Gara-gara Blog, Oposisi Berjaya di Malaysia

Oleh : Robert Manurung

INI peringatan kepada semua rezim otoriter . Kalian boleh-boleh saja menguasai media massa. Kalian bisa saja mendiktekan jenis dan bobot informasi yang boleh diketahui publik, karena kalian punya kekuasaan, sensor dan penjara. Tapi, kalian tidak akan pernah bisa menghambat rakyat untuk mendapat informasi yang benar, dan menyalurkan tuntutan hati nurani mereka. Karena kini ada blog.

Pemilu Malaysia telah menyodorkan bukti yang sungguh fenomenal, bagaimana blog bisa menjadi instrumen yang sakti untuk menggerakkan sebuah perubahan politik yang besar. Blog menjadi alat perjuangan untuk merebut kekuasaan, dan membangun sebuah sistem politik yang lebih beradab. REFORMASI !

Berkat blog, kubu oposisi Malaysia berhasil mendulang sukses sangat spektakuler dalam pemilu nasional yang digelar Sabtu (8/3) lalu. Barisan Alternatif yang dipimpin ikon reformasi, Anwar Ibrahim–meski hanya berkekuatan tiga partai gurem, telah berhasil menggerogoti basis kekuasaan Barisan Nasional– yang menguasai Malaysia sejak negara itu merdeka 50 tahun silam.

Selain itu, Anwar yang tak henti-hentinya menderita azab dan sengsara, akibat politik kotor Dr.Mahathir Mohammad dan Abdullah Ahmad Badawi, telah dipulihkan martabat dan reputasinya sebagai manusia, politisi dan negarawan. Sungguh ajaib, yang melakukan “healing” dan rehablitasi itu adalah orang-orang biasa di seantero Malaysia. Caranya sederhana saja, yaitu memberi suara buat BA, lalu seluruh implikasinya bekerja secara otomatis. Kini, Anwar sudah kembali menjadi pahlawan di hati rakyat Malaysia.

Sukses gemilang itu menjadi sempurna karena isteri Anwar dan putri mereka berhasil memenangkan kursi DPR. Wan Azizah, yang juga Ketua Partai Keadilan Rakyat (PKR), mampu mempertahankan kursinya di daerah pemilihan Pulau Pinang. Sedangkan putri mereka, Nurul Izzah Anwar, membuat debut cemerlang di daerah pemilihan Kuala Lumpur, dengan mengalahkan potisi kawakan dari kubu Barisan Nasional. Terpilihnya Nurul, yang notabene masih hijau di pentas politik, bisa diartikan bahwa etnis Melayu telah mengalihkan dukungan dari Badawi dan menaruh harapan pada Anwar dengan gerakan reformasinya.

Kemenangan gerakan REFORMASI

Ini adalah kemenangan terbesar oposisi sepanjang sejarah Malaysia. Dan itu diraih berkat kepiawain mengelola komunikasi di dunia maya. Dengan mengandalkan blog, kubu oposisi berhasil membujuk dan menyadarkan rakyat Malaysia, dan juga menggalang dukungan dana kampanye. Dan lihat hasilnya, Barisan Alternatif (BA) sukses mengambil alih kekuasaan di lima negara bagian : Kelantan, Kedah, Perak, Penang, Selangor.

Semua negara bagian itu adalah basis kekuasaan UMNO, partai terbesar dalam koalisi Barisan Nasional (BN). Secara demografis, kelima negara bagian itu merupakan kantong-kantong utama puak Melayu, etnis mayoritas di negara tetangga itu.

Selain mengambil alih kekuasaan di lima negara bagian itu, BA juga mengokohkan diri sebagai kekuatan oposisi yang signifikan di Parlemen. Dengan perbandingan BA 82 kursi dan BN 137 kursi, kabinet yang segera dibentuk oleh Abdullah Ahmad Badawi bakal menjadi pemerintahan paling lemah sepanjang sejarah Malaysia. Kenyataan ini sungguh menyakitkan bagi para pendukung UMNO, yang sudah terlanjur terkondisi oleh pengalaman selama 50 tahun bahwa UMNO adalah Malaysia dan sebaliknya.

Kini, dengan kuatnya bargaining position pihak oposisi, maka secara teknis PM Badawi harus berbagi kekuasaan dengan rivalnya, Anwar Ibrahim. Bukan dalam arti membentuk kabinet bersama, karena itu diharamkan dalam sistem pemerintahan parlementer, Wujudnya lebih bersifat kekalahan psikologis, dimana pemerintah harus mendengar suara oposisi, dan terus-menerus melakukan tawar-menawar politik yang alot dan melelahkan.

Jangan meremehkan blog

PM Malaysia, Ahmad Abdullah Badawi, tampaknya terlalu lambat merespon fenomena blog ini, sehingga hanya bisa menyesal setelah nasi jadi bubur. Mungkin juga bukan terlambat, karena dinas intelijen pasti telah melaporkan fenomena yang berkembang di blogsphere Malaysia. Lebih masuk akal kalau kita menduga, Badawi terlalu underestimate atau menganggap remeh fungsi blog dalam pertermpuran politik.

Tapi sungguh tidak adil kalau Badawi hanya disalahkan sepihak, tanpa dimengeri situasi yang melingkupinya. Situasi yang kumaksud adalah respon dan anggapan umum terhadap kehadiran blog, sebuah fenomena komunikasi yang memang masih sangat baru. Jangankan Badawi, kalangan blogger sendiri kebanyakan masih beranggapan dan memposisikan blog sebagai jenis media dan modus komunikasi yang tidak serius. Ini sikap umum kalangan blogger di seluruh dunia, apalagi di Indonesia, dimana blog baru difungsikan sekadar untuk buang suntuk dan hahahihi. Pokoknya, blog yang gratis dan gampang bikinnya itu masih dianggap mainan iseng kaum remaja dan mahasiswa.

Di sisi lain, PM Malaysia Abdullah Ahmad Badawi tampaknya terlalu percaya diri mengenai pertempuran di sektor komunikasi dan propaganda, sebab hampir seluruh surat kabar dan TV mereka kuasai. Sebenarnya ada juga beberapa media yang relatif independen, misalnya surat kabar Star yang berafiliasi ke partai DAP. Tapi corong partai ini pun tak bisa berbuat banyak untuk mempengaruhi publik agar berpihak pada kubu oposisi. Pasalnya, ada ISA yang membuat para wartawan takut menulis secara terbuka dan kritis.

ISA adalah peraturan keamanan nasional yang memberi kewenangan tanpa batas kepada aparat negara untuk menangkap dan memenjarakan siapa saja yang dianggap membahayakan keamanan negara. Peraturan itu sangat sering dipraktekkan seperti karet yang elastis. Dan tidak ada ceritanya orang bisa berkelit kalau sudah dikenakan pasal-pasal ISA.

Pokoknya, ISA sudah menjadi momok bagi warganegara Malaysia. Seperti hantu, dia membuat orang ketakutan dan traumatis, meski sedang melakukan sesuatu yang sah dan benar.

Dalam keadaan yang diskriminatif dan dicekam ketakutan itulah blog muncul sebagai alternatif yang ampuh. Jenis media ini punya banyak keunggulan dibanding jenis media lain; yaitu murah, mudah diakses, praktis, real time dan interaktif. Tetapi dalam konteks Malaysia keunggulan blog yang paling utama adalah bebas sensor dan jauh dari jangkauan hukuman ISA.

Aku sudah menjelajahi ribuan blog yang ada di blogsphere Malaysia, kebanyakan pada domain blogger dan wordpress; namun tak menemukan satu pun blog yang “bersuara keras” atau mengecam pemerintah. Kebanyakan isinya adalah informasi kegiatan partai dan para caleg, serta kata-kata saling menyemangati di antara para blogger yang mendambakan perubahan.

Dominan kaum muda dan kesetaraan

Yang menarik, beberapa bulan menjelang pemilu, hampir semua caleg dari kubu oposisi membuat blog. Ini sebuah gejala yang menarik dan pengalaman berharga bagi kedua belah pihak : caleg dan calon pemilih. Kebanyakan caleg cukup trampil membangun komunikasi yang lancar dan bersahabat dengan para pengunjung blognya.

Aku menduga, kemenangan Nurul Izzah Anwar yang sangat mengejutkan adalah berkat komunikasi yang sangat intens dengan calon pemilih. Bagi pengunjung blognya, Nurul Izzah terkesan sangat cerdas, terbuka dan rendah hati. Bobot tulisannya tidak kalah dengan wartawan yang sudah matang, termasuk teknik penulisanya yang variatif dan kaya imajinasi. Hal yang sama kita dapatkan di blog Jeff Ooi, blogger sejati yang baru saja membuat prestasi bersejarah sebagai blogger pertama di dunia yang sukses melompat ke dunia politik–memenangkan kursi DPR.

Yang paling menarik dari fenomena blog di Malaysia ini adalah kuatnya spirit kesetaraan antara blogger yang umumnya kaum muda dengan tokoh-tokoh tua seperti Anwar Ibrahim. Memang kaum muda tetap santun menyapa Anwar, lengkap dengan gelarnya, namun dalam memberikan komentar mereka tampak sangat percaya diri, dan merasa memiliki obligasi untuk ikut memikirkan bangsa dan negara Malaysia.

Namun semuanya itu pasti sangat asing bagi PM Abdulah Ahmad Badawi. Jadi, bisa dimaklumi kalau dia meremehkan blog, sebab seluruh media utama berada dalam genggaman kekuasaannya. Ngapain juga dia harus buang-buang waktu ngeblog ?

Tapi sekarang, Badawi harus belajar dari pengalaman pahitnya dalam pemilu baru-baru ini : jangan pernah meremehkan blog! (http://www.ayomerdeka.wordpress.com)

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

8 Tanggapan to “Gara-gara Blog, Oposisi Berjaya di Malaysia”

  1. infogue Says:

    Artikel di blog ini sangat menarik & bagus. Untuk lebih mempopulerkan artikel (berita/video/ foto) ini, Anda bisa mempromosikan di infoGue.com yang akan berguna bagi semua pembaca di tanah air. Nantikan segera plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi untuk Blogspot dan WordPress dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!

    http://infogue.com/masalah_politik/gara_gara_blog_oposisi_berjaya_di_malaysia/

  2. rezco Says:

    jadi politisi kudu ngeblog ya!

    kita tunggu, apa capres-2 di 2009 cukup jeli menilik peluang ini, lalu membuat blog utk kampanye.

  3. abuhasif Says:

    salam dari Malaysia. terima kasih atas komen anda di blog saya. doakan Malaysia tetap teguh dihindari dari kezaliman dan penindasan.

  4. heryazwan Says:

    Wah, kursus ngeblog bisa laris nih…Caleg2 kita kan belum semuanya ngeh tentang blog. Boro-boro blog. Jangan2 email aja masih ada yang belum punya. Salam bloggger…

  5. darmansyah Says:

    Satu tulisan yg bagus.Ini menunjukkan bahawa kuasa blogger juga kuat jika di bandingkan dengan kuasa media cetak dan elektonik yg di kuasai oleh pemerintah.

  6. adi isa Says:

    walah, kapan nih yang punya blog ikutan pemilu…
    gue dukung deh…

  7. akhiey Says:

    salam sahabat! suatu kenyataan yang perlu diperbanyakkan untuk pembaca lebih banyak mengetahui apa yang mereka tidak ketahui. mudah2an kenyataan2 yang tertera, membolehkan saya menyatakan apa yang berlaku di negara tercinta malaysia ini kepada kawan2 yang tidak pernah mengunjungi mana2 blog lagi… tahniah! salam sahabat!

  8. suci Says:

    leh numpang lewat ga nich

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: