Pemda Menolak Salurkan Raskin

Mana janjimu Rano Karno ? 315.000 keluarga miskin di Tangerang memble. Jatah raskin mereka sudah tiga bulan teronggok di gudang Bulog.

Oleh : Robert Manurung

Kalau Anda kebetulan melintasi wilayah kabupaten dan kotamadya Tangerang, Anda pasti akan mendapat kesan bahwa dua daerah di provinsi Banten ini sangat ambisius menjadi daerah santri. Di berbagai lokasi strategis, Anda akan melihat ribuan baliho dan spanduk berukuran besar, mengkampanyekan citra daerah religius. Bahkan para preman pun, di daerah disebut jawara, menghiasi diri mereka dengan simbol-simbol kesalehan.

Lalu, bagaimana caranya mencerna kenyataan yang luar biasa berikut ini? Pemda Kabupaten dan Pemkot Tangerang menolak menyalurkan beras untuk orang miskin (raskin) di wilayah masing-masing. Aksi mogok ini sudah berlangsung tiga bulan, dari Januari sampai Maret ini. Jatah raskin untuk dua daerah itu, masing-masing 10.179 ton dan 1.250 ton, kini masih teronggok di gudang Bulog (Kompas 24/3).

Unbelieveable. Tapi itulah kenyataan yang sebenarnya. Mengejutkan memang, tapi fakta ini sekarang hadir di hadapan kita, menohok akal sehat dan nurani kita. Sekadar untuk Anda ketahui, di Kabupaten Tangerang–di mana aktor tenar Rano Karno baru saja memenangkan jabatan Wakil Bupati; jumlah orang miskin 254.000 keluarga. Di Kotamadya Tangerang 61.000 keluarga.

Apapun alasannya, ulah para pejabat pemda di dua daerah itu adalah skandal yang memalukan dan preseden yang sungguh mencemaskan. Kok tega mereka menelantarkan orang-orang miskin yang menjadi tanggungjawab mereka ?

Sangat keterlaluan, mereka sudah berani menyandera fungsi pelayanan publik yang inheren dalam organisasi pemerintahan yang demokratis. Bukan lagi sekadar tidak memiliki rasa tanggungjawab dan sense of crisis; tindakan mereka itu adalah sabotase yang brutal kasar terhadap hak-hak warga negara; dan itu terjadi di wilayah yang jaraknya hanya 50 kilometer dari Kantor Presiden dan Gedung DPR.

Alasan pejabat pemda

Kabar menyesakkan ini terungkap dari penulusuran Kompas, yang menemukan fakta bahwa jatah raskin kedua daerah itu belum diambil dari Bulog. Lalu dilakukan pengecekan ke pejabat kabupaten dan kotamadya, dan ternhyata mereka mengakuinya.

Bukan kami tak mau membantu menyalurkan. Kami membantu memberikan data warga yang mendapat jatah raskin, tetapi silakan Bulog menyalurkannya langsung ke warga,”kata Sekrearis Daerah Pemkot Tangerang Harry Mulya Zein.

Belum ada kesepakatan raskin dari Bulog, apakah akan diturunkan di kantor kecamatan atau kantor desa/lurah. Camat keberatan jika diturunkan di kantornya, tetapi kami segera bicarakan bersama Bulog,”ujar Kepala Seksi Bantuan Fakir Miskin Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Tangerang, Bambang Susatyo..

Jadi itulah alasannya : tetek bengek birokrasi yang mereka ciptakan sendiri! Rupanya hal itu sangat penting bagi Bupati Tangerang Ismet Iskandar dan Kotamadya Tangerang Wahidin Halim, sehingga mereka belum menyerahkan Surat Permintaan Alokasi (SPA) ke Bulog Banten dan SK berisi pagu jatah raskin per kecamatan. Padahal mereka tahu betul, tanpa SPA dan SK tersebut Bulog tidak mungkin.

Terkait pemeriksaan kasus korupsi

Diduga, penolakan aparat pemda menyalurkan raskin ada kaitan dengan pemeriksaan oleh kejaksaan terhadap camat dan stafnya; dalam kasus penyelelewenangan raskin. Kejaksaan telah menetapkan Camat Sukadiri Kabupaten Tangerang, LS dan dua stafnya, menjadi tersangka kasus penyaluran raskin. Pemeriksaan oleh kejaksaan saat ini sedang berjalan di sejumlah kecamatan di Kotamadya Tangerang.

Lucunya, Walikota Tangerang membantah dugaan bahwa sejumlah camat di wilayahnya melakukan penggelapan raskin. Sementara itu Asisten II Bupati Tangerang Deden Sugandhi mengatakan, pihaknya terus mengawasi perilaku camat dan stafnya yang menjadi tersangka penjualan raskin ke pedagang.

SedangkanBambang Susatyo mengakui, di Kabupaten Tangerang ada masalah dalam penyaluran raskin, misalnya banyak tunggakan pembayaran ke Bulog. Soalnya, akhir tahun lalu terjadi pergantian kepala desa secara besar-besaran. Uang hasil penjualan raskin ada yang dibawa kepala desa yang lama. (http://www.ayomerdeka.wordpress.com)

Iklan

Tag: , , , , , , , , , , ,

2 Tanggapan to “Pemda Menolak Salurkan Raskin”

  1. ochiemrock3r Says:

    DARIPADA MENYALURKAN JABLAY ! ATAU MENYALURKAN GAIRAH BIRAHI !
    KAN LEBIH BAIH MENYALURKAN LIDAH KE PIRING !

  2. firman Says:

    Terbukti dehhh….
    tidak mudah mengumbar janji-jani

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: