Bisnis Paling Laris Saat Ini : Fear Treatment

Bohong besar kalau ada yang bilang perekonomian Indonesia sudah pulih. Jangan percaya omongan pemerintah atau para pakar ekonomi-keuangan, yang selalu gembar-gembor bahwa angka pertumbuhan ekonomi kita sekian persen per tahun, bahwa inflasi menurun bla bla bla. Buktinya : sektor riil masih tetap tidur lelap. Dan, penyaluran kredit perbankan cuma ke sektor konsumsi.

Ya, ngapain repot-repot. Cukup membuka mata dan melihat lebih cermat, di sekeliling kita kini bermunculan banyak OKB atau orang kaya baru. Mereka itu benar-benar anomali, keajaiban khas Indonesia yang belum tentu dapat dimengerti oleh orang bule. Kok bisa sih muncul banyak OKB dalam keadaan perekonomian nasional sedang megap-megap? Dari mana sumber kekayaan mereka? Apa jenis usahanya?

Kalau anda menebak profesi pengacara, itu benar. Memang, sejak Reformasi bergulir, banyak pengacara yang mendadak kaya. Bukan hanya pengacara top di kota-kota besar yang kebagian bonansa itu, tapi pengacara-pengacara yang beroperasi di tingkat kabupaten pun ikut panen. Pasalnya, ada ribuan anggota DPRD, DPR, kepala dinas, kepala kanwil, bupati dan gubernur tersangkut kasus korupsi dan mereka membutuhkan jasa pengacara.

Anda boleh-boleh saja bertanya, apakah sinyalemen ini didukung dengan data dan fakta yang akurat serta valid? Jawabku : tentu saja tidak, kawan. Mana mungkin seorang pengelola blog mengumpulkan data sedahsyat itu? Dibutuhkan puluhan ribu orang untuk melakukan wawancara, pemeriksaan, interogasi dan audit profesional. Biaya untuk mengerjakannya pun pasti mencapai ratusan milyar rupiah.

Jadi sebutlah ini prakiraan-prakiraan deduktif. Memang beginilah cara kerja wartawan. Tugasnya sudah dianggap sukses luar biasa kalau mampu “membaca” fenomena dan modus operandinya, lalu membuat reportase yang meyakinkan. Dengan dasar itulah nantinya orang-orang yang berkompeten melakukan pengecekan teknis yang lebih cermat dan prosedural. Nah. kalau kita bisa sepakat soal ini, berarti anda harus puas meskipun di dalam artikel ini tidak ada deretan angka-angka. OK ?

Sekarang mari kita telusuri dari mana saja sumber kekayaan para OKB itu. Meskipun bidang “bisnis” mereka sangat berlainan satu sama lain, namun dalam konteks ini baik parpol, rohaniawan, jasa pengamanan, pengacara maupun paranormal sebenarnya mengerjakan “bisnis jasa” yang sama, yaitu Fear Treatment. Apa itu ? Ini istilah aku bikin sendiri biar komunikatif saja, artinya : Bisnis Jasa “Mengatasi” Rasa Takut.

Siapa saja klien mereka? Sangat beragam, mulai dari pejabat tinggi, pengusaha, artis sampai orang biasa yang sedang cemas, ketakutan atau merasa nasibnya buruk.

Yang menjadi klien parpol umumnya adalah para pejabat dan kalangan bisnis. Pejabat membutuhkan treatment dari parpol biasanya karena dua alasan : takut digeser dari jabatannya atau lantaran tersangkut masalah pelanggaran hukum. Karena kedua urusan tersebut berada dalam domain politik, memang jalur parpol inilah yang paling manjur untuk mengatasi ketakutan si pejabat.

Tapi adakalanya pejabat semacam itu memilih treatment 5 in 1. Artinya, selain meminta perlindungan pada parpol, dia juga menggunakan pengacara, jasa keamanan, rohaniawan dan paranormal.

Kira-kira urutannya begini : setelah mendapat pengacara yang jago, kemudian si pejabat atau pengusaha akan membuka jalur ke parpol . Jalur tersebut bisa saja akses atau link si pejababat/pengusaha sendiri atau dari si pengacara. Setelah itu beres, mungkin saja si pejabat/pengusaha belum merasa aman lahir batin. Dia butuh perlindungan dari penyedia jasa keamanan, yang biasanya merupakan usaha kerjasama antara oknum-oknum pejabat polisi/militer dan preman. Treatment berikutnya adalah bantuan spiritual dari orang pintar, dukun atau paranormal; atau bisa juga duluan mendapat penguatan rohani dari kiai, pendeta atau biksu.

Besarkah fee yang didapat kelima pelaku jasa Fear Treatment itu ? Tentu saja tergantung kasusnya. Kalau perkara megakorupsi seperti BLBI, parpol bisa mendapat puluhan sampai ratusan milyar rupiah, tergantung power yang dimiliki si parpol untuk melindungi pejabat/pengusaha yang bermasalah. Ada kalanya sebuah parpol harus berbagi dengan parpol lain, supaya ada jaminan yang mutlak bahwa kasusnya tidak akan “dinyanyiin” di DPR atau melalui media massa. Dalam konteks ini, parpol yang “memiliki” pejabat kunci di lembaga-lembaga penegakan hukum, akan memainkan peran utama, termasuk melakukan lobi ke parpol lain untuk sama-sama “mengamankan”.

Kalangan rohaniawan adalah yang paling istimewa kedudukannya di antara lima pelaku bisnis jasa Fear Treatment tersebut. Tidak ada ceritanya mereka harus memberikan uang pelicin atau uang suap kepada parpol, pengacara, jasa keamanan dan paranormal. Justru sebaliknya, kalangan rohaniawan bisa mendapatkan uang dari keempat pihaktersebut, baik sebagai donasi murni, sebagai fee karena ikut menggolkan satu “proyek” atau menerima sumbangan demi membangun citra positif keempat pihak lain tersebut, serta dari berbagai pihak di masyarakat.

Di sisi lain, situasi negara yang masih amburadul sekarang ini tentu menimbulkan berbagai masalah kejiwaan dan spiritual di dalam masyarakat. Ada kesan masyarakat Indonesia sekarang lebih mementingkan urusan keagamaan. Entah benar sungguh-sungguh begitu, yang jelas masyarakat sekarang mengeluarkan uang lebih banyak dibanding pada masa lalu untuk urusan keagamaan; baik berupa donasi, sedekah, perpuluhan, tanda bersyukur, membeli buku, risalah video dan lain-lain.

Jangan heran, kini banyak rohaniawan Islam dan Kristen menjadi kaya raya, padahal dia tidak punya bisnis. Si rohaniawan bekerja full time untuk dakwah atau pelayanan. Tapi hebatnya mereka bisa memiliki mobil mewah sekelas Mercy, rumah mewah di real estate kelas satu dan anak-anaknya bersekolah di sekolah/kampus elit.

Fenomena serupa terlihat pula di kalangan paranormal yang bekerja full time. Mereka memiliki rumah dan mobil mewah serta menjalani gaya hidup kalangan atas. Pokoknya cara hidup mereka tidak kalah glamour dengan para artis papan atas. Hebatnya lagi, belakangan ini segelintir paranormal papan atas sudah menjalankan “bisnisnya” dengan manajemen moderen, termasuk pasang iklan gede-gede di media massa dan sering sering tampil di tayangan gosip infotainment.

Di antara lima unsur yang bermain di bidang jasa Fear Treatment ini, yang paling vulgar memamerkan kemakmuran mereka sebagai OKB adalah pengacara, rohaniawan dan paranormal. Sejumlah pengacara laris sangat gemar memarkan mobil Ferrari atau Porsche yang mereka miliki dan tinggal di apartemen seharga Rp 3 milyar, tanpa merasa risih sedikitpun melihat anak-anak balita mengemis di lampu merah. Salah seorang pendeta yang punya tayangan reguler di televisi diam-diam ternyata tinggal di apartemen mewah Park Royale.

Sedangkan kalangan parpol dan jasa keamanan umumnya tampil lebih low profile, mungkin dikarenakan bentuk kelembagaannya yang bersifat organisasi besar atau posisinya yang sensitif di tengah-tengah masyarakat. Pelaku bisnis jasa keamanan, misalnya, umumnya sangat tertutup dan menghindari publikasi. Pasalnya, dalam bekerja seringkali mereka melakukan pelanggaran hukum, mulai dari intimidasi, penganiayaan ringan sampai pembunuhan.

Anda berminat mengikuti jejak mereka menjadi OKB ? Percayalah, inilah bisnis paling menguntungkan dan beresiko kecil di Indonesia sekarang ini, yaitu mengambil keuntungan dari rasa takut orang lain : Fear Treatment.

http://www.ayomerdeka.wordpress.com

Tag: , , , , , , , , ,

9 Tanggapan to “Bisnis Paling Laris Saat Ini : Fear Treatment”

  1. sawali tuhusetya Says:

    pertumbuhan ekonomi yang disebut-sebut sebagai indikator suksesnya pembangunan ekonomi jangan sampai kembali mengulang pada slogan2 semu yang dikibarkan oleh rezim orde baru. betapa saat kita silau oleh melesatnya pertumbuhan ekonomi, tetapi justru yang terjadi adalah makin melambungnya hutang luar negeri dan lahirnya konglomerasi yang menggurita di balik derita jutaan rakyat miskin yang tak berdosa.

  2. daeng limpo Says:

    Go to Fear treatment ——> the devils job

  3. Robert Manurung Says:

    @ sawali tuhusetya
    @ daeng limpo

    komentar singkat daeng, berikut panahnya yang panjang dan tajam, sudah merangkum tanggapan yang ingin aku tulis. Terima kasih Pak Guru dan Daeng.

    Horas.

  4. hildalexander Says:

    rohaniwan punya mercy? udah biasa lagi….yang istimewa adalah rohaniwan yang punya hati dan nurani…………..

  5. Robert Manurung Says:

    @ hildalexander

    Kena gue! Ternyata rohaniawan punya mercy sudah biasa…

    Untuk komentar hildalexander, izinkan aku tak menanggapi, karena masih tercenung hehehe…

    btw, hildalexander, namamu membuatku bingung, apakah aku panggil saudara atau saudari? Bukannya sexis, tapi biar pas aja.

    MERDEKA

  6. hildalexander Says:

    hahaha…..biar gak bias gender, panggil hilda aja, atau alex juga gak apa-apa….

  7. mists Says:

    rohaniwan punya mercy? udah biasa lagi….yang istimewa adalah rohaniwan yang punya hati dan nurani…………..

    Setuju!!!

  8. Giyanto Says:

    Bank Robert ada-ada aja he2..
    untuk masalah analisis kesejahteraan menurun ato naik, kita punya tokoh sendiri, tahu kan?ha2 (klik ja Giyanto)hi2….

  9. arylangga Says:

    heee..heee…saya baru nyadar …benar juga ya…salam kenal ya mas..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: