Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘agama’
15 Maret, 2009
Dia yang mengenakan kesusilaan laksana baju pameran,
lebih baik telanjang , karena angin dan surya,
tiada akan melubangi kulitnya,
sedang baju pameran rapuh terhadap cuaca.
Dan dia, yang berlaku sekadar menuruti hukum susila,
mengurung burung kicau dalam sangkar belaka,
lagu kebebasan hidup tiada mengumandangkan keagungannya,
di balik jeruji ataupun jaringan kawat kasa.
Kehidupanmu sehari-hari adalah rumah ibadat, dan ibadah pula,
masukilah kehidupan itu dengan seluruh pribadi, (lagi…)
Kaitkata:agama, gibran, inspirasi, puisi, spitual, tuhan
Ditulis dalam berpikir merdeka, puisi, solilokui | 1 Komentar »
13 Februari, 2009
Di Pahae, Tarutung, Balige, Porsea, Dolok Sanggul, Pakkat, Parapat, juga di Onanrunggu Samosir, antara pemeluk Kristen/Katolik dan Islam dan juga dengan Ugamo Malim, hidup rukun dan damai sejak dahulu. Bahkan ketika konflik Ambon dan Poso meledak, orang-orang di Tano Batak tak terpengaruh. Itu disebabkan karakter dasar manusia Batak yang sejak dasarnya toleran dan hubungan sosial sehari-hari terhadap siapa pun dirajut berdasarkan nilai-nilai dan norma-norma adat–termasuk pada etnis lain.
Oleh : Suhunan Situmorang
GARA-GARA Azis Angkat tewas akibat ulah ratusan demonstran penuntut Protap yang beringas itu, orang Batak (khususnya Toba), seperti sah ditelanjangi, dikecam, dimaki.
Bahkan, yang tak etisnya, para pengecam itu banyak dari kalangan non-Batak. Mereka seperti tak risih mengoreksi yang bukan etnisnya dan seakan memiliki kesempatan–yang sudah lama dipendam–untuk menghujat manusia Batak (Toba).Dan parahnya lagi, semua itu hanya berdasarkan pandangan, penilaian, yang muncul dari endapan stereotip dan hasil generalisasi yang sempit, kalau tak keliru.
Yang mati “hanya” seorang, kebetulan Ketua DPRD, dan visum dokter jelas-jelas mengatakan: ia tewas karena gagal jantung yang sudah pernah dioperasi lima tahun lalu. Tetapi karena ulah para demonstran itu, yang entah siapa mereka sesungguhnya, etnis Batak (Toba) menjadi bulan-bulanan–termasuk yang tak mau tahu perjuangan Protap.
Berbeda sekali ketika pertempuran antar-etnis Madura vs Dayak yang amat ganas dan barbar terjadi di Kalbar dan Kalteng, yang melibatkan ratusan ribu partisan. Pers, petinggi negara, pengamat sosial-politik, dan masyarakat di luar dua etnis yang bertikai itu, seperti kompak mereduksi dampak buruknya: tak membiarkan kejadian yang amat mengerikan itu melebar, tak mempertontonkan korban mati dengan kepala dipenggal (lagi…)
Kaitkata:abdul aziz angkat, agama, balige, chandra panggabean, dprd sumut, harian sib, harian waspada, islam, kristen, medan, pahae, politik sektarian, porsea, protap, sipirok, sumatera utara, sumut, tarutung
Ditulis dalam agama, berpikir merdeka, komunitas, nasionalisme, politik, sosial | 23 Komentar »
14 November, 2008
TAK SEORANG PUN yang berhak mengklaim sebagai wakil Tuhan di dunia ini.
Oleh : Robert Manurung
KITA semua hanya tukang kutip, yang membaca dari sumber-sumber terbuka—dari kitab-kitab tua dan fenomena alam; lalu meyakini dan kemudian mempengaruhi, bahkan tak jarang memaksa orang lain, untuk meyakini Tuhan versi kita.
Lembaga-lembaga agama membuat klaim sepihak bahwa kehadirannya berdasarkan mandat dari Tuhan, untuk menyebarkan ajaranNya, untuk mengelola persembahan serta sedekah, dan untuk menghukum orang-orang yang didakwa melanggar ajaranNya.
Sejak zaman purba manusia telah menyalahgunakan nama Tuhan dan ajaranNya– bahkan mengkudeta sebagian kekuasaanNya; demi menguasai dan mengeskploitasi sesama manusia, serta segenap sumber daya. Juga untuk memuaskan nafsu serta ambisi pribadi para ulama dan pendeta; yang bersifat profan, sekuler dan politis.
Dan sejauh ini, agama-agama telah berhasil menjadikan perannya teramat penting, menentukan, dan seolah-olah bersifat sakral. Bahkan terkadang, agama sudah menjema menjadi Tuhan itu sendiri. (lagi…)
Kaitkata:agama, renungan, solilokui, spiritualisme, theokrasi
Ditulis dalam agama, berpikir merdeka, politik, solilokui, sosial | 14 Komentar »
12 November, 2008
Keluarga Amrozi dan Muklas meminta maaf
KETUA Majelis Ulama Indonesia KH Ma’aruf Amin menegaskan bahwa Amrozi, Imam Samudra, dan Ali Gufron alias Muklas yang dieksekusi mati, bukan mati syahid. “Itu (syahid) kan pandangan dia, tapi para ulama menganggap cara seperti itu tidak tepat,”kata Ma’aruf kepada Tempo kemarin.
Menurut dia, perjuangan Amrozi cs dengan teror bukan cara yang tepat dalam perjuangan Islam. Perjuangan dalam Islam pada masa damai dilakukan dengan dakwah. “Kecuali di daerah perang. Dan Indonesia (saat peristiwa Bom Bali dan sekarang) tidak sedang dalam perang.” (lagi…)
Kaitkata:agama, amrozi, bom bali, imam samudra, islam, mati syahid, mui, syuhada, teroris, terorisme
Ditulis dalam agama, berpikir merdeka, politik | 52 Komentar »
9 Oktober, 2008
saya ingin sungguh-sungguh meyakinkan segenap bangsa ini, ancaman fundamentalisme agama itu nyata dan berbahaya, karena bertujuan menciptakan negara berdasarkan agama. Sejauh ini berbagai kelompok fundamental itu telah menyorong penyelenggara negara hingga tersudut di tepian jurang inskonstitusionalitas.
Oleh : Adnan Buyung Nasution (lagi…)
Kaitkata:agama, dekrit presiden 5 juli 1959, demokrasi, fundamentalisme, insiden monas, islam, kebebasan beragama, konstituante, minoritas, pemilu 1955, politik, ruu pornografi, tirani mayoritas, uud 1945
Ditulis dalam agama, berpikir merdeka, nasionalisme, politik | 8 Komentar »
19 September, 2008
Tampaknya kita perlu belajar dari Pemerintah Malaysia dalam penanganan zakat. Masalah pengelolaan zakat yang dihadapi Malaysia diatasi dengan pendekatan baru. Itu ditandai dengan dioperasikannya Pusat Pungutan Zakat (PPZ) di Kuala Lumpur. PPZ yang didesain konsultan Coopers & Lybrand bukanlah lembaga pemerintahan, tetapi murni perusahaan swasta yang disewa pemerintah. Sebagai perusahaan swasta, kedudukan PPZ independen, posisinya sejajar dengan Baitul Mal. Dan, PPZ berhasil mendapatkan kepercayaan publik. (lagi…)
Kaitkata:agama, akmil zakat, baziz, islam, keadilan sosial, kompas, pusat pungutan zakat malaysia, sistem pengelolaan zakat, tragedi pasuruan, tragedi zakat, zakat, zakat secara global
Ditulis dalam agama, korupsi, sosial | 1 Komentar »
18 September, 2008
Mengingat RUU itu bukan tentang kebijakan politik biasa, tetapi menyangkut kehidupan dan cara kerja sehari-hari masyarakat. Tak bisa sebagian masyarakat menentukan bagaimana semua harus membawa diri. Semua berhak menyatakan pendapat. Semua wajib didengar dulu sebelum akhirnya diambil keputusan.
Oleh : FRANZ MAGNIS SUSENO SJ
PADA tahun 2006 sebuah Panitia Khusus DPR menyiapkan teks RUU Antipornografi dan Antipornoaksi. RUU itu menimbulkan kontroversi di masyarakat, akhirnya menghilang dari peredaran.
Kini kita dikagetkan bukan hanya oleh sebuah RUU Antipornografi baru, tetapi oleh berita bahwa RUU itu, dengan memanfaatkan bulan Ramadhan, mau cepat-cepat disahkan dengan menghindar dari debat publik. Bak maling memanfaatkan terang remang-remang. Apa mereka tidak tahu malu ? (lagi…)
Kaitkata:agama, artikel, demokrasi, franz magnis suseno sj, kompas, moralitas, opini, pluralisme, pornoaksi, pornografi, uu antipornografi
Ditulis dalam agama, berpikir merdeka, politik | 10 Komentar »
18 September, 2008
Di sisi lain, ada kecenderungan belakangan ini, para “pemburu zakat” mendatangi semua acara pembagian zakat, bahkan sampai ke kabupaten lain. Dan para gelandangan di perkotaan, kini fokus “memburu” zakat selama bulan Ramadhan, karena hasilnya lebih pasti dan lebih besar.
KENAPA pembagian zakat yang seharusnya menyenangkan dan bernuansa religius bisa menjadi ricuh dan berakhir tragis ? Adakah pengaturan yang lebih baik demi menghindarkan jatuhnya korban yang sia-sia seperti di Pasuruan ? (lagi…)
Kaitkata:agama, catatan tragedi zakat, islam, sosial, tragedi pasuruan, tragedi zakat, zakat
Ditulis dalam agama, fenomena, sosial | 3 Komentar »
16 September, 2008

INILAH close-up wajah kemiskinan kita, dalam sosok perempuan-perempuan yang dimarjinalkan berkali-kali; atas nama Tuhan, atas nama patriarki dan atas nama ideologi. Tragisnya, sesama mereka pun masih harus “berkelahi” untuk memperebutkan sedekah, yang tak jarang berakhir memilukan dan tragis seperti “tragedi zakat” di Pasuruan, Jawa Timur, kemarin. (lagi…)
Kaitkata:agama, foto-foto "tragedi zakat" di pasuruan, islam, kemiskinan, tragedi ramadhan, zakat
Ditulis dalam agama, fenomena, foto bicara, sosial | 117 Komentar »
16 September, 2008

"tragedi zakat" di Pasuruan/Kompas.com
Oleh : Robert Manurung
APA sih arti uang Rp 20.000 buat Anda ? Bagi 5.000 perempuan yang berebut zakat di sebuah mushala di Pasuruan, Jawa Timur, Senin kemarin (15/9), uang segitu itu “layak ditukar” dengan nyawa. Alhasil, 21 orang tewas lantaran terinjak-injak. (lagi…)
Kaitkata:agama, islam, jawa timur, kemiskinan, kompas, menteri agama maftuh basyuni, mushala al-roudhotul jannah, pasuruan, tragedi pemburu zakat di pasuruan, tragedi sosial, zakat
Ditulis dalam agama, sosial | 19 Komentar »
22 Agustus, 2008
The singer but not the song, itulah inti tulisan ini, yang memaparkan mosaik-mosaik pemikiran intelektual Islam moderat Ameer Ali. Mudah-mudahan bermanfaat, terutama buat kalangan non-muslim yang terlanjur melihat Islam dari sample yang salah.
Salam Merdeka
RM
————————————-
“Tidak ada fobia Islam, yang ada fobia Muslim, melihat tingkah laku Muslim yang kerap emosional dan terlalu sensitif menanggapi masalah apa pun akibat pikiran yang tertutup.”
Pernyataan ini dilontarkan intelektual Islam moderat, Ameer Ali, yang ditemui di sela International Conference of Islamic Scholars atau ICIS, 29 Juli-1 Agustus 2008 di Jakarta. (lagi…)
Kaitkata:agama, al quran, ameer ali, ekstrimis, fanatisme, international conference of islamic scholars, interpretasi islam sesuai konteks zaman, islam, jihad, kompas, liga muslim dunia, muslim, muslim australia, opini, surah al-haji, the university of western australia
Ditulis dalam agama, berpikir merdeka, pendidikan | 6 Komentar »
2 Agustus, 2008
MUI menilai keberagaman etnik, budaya, dan agama di Indonesia sebagai keniscayaan yang tidak mungkin diingkari. Malahan, pluralitas Indonesia seharusnya bisa menjadi penggerak tumbuhnya kerjasama untuk membangun bangsa.
Oleh : Robert Manurung
MARI kita berikan tepuk tangan, dan mungkin lebih tepat standing ovation, buat Majelis Ulama Indonesia (MUI). Lembaga Islam yang sering terkesan memposisikan diri sebagai “negara dalam negara” ini, baru saja mengeluarkan pernyataan bahwa MUI sudah berketetapan : bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan dasar Negara Pancasila adalah final. Tak boleh diganggu gugat!
MUI juga memfatwakan : separatisme terlarang dan wajib diperangi oleh Negara. (lagi…)
Kaitkata:agama, amidhan, bhinneka tunggal ika, islam, jaringan islam liberal, kristen, majelis ulama indonesia, mui, nazri adlani, negara kesatuan republik indonesia, news commentary, pancasila, pluralisme
Ditulis dalam berpikir merdeka | 19 Komentar »
29 Juli, 2008
Sejauh ini, belum diketahui secara jelas pemicu bentrok mahasiswa dengan warga itu. Hingga kemarin, isu tentang tertangkapnya seorang mahasiswa yang diduga mencuri pompa air tak bisa dikonfirmasi kebenarannya. Tidak ada satu warga pun yang mengaku telah menjadi korban pencurian.
RATUSAN mahasiswa tingkat akhir Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (STT Setia) hari ini menjalani ujian negara di Gedung Bethel, Jalan Ahmad Yani Kavling 65, Jakarta Pusat. Kegiatan itu diselenggarakan secara darurat karena kampus mereka di Kampung Pulo, Pinang Ranti, Makassar, Jakarta Timur, terpaksa ditutup. (lagi…)
Kaitkata:agama, kampung pulo, konflik horisontal, news, penyerbuan kampus sekolah teologi, pinang ranti, politik adu domba, sekolah teologi setia, sosial, uki, wisma gbi
Ditulis dalam merdeka | 10 Komentar »
“Fatwa” MUI : NKRI dan Pancasila Final
2 Agustus, 2008Oleh : Robert Manurung
MARI kita berikan tepuk tangan, dan mungkin lebih tepat standing ovation, buat Majelis Ulama Indonesia (MUI). Lembaga Islam yang sering terkesan memposisikan diri sebagai “negara dalam negara” ini, baru saja mengeluarkan pernyataan bahwa MUI sudah berketetapan : bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan dasar Negara Pancasila adalah final. Tak boleh diganggu gugat!
MUI juga memfatwakan : separatisme terlarang dan wajib diperangi oleh Negara. (lagi…)
Kaitkata:agama, amidhan, bhinneka tunggal ika, islam, jaringan islam liberal, kristen, majelis ulama indonesia, mui, nazri adlani, negara kesatuan republik indonesia, news commentary, pancasila, pluralisme
Ditulis dalam berpikir merdeka | 19 Komentar »