Munarman Memaki Staf Namru 2, ” Bangsat !”

Munarman berpendapat, Presiden SBY pasti sudah tahu NAMRU-2 melakukan kegiatan intelijen. “Tapi dia lagi bingung. Menurut saya sih nggak usah bingung, rakyat pasti mendukung (NAMRU) untuk ditutup.”

Oleh : Robert Manurung

SIANG itu di kantor Mer-C–sebuah LSM bidang kesehatan–di Jl.Kramat Lontar, Jakarta Pusat. Puluhan wartawan sudah berkumpul di sebuah ruangan, untuk mengikuti acara jumpas pers. Mereka akan meliput pernyataan Mer-C dan Munarman, mantan Ketua YLBHI; menggugat keberadaan lembaga riset milik Angkatan Laut AS, Namru 2; yang sudah 40 tahun beroperasi di Indonesia.

Tiba-tiba, saat jumpa pers hendak dimulai, dua orang asing masuk ke ruangan. Salah seorang di antaranya pria bule, seorang lagi pria kulit hitam. Mereka ditemani dua wanita Indonesia. Tanpa basa-basi, salah seorang wanita itu membagikan siaran pers kepada wartawan.

Para wartawan menerima press kit berhiasi logo negara Amerika Serikat itu, dan satu per satu mulai hendak membacanya. Namun tiba-tiba, press kit itu sudah disambar dari tangan mereka, dan pada saat bersamaan Munarman mencak-mencak; lalu mengusir keempat orang itu.

“Keluar! Kalian tidak berhak di sini,”bentak Munarman—yang tampil dalam acara itu sebagai ketua Annashar Institute. Lalu dia memaki mereka dengan keras,”Bangsat, pengkhianat, kalau mau buat konferensi pers jangan di sini. Kami tidak mengundang kalian. Pengkhianat bangsa!” .

Begitu diusir, rombongan orang asing itu keluar ruangan. Munarman pun duduk kembali dan memulai jumpa pers.

* * *

INSIDEN tersebut sangat mengejutkan para wartawan yang tadinya mengira, pembagian rilis itu diatur penyelenggara. Sambil bersiap mendengarkan pernyataan Munarman, para jurnalis asyik berspekulasi mengenai isi press rilis yang dibagikan keempat orang staf Namru 2 tadi.

Siaran pers itu berwarna putih dan ada garis biru di bagian atasnya. Para wartawan belum sempat membacanya karena buru-buru ditarik tuan rumah. Namun diduga rilis itu berisi fakta-fata versi AS tentang NAMRU-2.

* * *

SETELAH penarikan rilis itu, jumpa pers dimulai. Tapi tak berapa lama kemudian, Munarman keluar ruangan. Rupanya dia melihat rombongan tamu tak diundang tadi masih di teras kantor itu.

Munarwan lalu menemui dan lagi-lagi mengusir mereka, sambil menunjuk-nunjuk si bule. “Pergi kalian! Pergi kalian! Kalian pengkhianat bangsa!” teriaknya.Rombongan kecil Namru 2 itu akhirnya meninggalkan lokasi.

* * *

SEPERTI api dalam sekam. Begitulah rupanya situasi yang berkembang, di luar pengetahuan publik, terkait kontroversi Namru 2. Kalau berpatokan pada laporan media mainstream, kesannya kasus ini baru tarap “pemanasan”. Masih jauh dari situasi eksplosif. Tapi ternyata, diam-diam, AS sudah mulai melakukan tekanan dan intimidasi terhadap Indonesia.

Wujud intimidasi itu memang masih ringan, “kecil-kecilan”, nyeleneh dan tidak langsung ditujukan terhadap pemerintah Indonesia. Tampaknya AS masih berkutat dalam “perang opini”, untuk mencegah jangan sampai masyarakat Indonesia “terhasut” dan meyakini : Namru 2 adalah operasi intelijen militer berkedok penelitian penyakit menular.

Insiden kecil di atas yang diberitakan oleh detik.com, terjadi 23 April kemarin, merupakan indikator kuat mengenai “api dalam sekam” itu. Artinya, di ruang-ruang tertutup, melalui manuver-manuver rahasia namun efektif; “perang kemauan” antara Indonesia dan AS sebenarnya sudah dimulai.

Tapi tampaknya AS masih berusaha menggunakan jalur diplomasi yang normal untuk “melunakkan” Indonesia—agar Namru 2 mendapat perpanjangan izin—tanpa harus menimbulkan kehebohan yang bisa memancing sentimen anti-Amerika di tengah-tengah masyarakat Indonesia.

Dalam keadaan seperti ini, alangkah asyiknya, seandainya media massa kita punya kepedulian dan kemampuan investigasi; sehingga masyakat bisa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Dan alangkah eloknya, apabila suara media massa ikut mempengaruhi proses pengambilan keputusan, sehingga kepentingan bangsa dan negara tidak dikorbankan hanya lantaran para pemimpin kita mengidap inferiority complex terhadap orang bule.

Tapi, kita sama-sama tahu, ini hanya harapan kosong dan mimpi di siang bolong. Nantinya, media massa kita pasti akan ribut; dan menulis besar-besar tentang kedaulatan bangsa yang terinjak-injak; setelah para politisi berteriak dan keadaan sudah kasep. Kelemahan media massa kita punya kontribusi besar, sehingga Namru 2 bisa dengan leluasa dan tenang “mengobok-obok” negeri ini, selama 40 tahun ! Namru 2 pasti bakal langgeng dan makin tak tersentuh.

* * * .

HANYA dua poin “penting” yang dikemukakan Munarman dan Joserizal Jurnalis—pimpinan Mer-C, dalam jumpa pers yang didahului insiden itu. Menuding Namru 2 melakukan aktivitas intelijen, dan menuduh juru bicara kepresidenan Dino Patti Jalal sebagai intel AS di lingkaran terdalam kantor kepresidenan.

“Di sini kita ingin mengetahui laboratorium AS itu melakukan pekerjaan apa. Mereka bekerja apa dan tujuan mereka itu apa, karena kantor intelijen ini berkedok laboratorium medis,” kata Munarman.

Munarwan mempertanyakan mengapa laboratorium itu bekerja di bawah Departemen Pertahanan dan bukan Departemen Kesehatan AS. Dia juga mempersoalkan ketertutupan lembaga riset itu. Bahkan Menkes Indonesia, katanya, tidak mendapat laporan dari NAMRU-2.

Lalu dia beralih menembak ke arah lain,”Dino Patti Djalal patut dipertanyakan karena dia mendukung kerjasama laboratorium Indonesia-AS. Seorang jubir presiden menjadi intelijen asing.”

Munarman berpendapat, Presiden SBY pasti sudah tahu NAMRU-2 melakukan kegiatan intelijen. “Tapi dia lagi bingung. Menurut saya sih nggak usah bingung, rakyat pasti mendukung (NAMRU) untuk ditutup.”

Lab NAMRU-2 telah beroperasi di Indonesia sejak 1970. Lab ini satu kompleks dengan gedung Litbang Depkes di Jl Percetakan Negara, Rawasari, Jakarta Pusat. Menkes Siti Fadilah Supari telah melarang semua RS di Tanah Air mengirimkan sampel penyakit menular ke lab ini karena perjanjian Indonesia dengan AS terkait NAMRU belum diperbarui. (detik.com/http://www.ayomerdeka.wordpress.com)

Iklan

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

17 Tanggapan to “Munarman Memaki Staf Namru 2, ” Bangsat !””

  1. teguhtimur Says:

    wah, saya baru baca nih… mantap benar maman ini… jadi ingat masa-masa melawan hendropriyono.

  2. uwiuw Says:

    anjir! dua cewek itu punya identitas lengkap enggak ? siapa tau ternyata tetangga sy, biar sy caci maki jg 🙂

  3. daeng limpo Says:

    Politik………seperti bola, anda bisa pilih mau bola api atau bola salju…?

  4. hmcahyo Says:

    saya sih gak masalah apa yang dilakukan munarwan.. tapi SAMA SEKALI TIDAK SIMPATIK dengan temperamentalnya yang KASAR.. masih ingat kejadian dengan sopir taksi yang sempat membuat dia berurusan dengan polisi..

    untuk kang munarman: mbok ya sampean kurangi brangasan sampean itu.. malu-maluin aktivis 😦

    salam ajah

    http://hmc.web.id

  5. pangonjat Says:

    hmm… Mer-C
    hmm… Munarman
    hmm… mantan Ketua YLBHI
    hmm… Bangs*t

    he..he..he… memang ‘tokoh-tokoh’ kita banyak yang masih biadab

  6. batuhapur Says:

    ya gimana lagi… dari dulu juga pasti udah tau apa kepentingan mereka sebenarnya, tapi itu tadi… pemerintah kita ga punya nyali (ompong)

    marilah kita kumpulkan informasi sebanyak banyaknya.apa kegiatan mereka sebenarnya.

  7. titov Says:

    wah, ternyata sudah se”hangat” ini yaah..? 😕

  8. ressay Says:

    ah lontong…!!

    Usir NAMRU…!!

  9. aisyah Says:

    hmmm…orang yang katanya intelek kok ngomongnya seperti itu ya??
    malu2in Islam..malu2in aktivis..

  10. sufehmi Says:

    Satu lagi bukti bahwa Indonesia memang belum merdeka, karena masih belum berdaulat penuh. Sekedar mengusir badan asing yang tertutup & beroperasi seenaknya saja masih belum bisa.

    Di lain pihak, saya mengelus dada melihat kelakuan Munarwan. Kalau betul seperti itu, ini mengecewakan sekali. Yang tua saja masih main emosi, pantas saja kalau ditiru oleh yang muda.

  11. ione Says:

    bagus kang…
    kelewatan sekali mereka yach kalau masih gak mau pergi dari Indonesia

  12. SARI Says:

    bagus tindakan pak munarman,oarang kafir dan penghianat bangsat tidak usah dikasihani itu tindakan tegas seandainya seluruh pejabat negara seperti pak munarman maka asing tidak akan berani

  13. bakrie Says:

    MOGA-MOGA AJA BAMNG MUNAR TIDAKL HANYA GERTAKANNYA YANG KERAS. TAPI JUGA GENTLE.

  14. dera Says:

    Inilah kebodohan pemerintah kita, tdk punya ketegasan, membiarkan orang2 asing mengutak-atik keamanan negara ini. Munarman sudah bekerja dgn baik, memang kita harus tegas terhdp orang2 asing. Kalau tdk, kita akan menjadi bangsa yg goblog dan dibodohi orang terus menerus. Knp Sby begitu takut dgn amerika?????

  15. pecinta fakta.. Says:

    aduh.. kakak2 smua… mang ud ada fakta” yang lengkap bahwa Namru merupakan mata2 amrik?? kalo mang ud ada fakta lengkap baru kita boleh berapi” tapi kalo kita blum ada kejelasan wong jangan marah” dah… ga baek… kaya kasus” PKI ayoh.. sapa dalangnya.. pada tau gah…??? jangan mudah kebawa ma isu-isu yang ga jelas itu fakta atau opini loh… sapa tau sebenrnya namru ga ngapa”in.. cuman meneliti dan membantu buat vaksin flu burung..

    buat vaksin ga murah loh.. prosedurnya panjang en sulit.. coba degh cari tau… tanya dokter.. apoteker.. atau temen” kalian yang berkecimpung di bidang medis.. pasti tau mang mahal.. harga minyak sekarang aja ud mahal apa lagi harga obat gitu loh…

    sekali lagi.. dulukan fakta jangan opini…

    Salam damai 😛

  16. arululum Says:

    buat kang munarman saya salu t dan tegas sama anda teruuz berjuang

  17. handoko Says:

    Kalau US mau memata-matai Indonesia sih mudah sekali. Cewek-cewek Indonesia kan mudah sekali mengangkang kalau lihat bule.

    Nggak usah susah-susah juga mereka akan dapat semua informasi penting.

    Zaman sudah berubah, nasionalisme kita tidak seperti zaman kemerdekaan dulu, banyak mental pengkhianat sekarang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: