Mandat Rakyat Untuk Anwar : Terus Perjuangkan Reformasi !

Oleh : Robert Manurung

SUDAH pasti, meski dengan kemenangan mayoritas sederhana, Abdullah Ahmad Badawi masih Perdana Menteri Malaysia hingga lima tahun ke depan. Kubu oposisi belum bisa menjungkalkan bos UMNO itu, meski berhasil melemahkan Barisan Nasional dengan pukulan yang menggoyahkan. Namun yang paling penting adalah keputusan rakyat Malaysia lewat Pilihan Raya Umum ini, yaitu memberi mandat kepada Anwar Ibrahim untuk melanjutkan perjuangan reformasi.

Pesan tersebut terbaca dari rekor-rekor yang diukir Barisan Alternatif (BA) . Untuk pertama kalinya sejak Malaysia merdeka, kubu oposisi mengambil alih kekuasaan dari tangan Barisan Nasional di lima negara bagian, yaitu Kedah, Kelantan, Perak, Penang, Selangor. Untuk pertama kali pula, koalisi berkuasa BN gagal mencapai batas 2/3 perolehab suara, sebagai persyaratan untuk menang dengan mayoritas bulat.

Selain itu koalisi pembangkang–istilah Malaysia untuk menyebut oposisi, secara mengejutkan berhasil “menewaskan” calon-calon andalan Barisan Nasional (BN) di ibukota negara, Kuala Lumpur. Bayangkan betapa terpukulnya BN, cuma memenangkan satu kursi sedangkan BA meraup 10 kursi.

Kemenangan telak kubu Anwar di Kuala Lumpur sungguh menyakitkan bagi koalisi BN yang dipimpin Badawi. Kuala Lumpur, selain sebagai pusat pemerintahan, adalah representasi masyarakat elit kalangan etnis Melayu. Jadi bisa diartikan, sebagian besar kalangan terpelajar etnis Melayu mendukung gerakan reformasi yang dikobarkan Anwar.

Yang paling memalukan bagi Badawi tentulah kekalahan Datuk Seri Shahrizat Jalil di Lembah Pantai, Kuala Lumpur, kepada politisi “bau kencur” Nurul Izza Anwar, putri sulung Anwar Ibrahim. Shahrizat kalah dengan selisih 2.895 suara, karena dia hanya memenangkan 18.833 dukungan pemilih, sedangkan Nurul berhasil mengantongi 21.728 suara.

Shahrizat Jalil adalah Menteri Pengembangan Keluarga dan Komunitas di dalam kabinet PM Abdullah Ahmad Badawi. Dia termasuk incumbent alias juara bertahan di daerah pemilihan tersebut, dan pada pemilu sebelumnya menang telak di sana. Sebaliknya Nurul, yang juga blogger seperti ayahnya, cuma seorang debutan di gelanggang politik. Inilah pengalaman pertamanya memperebutkan kursi parlemen.

Kemenangan Nurul, yang dijuluki Putri Reformasi atau Princess of the people oleh media “bawah tanah” di Malaysia, merupakan tanda simpati dan dukungan rakyat Malaysia kepada Anwar Ibrahim. Bukan berarti Nurul tidak pantas menjadi anggota parlemen. Dia sarjana jurusan Hubungan Internasional dari Johns Hopkins University, Washington, dan telah ditempa pengalaman pahit ketika ayahnya dijebloskan ke penjara oleh rezim Mahathir–saat usianya baru 18 tahun. Namun berdasarkan ukuran kelaziman di panggung politik Malaysia, bisa dipastikan, suara pemilih yang diberikan kepada Nurul adalah untuk Anwar juga.

Rakyat mendambakan reformasi

Kalau kita mengukur hasil pemilu Malaysia yang ke-12 ini dengan angka-angka, akan tergambar jelas menguatnya dukungan terhadap kubu oposisi. Sebaliknya loyalitas pemilih terhadap partai berkuasa UMNO dan puluhan partai lain pendukung koalisi BN, berkurang secara dranatis. Bukti paling gampang adalah lonjakan luar biasa perolehan kursi Partai Keadilan Rakyat, yang dipimpin Dr.Wan Azizah, isteri ikon reformasi Anwar Ibrahim.

Dalam pemillu 2004 anggota parlemen PKR cuma Wan Azizah seorang, tapi kali ini bertambah puluhan kali lipat menjadi 32 kursi. Selain itu Barisan Alternatif akan mengambil alih pemerintahan di negara bagian Penang, setelah koalisi itu memenangkan 2/3 mayoritas kursi parlemen (PKR 9 kursi, partai DAP 19 kursi). Secara nasional BA mendapat 82 kursi parlemen, sedangkan Barisan Nasional 137 kursi.

Tetapi sesungguhnya ada hal-hal yang lebih penting daripada kemajuan yang digambarkan angka-angka tersebut. Sebab kalau ukurannya itu, Badawi-lah yang menjadi pemenang pemilu kali ini. Tapi tidak, Badawi sendiri sudah mengakui betapa koalisi yang dipimpinnya babak belur. Yang paling penting adalah menyelami aspirsi rakyat Malaysia, yang dengan berani telah menitipkan harapan mereka kepada Anwar.

Selama puluhan tahun, Anwar telah membuktikan kesanggupannya menderita , demi memperjuangkan keadilan dan reformasi di negerinya. Jadi wajarlah jika rakyat makin percaya dan kemudian berharap padanya. Apalagi rakyat Malaysia sudah menyaksikan sendiri, bagaimana Anwar dicoba dihancurkan, direndahkan dan dicurangi; berulang-ulang, dari masa kekuaan Mahathir sampai Badawi sekarang ini.

Selama masa kampanye sampai menjelang digelarnya pemilu ke-12 ini, kubu Anwar kurang mendapat porsi publikasi dari media massa di sana. Namun masalah itu diatasi secara cerdik oleh Anwar, para politisi dan simpatisan PKR dan Barisan Alternatif; yaitu dengan ngeblog.

Semua caleg mereka membuat blog masing-masing dan giat mencari dukungan dari rakyat Malaysia. Blog menjadi alternatif yang lebih dahsyat daripada media massa mainstream, sebab blog tidak mungkin disensor oleh tangan-tangan kekuasaan PM Badawi. Inilah salah satu rahasia keberhasilan para pendukung reformasi dalam pemilu ini, yaitu blog dan kerinduan akan perubahan.

Kemungkinan mulai besok, tekanan-tekanan terhadap Anwar dan kubu oposisi bakal berkurang, karena Badawi kini hanyalah “macan ompong”.Namun masalah yang lebih pelik sudah menungu pemimpin yang diidolakan rakyat Malaysia itu, yakni membangun koalisi yang lebih kokoh daripada yang ada sekarang.

Inilah ujian sesungguhnya bagi Anwar Ibrahim dan perjuangan reformasi di negara yang masyarakatnya terkotak-kotak itu. Ada peluang dia menjadi pemimpin bagi semua golongan di Malaysia; tapi sulit menyatukan etnis Melayu, Cina dan India; serta agama Islam, Kristen danHindu di dalam satu perahu. (http://www.ayomerdeka.wordpress.com)

Tag: , , , , , , , , , , , , , ,

11 Tanggapan to “Mandat Rakyat Untuk Anwar : Terus Perjuangkan Reformasi !”

  1. UrangKb Says:

    Terima kasih atas keprihatinan terhadap perjuangan reformasi di Malaysia…

    Sy adalah slh seorg pendukung reformasi dan sy bersama2 memberikan sokongan kepada puteri reformasi, Nurul Izzah pada malam ceramah perdana bersama Dato Seri Anwar Ibrahim dan juga di tempat pengiraan undi lembah pantai semalam….

    Semoga hbgn malaysia-indonesia kekal erat senantiasa…amin…reformasi!

  2. Robert Manurung Says:

    @ UrangKb

    Buat aku pribadi, selama kita bicara antara rakyat dengan rakyat, seharusnya hubungan Indonesia-Malaysia bisa kita buat mesra dan bermanfaat. Aku senang dan berterima kasih karena anda sudah menyapa dengan kehangatan persahabatan.

    Nurul Izzah, mengagumkan, sama seperti ayah bundanya. Semoga perkembangan situasi politik di Malaysia sekarang ini akan membawa kebaikan bagi anda semua.

    Salam hangat dari jakarta, Indonesia.

  3. rastom Says:

    Solidariti dari Indonesia sangat dihargai! Terima kasih!

  4. zz Says:

    saya terharu dengan keperihatinan saudara terhadap politik kami.. terima kasih

  5. pribumi Says:

    Saya pasti tsunami reformasi akan muncul di Sabah dan
    Sarawak tungu dan lihat. Semuanya bermula dari
    politik di semenanjung kerana kami tidak punya keupayaan
    menyokong BA. Menyokong BA akan membuatkan ekonomi kami tertindas oleh amalan dasar kelas kedua oleh dasar pemerintah yang ada. Tetapi ia adalah mesej yang jelas semuanya akan berubah kerana tiada ertinya
    lagi sekiranaya pribumi terus menyokong BN sedangkan 50 tahun
    nasib tidak terbela. Inilah nasib kami berdindingkan Buluh beratapkan
    rumbiah sedang kami bergelar anak Malaysia!

  6. smartmind Says:

    salam persahabatan dari bumi malaysia..
    terima kasih kerana mengambil berat ttg politik kami..
    inilah persaudaraan…

  7. deprant Says:

    sudah saatnya Malaysia berubah…
    salam hangat dari Indonesai

  8. Robert Manurung Says:

    @ rastom

    Terima kasih rastom. Aku memang memposisikan diri sebagai rakyat biasa, makanya aku senang kaalu rakyat biasa di Malaysia bisa lebih bebas, tidak selalu takut bicara karena adanya ISA.

    Nah, sebagai rakyat biasa aku merasa bersahabat dengan semua rakyat biasa di dunia ini, terutama Malaysia yang masih serumpun.

    btw, rastom nih tinggal di kota mana, KL kah ? Aku tinggal di Jakarta kawan.

    M E R D E K A

    @ zz

    Alamaak, itu kan keprihatinan yang wajar saja, sebab kita bertetangga dan serumpun pula. Selamat buat kalian semua, kawan-lawan di Malaysia

    Salam REFORMASI

    @ pribumi

    Jadi begitu soalnya menurut perspektif Anda ? Aku senang mengetahui ini dari Anda, karena sebagai bumiputra tentu anda lebih menghayatinya sehari-hari. Mudah-mudahanlah segera ada perubahan, sehingga anda tidak merasa selalu ditinggal dan tertinggal.

    M E R D E K A

    @ smartmind

    Kuterima uluran salam persahabatan dari bumi malaysia dengan senang hati.

    Mari kita tumbuhkan kembali ikatan persaudaraan rakyat Malaysia dengan rakyat Indonesia, karena sejak dahulu kita serumpun dan bersahabat.

    Salam hangat dari Jakarta

    @ deprant

    Aku senang membaca komentar deprat. Salam hangat.

  9. nirwan Says:

    pertama, saya agak ragu juga blog jadi kekuatan rahasia. bagaimanapun blog punya keterbatasan sama seperti kurang percayanya saya pada teori pers sebagai fourth estate of democracy. Pengaruh media masih terbatas pada wacana bukan pada gerakan. Bahkan di negara paling modern pun seperti Amerika. Kasus Presiden Amerika Nixon yang jatuh karena media, saya kira itu masih konon, karena media tak punya tangan untuk menjangkau kekuasaan. Dia hanya bisa mempengaruhi pandangan umum, dan persepsi hanya bisa berjalan (dan sebelumnya pun sudah dikondisikan terlebih dulu) bila ada gerakan politik. Siapa penggeraknya?

    Media hanya jembatan kecil. Dia tidak pelaku utama, karena pemain utama adalah ideologi, kekuasaan dan uang. Dan oleh sebab itu, media bukan rahasia utama. tapi ia punya pengaruh di Malaysia, itu jelas. Hanya tingkatnya saja yang mesti dihitung ulang.

    Saya setuju, kasus Malaysia bukan kasus sederhana. Tetangganya adalah Singapura yang di sana bercokol pangkalan militer AS. Malaysia adalah commonwealth-nya Inggris. Dua etnis yang bergolak, Cina dan India, (yang justru dua etnis mayoritas di Singapura) adalah paramater, Sekutu sudah memuncak rasa tidak senangnya terhadap Badawi (dan Mahatir).

    Betul, bahwa rakyat di sana mendambakan reformasi. tapi toh gerakan itu tak pernah besar seperti Indonesia di ’98 dulu. Dengan etnis homogen (Melayu), dan perbedaan tingkat penghasilan tidak menumbuhkan kelas masyarakat yang terlalu menonjol seperti di Indonesia, kasus Malaysia sebenarnya lebih sederhana dari Indonesia yang heterogen-nya gila-gilaan ini.

    Saya kira, ini hanya warning saja dari Amerika terhadap Badawi. Badawi toh kemudian jadi Perdana Menteri juga.

    Tapi tentu gerakan ini bisa besar. Itu bila Anwar bisa “mengecoh” Amerika dan Inggris. Tapi bila ia menunjukkan politik oposisi radikal terhadap dua adikuasa tersebut, dan apalagi ia tak punya “tentara politik”, hasilnya akan sama seperti Amien Rais di ’98.

    Setakat ini, itu dulu.

    Salam dari medan
    nirwan

  10. adahceem Says:

    salam persahabatan dari Malaysia

  11. adi isa Says:

    badawi banci…penakut ma anwar…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: