Lebih Asyik Mudik Lewat Jalur Selatan

Sambil Menikmati Panorama Perkebunan & Wisata Kuliner

Selepas Tasik, jalur selatan relatif lancar. Jalan Wangon yang biasanya menjadi sumber kemacetan sudah banyak ditambal. Jalur Gombong, Kebumen, Purworejo, sampai Yogyakarta juga semakin mulus.

SALAH satu momok mudik melintasi jalur pantai utara adalah kemacetan tak berujung. Pemudik yang ingin mendapatkan suasana lain bisa menjadikan jalur pantai selatan sebagai alternatif. Pemudik bisa menikmati jalan berkelok-kelok diapit perkebunan karet dan menikmati wisata kuliner.

Pada 16-20 September lalu, Tim Kompas menelusuri jalur mudik pantai selatan, mulai dari Jakarta, Bandung, Tasikmalaya, Ciamis, Purwokerto, Gombong, Purworejo, sampai Yogyakarta. Dari sisi jarak tempuh, jalur selatan memang lebih jauh ketimbang jalur utara. Namun, perjalanan di sana mengasyikkan untuk dicoba.

Jalur selatan memang salah satu alternatif penting. Kami juga mendorong. Pengguna kendaraan yang memilih,”kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Iskandar Abubakar kepada Kompas, Selasa (23/9).

Sejak adanya tol Cipularang, pemudik memang melonjak drastis karena perjalanan Jakarta-Bandung suda tidak bermasalah lagi.

Pengguna kendaraan roda dua biasanya melewati Purwakarta, Padalarang. Namun, karena banyak truk, bisa juga melewati Sadang, Kalijati, dan Subang. Meski berkelok, jalur ini mengasyikkan karena pemudik bisa menikmati keindahan perkebunan karet. Apabila lelah, pemudik dapat beristirahat makan di Kalijati. Salah satu rumah makan terkenal dan buka 24 jam adalah Rumah Makan Mang Yeye. Harganya pun terjangkau.

Kalau Lebaran bisa habis 400 ayam sehari,”kata Mang Yeye yang merintis usaha dari berjualan es kelapa muda di sebuah gubuk sejak 1989.

Nagreg dan Gentong

MEDAN terberat ada di antara Bandung dan Tasikmalaya. Selain berkelok, jalannya juga terjal sehingga rawan kemacetan dan kecelakaan. Titik paling rawan ada di Nagreg dan Tanjakan Gentong.

Nagreg rawan karena bertemunya jalur dua arah Bandung-Tasikmalaya dengan jalur dua arah Bandung-Garut. Namun, untuk Lebaran kali ini, konflik di titik Nagreg bisa dikurangi karena Departemen Perhubungan Darat telah menyelesaikan pembangunan lingkar Nagreg tahap I sepanjang 600 meter.

Jalan ini rencananya akan dioperasikan 29 September,”ucap seorang pekerja. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga telah mengunjungi Nagreg guna memastikan kelancaran arus mudik.

Seandainya ada kemacetan, para pengendara bisa beristirahat makan di restoran nasi liwet Pak Asep Stroberi. Letaknya hanya sekitar satu kilometer dari titik kemacetan. Dengan mengeluarkan Rp 7.500, Anda bisa menikmati jus segar stroberi.

Lokasi yang masih rawan berada di Tanjakan Gentong di Kecamatan Kadipaten, Tasikmalaya. Tikungannya tajam dan menanjak. Kemiringannya mendekati 45 derajat. Mobil berbadan besar dari arah Tasikmalaya harus berjalan perlahan dan mengambil jalur lawan. Kendaraan dari arah berlawanan harus waspada.

Selepas Tasik, jalur selatan relatif lancar. Jalan Wangon yang biasanya menjadi sumber kemacetan sudah banyak ditambal. Jalur Gombong, Kebumen, Purworejo, sampai Yogyakarta juga semakin mulus.

Di perbatasan Jawa Barat-Jawa Tengah , juga ada rumah makan sederhana tapi banyak didatangi para bule, Hegar Manah. Menu andalannya pisang goreng keju gula aren dan gurame bakar. Mudik di jalur selatan bisa sambil berwisata kuliner. (SUT/AHA).

Sumber : Kompas, 24/9/2008

=======================================================

http://www.ayomerdeka.wordpress.com

About these ads

Tag: , , , , , , , , , , , , , , ,

3 Tanggapan to “Lebih Asyik Mudik Lewat Jalur Selatan”

  1. mha5an Says:

    wah, jd ingat masa mudik dulu. saya dari bandung ke yogya pake bis biasa, ampir 12 jam lewat jalur selatan. bukan hanya lamanya sih, jalannya yang berliku-liku itu yang agak ga tahan. kalo terlambat start tidur dan terjebak dalam tikuangan2 itu, wah ga tahan.

    setelahnya kapok mudik lewat selatan. trus mudik lewat utara, naek bis patas malam, eh malah 20jam baru sampe. di tol aja macet!! cape deh..
    rasanya pengen naek pesawat gratis aja.

    naek KA sama aja. di gerbong bisnis dah kaya pepes. ga tau kalo yang di eksekutif.

  2. mikekono Says:

    aahhhh, kenapa mesti mudik ?
    bagi yang berpenghasilan pas2an
    tak perlu memaksa diri utk mudik

    *mudik ke sidikalng ngeri, bikin jantungan …..
    bus sampri/ borneo bentar2 nyalip seenak udelnya

  3. yanis Says:

    aku lebih suka mudik lewat jalur selatan dimulai dari bandung wah pemandangannya cuanntik amat.udah gitu kalau kita naik bis nyantai alias tidak usah olahraga jantung kan sama2 besar. nah paling resep kalau udah di sumedang n semarang so pasti wisata kuliner.harganya terjangkau perut kenyang mata segaaaaaaarrrrrrrr

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: