Semoga Anwar Menang dalam Pemilu Malaysia

Oleh : Robert Manurung

MARI kita doakan : semoga kubu oposisi yang dipimpin Anwar Ibrahim memenangkan pemilu di Malaysia. Kalau Barisan Nasional kembali berkuasa, kita harus bersabar lebih lama lagi, hidup bertetangga dengan negara yang tak bisa dipercaya dan arogan.

Anwar, 55 tahun, yang bersahabat dengan banyak tokoh politik Indonesia, adalah kawan yang lebih bisa dipercaya bagi Indonesia ketimbang Dr Mahathir Mohammad dan penggantinya Abdullah Ahmad Badawi. Kedua tokoh ini merupakan pendukung diam-diam pembalakan hutan Indonesia di perbatasan kedua negara, dan mereka sangat keji terhadap TKI.

Mahathir dan Badawi menganut politik bermuka dua terhadap kehadiran TKI di Malaysia. Di satu sisi, demi kepentingan ekonominya dan menjadi pendukung dalam pemilu, Mahathir dan Badawi sengaja membuka perbatasan agar TKI masuk sebanyak-banyaknya. Mereka “menyulap” para TKI itu menjadi warga negara Malysia, untuk mengatasi perimbangan etnis Melayu dengan etnis Cina di sana. Tapi ketika orang Melayu sendiri protes, para TKI itu kontan diusir seperti anjing kurap.

Barisan Nasional vs Kubu Oposisi

Pemilu Malaysia akan digelar hari ini, dengan tanda-tanda kepanikan yang sangat jelas di Barisan Nasional. Kekuatan politik mirip Golkar di masa Soeharto ini, terus-menerus menguasai Malaysia sejak Inggris menghadiahkan kemerdekaan kepada negara tetangga itu, setengah abad yang silam. Namun kubu oposisi kini tak bisa diremehkan lagi, dengan tampilnya Anwar Ibrahim (55 tahun) sebagai penantang yang tangguh.

Kalau disederhanakan, pemilu di Malaysia kali ini adalah duel antara Abdullah Ahmad Badawi yang kini menjabat Perdana Menteri (PM), dan Anwar Ibrahim sebagai penantang. Namun pertarungan itu tidak bersifat langsung seperti pemilihan presiden di Indonesia. Sesungguhnya, yang berduel di lapangan adalah para politisi dari partai-partai pendukung kedua tokoh itu. Anwar calon andalan Partai Keadilan Rakyat (PKR), partai utama dalam kubu oposisi.

Karena Malaysia menganut sistem parlementer, maka yang diperebutkan dalam pemilu ini adalah kursi di parlemen. Kubu yang memenangkan mayoritas kursi parlemen akan otomatis memerintah. Artinya, kalau sudah menang pemilu, suka-suka gabungan partai pemenanglah mengangkat PM yang baru, biasanya ketua partai yang dominan dalam aliansi.

Peluang terbaik Anwar Ibrahim

Pemilu Malaysia kali ini sangat berbeda dibanding yang sudah-sudah. Secara umum kesulitan ekonomi telah menurunkan kepercayaan masyarakat kepada Barisan Nasional, yaitu aliansi partai-partai politik yang berkuasa–di mana UMNO merupakan partai dominan. Badawi yang menggantikan Mahathir Mohammad sebagai ketua UMNO, dan otomatis menjadi PM Malaysia, dianggap bertanggung jawab atas kemunduran itu.

Selain itu muncul satu masalah baru yang akhirnya mencuatkan kesan : Badawi tidak becus memimpin negara yang rumit seperti Malaysia. “Pembangkangan” kaum minoritas India, itulah masalah yang dimaksud. Untuk kali pertama keturunan pendatang dari India , mayoritas etnis Tamil, menunjukkan sikap gerah dan marah terhadap penguasa. Karena merasa jadi korban politik diskriminasi, mereka melakukan demo di jalan-jalan, menuntut perlakuan yang adil. Etnis India senantiasa menjadi pendukung setia UMNO, sejak Malaysia merdeka.

Dua masalah itu telah membuat merah rapor Badawi. Makanya dia seperti kebakaran jenggot, dan memainkan jurus kampanye “jahat” menjelang pemilu ini, dengan menjelek-jelekkan Anwar Ibrahim. “Jangan pilih Anwar Ibrahim,”katanya terang-terangan. Itu sikap kasar yang melanggar tata krama puak Melayu.

Di mata publik, pembunuhan karakter yang dilakukan Badawi terhadap Anwar justru mengundang rasa simpati terhadap tokoh oposisi itu. Hal ini merupakan tambahan amunisi buat Anwar untuk memenangkan pemilu, selain limpahan suara dari etnis India yang rame-rame meninggalkan UMNO, karena kecewa. Sementara basis pendukung Anwar, yaitu kaum muda dan masyarakat perkotaan yang mendambakan reformasi politik di Malaysia; serta etnis Cina di seluruh negeri; bisa dikatakan sangat solid.

Faktor Wan Azizah, isteri Anwar Ibrahim yang mengorganisir kekuatan oposisi selama dia dipenjara; diyakini akan menambah simpati pemilih kepada kubu oposisi. Perempuan yang mengaku lebih senang mengabdi sebagai dokter ketimbang sebagai politisi itu, telah mengumumkan niatnya untuk menyerahkan jabatan Presiden PKR kepada Anwar, selepas pemilu ini. Tapi dia harus bertarung dulu untuk memenangkan kursi parlemen di Penang, guna merontokkan dominasi Barisan Nasional di negara bagian yang penting itu.

Pendek kata, inilah kesempatan terbaik buat Anwar Ibrahim dan pendukung gerakan reformasi di Malaysia untuk merebut kekuasaan; atau setidak-tidaknya membangun pijakan yang lebih kokoh untuk memberi perlawanan yang lebih signifikan pada pemilu lima tahun mendatang.

Kemunculannya kembali, ditambah dinamika sosial-politik yang berkembang seperti masalah etnis India, telah menumbuhkan keyakinan para pendukungnya bahwa Malaysia akan memasuki sebuah era baru. UMNO dan Barisan Nasional sudah terlalu lama berkuasa, telah menjelma jadi jaringan nepotisme dan persekongkolan yang menggurita di bidang bisnis; dan secara alamiah telah mengalami pembusukan di dalam.

Kalau Anwar menjadi PM Malaysia, hubungan negara serumpun dengan Indonesia diyakini akan lebih mesra. Anwar membutuhkan Indonesia sebagai sekutu utama untuk membangun kembali kejayaan rumpun Melayu.

Tag: , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: