Cornel Simbolon Prihatin Pembabatan Hutan Tele

PARA pecinta lingkungan di Jakarta, khususnya masyarakat Batak yang sangat prihatin atas pembabatan hutan Tele, diam-diam ternyata telah menghubungi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad), Letjen Cornel Simbolon. Mereka meminta tokoh masyarakat Samosir ini turun tangan, untuk menghentikan penebangan di hutan pusaka itu, yang berlangsung sejak lima hari lalu.

Memang, belum ada pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Cornel. Namun menurut informasi dari tangan pertama, jenderal kelahiran Pangururan, Samosir itu sangat terkejut dan prihatin mendengar kabar pembabatan hutan Tele. Selaku putra Samosir, apalagi kebetulan dia semarga dengan bupati daerah itu, Cornel merasa terusik dan malu atas kebijakan Bupati Samosir Mangindar Simbolon, yang mengizinkan pembabatan hutan di tepian Danau Toba itu.

Menurut sumber tersebut, Cornel langsung melakukan pengecekan ke berbagai pihak, setelah mendengar kabar itu sekitar empat hari yang lalu. Tampaknya jenderal yang cinta lingkungan ini masih berharap dapat melakukan persuasi, agar Bupati Mangindar Simbolon mau menghentikan penebangan di hutan seluas 2.250 hektar itu. Namun belum diketahui bagaimana hasil pendekatan secara kekeluargaan tersebut.

Sementara itu laporan dari Tele menyebutkan, penebangan yang dilakukan oleh PT ESJ milik investor Korea itu masih terus berlangsung.Tidak diketahui berapa banyak gergaji mesin yang dioperasikan untuk mencincang hutan alam yang terbentuk melalui proses ribuan tahun itu. Dan belum diperoleh ukuran waktu mengenai berapa lama hutan seluas 2.250 hektar tersebut akan dipangkas sampai gundul.

Bupati tetap ngotot

BUPATI Mangindar Simbolon kabarnya masih ngotot mempertahankan dalil-dalil legalitas formal, untuk membela kebijakannya yang kontroversial itu. Saat ditanya para wartawan di Samosir, kemarin, mantan Kepala Dinas Kehutanan itu dengan pede menjawab,”Hutan Tele itu milik negara. Jadi penebangan itu tidak melanggar hak siapa pun.”

Tak bisa dielakkan, integritas Mangindar sebagai pemimpin pasti akan diragukan oleh masyarakat Samosir dan para perantau Batak di seluruh dunia; akibat kebijakannya yang sangat kontroversial itu. Entah samai kapan dia berlindung pada alasan legal formal, sementara rasa keadilan masyarakat telah terluka sedalam-dalamnya; karena pada hakikatnya keberadaan sebuah hutan adalah kepentingan umum yang sangat vital.

Negara sekali pun tidak boleh bertindak sewenang-wenang, jika hal itu nyata-nyata akan merugikan atau mengancam kehidupan orang banyak. Apalagi Mangindar sebagai bupati bukanlah representasi negara, melainkan pelaksana mandat rakyat Samosir semata-mata.

Bupati Samosir ini, dengan kekuasaannya yang relatif kecil, tampaknya telah terjangkiti sindrom kekuasaan yang lupa daratan. Dia salah mengartikan kekuasaan yang diembannya, seolah-olah dia boleh berbuat apa saja, sepanjang tidak melanggar aturan formal. Sebenarnya masih perlu diperiksa lebih teliti, apakah benar tindakan Bupati Samosir itu sudah memenuhi semua prosedur, misalnya mengenai persyaratan AMDAL.

Melihat keadaan yang berkembang sekarang ini, tampaknya Pemprov Sumut dan pemerintah pusat sudah perlu segera turun tangan. Kalau tidak, ada kemungkinan dalam beberapa hari ke depan, bakal terjadi kekerasan di Samosir; karena semangat perlawanan para pecinta lingkungan sudah mengental menjadi militansi yang siap melakukan kekerasan.(Robert Manurung)

Iklan

Tag: , , , , , , ,

7 Tanggapan to “Cornel Simbolon Prihatin Pembabatan Hutan Tele”

  1. Humbang Hasundutan Says:

    …Hutan Tele itu milik negara. Jadi penebangan itu tidak melanggar hak siapa pun.” …..itu adalah hutan negara, jadi suka-suka pemda Samosir-lah mau diapakan. Bah!

    Dari segi hak memang tidak ada yang dilanggar. Yang menjadi masalah adalah akibat dari penebangan itu.

    Dulu saya sering mendengarkan kuliah subuh di radio. Satu dari pembahasan yang masih saya ingat adalah tentang fakir miskin yang di pelihara oleh negara. Kalau memang fakir miskin dipelihara oleh negara, mengapa negara tidak pernah memberi perhatian yang serius terhadap fakir miskin itu? Mengapa tidak seperti negara negara lain, mereka memilliki social service yang sangat peduli terhadap rakyatnya?

    Jawabnya adalah singkat dan padat seperti: Kita harus melihat apa itu negara. Negara itu terdiri dari pemerintah dan rakyat. jadi, tanggung-jawab itu adalah juga sebagai tanggungjawab langsung dari saudara-saudara sekalian sebagai rakyat dari negara ini.

    Sementara rakyat ikutserta ambil bagian dalam program negara itu, megapa negara (pemda Samosir) dengan begitu pongahnya tidak mengikutsertakan rakyat dalam programmu untuk mendongkrak PAD melaui pembabatan hutan yang sangat dibutuhkan itu?

    Serba bingung memang. Semakin tidak bisa dimengerti dan tidak bisa dilihat dimana fungsi dari dewan dewan perwakilan pengemban ampera yang dapat dipercaya dan setia yang konon hampir empatpuluh jenis itu. Atau saya yang buta samasekali terhadap fungsi itu.

  2. Charlie M. Sianipar Says:

    … … Saat ditanya para wartawan di Samosir, kemarin, mantan Kepala Dinas Kehutanan itu dengan pede menjawab,”Hutan Tele itu milik negara. Jadi penebangan itu tidak melanggar hak siapa pun.” … …

    Seharusnya Bupati melindungi daerah itu
    Bila itu milik Negara, Bahkan bila Negara menginginkan kayu atau hutan disana, harusnya ditolak. Yang menanggung akibatnya toh rakyat disana, orang Batak, bukan negara secara langsung.

    Apakah Bupati paham, porsoalannya utama bukan masalah kepemilikan hutan, tapi masalah Penebangan Hutan. Bila mau nanam anggrek, Samosir sangat luas dan banyak lahan kosong, kenapa tidak dilakukan disana? kenapa harus hutan yang ditebang? Yang mereka inginkan apa? Kayunya?

  3. Asan Sitanggang Says:

    Saya baru dua kali melewati daerah Tele. Yang saya perhatikan ditempat tersebut bukit itu jauh lebih luas ditumbuhi rumput , lalang dan tanaman kecil ( steppa ) dibanding ditumbuhi pepohonan. Apabila lahan yang direncanakan akan ditanami bunga adalah diatas lahan sepanjang tanah yang ditumbuhi rumput dan semak belukar, maka sepatutnya kita perlu mendukung dan mengacungkan jempol atas usaha dari Bapak Bupati Kabupaten Samosir. Salam damai, Asan Sitanggang.

  4. rimdo mw simbolon Says:

    kalau soal penebangan pohon di tele mah itu haknya pemkab samosir…..
    penebangan itu dilakukan untuk mendapatkan manfaat bagi pemkab samosir tentunya… yang saya ketahui penebangan pohon itu dilakukan untuk pembangunan/pembuatan taman bunga. dan pembuatan taman bunga itu dibiayai oleh investor asing. dari situ dapat kita buat kesimpulan bahwa PAD samosir akan bertambah…. seharusnya masyarakat samosir senang dong…
    kalau pemkab samosir hanya DIAM dan MENUNGGU BANTUAN DARI PUSAT ataupun BANTUAN PARA PERANTAU, KAPAN SAMOSIR BISA MAJU…
    sekarang ini bukan lagi zaman pemimpin yang KONSERVATIF///KOLOT!!!!!
    dan kalau soal komentar PAK WAKASAD, saya rasa itu hanya LIP SERVICE.
    dari dulu juga BELIAU tidak memperhatikan samosir. beliau angkat bicara karena ada muatan politis. YAKNI PENCALONAN GUBERNUR SUMUT. saya benar kan?
    dan kalau soal adanya berita kekerasan, saya rasa orang2 tersebut memiliki mental yang KOLOT/TEMPE……( zaman gini kekerasan… CAPEK DEH!!!) SEKARANG ZAMAN TEKNOLOGI COY…!!!!
    kalau masyarakat samosir masih tetap dengan budaya KEKERASAN , saya jamin SAMOSIR TIDAK AKAN MAJU SIAPAPUN BUPATINYA!!!!!
    sekian!!!!
    bagi yg pgen kasih komentar, saran, atau kritik kirim k email saya…..
    MAMIO_ITO@YAHOO.COM SAYA TUNGGU!
    HORAS…HORAS…HORAS!!!!

  5. Sigaol Simbolon Says:

    Sebelum Proyek Indorayon menebangi pohon pinus yand di Samosir dan sekitarnya, Musim hujan selalu datang pada waktunya dan panen padi pun bisa dua kali setahun dengan hasil yang membahagiakan para petani sampai ada lagu “EME NI SIMBOLON” Namun setelah penebangan pinus di mulai, bukan hanya longsor yang terjadi tetapi panen sekali setahunpun harus dengan susah payah diperoleh. Air DanauToba sudah jauh berkurang dan keindahannya sudah ditinggal touris manca negara.

    Sekarang Bupati Samosir yang pertama bukannyua memulihkan masa masa jaya Samosir malah sudah merusak dan menjual sisa harapan yang tersisa. Kebijakan yang Bupati sudah sangat memalukan dan perlu di selidiki apakan masih ada rencana lain yang akan dia lakukan? demi kepentingan siapa ini semua? DPRD Samosir apakah sudah dapat jatah dari penjualan ini sehingga tidak mepertanyakan tidankan Pak Mangidar?

    Apa khabar dengan lahan luas Robean yang di Simbolon yang nota bene mau digugat keluarga Pak Bupati? Harapan saya untuk pemulihan Parawisata Samosir sudah tinggal hayalan karena dengan habisnya lahan hutan akan habislah air Danau Toba.

    Bupati pernah berjanji akan mengairahkan parawisata Lake Toba…. ini akan menjadi omong kosong karena ternyata Pak Bupati sudah mengabaikan keindahan alam samosir.

    Sangat disayangkan kebijakan yang diambil Pak Bupati Samosir. Apakah anda sudah lupa kata MARTABE? Do you still speak Batak? Semoga anda dapat menerima kritikan dan selanjutnya mengubah izin penebangan hutan yang nota bene anda ijinkan.

    Salam dari BALI

  6. Haposan Simbolon Says:

    Soal pembabatan hutan memang memang tidak bertentangan dengan UU selagi status hutan itu menjadi hutan produksi. Jadi ada benarnya jg pernyataan Bapak Bupati. Tapi saya sebagai orang yang konservasionis dan manusia biasa tidak setuju kalau hutan Tele dibabat karena akan mengakibatkan dampak yang sangat besar dan berkepanjangan. Memang dalam jangka pendek akan menyumbangkan PAD tapi dalam jangka panjang akan menyumbangkan malapetaka karena akan terjadi banjir dimusim hujan dan kekeringan di musim kemarau. Sekarang terserah para pengambil kebijakan (Bupati dan Tim Kerjanya), mau yang mana? Saya harap para pemabaca mengerti maksudku. Jadi kalau kata pembabatan saya kurang setuju tetapi kalau yang dilaksanakan sistem tanam dan panen dalam jangka waktu tertentu saya setuju.

  7. Andika Says:

    Saya sangat sependapat dengan apa yang dikemukan oleh Bpk. Letjen Cornel Simbolon, Pembabatan hutan di manapun akan sangat merugikan sapa pun juga. meskipun status hutan adalah milik negara atau yang lainnya secara langsung pembabatan hutan sudah dikategorikan dengan tindakan kriminal yang dapat merugikan negara.
    oleh karena itu disarankan kepada Bupati Samosir (Ir. Mangindar Simbolon) agar AGAR SEGERA MENGAMBILAN TINDAKAN DENGAN CARA MENGHENTIKAN PROSES PEMBABATAN HUTAN TERSEBUT. karena akan merugikan negara kita pada umumnya dan Kabupaten Samosir pada khususnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: