Jaksa Agung Jadi Pembela Soeharto ?

Syukurlah. Ternyata tidak semua orang Indonesia tertular penyakit Stockholm Syndrome. Masih ada juga yang tidak ikut latah berbalik mencintai penindasnya. Salah seorang di antaranya Hendardi, tokoh LSM yang kritis dan vokal terhadap Orde Soeharto. Dalam pernyataan terbarunya, Hendardi secara lugas menuduh Jaksa Agung Hendarman Supandji telah bertindak sebagai pembela Soeharto.

Hendardi menilai, apa yang dilakukan oleh Jaksa Agung dengan menetapkan ahli waris Soeharto sebagai pengganti diktator yang sudah almarhum itu dalam kasus Yayasan Supersemar, merupakan upaya pembelaan terhadap Soeharto. Itu melukai rasa keadilan masyarakat, katanya kepada harian Warta Kota, Senin (25/2).

“Kita tahu bagaimana sebenarnya wajah negara ini di bawah Pak Harto, seharusnya hal itu jangan dimanipulasi secara besar-besaran dan mengabaikan rasa keadilan publik,”kata Hendardi, Ketua Badan Pengurus Setara Institute, yang juga tenar sebagai Ketua PBHI.

Dia bilang, Jaksa Agung Hendarman Supandji hendaknya memperlakukan kasus Soeharto secara adil dengan menjadikan dirinya jaksa independen. Jangan neko-neko dan harus menjaga integritasnya selaku Jaksa Agung, dengan menolak tawaran damai di luar sidang.

Saat ini elemen-elemen Orde Soeharto sedang gencar melakukan propaganda, dengan sasaran mempengaruhi masyarakat untuk melupakan kejahatan-kejahatan politik Soeharto. Pada saat bersamaan mereka melakukan permainan sirkus di bidang hukum, dengan cara menggeser kasus Soeharto menjadi kasus perdata semata.

“Meneruskan kasus perdata dan melupakan tindak pidana adalah upaya cuci tangan, bukan cuci piring,”kata Hendardi, menyorot perilaku pemerintahan SBY-JK belakangan ini. “Itu suatu kenyataan yang dipertontonkan pemerintah ini dengan telanjang, agar seolah-olah terjadi upaya mengusut kasus Pak Harto,”sambung aktivis yang vokal ini mengenai pengelabuan publik yang dilakukan pemerintah.

Soeharto bisa diadili secar in absentia

Permainan hukum dengan cara mengusut kasus Soeharto secara perdata, kata Hendardi, makin menunjukkan ketidakbecusan pemerintah. “Padahal sudah ada pandangan PBB terkait pengembalian harta curian yaitu StAR (Stolen Asset Recovery), yang ditutupi sedemikian rupa di negara ini.”katanya.

Sementara itu di media massa di luar negeri, lanjut Hendardi, Soeharto telah dijuluki sebagai diktator dan koruptor terbesar dalam sejarah dunia. “Pak Harto seharusnya diadili secara inabsentia (tanpa kehadiran terdakwa) atas kejahatan menghilangkan banyak jiwa dan raga, harta benda ribuan dan bahkan jutaan bangsanya sendiri,”tutur Hendardi sembari menekankan,”Tapi semua itu dipaksa untuk dilupakan oleh penguasa saat ini.Sungguh menyedihkan.”

Tujuh Yayasan Soeharto

Berikut ini adalah 7 yayasan yang didirikan oleh Soeharto untuk menghimpun dana dari kalangan pengusaha dan masyarakat luas. Dana yang terkumpul kemudian dia kelola suka-suka dia, tanpa diadit. Inilah yang kemudian dianggap sebagai tindak korupsi dan hendak diusut oleh jajaran penegak hukum di negeri ini. Padahal sebelum mengusut soal aliran dana di dalam 7 yayasan tersebut, seharusnya yang lebih dulu diperiksa adalah penyalahgunaan kekuasaan presiden oleh Soeharto terkait dengan peranannya yang sangat dominan di 7 yayasan tersebut.

Aliran dana dari 7 yayasan itulah yang membuat banyak orang merasa berhutang budi kepada Soeharto, diktator yang selalu tersenyum anggun itu. Mereka menganggap Soeharto sebagai pemimpin yang baik, jauh lebih baik dari bapak kandung mereka sendiri, hanya lantaran mendapat remah-remah kekayaan Indonesia yang dirampok dengan berbagai cara oleh Soeharto bersama rezimnya. Para penerima beasiswa Supersemar termasuk yang paling loyal terhadap Soeharto, sampai sekarang.

Selain Yayasan Supersemar, 6 yayasan lain yang menjadi alat Soeharto memperkaya diri adalah Yayasan Dana Sejahtera Mandiri, Yayasan Dharma Bhakti Sosial (Dharmais), Yayasan Dana Abadi Karya Bhakti (Dakab), Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila, Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan, Yayasan Trikora. (RM)

Iklan

Tag: , , , , ,

2 Tanggapan to “Jaksa Agung Jadi Pembela Soeharto ?”

  1. Siallagan Says:

    ah, capek bicara soeharto. tak ada yang berani sama dia. hehehe

  2. jujur Says:

    pahlawannya si hendari,,dia udah banyak bantu rakyat…??
    tapi apa yaa..yang bisa di nikmati rakyat..??
    tapi klo ngomong untuk rakyat..padahal dia itu antekasing lha wong LSM dia yang biayai Asing kok.trus asing kan punya niat terhadap bangsa indonesia supaya hancur..?

    kalian bisa liat gak
    teman-teman si hendardi cs trus sama si munir yg udah goib.
    pernah gak dia mempermasalah kan HAm di aceh..
    aku kok heran kok kl ada yg bau-bau islam dia gak pernah ngurusi.
    kok aneh ya…
    jadi kita bisa ambil kesimpulan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: