Laporan Kompas dari “Markas” Namru 2

emblem laboratorium namru 2 jakarta, foto by kompas

NAVAL Medical Research Unit No 2 atau biasa disebut Namru-2 terbuka untuk semua pengunjung yang berminat, baik para ilmuwan, dokter dari laboratorium milik pemerintah Indonesia, militer, maupun akademisi dari peguruan tinggi di Indonesia.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Namru-2 Trevor R Jones saat jumpa pers dengan wartawan pada acara kunjungan media ke labortorium Namru-2, di Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Jumat (25/4). Menurut salah seorang staf peneliti Namru-2 yang tidak mau disebut namanya, laboratorium Namru-2 yang merupakan bagian dari Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia sering kali mengadakan kerjasama dengan perguruan tinggi di Indonesia.

“Di sini terbuka bagi siapapun. Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia sering melakukan penelitian di sini. Mahasiswa UGM, UI, Atmajaya Jakarta, ITB dan hampir sebagian besar perguruan tinggi di Indonesia pernah bekerjasama dengan Namru. Namru tidak pernah menolak siapapun yang ingin berkunjung ke sini, tapi tentu ada prosedurnya,” tegasnya.

Menurut Evelyn, mahasiswa Bio Teknologi Universitas Atmajaya Jakarta yang tengah melakukan penelitian di laboratorium Namru-2 untuk menyelesaikan skripsinya, prosedur untuk mendapatkan izin penelitian di laboratorium Namru-2 tidaklah sulit. Ia cukup mengirimkan surat pengantar permohonan penelitian dari kampus. Selama tujuh bulan penelitian di laboratorium Namru-2, ia mengaku tidak pernah dipungut biaya sedikitpun.

“Selama penelitian di sini nggak dipungut biaya sedikitpun. Banyak peneliti Namru yang siap membantu penelitian kita. Prosedurnya juga nggak susah, cukup surat pengantar dari kampus,” tegas Evelyn.

Dari sekitar 175 staf peneliti di Namru-2 hanya 19 orang staf peneliti yang berasal dari Amerika Serikat. Di laboratorium Namru-2 penelitian biomedis yang meneliti penyakit menular, penyakit malaria, penyakit akibat virus seperti demam berdarah, dan penyakit infeksi usus yang menyebabkan diare termasuk flu burung dilakukan.

Trevor R Jones menambahkan bahwa semua proyek Namru-2 dilakukan atas persetujuan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Badan Litbangkes) Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (teks & foto dari Kompas.com)

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

10 Tanggapan to “Laporan Kompas dari “Markas” Namru 2”

  1. mahma mahendra Says:

    halah…. .
    paling2 topengnya aja tuh. pasti ada kegiatan mata2 disitu. dan benernya pemerintah tau, cuma diem aja. kan takut sama amerika

  2. hanggadamai Says:

    Namru itu alamatnya dimana ya?
    maaf diriku baru tau..

  3. FraterTelo Says:

    Lha terus kenapa kemarin menteri kesehatan agak berang dengan adanya kegiatan Namru yang katanya tertutup? Siapa yang benar nih? Jangan2 Depkesnya takut kesaingan sama Namru?

  4. Dr Edi Says:

    Kita jangan jadi bangsa yang inferior yang hanya bisa menghujat. Kita lihat sisi baik Namru terutama hasil2 Risetnya untuk dimanfaatkan bagi kemanusiaan. Fadillah Supari menyerang Namru sebetulnya adalah taktik licik untuk menutupi kegagalannya dalam menangani masalah kesehatan Indonesia. Fakta berbicara: kematian flu burung terbesar di dunia, gizi buruk, TBC, malaria dan berbagai penyakit menular dan tidak menular lainnya. Betapa semrawutnya Askeskin dan merosotnya pelayanan Puskesmas diseluruh Indonesia adalah kegagalan nyata dari Fadillah ini. Seorang Kepala Bagian Data di RS tiba-tiba jadi Menkes konsekwensinya leadership yang sama sekali tidak mumpuni dan dia memimpin Depkes hanya dengan manajemen marah-marah. SBY mesti menyadari bahwa dia itu ganjalan dan beban bagi Kabinet.

  5. gilr Says:

    harusnya pemerintah kita lebih tegas akan campur tangan asing,bukankah indonesia merupakan negara kedaulatan?

  6. oke lho Says:

    NAMRU-2 emang harus ditutup, ga ad manfaatx sama sekali, ngapain dipelihara,seharusx kta waspada terhadap negara asing terutama AS,jangan mau tergantung ama mereka, jadilah negara yg mandiri, bebas dari campur tangan asing, oke……….

  7. dr. yaat Says:

    untuk dr edi,wah….bilangnya menkes jangan suka menghujat tapi kok dr.edi sendiri menghujat. wah ngak adil tuh jangan hujat menkes doank donk kan kalau bahas masalah gizi buruk atau TBC itu kan terkait ama tingkat kemiskinan di indonesia,……fakta membuktikan di RS meskipun gizi buruk udah bisa ditangani di RS tapi kalau balik ke rumah balik juga gizi buruknya la wong masalahnya pada kemiskinan.tanya tuh ke sby yang selalu naikin harga bbm.kalau menkes sebagai beban kabinet, bukanya sby beban negara

  8. Iren Says:

    Saya sepakat dgn dr.Yaat

    dr.Edi tdk boleh seperti itu. Anda tdk tau permasalahan namru 2. Kalau anda tau betul wajah sebenarnya namru 2, siapa itu namru 2, saya yakin anda akan mendukung perjuangan ibu menteri kesehatan.

  9. Iren Says:

    Sy rasa seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali harus membaca bukunya ibu menteri, saatnya dunia berubah.
    1. NAMRU 2 = AMERIKA
    2. AMERIKA = PENJAJAH INDONESIA
    3. AMERIKA = PENCURI KELAS KAKAP
    4. AMERIKA = KAPITALIS SEJATI

  10. pecinta fakta.. Says:

    aduh.. kakak2 smua… mang ud ada fakta” yang lengkap bahwa Namru merupakan mata2 amrik?? kalo mang ud ada fakta lengkap baru kita boleh berapi” tapi kalo kita blum ada kejelasan wong jangan marah” dah… ga baek… kaya kasus” PKI ayoh.. sapa dalangnya.. pada tau gah…??? jangan mudah kebawa ma isu-isu yang ga jelas itu fakta atau opini loh… sapa tau sebenrnya namru ga ngapa”in.. cuman meneliti dan membantu buat vaksin flu burung..

    buat vaksin ga murah loh.. prosedurnya panjang en sulit.. coba degh cari tau… tanya dokter.. apoteker.. atau temen” kalian yang berkecimpung di bidang medis.. pasti tau mang mahal.. harga minyak sekarang aja ud mahal apa lagi harga obat gitu loh…

    sekali lagi.. dulukan fakta jangan opini…

    Salam damai😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: