Ada Dua Bangsa Indonesia ? (1)

KEPERGIAN Soeharto adalah gong terakhir yang menandai tamatnya peran generasi pejuang di panggung sejarah Indonesia. Satu babak yang cukup panjang, dengan durasi sekitar 60 tahun, telah diperankan oleh generasi yang luar biasa itu, dan memunculkan dua aktor utama yang masih akan berpengaruh besar dalam perjalanan Indonesia ke depan : Soekarno dan Soeharto.

Soekarno dan Soeharto adalah representasi atau personalisasi dua karakter utama manusia Indonesia sejak Kemerdekaan. Kebetulan karakter kedua tokoh itu sangat kontras, benar-benar bertolak belakang, sehingga gampang sekali ditandai ciri masing-masing. Dan kurang lebih seperti mereka itulah karakter umum manusia Indonesia sekarang ini, sehingga bisa dikatakan : sejatinya Indonesia terdiri atas dua “bangsa”.

Dua bangsa dalam satu negara ? Ya, begitulah adanya. Tapi ini berbeda dengan negara Kanada yang terdiri atas dua bangsa, Inggris dan Perancis. Dari sononya sejarah dan budaya mereka memang sudah berbeda, dan masing-masing “menguasai” propinsi dengan penduduk yang homogen, sehingga wilayah negara itu terbelah dua yaitu Kanada-Perancis dan Kanada-Inggris. Sedangkan di Indonesia yang memicu terbentuknya dua bangsa adalah perbedaan pandangan hidup, prinsip, mental-psikologis, attitude dan kecenderungan-kecenderungan, yang pada akhirnya menjadi karakter yang khas dan kuat. Jadi mungkin saja di dalam satu keluarga Jawa, Batak, Minang, Makassar atau Papua ada dua bangsa.

Perlu digarisbawahi, terbentuknya dua bangsa ini bukan semata-mata karena mengidolakan dan meniru Soekarno atau Soeharto. Sebab bisa saja seseorang yang sepanjang hidupnya merasa anti Soeharto, namun tanpa disadari sebenarnya dia adalah saudara sebangsa dengan diktator yang baru saja tutup usia itu. Begitu pula sebaliknya, bisa saja orang-orang yang selama ini antipati terhadap Bung Karno, tanpa disadari sebenarnya memiliki karakter yang sama dengan Proklamator itu. Dengan demikian tidaklah tepat untuk membedakan dua bangsa itu dengan sebutan Sokarnois atau Soehartois. Lalu apa dong ?

Selain itu perlu ditekankan disini, bahwa kedua bangsa ini sama-sama nasionalis, meskipun kadar kecintaan dan kesetiaannya berbeda. Dan inilah satu-satunya kesamaan penting antara kedua “bangsa” Indonesia tersebut, yang memungkinkan mereka bersatu menghadapi “musuh” bersama , yaitu orang-orang Indonesia yang berpaham internasionalis, agen korporasi multinasional, agen budaya hedonis kosmopolitan dan organisasi-organisasi keagamaan yang berambisi menguasai dunia dengn “pan-theokrasi” internasional.

Sekarang, mari kita lihat ciri-ciri utama dua bangsa Indonesia tersebut. Apa sih perbedaannya yang mendasar, sehingga aku menyebutnya bangsa dan bukan sekadar kelompok atau golongan?

Berikut ini aku berikan garis-garis besarnya dulu, dan aku yakin ini sudah cukup menggambarkan mengenai adanya dua bangsa di negeri ini, yang bisa kita saksikan dalam keseharian di sekeliling kita, yaitu :

1.Indonesia-Bung Karno : Idealis, Egaliter, Utopis

2. Indonesia-Soeharto : Fatalis, Feodal, Pragmatis

Pada lanjutan tulisan ini ciri-ciri tersebut akan aku uraikan, dikaitkan dengan kejadian-kejadian atual sepanjang sejarah republik tercinta ini. (Bersambung)

Iklan

Tag: , , , , , ,

5 Tanggapan to “Ada Dua Bangsa Indonesia ? (1)”

  1. sawali tuhusetya Says:

    Saya tunggu urain dan narasi berikutnya bung Robert. Analisisnya menarik. Ketika soeharto meninggal, orang2 negeri kita mengelu-elukannya sebagai putra terbaik bangsa sehingga ada instruksi mengibrakan bendera 1/2 tiang. tapi media massa di luar negeri, termasuk CNN, menyebutnya dengan istilah ““Indonesia’s Iron Ruler dies”. wah, kayaknya analisisnya akan menarik jika ada pandangan dunia internasional terhadap 2 bangsa itu, Bung. Merdeka!

  2. sawali tuhusetya Says:

    BTW, saya juga ingin tahu pendapat bung robert terhadap dipisahkannya kebudayaan dari dunia pendidikan ketika soeharto mendapatkan tekanan yang begitu massif dari publik agar segera lengser keprabon. kalau ada waktu silakan baca: http://sawali.info/2008/02/10/perceraian-antara-budaya-dan-pendidikan-tanya-kenapa/

  3. abie Says:

    Oke aku tunggu sambungannya friend

  4. WIMPY Says:

    Aku tunggu sambungannya ya mas…… Maaf mas saya masih belum sempat membalas/menulis tentang sosio-kultural daerah saya….

  5. Martabak Says:

    Apakah hanya ada dua saja? Lalu sebenarnya apa definisi bangsa menurut anda?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: