Sejak Tadi Malam, Hutan Tele Mulai Dibabat…

Seperti pencuri beroperasi di malam hari, diam-diam, ternyata gergaji mesin sudah mulai beraksi di hutan alam Tele, sejak dua malam yang lalu. Luas hutan yang bakal dihabisi oleh investor asal Korea, di kawasan perbukitan dengan panorama Danau Toba terhampar indah di bawah kakinya itu, sekitar 2.250 hektar. Itu adalah pusaka terakhir, sisa-sisa kekayaan Hutan Tano Batak, di Kabupaten Samosir.

Kabar mengejutkan itu disampaikan oleh Suhunan Situmorang, dengan suara geram dan wajah keruh, saat dia tiba di “markas” Komunitas TobaDream, semalam. Suhunan datang bersama Viky Sianipar, yang juga terlihat menjadi lebih pendiam. Saat mereka tiba, sekitar pukul 22.00 WIB, rapat rutin Komunitas TobaDream sudah lama selesai. Tinggal tiga orang saja “the last tobadreamer” yang mereka temui di markas.

“Ahhhh, gila Lae, hutan Tele sudah mulai mereka babat. Sejak tadi malam,”ujar Suhunan dengan nada kecewa yang sangat pekat. “Kok ada ya manusia seperti mereka itu….,”lanjut mantan wartawan majalah Forum yang kemudian menjadi pengacara itu. Semua terdiam mendengarkan lanjutan kalimat Suhunan yang menggantung, namun anak Samosir itu malah menerawang dengan roman muka menahan rasa kecewa dan marah.

Merasa tertipu

Cukup lama kebisuan menggantung di antara kami, sampai kemudian kuputuskan untuk bicara. Seperti biasa, aku selalu yang paling “tidak berperasaan” di antara kami, termasuk pada malam minggu kelabu yang mirip suasana berkabung itu. Aku coba menguraikan satu per satu data yang telah kami bahas beberapa hari sebelumnya, kemudian dari situ aku susun beberapa model alternatif untuk rencana aksi, yang aku tutup dengan kata-kata ini,”Terus terang, aku pribadi merasa ditipu oleh Bupati Samosir Mangindar Simbolon. Ditipu mentah-mentah.”

Ternyata teman-teman semua mengungkapkan isi hati yang sama. Tentu mereka masih ingat betul, akulah anggota Komunitas TobaDream yang paling skeptis kalau sudah menyangkut kontak dalam bentuk apapun dengan pejabat, terutama pejabat di daerah. Itu sebabnya aku datang terlambat , ketika Komunitas TobaDream mengundang Bupati Samosir bincang-bincang, di “markas” kami di TobaDream Cafe, sekitar empat bulan yang lewat.

Meskipun datang terlambat, aku masih ingat betul performa Pak Bupati yang sangat mengesankan, ketika itu.Dia bicara lembut, namun aksentusianya jelas, dan semua yang dia jelaskan runtut serta terkesan blak-blakan. Lalu dia menyempurnakan peragaannya di hadapan kami hari itu dengan banyak janji dan komitmen, salah satunya : membangun dengan wawasan lingkungan. Bahkan dia membuat kami semua merasa geer, dengan mengatakan bahwa saudara-saudara kita di desa lebih percaya kepada perantau daripada Bupati dan pejabat lainnya di daerah.

Mengingat citranya yang sangat mengesankan, ditambah komunikasi dengannya yang berjalan positif dan intens selepas bincang-bincang itu, kami selalu menganggap Bupati yang jago main sinetron itu sebagai sekutu utama Komunitas TobaDream dalam program pelestarian lingkungan. Karena itulah Viky Sianipar, arranger/musisi yang kami jadikan sebagai ikon gerakan lingkungan, mementingkan untuk bertemu Bupati minggu lalu dan pertemuan itu lebih akrab dan hangat dibanding sebelumnya.

Dalam pertemuan di Samosir itu, Viky menginformasikan kepada Bupati bahwa Komunitas TobaDream akan melaksanakan penanaman pohon di daerah itu, 3 Maret yang akan datang. Bupati menyambut antusias dan menanyakan bantuan dan peran apa yang diharapkan darinya. Responnya yang sangat menyenangkan itulah yang kemudian membuat Viky merasa sangat terpukul, setelah mengetahui dari sumber lain bahwa diam-diam Bupati sudah mengeluarkan izin untuk penebangan hutan selus 2.000 hektar di Tele. Belakangan datanya dikoreksi, ternyata 2.250 hektar.

“Gila, waktu aku ketemu Bupati Samosir, dia nggak ngomong apa-apa mengenai rencana membabat hutan di Tele,”ujar Viky sambil geleng-geleng kepala. Selamat datang di Indonesia, sahabatku Viky, begitulah watak politisi dan pejabat di negeri kalian ini; ujarku ketika itu sambil bercanda.

Ironis dan Melemahkan semangat

“Gila, kita mau nanam 2.000 batang pohon aja udah setengah mati. Kita rapat tiap Sabtu, memeras otak, menyumbangkan kontribusi masing-masing; tahu-tahu hanya dengan satu tekenan Bupati, hutan seluas 2.250 hektar itu akan lenyap dalam sekejap mata. Itu benar-benar gila, dan kita seperti diejek, dipermainkan,”ujar Viky.

Kawasan Tele adalah tempat paling favorit buat Viky untuk menikmati keindahan panorama Danau Toba. Arranger yang telah melahirkan trilogi album TobaDream ini selalu singgah ke Tele kalau dia “pulang kampung”, yang belakangan ini semakin sering, minimum sekali sebulan. Menurut musisi yang jatuh cinta dan obsesif dengan lingkungan alam ini, Tele adalah view terbaik untuk melihat sisi paling elok Danau Toba.

Cuma satu kata :LAWAN!

Kembali ke suasana muram di markas kami, dari diskusi singkat sebelum Suhunan pulang, kami sepakat untuk bereaksi terhadap pembabatan hutan Tele. Meskipun tidak diucapkan, sudah jelas target kami adalah menghentikan pembinasaan hutan heterogen yang relatif masih perawan itu. Yang juga tersirat dari pertemuan malam itu, spirit komunitas kami yang selama ini dipenuhi aura intelektual dan rasa cinta kampung halaman, ternyata sudah bergeser dengan cepat menjadi militansi yang mulai mengental. Semangat dialog sudah berubah menjadi : LAWAN!

Sebenarnya kami sendiri belum memperoleh data lengkap mengenai perusahaan Korea yang membabat hutan Tele. Menurut informasi yang kami dapat, areal hutan alam itu kalau sudah digunduli akan dijadikan kebun bunga. Artinya, bahaya longsor akan menjadi momok yang pasti di daerah itu, karena tidak ada lagi akar-akar pohon untuk menahan batu dan air di areal yang demikian luas. Kami sudah saling berjanji akan mendapat data lengkap pada Senin besok, dan itu akan jadi patokan bertindak untuk menentukan strategi menghambat, menyetop dan MELAWAN.

Semalam aku pulang dengan begitu banyak beban rasa kecewa dan amarah mengaduk-aduk otak dan batinku. Kemudian berkelebatan pula sajak Wiji Tukul, yang aku kurang hapal liriknya, namun kata terkuat dalam sajak itu adalah LAWAN.

Begitulah kawan-kawan blogger sedunia, para pembaca yang budiman, sodara-sodara sebangsa, sengaja aku bikin postingan yang mirip surat terbuka ini karena memang aku ingin berbagi dengan anda semua. Hutan Tele, meskipun adanya di wilayah Samosir, Sumatera Utara, bukan hanya milik dan tanggung jawab penduduk di sana. Bukan pula monopoli orang Batak. Hutan Tele adalah milik dan tanggung jawabmu juga; pokoknya semua orang di muka bumi ini, yang peduli pada pelestarian dan menjaga keseimbangan lingkungan.

Nah tolong ulurkan tanganmu kawan, berikan suaramu, katakan pendirianmu, keberatanmu dan perlawananmu, agar kelompok kecil kami punya kekuatan moril untuk menghimpun lebih banyak sumber daya. Berikanlah ide-ide dan dukungan doa, semoga pembabatan hutan alam Tele dapat dihentikan, tanpa harus terjadi kekerasan. Tapi kalau memang harus lewat jalan kekerasan, mohon doakan, agar berkat bimbingan Tuhan yang Maha Pengasih kami punya keyakinan dan keberanian lebih besar untuk MELAWAN.

Terima kasih. Mauliate. Horas. M E R D E K A. (Robert Manurung)

Iklan

Tag: , , , , , , , , ,

45 Tanggapan to “Sejak Tadi Malam, Hutan Tele Mulai Dibabat…”

  1. didats Says:

    saya dukung bang!

    keserakahan memang membutakan hati. Gimana kalo langsung ke presiden aja?
    dia kan udah bilang perangi pembabat hutan beberapa bulan yg lalu.

  2. Robert Manurung Says:

    @ didats

    Terima kasih kawan.

    Ya, pasti kita akan mengadu ke Presiden SBY, kalau perlu sampai ke tingkat internasional; asalkan itu akan membuat gergaji mesin kapitalis perusak lingkungan itu distop di Tele.

    Ini satu peluang buat msyarakat Indonesia, terutama melalui blog, untuk saling mendukung menghadapi ulah perusak lingkungan di mana pun di negeri tercinta ini.

    Cuma satu kata : LAWAN !

  3. Sawali Tuhusetya Says:

    Saya ikut mendukung perjuangan Komunitas Tobadrem Bung Robert. Kesewenang2an perlu dilawan demi kelanjutan gerasi mendatang. Kalau hutan sudah habis terbabt, bagaimana kelak nasib anak2 bangsa negeri ini. sudah bersusah-payah menanam, eee, menggila juga proses pembabatannya. Jadikan larik wiji thukul sebagai penyemangat, Bung!
    Hanya satu kata: “Lawan!” Maju terus, Bung bersama Tobadream. Anda tidak sendirian! Merdeka!

  4. Didats Triadi · » Lawan pembabatan hutan di Sumatera Utara Says:

    […] Hutan Indonesia di Sumatera Utara sedang terancam. Semua karena keserakahan para pejabat daerah terkait. Siapa lagi kalau bukan kita yang menjaganya! […]

  5. danalingga Says:

    Saya dukung lae. Danau toba sudah cukup menderita, kehilangan pohonnya untuk pabrik kertas itu. Heh! Sekarang malah di tambah, buat kebun bunga. Kenapa nggak nanam di halaman rumah bupati saja itu.

  6. danalingga Says:

    Bagaimana kalau di buat petisi blogger lae, terus di sampaikan kepada SBY?

  7. toga Says:

    Wah, gila! salah satu posting pertamaku di blog nesiaweek adalah ttg Tele. Udah etah berapa kali aku ke sana, termasuk naik sepeda motor dari Medan, saking ngefans-nya. Kurasa perlu kita pikirkan bentuk perlawanan lain yang lebih riil Lae.

    Posting 15 April itu: http://nesia.wordpress.com/2007/04/15/tele-relativitas-dan-ketiadaan/

  8. rumahkayubekas Says:

    Yup, hanya satu, “Lawan!!!!!!!”,

  9. Martabak Says:

    Sayang sekali. Kenapa mereka harus menggunduli lagi hutan alam yang tinggal beberapa jengkal itu ya? Apa tidak bisa pakai tempat lain yang tidak berguna, atau jangan-jangan mereka tidak tau pentingnya hutan itu? Kalau nanti Indonesia sudah jadi padang pasir dan air jadi barang mahal mungkin mereka yang masih hidup baru bisa sadar dan menyesalinya.

    Semoga kalian berhasil menghentikan perusakan itu, sekarang dan seterusnya…

  10. Humbang Hasundutan Says:

    Lukas 3:14
    ……Jangan merampas dan jangan memeras, cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu (gajimu).

    Untuk tulang Mangindar Simbolon, Panggomgomi ni Pemkab Samosir dan semua jajarannya, “Jangan rampas”, jangan rampas hutan itu tulang.

  11. tan Says:

    wah
    semakin menggila saja pembalakan hutan ini. Ayo bang! saya dukung usaha untuk penyelamatan hutannya… bukan hanya untuk hutan tele, tapi untuk seluruh hutan di muka bumi, maju terus!!

    MERDEKA…

  12. Singal Says:

    Saya mencoba mencari kata yang pantas pada pemegang HPH dan pemberi ijinnya alias penguasa negeri ini, selain dari Gila!!. Maka, kita harus gila untuk bisa berbicara dengan mereka.
    Tekukur tak pernah hinggap lagi di jalan-jaln Sumatera Utara, seperti dulu. Burung Ambaroba (saya tidak tahu bhs Indonesianya) tidak terdengar lagi kicauannya, Suara Huuk…, Huuuk nya burung “Siburuk” juga hilang, entah kemana. Hilaaaang! semua kemana mereka?.
    Dulu sampai tahun tujuhpuluhan, semua masih ada, ketika itu, di sekeliling Danau Toba, dari bukit bukit mengalir air terjun kecil2, hampir disetiap bukit yang mengelilinginya, luar biasa indahnya, layaknya taman firdaus (bayanganku). Sekarang?! kemanaaa itu semua.
    Ibu saya berasal dari salah satu pantai danau Toba, rumahnya dibawah bukit. dipinggir desa, mengalir sungai kecil, muaranya jelas ke danau, kami suka berenang dari sungai kecil itu ke danau, luar biasa, sekarang?!, sungai iyu mati! airnya tidak ada, kemanaaaa!
    Di jembatan sungai Asahan di Porsea, jatuhkan kertas dari sisi sebelah danau, segera lihat ke sisi yang lain ke arah sigura-gura, kertasnya sudah hilang, karena arusnya luar biasa deras. Saat ini!. lakukan hal yang sama, anda harus menunggu agak lama untuk meklihatnya muncul dari bawah jembatan. kemanaaa arusnya. oooh danau Tobaku, haholonganhu.
    Turun dari Lumban julu sebelum sampai Parapat, kita dapat melihat ke arah Pulo Samasir. tertulis “Rimba Ciptaan” susunani pohon. Saat ini, kemanaaa itu semua.
    Saya tidak tahu, apa jalan pikiran mereka para prnrbang hutan, iyu, mungkin mereka adalah “Dinosaurus”, seperti yang kutulis di blog ku.
    http://www.singal.wordpress.com

  13. almascatie Says:

    buset untung ada blogger kalo ga aku ga tau dah…

    “Blogger Anti Penjarah Hutan”

    thanks bro.. salut atas kawan2 yang mau melawan!!
    salut…!!!
    jika nasehat tidak lagi menjadi panutan
    maka “LAWAN” adalah kata mutlak!

  14. Scrapyard of mine :: Pembabatan Hutan di Sumatera Utara. :: February :: 2008 Says:

    […] keserakahan […]

  15. doeljoni Says:

    Saya link Bang!

  16. att315 Says:

    yah, apa boleh buat, sepertinya kejahatan sudah menjamur didalam otak sebagian besar bangsa.
    masihkah perlu dibuktikan lagi, kalau penggundulan hutan akan menimbulkan bencana ?
    suatu bukti lagi, bahwa kita belum sepenuhnya merdeka

    kami doakan bagi mereka yg masih waras, mampu menjadi penyuluh bagi kelestarian alam yg makin kritis ini.
    selamatkan lingkungan hidup kita semua, mulai dari hal yg paling kita ketahui.

    kalau perlu , …….LAWAN.

    p/s harap dapat diberikan kabar dan acuan lebih lanjut, akan peristiwa ini.

    HORAS , MERDEKA

  17. indra1082 Says:

    Saya dukung Anda Bung!!!
    Selamatkan Hutan kita dari tangan2 manusia serakah!!!
    MERDEKA!!!

  18. erander Says:

    Dalam pertemuan di Samosir itu, Viky menginformasikan kepada Bupati bahwa Komunitas TobaDream akan melaksanakan penanaman pohon di daerah itu, 3 Maret yang akan datang.

    Lae .. waktu Viky menginformasikan itu, apa ga terjadi miscommunication?? jangan2 beliau mengira .. karena kalian mau menanam pohon, maka ditebang-nya dulu lae .. biar kalian bisa menanam pohon yang baru. :mrgreen:

    *oot ya?* :mrgreen:

  19. Simplicity » Blog Archive » Lawan Pembabatan Hutan di Tele Sumatera Utara Says:

    […] Jangan biarkan hutan kita terus dibabat! […]

  20. aRuL Says:

    Semangat pak ๐Ÿ™‚

  21. kutaraja Says:

    Apa jadinya Negeri ini bila orangorang seperti itu masih memimpin kita?
    Ayo PENGGAL mereka pakai Gergaji mesin itu..

  22. TH Says:

    […] โ€œGila, kita mau nanam 2.000 batang pohon aja udah setengah mati. Kita rapat tiap Sabtu, memeras otak, menyumbangkan kontribusi masing-masing; tahu-tahu hanya dengan satu tekenan Bupati, hutan seluas 2.250 hektar itu akan lenyap dalam sekejap mata […]

    Ironis sekali ya? …. “kita harus melawan” …. Tobadreamer, kami mendukung perjuanganmu, kami di belakang anda. Kita lawan kesewenangan yang akan merugikan nasib anak bangsa kelak.

  23. realylife Says:

    wah… gimana ya orang – orang yang nebang hutan itu , apa mereka ngga sadar dan berpikir ke depan tentang nasib generasi penerusnya ?
    saya dukung bang , kita harus melawan
    tapi untuk saat ini saya cuma bisa berdoa sebagai selemah-lemahnya perlawanan

  24. Wasinthon Simbolon Says:

    Sungguh sangat bertentangan dengan tindakan Pemkab Samosir, dalam hal ini Kadis Kehutanan Kab. Samosir pada tanggal 3 Desember 2004 yang lalu. Pada tanggala tersebut Kadis Kehutanan Kab. Samosir melaporkan oknum DM dan JS) ke Polres Tapanuli Utara karena melakukan perambahan hutan seluas 2,9ha di Kec. Pangururan dan Simanindo. Sekarang terjadi penebangan hutan seluas 2250 ha yang justru atas seijin Bupati. Ada apa ini?..Wahai saudara-saudara sekalian; Demi cinta kita pada kampung halaman tercinta, Jangan Kita Biarkan ini Terjadi!!! LAWAN!!!, MERDEKA!!!

  25. panabiduhut Says:

    Ternyata ada yang lebih rakus dari aku panabiduhut, yaitu pangarambas tombak. Bupati tersebut adalah bagian dari gerombolan pangarambas tombak (pembabat hutan). Untuk manabi duhut saja sudah bukan main capek rasanya, apakah Bupati itu tidak merasa capek untuk mangarambas tombak (membabat hutan) ya ?

    Amang Bupati, daripada areal hutan alam itu digunduli untuk dijadikan kebun bunga, apa tidak lebih menantang (challange) untuk menjadikan lahan kritis atau lahan tidur menjadi kebun bunga? Masyarakat bisa dilibatkan, dimobilisasi dan dibina untuk membuat kebun bunga dan jadikan mereka sebagai sentra produksi yang akan men-supply kebutuhan si Korea tersebut. Kalau Amang Bupati bisa, baru Anda diberi acungan jempol dari seluruh anak ni bangso.

    Manat-manat ma jo pingkiri ale Amang Bupati, unang adong panolsolion di pudian ni ari. Ai naso holong do roham ale Amang Bupati di angka pinomparmu, holan hepeng i nama Amang?

    Boti ma…

  26. Komunitas Batagor Bandung Says:

    Ah, saya sudah mendengar keluh kesah dari penduduk Toba, khususnya yang mempermasalahkan Hutan Tele.

    Kebetulan kita sudah mendiskusikannya, kita ingin membuat sebuah banner yang mendukung pemberhetian pembalakan liar, khususnya oleh Bupati (yang ternyata hanya si mulut besar) itu.

    Dengan senang hati kami melakukannya. ๐Ÿ˜€ Ah, salam dari komunitas Blogger Bandung.

  27. Charles Says:

    Saya juga mendukung Komunitas TobaDream. Hutan itu ada di negeri kita. Hutan itu adalah nafas bumi ini. Bagaimana mungkin ada orang dari luar negeri ini yang begitu sewenang-wenangnya ingin menghancurkan kekayaan alam negeri kita yang semakin lama sudah semakin sedikit. Semoga perjuangan bung Robert dapat berhasil. Tetap berjuang dan tetaplah hadapi semuanya dengan kasih.

  28. Marudut p-1000 Says:

    Luar biasa!!! Begitu cepat mereka beroperasi. Bagaikan disambar gledek perasaanku begitu membaca berita ini. Belum cukupkah bencana-bencana yang terjadi selama ini sebagai tanda peringatan bagi kita? Apakah karena belum ada keluarga para pejabat yang terkena bencana, sehingga efek jera belum menghinggapi mereka?

    Betapa tragisnya nasib saudaraku di kawasan samosir, yang harus menanggung akibat, yang disebabkan kerakusan beberapa gelintir orang yang mengaku sebagai pengayom masyarakat.

    Hanya satu kata: L A W A N

  29. Robert Manurung Says:

    @ Sawali Tuhusetya

    Terima kasih Pak Guru. Memang tidak ada pilihan lain, pembabatan hutan alam Tele harus dihentikan, harus dilawan. Dukungan Anda dan masyarakat blogger Indonesia membuat kami merasa lebih kuat dalam perjuangan ini.

    @ danalingga

    Memang mengherankan Bupati kita yang satu ini. Mari kita doakan mudah-mudahan dia segera menyadari kekeliruannya yang bisa berakibat fatal bagi kehidupan. Terima kasih atas dukungannya.

    Petisi blogger ? Setuju banget. Tolong bantu teknisnya. Soalnya waktuku belakangan ini sangat tersita oleh pertemuan-pertemuan dengan berbagai pihak yang peduli, misalnya tadi aku pulang larut malam sehabis pertemuan dengan orang Walhi.

    @ toga

    Memang gila, Lae. Wah, ternyata Lae adalah “pemilik” Tele sejati. Kita memang harus adakan perlawanan riil. Strateginya sedang kita godog dengan kawan-kawan di Jakarta. Kami masih terus konsolidasi dengan lae Johnson Panjaitan, orang paling idealis di negeri ini, yang juga Ketua Dewan Nasional Walhi.

    Kawan-kawan di Medan tentunya juga punya gagasan-gagasan sendiri mengenai perlawanan riil yang akan kita adakan. Jangan sampai kekalahan waktu melawan PT Indorayon (PT Toba Pulp Lestari) di Porsea terulang lagi.

    LAWAN!

    @ rumahkayubekas

    Terima kasih kawan. Semangat kami pun sudah makin mengental untuk melawan. Percuma dialog atau lewat jalur hukum.

    @ Martabak

    Ya, percuma saja kita menjadi tuan rumah Konfrensi Global Warming di Bali baru-baru ini. Percuma! Dan kurasa, biar pun sudah jadi gurun pasir para politisi seperti Bupati Samosir tidak akan peduli.

    @ Humbang Hasundutan

    Pendekatan primordial seperti yang Lae lakukan juga perlu. Pokoknya segala cara yang mungkin, agar pembabatan hutan alam Tele dihentikan. Tolong disebarluaskan semangat perlawnanan ini, Lae.

    @ tan

    Betul, bukan hanya Tele, tapi seluruh hutan di muka bumi harus kita lindungi, karena merupakan jantung kehidupan; penopang peradaban. Dan Tele bukan hanya urusan penduduk atau perantau Samosir, bukan hanya keprihatinan orang Batak; tapi merupakan kepentingan semua umat manusia yang masih waras.

    @ singal

    Sedih memang, amang. Sedih karena bukan saja unsur-unsur keindahan yang hilang satu per satu dari Danau Toba dan sekitarnya, tapi unsur-unsur kehidupan pun mulai lenyap; sampai akhirnya kehidupan itu sendiri mungkin akan punah di sana.

    @ almacastie

    Trims bro. Mari kita gunakan dunia blog Indonesia untuk menyadarkan para pemimpin dan masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian dan keseimbangan lingkungan. Kalau ternyata tidak mempan, mari kita manfaatkan blogsphere Indonesia untuk menggalang perlawanan terhadap siapa saja yang merusak lingkungan hidup kita.

  30. tongginghill Says:

    Salam lingkungan, saya Viky Sianipar. Hutan Tele sampai ke Dairi iniadalah hutan tadahan air yg tinggal satu2nya supaya air hujan yang berlebih tidak terbawa tanah ke pinggiran danau melalui bukit terjal.

    Jika pembabatan 2250ha hutan alam ini terjadi, maka kampung2 dibawahnya akan mengalami bencana longsor yang sangat DAHSYAT. Kampung2 itu antara lain adalah Limbong, Sagala, Harian, Boho, Sihotang, Sabulan, dan Silalahi.

    Kalau anda punya kerabat, sanak saudara dan teman di daerah ini, nyawa mereka sedang terancam.

  31. lohot simanjuntak Says:

    selamatkan lingkungan,
    selamat generasi mendatang
    maju tak gentar-lawan
    horas

  32. Robert Manurung Says:

    @ Scrapyard of mine

    Lebih dari sekadar keserakahan…lebih tepat disebut MEMBUNUH.

    @ aRul

    Terima kasih kawan. Memang harus semangat, sebab itulah modal kita yang utama selain kewarasan dan rasa tanggung jawab.

    @ kutaraja

    Apa jadinya negeri ini sudah mulai tampak sebenarnya. Daerah Puncak Jawa Barat tidak dingin lagi, karena tak ada pepohonan untuk menahan air dan menciptakan embun. Jakarta sudah disandera oleh banjir, dikit-dikit lumpuh; dan banyak lagi, tapi masalahnya kita semua masih diam saja, termasuk aku juga. Rasanya sudah waktunya kita beraksi, menolak dan melawan.

    Terima kasih atas dukungan morilnya.

    @ TH

    Terima kasih atas dukungannya Bung. Tadi malam semua komentar ini sudah dibaca oleh teman-teman Komunitas TobaDream; semuanya senang bertambah militan dengan adanya dukungan dari anda semua.

    Salam kenal. Merdeka!

    @ realylife

    Mereka cuma mikirin kepentingan diri sendiri dan kelompoknya. Mau hancur kek Danau Toba mereka mah sebodoh teing; nggak ambil peduli!
    Betul, doa juga penting agar perjuangan menyelamatkan lingkungan diberkati Tuhan Yang Maha Pengasih.

    @ Washinton Simbolon

    Salut bah Lae. Marga boleh sama, tapi kelakuan dan tujuan sudah beda, ngapain pulak ragu-ragu menentang dan kalau perlu melawan. Salut Lae atas integritasmu yang tinggi. Tolonglah sebarkan dan suntikkan semangat perlawanan ini di lingkungan lae.

    Mauliate. LAWAN!
    Horas

    @ panabiduhut

    Bujuk, bujuklah Lae agar Bupati itu sadar dan bertobat. Mumpung masih sempat. Mumpung kemarahan orang Batak sedunia belum menghajarnya jadi perkedel, dan mengutuknya jadi orang Batak paling tak berguna dan penghianat. Horas!

  33. Humbang Hasundutan Says:

    Kalau memang tujuan pemkab Samosir murni untuk membuat kebun bunga, dan tidak untuk mengambil kayu (gelondongan-gelondongan) itu, mari kita tawarkan lahan kosong yang lebih luas, yaitu bekas hutan yang sudah diluluhlantakkan oleh TP Lestari. Sangat luas.

  34. Maruli Naibaho Says:

    beginilah kalo dana Pemilu hasil dari parguguan, sekarang saatnya mengembailkan hutang-hutang tersebut.
    bapak Bupati mungkin sdh dikejar2 debt collector, atau jangan2 hutan lindung tele sdh ada dalam paket politik konsesinya, mengingat jabatan beliau sebelumnya adalah Ka. Kehutanan?

    wallahualam….

  35. Maruli Naibaho Says:

    Setelah baca pernyataan beliau (Sinr Harapan) semasa menjabat sebagai Kepala Dinas Kehutanan, dengan melihat kondisi terkini dari Tele dan ijin penebangan yang diberikan, maka kentara sekali kalau beliau ini seorang yang munafik kalau bukan plintat plintut/tidak konsisten…

    Disini aku kasih linknya: http://www.sinarharapan.co.id/berita/0401/24/eko05.html

    Kerusakan Hutan di Tobasa
    Sangat Memprihatinkan

    Samosir, Sinar Harapan
    Kepala Dinas Kehutanan Toba Samosir, Sumatera Utara, Mangindar Simbolon mengakui, sangat sulit bagi pemerintah untuk bersikap tegas menegakkan aturan bagi masyarakat untuk tidak melakukan penebangan atau perambahan hutan khususnya di kawasan hutan lindung milik negara.
    Penegasan ini disampaikan Mangindar kepada SH dalam kunjungan ke Toba Samosir (Tobasa) sehubungan dengan program pencanangan Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GNRHL) untuk jangka waktu 5 tahun ke depan….selanjutnya baca di http://www.sinarharapan.co.id/berita/0401/24/eko05.html

    horas,

    Maruli Naibaho

  36. Sibarani Says:

    Hepeng do na manggohi roha pamarentanta, akar dari segala kejahatan adalah cinta akan uang!!!

    Mari galang pengumpulan seribu tanda tangan untuk melawan Bupati dan si investor Korea, dan sampaikan petisi ke SBY, Ibu Ani SBY (penggagas program sejuta pohon), Sekjen PBB Ban Ki-moon (kebetulan orang Korea), Presiden-terpilih Korea (start 25 Feb 08) Lee Myung-bak dan Al Gore.

    Bang Suhunan, mungkin tidak kalau Toba Dream sebagai perhimpunan melakukan gugatan class action terhadap Bupati dan si investor Korea? Siapa pula yang sudah melakukan analisis terhadap dampak lingkungan sehingga Bupati bisa meneken SK pembabatan 2,250 hektar hutan di Tele? Kalau memang tidak ada amdalnya, berarti sudah terjadi kolusi antara pejabat pemerintahan dan investor. KPK mana ya? ๐Ÿ˜‰

  37. Tim KotaMedan.com Says:

    Ayo selamatka Hutan Lindung di Tele!
    Selamatkan ekosistem dan kelestarian Danau Toba!

    Kami dukung perjuangan Toba Dream!

    Ayo berantas Illegal Logging.

    salam
    Tim KotaMedan.com
    http://www.kotamedan.com
    Medan City & North Sumatra Tourism Website

  38. drgsubur Says:

    Ekspor kayu atau ekspor bunga. Setelah wajah pulau Samosir penuh dengan bopeng penggundulan hutan, kini dilanjutkan lagi dengan penggundulan hutan didaerah Tangkapan Air Danau Toba. Keterlaluan,…apa yang hendak ditinggalkan untuk anak cucu. Btavo Toba dream

  39. Tira Says:

    Saya akan mendukung perjuangan TobaDream. Saya juga berpikir sama dengan bang Suhunan;”Kok ada sih orang-orang yang seperti itu?” Yang tanpa beban melakukan kerusakan disana-sini. Kalau saya punya kekuatan ingin rasanya saya pencet mrk seperti kutu.

  40. jaklin in Bogor Says:

    mangidaar babi kau pembabat hutan ingat 2010 engkau akan dihukum rakyat lalu dipenjarakan ke nusakambangan dasari orang hutan

  41. Bonar Panggabean Says:

    Sedih sekali kalau Danau Toba dan Samosir perlahan2 berubah wajah menjadi kering dan gersang.
    Sejak kecil hampir setiap liburan panjang sekolah saya dan keluarga besar liburan ke Parapat dan Samosir. Masih ingat saya dan saudara2 sepupu2 dengan semangat menghitung batu penanda kilometer saat mendekati Parapat. Setiap batu km yang dilewati berarti sebentar lagi kami akan bisa menatap keindahan danau Toba melalui jendela mobil.
    Pengalaman yg menimbulakan kecintaan yg besar pada Danau Toba hingga sekarang; heran, bagaimana mungkin orang2 yg setiap hari melihat keindahan di sana bisa tega utk merusaknya.
    Setuju dengan komentar semua teman2 di atas tapi hendaknya keprihatinan dan kegeraman teman2 semua tidak sebatas tulisan di blog ini. Mungkin teman2 di komunitas TOBA DREAMS bisa menjadi penggerak bagi teman2 lain utk melakukan sesuatu.
    Sebagai orang marketing menurut saya yg kita perlukan adalah ‘pemasaran’ yg lebih serius. Agar lebih banyak orang yg tahu dan (mudah2an…) tergerak utk ambil bagian dalam perjuangan ini.
    Hal lain yg bisa dipikirkan adalah utk memikirkan solusi agar pak Bupati tak perlu sampai ‘menjual’ hutan Tele utk menambah PAD. Meski tidak dpt dibenarkan, tapi orang lapar kan gak bisa disuruh makan ‘keindahan’ dan kesegaran udara semata. Eco-Tourism atau Carbon Credit Scheme mungkin bisa jadi altenatif pendapatan yg lumayan.

    Horas jala gabe!! Salam sejahtera…

    Bonar

  42. batuhapur Says:

    horas….

    walaupun sudah dengar ada berita tersebut, tetap saja saya sangat kaget, baca Hutan Tele mulai di Gergaji.. kita bisa berbuat apa bila udah begini. apa memang perjuangan teman2 kita dari Toba.Dream yang mkewakili kita semua. tidak diperhitungkan oleh Pemkab Samosir???

    apa yang harus kita lakukan… hanya meratap dan mendengar kabar selanjutnya, udah sekian hektar habis..

    bukankah kita tinggal mendukung perjuangan teman kita dari Toba.Dream…makin banyak suara, makin besar peluang untuk menang…

    salam…

    Radja Nadeak

  43. joanrhema Says:

    88

  44. I think .. » Pembabatan Hutan di Sumatera Utara. Says:

    […] keserakahan ! Written by sing dodol in: Graffiti […]

  45. edis sidabuatar Says:

    bupati yang menjual rakyatnya,,na so maroha nama jolma songoni.benar2 buta dan tuli.semoga tangan Tuhan Yesus menolong semua pencinta alam di dunia ini amin.saya akan ke samosir ,akan saya musnah kan taman bunga itu.ayo bersama kita kembalikan peninggalan bersejarah itau.bupati samosir sudah tidak memiliki nurani lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: