu… dibuat dari bambu yang besar dan tebal, yang biasanya dipakai buat saluran air. Diameternya kira-kira 10 cm, tebalnya sekitar 1 cm.
Cukup gampang membuat mariam bambu. Anak kecil juga bisa…ruas-ruas bambu dibolongin dengan disodok pakai kayu atau besi, sehingga menyerupai pipa besar. Tapi, sekat di salah satu ujung bambu dibiarkan utuh, dan di dekatnya dibuat lubang dengan diameter sekitar 2 cm.
Ada tiga fungsi lubang tadi, kita sebut saja lubang tiup …yaitu memasukkan sedikit minyak tanah, mencelupkan api yang membakar kain di ujung sebuah tongkat kecil, dan tempat untuk meniup api yang membakar minyak tanah di dalam tabung bambu.
Gas hasil pembakaran yang tersekap di dalam tabung bambu otomatis akan mencari jalan keluar. Karena ditekan oleh udara yang terus ditiupkan oleh si pemain mariam bambu, gas hasil pembakaran itu lantas bergerak ke arah ujung bambu yang bolong dan…tum tam dor…terdengarlah bunyi letusan mengglegar; yang kontan disambut sorak sorai para bocah dan remaja.
Memainkan mariam bambu ada juga kiat-kiatnya, supaya suara dentumannya menggelegar, dan terhindar dari “kebakaran lokal”…yaitu alis mata hangus atau rambut bagian depan gosong. Kecelakaan terjadi karena gas hasil pembakaran yang sudah ditiup ke arah lubang di ujung sana malah berbalik ke arah lubang tiup, dan menyemburkan api serta gas yang sangat panas…
Tapi, mana ada istilah kapok…setiap malam, asal sudah selesai tarawih…tak perduli dengan dinginnya Sipirok yang bikin menggigil dan “merinding disko”, para bocah pun dengan semangat mengggotong mariam bambu dari bawah rumah. Sedangkan yang poso-poso (remaja), bergabung seusai tadarusan di masjid.
Dengan amunisi peluru takar (takar atau bekas kaleng susu kental, wadah minyak tanah dan sekaligus alat menuangkannya ke dalam tabung bambu)… dimulailah perang mariam bambu antarkampung …
Suara tum tam dor antar satu kampung dengan kampung lain bersahut-sahutan. Saling adu … soara ni mariam bambu nise na paling gogo , ima na beteng… (suara meriam bambu siapa yang paling keras, itu yang paling jago)
Kadang, karena terlalu semangatnya yang marmariam bambu ini… tak sadar kalo bulu hidung pun sudah terbakar alani pupu mangombusi hehehe… kalo cuma bulu hidung itu masih resiko kecil… kadang rambut depan dan alis mata pun ikut mosok …hehehe… jadilah pas atiha ari rayo ma songon alien… inda na mar salebon be (pas tiba hari raya orangnya sudah seperti alien, tak punya alis lagi)… hhihihihihih….
Pulang dari marmariam bambu, tak jarang kena omelin mamak … karena salebon (alis mata) sudah keriting paling tidak, kalo nggak yah mosok alias gosong…
Asmara subuh i aek milas bolakang masjid
SEHABIS SAHUR, biasanya tanggung kalo tidur dan bangun lagi untuk sholat subuh… dan kalo dibawa tidur abis sahur biasanya subuhnya pasti bablas… apalagi di Sipirok yang dingin itu… kalo sudah marulos sampulung (bergelung di dalam selimut)…
Biasanya angka na poso (para remaja) dohot nauli bulung (anak muda) di Sipirok habis sahur langsung jalan-jalan pagi, lalu diteruskan dengan marondam i aek milas… uiihh… mantafff kali kalo kuingat yang maraek milas on bahhh….
Mungkin kalo di tanya “ritual” asmara subuh ini gimana… kurasa tak jauh beda dengan di berbagai daerah di Indonesia…soalnya saat aku pulang ke Sipirok .. belum paham tentang urusan asmara subuh ini…hehehee…
Tapi biasanya, segitu mulai terang ompung suka ngajak aku maridi tu aek milas (mandi di air panas)….hm… nikmat banget,… sayang ompung sudah di surga… kalopun aku pulang ke Sipirok tak ada lagi yang ajak aku ke sana pagi-pagi…
sumber : blog tobadreams
Kaitkata: aek milas, asmara subuh, batak muslim, mariam bambu, ramadhan, ramadhan di sipirok, ramadhan di tapanuli, sipirok, tapanuli selatan
24 September, 2008 pada 9:24 pm
Meriam bambu, jadi ingat kampung…….
24 September, 2008 pada 9:33 pm
marmariam bambu?
apa sama dengan meriam bambu ala sulawesi?
cuma suaranya doang yang keras, nggak ada isinya…
anak-anak pada suka….
25 September, 2008 pada 7:00 pm
agaknya setiap daerah memiliki tradisi yang berbeda-beda dalam menyambut ramadhan, bung robert. tapi esensinya kayaknya sama tuh untuk menjadikan sekaligus mengingatkan umat muslim kalau ramadhan sebagai bulan ssuci.
25 September, 2008 pada 9:36 pm
wah , postingan yang bagus
bolehkah saya sekali-sekali diundang ke sana
inginnya semua bloggersumut bergabung . memajukan sumatera utara secara utuh
bloggersumut.net
29 September, 2008 pada 11:16 pm
Kak Dini… seru banget cerita ramadhan di Sipirok.. Aku baru tau… Asmara subuhnya di aek milas sosopan ya…? Hihihi.. seru amat ya…?
30 September, 2008 pada 12:15 am
Kak Dini, ini aku kasi gambar aek milas sosopan-nya yaa…. Mudah2an bisa melepas kangen…
http://tatianak2.files.wordpress.com/2008/07/100_2500.jpg
1 Oktober, 2008 pada 12:09 pm
asik ni artikenya,ooi jd pngn plng kmpung,
3 Oktober, 2008 pada 3:27 pm
artikelnya menarik,sklian numpang promo.,http://banyumassatria.blogspot.com
6 Oktober, 2008 pada 7:21 am
@ tatianak2
hehehe… eda tati… seru sih, tapi aku ngk tau apa sekarang ini masih ada hal2 seru seperti itu di sipirok???
kemaren aku dah menggebu2 mo lebaran di sana, sayang Allah berkehendak lain… kami hrs ke Jambi.
thx banget untuk poto aek milasnya… segitu kuliat, terbayang saat aku di jujung opung disana
, saat kaki2 kecil ku berlari dan dikejar opung saat mau mandi di sana…
poto itu membuka kenangan … makasih banget eda …..
7 November, 2008 pada 5:06 pm
Jd pengen balik kampung ne,salam kangen buat orang sipirok,luat pahae,dan smua smualah,
1 Desember, 2008 pada 1:10 am
aek milassss..waaaaaaa ,eh di simaninggir tu ada gak sih? lupa euy