Rusia Jajaki Peluncuran Roket di Papua

Oleh : Robert Manurung 

RUSIA kini sedang kasak-kusuk di Papua, menjajaki pembangunan pusat peluncuran roket di sana. Dewan Adat Byak sempat menolak rencana itu karena “gelap” dan bingung. Namun setelah mengadakan pembicaraan dengan perwakilan Rusia, Dewan Adat Byak bersedia mempertimbangkan kembali proposal tersebut. Mereka minta waktu satu bulan untuk mempelajarinya.

Pertemuan perwakilan Rusia dengan Dewan Adat Byak diadakan di Bandar Udara Frans Kaisiepo, Biak, Papua, Senin (17/3). Delegasi Rusia dipimpin Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Alexander A. Ivanov. Pertemuan dihadiri pula oleh Bupati Biak Yusuf M Maryen, Ketua DPRD Biak Nehemiah Wospakrik; dan Chief Excecutive Officer Air Launch System, Anatoly Karpov.

Menurut rencana pihak investor, pusat peluncuran roket itu akan dibangun di Bandar Udara Frans Kaisiepo. Pihak Dewan Adat Byak kini sedang mencari masukan mengenai dampak negatif keberadaan instalasi teknologi canggih itu di tanah mereka.

“Pertemuan itu hanya merupakan pembicaraan di mana masing-masing pihak membangun kesepahaman,”tutur Ketua Dewan Adat Byak, Yan Peter Yarangga.Dalam pertemuan itu pihak Dewan Adat menegaskan dua hal. Pertama, agar Dewan Adat diperlakukan sebagai subyek dalam proyek itu. Kedua, Dewan Adat akan memberikan jawaban kepada pihak Rusia setelah mempelajari rencana itu selama satu bulan.

Prinsip kesetaraan 

Ketua Dewan Adat Byak secara blak-blakan mengakui, pihaknya sempat menolak rencana itu, karena buta sama sekali mengenai peluncuran roket. “Kami selama ini tidak tahu apa-apa tentang rencana itu. Karena bingung, maka kami menolak,”kata Yan Peter Yarangga.

Yarangga mengharga dan mengucapkan terima kasih atas itikad Pemerintah Rusia dan para investor proyek itu membangun komunikasi langsung dengan Dewan Adat Byak selaku representasi masyarakat adat dan para pemilik hak ulayat atas lahan Bandar Udara Frans Kaiseipo.

“Kami tetap meminta agar kami menjadi subyek dari proyek itu. Harus ada pernyataan hitam di atas putih dengan ikatan hukum yang jelas, yang menjelaskan di mana posisi masyarakat adat dan pemilik ulayat atas proyek itu,”tutur Ketua Dewan Adat Byak sembari menegaskan,”Pemerintah Rusia mengakui pentingnya membangun komunikasi langsung dengan  Dewan Adat Byak.

Komisioner Komnas Ham Ridha Saleh, yang juga hadir dalam pertemuan itu,  mengharapkan agar negosiasi antara warga Biak dengan perusahaan peluncuran satelit dan pemerintah harus  dilakukan dalam kesetaraan.

“Pemerintah pusat, pemerintah daerah dan perusahaan peluncur seharusnya menjelaskan melalui simulasi. Juga sisi positif dan negatif  dari proyek tersebut selayaknya dipaparkan secara gamblang,”kata Ridha seperti dikutip harian Kompas, Selasa (18/3).

Benar, rakyat Papua harus diberitahu baik-buruknya  proyek itu. Tapi kalau perkara “tepar”, orang-orang Rusia itu pasti betah di Papua, asalkan mereka datang dengan membawa vodka sebanyak-banyaknya hehehe…Toast!  

http://www.ayomerdeka.wordpress.com

Iklan

Tag: , , , , , , , ,

Satu Tanggapan to “Rusia Jajaki Peluncuran Roket di Papua”

  1. Sawali Tuhusetya Says:

    wew… papua diincar menjadi sasaran peluncuran roket rusia? wah, jangan2 itu sebagai strategi warming up bagi bekas negara komunis itu untuk membikin skenario papua sebagai pengkalan militer. rusia kayaknya sedang dibayangi romantisme masa lalu, ketika bersama-sama amrik mampu menjadi negara pengontrol dunia. wah….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: