Flash Disk Hilang, Cinta Menjelang…..

Oleh : Robert Manurung

DALAM seminggu ini aku membuat dua rekor sekaligus. Untuk pertama kalinya, aku absen ngeblog sampai satu minggu. Dan untuk pertama kalinya pula, aku tidak meng-update blog ini sepekan lebih. Rasanya ada yang hilang dari hidupku; semacam kegairahan yang tak tergantikan; meskipun selama seminggu ini aku menikmati pengalaman lain yang sangat merasuk sukma.

Semuanya ini berpangkal dari peristiwa minggu lalu, setelah aku kehilangan flash disk. Dua tindakan yang segera aku lakukan adalah membeli flash disk baru, kemudian berusaha menggali dari ingatanku isi file-file yang hilang bersama flash disk itu.

Ternyata membeli flash disk baru bukanlah perkara mudah bagiku. Soalnya, anakku tersayang sudah memutuskan secara sepihak bahwa dia harus ikut ke mall, dan harus dia pula yang memilih flash disk yang akan dibeli. Aku bilang mau beli di toko buku saja, tapi dia berkeras harus beli di mall, dengan argumentasi semau dia. Yang agak menghibur hatiku, anakku ini pasti akan jadi diktator yang lebih baik dibanding Soeharto, karena dalam memaksakan kehendak dia masih pakai argumentasi.

Tapi tetap saja aku merasa heran dan geleng-geleng kepala : anak sekecil itu, baru saja berulang tahun yang keempat, tapi sudah berbakat subversif dan berusaha menjajah bapaknya. Entah apa kata Khahlil Gibran mengenai fenomena ini, seandainya dia masih hidup.

Singkat cerita, aku punya flash disk baru. Secara kebetulan anakku tersayang–aku memanggilnya Jo, tapi dia memanggil dirinya Tatan—telah memilih yang cocok seperti keinginanku. Dan sebagai imbalannya, Jo boleh bermain sepuas-puasnya di game centre.

Lucunya, biarpun sudah ditraktir main game, Jo masih aja “nekad” mengajari bapaknya cara memainkan semua game yang ada di sana. Aku jadi teringat antropolog Margareth Mead, yang pada tahun 30-an pernah mengunjungi Bali. Dia bilang, akan datang waktunya di mana orang tua belajar dari anak-anaknya. Sekarang terori itu harus dikoreksi, bahwa anak balita pun sudah kelewat antusias mengajari bapaknya hehehe….

Ada sekitar lima jam kami di mall itu. Sebelum beranjak pulang, Jo menanyakan flash disk yang kami beli tadi. Setelah kutunjukkan, dia nyeletuk dengan ekspresi tak berdosa,”Jangan ilang lagi ya Pak…ntar kalo ilang lagi Bapak pusing lagi deh, tapi Tatan senaaang main game lagi, yang lamaaaa….

* * *

PUNYA anak yang cerdas menggemaskan dan menjadi penulis adalah dua dunia yang sering kali tidak akur. Pada prinsipnya aku berusaha membuat keseimbangan antara bermain dengan anak dan bermain di dunia maya. Neracanya sampai sekarang : sedikit pengorbanan dan banyak rasa bersalah.

Aku terpaksa memilih bersikap egois–artinya menjauh dari anakku, karena aku baru saja mulai menulis lagi setelah hampir sepuluh tahun menjalani “hibernasi”. Aku harus melatih lagi keterampilanku menulis, dan ngeblog adalah cara terbaik untuk tujuan itu. Setelah ngeblog sekitar tiga bulan, aku belum puas. Masih sangat jauh.

Kenyataan inilah yang membuatku sangat kecewa ketika kehilangan flash disk di sebuah warnet, minggu lalu. Soalnya, ada beberapa file tulisanku di situ yang kuanggap karya terbaikku sejauh ini, disamping adanya file yang konfidensial. Sekarang, aku harus mencari tempat yang benar-benar hening agar dapat konsentrasi penuh; dan mudah-mudahan dengan cara itu bisa merekonstruksi ingatan untuk menulis ulang bahan-bahan yang hilang itu. Dan itulah yang aku coba selama seminggu ini, makanya aku absen ngeblog, bukan karena mau bikin rekor hehehe….

Di sisi lain, aku sangat senang dan terharu oleh solidaritas kawan-kawan sesama blogger, serta semua pengunjung blog ini. Dengan hati yang tulus, aku mengucapkan terima kasih kepada Anda semua.

Aku juga mendapat pelajaran sangat penting namun terasa amat pahit, yaitu agar selalu hati-hati menjaga milikku, dan jangan pernah percaya ada tempat yang aman di dunia ini. Seperti kata Nietzsche : neraka itu adalah orang lain!

Selamat tinggal flash disk-ku yang lama dan semua buah pikiranku yang terbawa bersamamu. Semoga engkau bermanfaat bagi pemilikmu yang baru. Vaya con dioz.

http://www.ayomerdeka.wordpress.com

Iklan

Tag: , , , , , ,

10 Tanggapan to “Flash Disk Hilang, Cinta Menjelang…..”

  1. adi isa Says:

    sing sabar ya mas, pasti tuhan memberikan ganti yang lebih baik koq

  2. atapsenja Says:

    MOga Flash disknya cepat ketemu ya.
    Kalau tidak ketemu saya doakan moga cepat teringat kembali isi tulisannya.

    Kagum membaca tulisannya bermain game bersama Jo atau Tatan.

    Saya juga mengucapkan terimakasih yang setulus-tulusnya karena sudah mau mampir di blogku juga.

    Met menulis lagi. Moga konsentrasinya tidak terganggu.

    -salam-

  3. erander Says:

    Iya pak .. Khahlil Gibran mengatakan bahwa anak kita bukan milik kita tapi milik masa depan. Sehingga wajar kalau kemudian dia lebih jauh di depan dari pada kita. Bersyukur banget, punya anak yang sudah dapat ‘menjajah’ bapaknya agar kita sadar bahwa kita tidak selalu benar 🙂 .. bukan begitu pak??

    Selamat kembali nge-blog pak.

  4. bhadra31 Says:

    gimana cara membentuk anak secerdas itu bang…salut!!

  5. Febra Says:

    sip deh..ikhlaskan aja mas 🙂

    hmm…ada sisi baiknya jugakan ga ngeblog, waktu buat keluarga bertambah dan itu penting..yups, yang pnting seimbang aja bang 😉

  6. Robert Manurung Says:

    @ adi isa

    Ya, aku pikir juga begitu. Sabar sambil melatih diri lebih berhati-hati hehehe…Terima kasih ya atas atensinya.

    @ atapsenja

    Sie sie (ini aku diajari oleh Bapakku yang saat ini sudah bermur 77 tahun, tapi masih getol belajar bahasa Mandarin dari buku-buku dan pelajaran bahasa Mandarin di Radia China).

    Ya, aku sangat menikmati saat-saat bersama yang langka dengan Jo. Aku sangat terpikat konsep sekolah alam Shantiniketan di India, yang didirkan oleh Rabindranath Tagore. Aku juga terpikat pengalaman Totto-chan mengenai pendidikan berbasis kepribadian.

    Terima kasih atas atensimu Hana. Aku sangat tersentuh dan merasa seperti bertemu seorang kawan lama. Bagaimana caranya kalau aku mau kirim email japri ?

    @ erander

    Betul bos. Kalau mengacu pada kearifan yang diajarkan Khahlil Gibran dan teori pendidikan Margareth Mead, kita memang harus bersyukur punya anak yang sudah bisa “menjajah” bapaknya. Aku sendiri sangat menikmatinya dan merasa optimis bahwa satu Indonesia muda sedang tumbuh dengan dukungan dan kemerdekaan yang semestinya.

    Terima kasih bos. Aku menjadi lebih bergairah kembali ngeblog berkat dukungan kawan-kawan.

    @ bhadra31

    Tuhan yang membentuknya Mbak. Aku selaku orang tua hanya berusaha memberikan stimulasi yang tepat agar kecerdasan bawaan Jo dapat berkembang optimal, diimbangi dengan budi pekerti yang baik. Mudah-mudahan.

    Sejak Jo berusia 3 bulan, aku sudah melatihnya memegang sendiri botol susunya. Maaf, aku bukan tega sama anak, tapi karena aku sadar betul bahwa yang bisa aku berikan dan wariskan buat anakku adalah didikan yang baik dan latihan agar dia mandiri. Kalau sudah mandiri, dia pasti bisa survive.

    Aku juga menjaga betul agar caraku, isteriku dan keluarga besar dalam mendidik Jo jangan menggunakan cara menakut-nakuti, membohongi dan menyogok dengan sesuatu pemberian. Tak kalah pentingnya jangan dikerasi. Entahlah Mbak, aku sendiri masih terus belajar sambil berharap bahwa caraku mendidik anak akan membawa kebaikan baginya.

    Terima kasih ya.

    @ Febra

    Yup, memang itulah hikmahnya. Terima kasih.

  7. ochiemrock3r Says:

    FLASHDISK HILANG …? YA…BELI LAGILAH BANG ! SIMPEL SAJA DEH BANG !

  8. ochiemrock3r Says:

    KALAU NGGAK ADA FLASHDISK GANTI SAJA DENGAN FLASHTONE !

  9. nindityo Says:

    pakein software U3 bang, trus di password biar gak bisa dibuka isinya.
    usul juga, usahain flasdisk “ilang” tiap 2 ato 3 bulan, sekedar supaya si Jo bisa maen dengan bebas. (bukan ilang beneran ya bang)
    oot, di kompas hari Sabtu (31/5) kolom abang kah?

  10. rostioni silitonga Says:

    yang sabar ya bang,,,,,,ntar kalau ga ketemu kita beli yang baru aja he he

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: