Para Tokoh Agama Indonesia Tolak Film “Fitna”

Judul asli berita Antara yang kukutip di bawah ini adalah “Komunitas Umat Beragama Indonesia Tolak Film Fitna”. Sebuah klaim yang aneh, mengatasnamakan seluruh umat beragama di Indonesia; padahal para tokoh itu sendiri belum menonton filmnya. Nah, apa dong dasar mereka menolak film itu ?

Akan lebih obyektif dan berwibawa seandainya para pemimpin umat beragama itu bisa menjelaskan hal-hal jelek atau berpotensi menimbulkan masalah dalam film itu. Tapi karena itu tidak dilakukan, timbul kesan betapa paranoidnya para tokoh agama yang terhormat itu.

Apa yang mereka takutkan ? Umat Islam sedunia marah ? Kalau memang berpikiran begitu, para tokoh agama itu sudah ikut-ikutan mengesahkan stereotip atau bahkan stigma bahwa Islam identik dengan kekerasan; padahal nyatanya tidaklah demikian.

Yang paling mengherankan : ngapain para pemuka agama Kristen ikut-ikutan buat pernyataan ? Selain ikut-ikutan tidak bijaksana yaitu menolak sesuatu yang tidak mereka pahami dengan jelas, kesannya para pemuka agama Kristen terlalu mencari muka terhadap umat Islam di Indonesia; padahal film “Fitnah” tidak ada hubungannya dengan umat Kristen Indonesia.

Karena sudah terlanjur begini, tampaknya kita harus menunggu Gus Dur bicara; daripada makin banyak pernyataan yang tidak proporsional dan malah membingungkan ummat /masyarakat. Ayo dong Gus, beri kami pencerahan.

————————————- robert manurung—————————-

Jakarta (ANTARA News) – Komunitas Umat Beragama Indonesia di Jakarta, Kamis, menolak rencana pemutaran film “Fitna” yang dibuat oleh anggota Parlemen Belanda, Geert Wilders, yang isinya mendeskreditkan ajaran Islam.

Penolakan tersebut dituangkan dalam pernyataan bersama yang ditandatangani Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Hasyim Muzadi, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Din Syamsudin, Ketua Konferensi Wali-gereja Indonesia (KWI), Mgr. M.D. Situmorang, dan Ketua Umum Persekutuan Gereja Indonesia (PGI), Pdt. A.A. Yewangoe.

Pernyataan tersebut ditujukan kepada Perdana Menteri Kerajaan Belanda, Jan Peter Balkenende, dengan tembusan pada Presiden RI, Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, serta Duta Besar Kerajaan Belanda di Jakarta.

Komunitas Umat Beragama Indonesia menyatakan, pemutaran film itu pastinya akan sangat menyakitkan perasaan umat Islam dan dapat menciptakan ketegangan baru bagi peradaban dunia, termasuk di antara para pemeluk agama.

“Dengan pertimbangan ini kami berharap Pemerintah Kerajaan Belanda dapat berusaha secara maksimal untuk mencegah pemutaran film dan penyebarannya,” kata Situmorang, membacakan pernyataan bersama tersebut.

Komunitas Umat Beragama Indonesia juga meminta Pemerintah Indonesia mengambil sikap tegas dalam mencegah penyebaran film tersebut di Tanah Air.

Menurut Hasyim Muzadi, jika film karya anggota Partai Kebebasan Belanda yang seorang atheis itu jadi disebarkan, maka pasti akan menimbulkan kehebohan di antara umat beragama, bukan hanya Islam.

“Khusus untuk Indonesia yang kita khawatirkan apabila itu terjadi adalah kalangan muslim salah paham, dikira itu serangan lain pada Islam,” katanya.

Oleh karena itu, para tokoh agama sebagai antispasi membuat pernyataan bersama yang bertujuan menyelamatkan harmoni kehidupan beragama di Tanah Air dan menunjukkan bahwa agama di luar Islam juga turut keberatan dengan film tersebut.

Sekretaris Eksekutif Komisi Hubungan Agama dan Kepercayaan KWI, Romo Benny Susetyo, menyatakan dampak film “Fitna” akan jauh lebih berat dari kasus karikatur Nabi Muhammad di Denmark.

Dikatakannya, ketegangan dunia Islam dengan Barat kini mulai mencair, dan keberadaan film “Fitna” bisa menumbuhkan ketegangan baru yang tentunya akan menguras energi.

“Karena itu, Pemerintah Belanda harus tegas demi perdamaian dunia,” katanya menambahkan. (*)

COPYRIGHT © 2008

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , ,

17 Tanggapan to “Para Tokoh Agama Indonesia Tolak Film “Fitna””

  1. Marudut p-1000 Says:

    Aku setuju terhadap kebijakan yang dibuat para tokoh agama itu, walau aku yakin bahwa itu hanya sekedar kebijakan akomodatif. Sorry, aku sendiri belum menonton film itu dan tidak kepingin untuk menonton karena merasa tidak ada sesuatu yang baru di situ berdasarkan resensi yang kubaca dan dengar di radio-radio.

    Tetapi memandang film itu sebagai suatu penghinaan bagi umat islam, aku juga tidak sependapat. Bagiku film itu lebih merupakan suatu gugatan bagi umat islam di seluruh dunia. Gugatan umat lain yang merasa tertekan oleh kebijakan-kebijakan sebagian umat islam atas kebebasan beragama umat lain, khususnya dimana islam menjadi mayoritas.

    Terutama di indonesia, jangankan dengan umat di luar islam, sesama umat islam yang berlainan kaidah saja (ahmaddiah misalnya) bisa diteror oleh “umat islam” yang lainnya. Yang membuat aku kesal adalah: dimana para penegak hukum pada saat teror itu terjadi ? Apakah “umat islam” yang merasa benar itu kebal dari hukum positif indonesia? Apakah dengan meneriakkan Allahu Akbar mereka pantas melakukan apa saja?

  2. Landy Says:

    “ Ya Allah dzat yang membolak-balikan hati , tetapkanlah hati kami di atas agama-Mu, Ya Allah tampakanlah pada kami kebenaran sebagai kebenaran, dan anugerahkanlah pada kami untuk mengikutinya, serta tampakkan pada kami kebatilan itu sebagai kebatilan dan anugerahkan pada kami untuk menjauhinya. Ya Allah teguhkanlah kami sebagaimana kau teguhkan Musa as, ya Allah tolonglah kami sebagaimana Rasulullah dan para Sahabatnya kau tolong, Ya Allah berilah hidayah pada kami, keluarga kami, anak keturunan kami dan kepada seluruh Ummat Nabi Muhammad saw. Jadikanlah dakwah sebagai maksud hidup kami, dan matikanlah kami dalam dakwah, Ya Allah, lapangkanlah dada kami untuk menerima Islam, ” amien…amien…amien.”

  3. jenderal Says:

    belum liat sih filmnya….
    tapi bentuk penolakan gak selalu dengan kekerasan seperti yang disiarkan media kan..!!???

  4. Ki Waras Jagat Pakuan Says:

    ASSALAMU ‘ALAIAKUM.
    FILM “FITNA” BAHAN RENUNGAN KITA BERSAMA, KITA TIDAK PERLU MARAH BERLEBIHAN APALAGI ANARKIS YANG TIDAK ADA CONTOHNYA DARI NABI SAW. KENAPA GEERT WILDERS SAMPAI MENDAPAT IDE MEMBUAT FILM YANG BEGITU MENGHINA ISLAM, ALQUR’AN DAN RASULULLAH? MUNGKINKAH BELIAU BELAJAR ISLAM DARI ALQAEDA, THALIBAN DAN JAMAAH ISLAMIYAHNYA ABU BAKAR BA’ASYIR? MASALAHNYA ADA KESAMAAN DALAM HAL DOKTRIN DAN PANDANGAN “RADIKALISME AGAMA” DI ANTARA KEDUANYA. PADAHAL ISLAM YANG RAHMATAN LIL’ALAMIN JAUH DARI APA YANG DIGAMBARKAN SANG POLITIKUS BELANDA, ALQAEDA, THALIBAN, JAMAAH ISLAMIYAH, FPI MAUPUN HIZBUT TAHRIR SEKALIPUN.

  5. Giyanto Says:

    Saya usul Bang Robert, bisa nggak manusia ber-Tuhan tapi tak beragama? kelihatannya para ulama perlu dicerahkan dengan konsep tersebut,hi2…
    Biar tidak sering bertengkar melulu, bosan tau!!!

  6. mahma mahendra Says:

    menurut saya si. itu lebih sebagai anjuran buat umatnya agar tidak menonton. gitu si. untuk filmnya sendiri saya belum liat. saya baca di koran jawa pos/indo pos klo si gerat wilder tu emang orang fasis dia menyatakan klo bangsanya itu paling unggul.

    hati2 fasis baru telah lahir!!!!!

  7. Panabi Duhut Says:

    “””……Yang paling mengherankan : ngapain para pemuka agama Kristen ikut-ikutan buat pernyataan ? Selain ikut-ikutan tidak bijaksana yaitu menolak sesuatu yang tidak mereka pahami dengan jelas, kesannya para pemuka agama Kristen terlalu mencari muka terhadap umat Islam di Indonesia; padahal film “Fitnah” tidak ada hubungannya dengan umat Kristen Indonesia…..”

    Itu terjadi mungkin…ya mungkin lho…karena mereka (P.A.K.) ada perasaan takut dan waswas bahwa umat A.K. dan prasarana akan menjadi sasaran pelampiasan di tanah air. Apalagi sebagai sasaran para penganut ekstrim…yang sangat mudah gelap mata, biar pun siang hari🙂

    Atau mungkin juga itu sebagai rasa solidaritas sebagai sebangsa dan setanah air.

    Atau mungkin juga itu menunjukkan bahwa mereka termasuk pemuka agama yang mencintai pluralisme

    Atau mungkin juga lagi mendekati PEMILU…

    Atau mungkin juga ….kemungkinan lain…

    Horas mardongan mauliate.

  8. Rizki on benbego Says:

    wajar aja di tolak krn dinilai membahayakan. terlbih klo orang sini pada ngamuk. gawat kan

  9. Febra Says:

    ya jelas menolak dong umat islam tentang isi film fitna itu..namanya juga sudah fitnah dan benar2 fitnah itu…

  10. ocha Says:

    Wahh kalo P.A.K hanya diam2 saja nanti salah, ikut membuat pernyataan juga salah. jadi gimana dong pak?? bukannya harus solider sama umat beragama lainnya juga.

  11. Watcher Says:

    harusnya mereka justru menonton film itu dan menunjukan dengan gamblang di mana letak2 kesalahan dalam pemahaman Quran pada film Fitna. tapi yang terjadi mereka justru menutup2i hal tersebut, ini malah berdampak pada kaum hawa yang ngga ngerti apa2 malah kepingin melihat film itu, dan yang paling parah mengatakan film itu benar …. nah lo … kalo sudah gitu mau gimana?? … masak mau perang dunia 3 ???

  12. La An Says:

    ternyata ikut ngebahas FITNA juga pak…😀

  13. Mat Saleh Says:

    justru dengan kehebohan yang terjadi semakin banyak yang mengunduh film tersebut dan membuatnya semakin popular. ini kan yang diinginkan oleh pembuatnya (yang di belanda sendiri dianggap orang gila!).

    harusnya biarin aja, nggak usah heboh, rugi sendiri kita! justru kalo kita diam-diam aja, si belanda gila itu bakal gigit jari sendiri.

  14. yusuf Says:

    Ass.wR.wB

    BismillahhirRahman hiRahim…

    ” Al-Quran adalah kitab yang telah di sempurnakan oleh ALLAH diturunkan ke dunia untuk menyempurnakan ajaran agama surga yang di turunkan secara bertahap melalui Rasul2 nya Muhammad SAW.sebagai nabi penyempurna ,jadi apa yang tertulis adalah Buatan Sang Maha Pencipta. tak ada yang harus di koreksi.karena Al-Quran adalah ” The Way of Life.

    Maaf bukan mengurui ,tetapi :

    Buat teman2 yang gak ngerti tolong dunk cari tahu dulu seperti apa sih agama Islam itu dan bandingkan dengan kitab yang lain.

    Biar kalian bisa Obyektive menilai perasaan ” Umat Islam “yang terluka karena ada nya film tersebut

    Marilah kita berusaha untuk tidak subjektive karena sesuatu yang kita tidak mengerti

    Ada ungkapan “Jika tak kenal maka tak sayang”
    InsyaALLAH jika kalian sudah mengerti maka kalian akan bisa mengerti bagaimana kecewa nya Umat Islam di seluruh Dunia

    amien .

  15. Humbang Hasundutan Says:

    Umat beragama tidak perlu kecewa, harus lebih tegar dari orang yang tidak beragama. Buanglah jauh jauh kekecewaan itu.

  16. Menggugat Mualaf Says:

    mungkin bung mau melihat pendapat saya di

    http://mualafmenggugat.wordpress.com/2008/04/03/tak-kenal-maka-tak-sayang/

    salam..

  17. Singal Says:

    Kalau muka sudah hilang memang harus dicari, dan kalau sudah ditemukan kembali, diletakkan pada tempatnya, atau disimpan entah dimana he he he…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: