15.287 Pohon di Jakarta Rawan Tumbang

Waspadalah! Ternyata, satu dari setiap 500 orang penduduk Jakarta menghadapi resiko : tertimpa pohon tumbang.

Peringatan ini ditujukan kepada semua warga Jakarta, sehubungan dengan seringnya angin kencang bertiup akhir-akhir ini. Pasalnya, menurut data yang dihimpun koran Kompas (18/2), ada 15.287 batang pohon rawan tumbang di Ibukota.

Sejak akhir tahun lalu, sudah banyak pohon tumbang di Jakarta. Pokoknya, setiap turun hujan lebat disertai angin kencang pasti ada pohon tumbang. Namun tidak diketahui persis jumlah dan jenis pohon yang tumbang, serta kerugian masyarakat akibat harta bendanya ditimpa pohon. Selain menimpa bangunan, pengendara mobil atau motor acap kali menjadi korban.

Ancaman pohon tumbang di Jakarta sangat besar, lantaran pohon peneduh yang ditanam di kota ini sebagian besar berasal dari bibit setek atau cangkok. Pohon yang berasal dari bibit seperti itu ditanam kurang dalam, sehingga akarnya tidak cukup kuat.

Sudah begitu, perawatan yang dilakukan Dinas Pertamanan Provinsi Jakarta tidak memadai, sehingga pohon tumbuh dengan liar. Pemangkasan yang dilakukan juga tidak secepat pertumbuhan pohon yang ada di seantero Ibukota.

Sebenarnya ancaman pohon tumbang di Jakarta bisa dieliminasi, asalkan Dinas Pertamanan merawat semua pohon dengan telaten. Yang namanya perawatan jangan hanya sekadar menyiram dan membersihkan gulma (rumput liar), tapi harus disertai pemangkasan yang tepat dan cepat.

Pendapat itu dilontarkan Iwan Ismaun, pemerhati lanskap, dan staf pengajar Arsitektur Lanskap Universitas Trisakti, Jakarta. Katanya lagi, pohon yang sering tumbang adalah jenis angsana (Pterocarpus indica), meskipun sebenarnya usia pohon jenus iru di Jakarta belum tua. Sebagi pembanding dia mencontohkan angsana di Kebon Raya Bogor, usianya sudah lebih dari 30 tahun dan lingkar batangnya mencapai satu meter, tapi tidak pernah tumbang.

Warisan Ali Sadikin

Warga Jakarta sekarang mungkin sudah banyak yang lupa, bahwa sebagian besar pohon peneduh yang ada di Jakarta sekarang ini adalah “warisan” Bang Ali, sebutan akrab gubernur paling visioner yang pernah memimpin Jakarta. Kejadiannya sekitar tahun 1975.

Gubernur Ali Sadikin menginginkan Jakarta tumbuh sebagai kota yang hijau. Untuk memenuhi keinginan itu ditanamlah angsana dari setek atau cangkok. Pilihan jenis bibit tersebut diambil agar keinginan Bang Ali segera terwujud. Kalau menanam bijinya, pertumbuhan angsana memang lebih kokoh; akarnya tertanam lebih dalam; namun akan dibutuhkan waktu lebih lama untuk menghijaukan Jakarta.

“Angsana itu sebenarnya pohon yang tepat untuk Jakarta yang tingkat polusinya sangat tinggi. Daunnya yang rimbun dan berwarna sangat hijau, menyerap karbon dioksida (CO2).”jelas Iwan Ismaun.

Selain angsana, jenis pohon lain yang cocok untuk Jakarta : mahoni (Swietenia macrophylla), tanjung (mimusops elengi), trembesi (Pithecolobium saman), sawo kecik (Manilkara kauki) dan bintaro (Cerbera manghas).

“Tetapi jangan lupa, pohon-pohon itu juga perlu perawatan. Dipangkas secara teratur dan disiram. Jangan dibiarkan saja. Kalau dibiarkan bisa seperti mahoni di Jalan Sisingamangaraja yang timbul bongkah-bongkahan di batangnya,”imbuh Iwan Ismaun.

Timbulnya bongkah-bongkah pada batang menandakan pohon tersebut menderita kanker. Biang keroknya adalah polusi yang sangat tinggi. Tapi sebenarnya timbulnya bongkahan itu bisa dicegah. Caranya, batang pohon disiram sering-sering, agar kotoran yang menempel luruh.

Pemda tak bertanggung-jawab

Apa yang akan dilakukan Pemda DKI Jakarta sehubungan dengan fakta di atas : bahwa tak kurang dari 15.287 batang pohon di kota ini rawan tumbang ? Menunggu! Ya, seperti dituturkan pihak Dinas Pertamanan, program jangka pendek mereka sehubungan dengan resiko tersebut adalah siap-siap menanam pohon pengganti, kalau ada pohon angsana tumbang.

Dengan kata lain, seperti yang sudah-sudah, silakan warga menjaga sendiri keselamatan diri masing-masing. Seandainya harta benda anda rusak karena ditimpa pohon tumbang, atau lebih fatal lagi sanak saudara meninggal karena bencana yang mestinya bisa dicegah itu, jangan harap Pemda DKI Jakarta akan peduli, apalagi sampai memberikan ganti rugi.

Inilah asyiknya menjadi warga negara Indonesia! (Robert Manurung)

 

Tag: , , , , , , ,

14 Tanggapan to “15.287 Pohon di Jakarta Rawan Tumbang”

  1. Sawali Tuhusetya Says:

    itu mesti harus ada rambu2 siaga 1 bung robert bagi para penduduk jakarta dan para pengguna jalan raya. kalau tidak, bisa2 setiap hari akan ada korban pohon yang bertumbangan. wah, repot juga. perlu ada tindakan preventif agar tak banyak korban berjatuhan.

  2. kamal87 Says:

    wah… skearang jadi sering nulis tentang isu lingkungan ya, bagus2

  3. Robert Manurung Says:

    @ Sawali Tuhusetya

    Memang kurang sekali perhatian kita, ya pemerintah, ya masyarakat, mengenai apa yang Pak Sawali sebut tindakan preventif. Saking gemasnya dengan sikap “nerimo” atau “kumaha engke wae” itulah aku sampai menulis artikel “Mati Bercanda Ala Indonesia.”

    Fatalisme kita sekarang ini sudah sampai tahap menyepelekan resiko dan nyawa sendiri. Kok bangsa kita bisa begitu ya ?

    @ kamal87

    Isu lingkungan sekarang menjadi semakin penting…bahkan sebenarnya sudah banyak persoalan lingkungan menjadi sumber konflik. Tahun 80-an ekonom EF Schumacher sudah mengkampanyekan pardigma baru; misalnya bahwa minyak adalah modal, bukan komoditas. Kemudian, bahwa harga seringkali tidak mencerminkan kerusakan kualitas lingkungan hidup yang dikorbankan, misalnya semangkok sirip ikan hiu dihargai satu milyar sekalipun, sekali hiu punah maka harga hanya fatamorgana.

    Trims atas apresiasinya. Kadang dalam menulis ada mood juga kawan, disamping kesadaran mengenai agenda setting.

  4. Chic Says:

    oooh jadi baru aksi kalo udah ada yang tumbang? gitu yah Mas? Ngga ada duit nya kali itu proyek.. hihihihi

    pohon-pohon itu cepet tumbang karena akarnya udah ngga bisa berkembang kayaknya, kan lahan terbatas, jadi pertumbuhan akarnya mandeg deh. jadi lah ngga kokoh.. beda struktur ma yang di kebun raya bogor… IMHO siiih…😛

    jangan lupa juga, ranting-ranting yang ngga dipangkas dengan baik dan benar itu sebagian suka nutupin rambu jalan. Kayaknya sengaja ngasih celah pulisi dapet pungli tilangan.. hihihihihi😛

  5. Robert Manurung Says:

    @ Chic

    Ya, emang gitu pengakuan orang-orang Dinas Pertamanan ? Kalo menurut pikiran kita mendingan langsung ditebang aja dan diganti bibit baru, itu menandakan kita nggak berbakat menjadi amtenar atau birokrat. Kalau menurut pikiran orang-orang Dinas Pertamanan : kalo belum tumbang biarin aja dulu, kali-kali aja pohon-pohon itu ogah untuk tumbang. Tapi kalo emang sudah tumbang, apa boleh buat ya ganti aja.

    Opinimu mengenai lahan terbatas, sehingga pertumbuhan mandeg itu betul. Tapi kasih opini dong mengenai kelakuan Pemda DKI lepas tanggung jawab ketika pohon tumbang dan merugikan warga. Apakah itu bencana atau kelalaian yang menjadi tanggung jawab Pemda ?

    Salam kenal Mbak.

  6. Arsyad Salam Says:

    untung pohon di Jakarta tinggal sedikit. coba kalo masih banyak pasti repot🙂

  7. Hair Says:

    Wuih, menakutkan………
    Dimalang juga angin sangat kencang lo
    Jangan2 Indonesia sedang dilanda musibah lagi?

  8. Martabak Says:

    Maklum lah, dana perawatan itu disuit (digelapkan) buat keperluan lain-lain. Dari semua keluhan kita tentang banyak hal, saya makin sadar kalau permasalahan bukan saja pada aparat, tapi juga dari sumber daya manusia kita secara umum, sumber daya yang melahirkan aparat-aparat busuk. Saya juga sering kesal pada orang di sekeliling saya gara-gara kecurangan yang mereka anggap biasa. Mulai dari anak-anak, remaja, sampai yang dewasa, bahkan yang tua. Sumber Daya Manusia Indonesia benar-benar dalam kondisi yang memrihatinkan… itu pandangan saya. Mungkin saya salah melihat, tapi saya sedang merasakan adanya pembusukan. Lihat saja apa yang biasa kita lihat di sekeliling kita. Jalanan kita berdarah-darah karena pelanggaran aturan dan etika berkendara dianggap biasa. Sinetron-sinetron yang bermutu rendah, infotainment yang kurang mendidik, film-film yang mengandalkan tema vulgar…. *cape deh*. Lama-lama saya koq jadi benci orang-orang (masyarakat) hipokrit ini…..

  9. -tan Says:

    Pemda itu, sepertinya hanya memikirkan tentang penghijauan jalan untuk mengurangi polusi, sementara tidak menimbang dampak dari kemungkinan tumbangnya pohon. makanya, perawatan seperti pemangkasan tidak jadi prioritas utama. *saya mulai sok tahu*:mrgreen:

    sanak saudara meninggal karena bencana yang mestinya bisa dicegah itu, jangan harap Pemda DKI Jakarta akan peduli, apalagi sampai memberikan ganti rugi.

    benar juga, lagian sejak kapan rakyat indonesia diperhatikan?

  10. Viky Says:

    Makanya jangan tinggak di Jakarta. Pindah ke Samosir aja yuuk..!! lebih adem.. hehehe

  11. Marisa Says:

    Mwakakakakak, bener banget nih komen di atas.

    Kalo deket rumah saya udah langganan pohon tumbang, tapi malah jadi rejeki buat orang sekitarannya ..abis daerah industri mebel. Serius.

  12. tehaha Says:

    bang, gimana mau memperluas RTH ( ruang terbuka hijau ), kalau ternyata RTH yang sekarang aja gak bisa dimenej dengan baik..
    kacau, pohon tumbang, jalan rusak, macet lagi…parah…
    lam kenal bang.
    horas..!!!

  13. Robert Manurung Says:

    @ Arsyad Salam

    Hahaha…masih bisa merasa beruntung juga ya…

    @ Hair

    memang begitulah. tahun ini adalah tahun musibah buat Indonesia. Mudah-mudahan Tuhan menjaga bangsa ini, menjauhkan dari malapetaka yang lebih mengerikan. Amin.

    @ Martabak

    Menurut Dinas Pertamanan, ongkos pangkas sebatang pohon di Jakarta Rp 200.000, sudah termasuk mengangkut ke tempat penampungan sampah. Itu tarif resmi, dan belum tentu segitu diberikan ke kontraktor. NGERI memang melihat berbagai kenyataan di negeri ini, dimana keselamatan umum dijadikan proyek oleh aparat pemda.

    @ tan

    Sudah saatnya kita membalikkan paradigma : rakyat yang harus berinisiatif. Sebagai pembayar pajak kita berhak mendapat pelayanan yang baik, termasuk standar keselamatan yang tinggi dalam pembuatan dan oprasional fasilitas umum.

  14. BAMBANG M Says:

    Apabila ada informasi tentang pohon besar dengan ukuran : lilitan pohon minimal 4M (diameter 150cm) jenis: trembesi, angsana, rengas, yang akan ditebang, saya berminat untuk membeli dan sekaligus menebangnya. Please inform kami..

    Salam
    Bambang M

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: