Apakah Menteri Kesehatan Bakal Dicopot, Mundur atau Kompromi ?

Mustahil AS mundur begitu saja, kemudian memboyong pulang semua peneliti dan peralatan riset Namru 2. Itu bukan watak negara super power. Dan tidak mungkin pula SBY-JK mengorban kepentingan ekonomi dan keamanan Indonesia–yang tergantung pada AS dan sekutu-sekutunya; hanya untuk membela Siti Fadilah Supari.

Oleh : Robert Manurung

TIDAK banyak masyarakat Indonesia yang menyadari, dalam dua pekan ini, sebenarnya atmosfir di puncak kekuasaan negara kita amat teramat panas. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diduga sedang didera kebimbangan, karena harus mengambil keputusan atas dua masalah besar sekaligus–yang sama-sama dilematis, yaitu Namru 2 dan Ahmadiyah.

Mungkin dalam pandangan masyarakat umum masalah Ahmadiyahlah yang lebih mendesak ketimbang Namru 2. Tapi di lingkaran dalam elit kekuasaan, mereka tahu betul, Namru 2 lebih krusial, mendesak dan beresiko tinggi.

Semua proses tersebut berlangsung di ruang-ruang tertutup dan luput dari pantauan media massa kita. Sebenarnya kalangan media sudah mendapat gambaran sepotong-sepotong, mengenai ketegangan yang sedang berlangsung. Tinggal menggabungkan saja potongan-potongan gambar itu, maka media massa akan melihat big picture api dalam sekam itu.

Cobalah jejerkan berita koran-koran terkemuka mengenai Namru 2 dan Ahmadiyah, dalam dua sepekan ini. Pasti, Anda akan menemukan benang merah, antara dua kasus yang tampakya tidak berkaitan sama sekali. Dan mungkin Anda akan terusik oleh satu pertanyaan besar yang sangat menggoda : apakah masalah Namru 2 dan Ahmadiyah, entah bagaimana caranya, akhirnya jadi “satu paket” dalam proses tawar-menawar politik tingkat tinggi ?

Kalau benar begitu, ada kemungkinan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari akan segera dicopot, demi memuluskan keluarnya izin Namru 2–tanpa menimbulkan kesan AS mendikte Indonesia. Dan di sisi lain, Ahmadiyah akan dicarikan jalan kompromi, alias tidak jadi dibubarkan melalui SKB. Ini hanya “prediksi gelap”, karena sejujurnya aku tidak bisa menjelaskan bagaimana kemungkinan itu bakal terjadi.

Masalah Ahmadiyah

Setelah terbitnya rekomendasi Bakor Pakem, agar semua kegiatan Ahmadiyah dihentikan dan kalau perlu dibubarkan; bola panas bergeser ke tangan Presiden SBY. Menurut informasi kalangan dekat Istana Negara, SBY sangat tidak menyukai keadaan ini. Membuatnya terjepit dalam posisi dilematis. Kalau melihat kuatnya tekanan kalangan muslim agar Ahmadiyah dibubarkan, pilihan populer adalah meluluskan tuntutan itu.

Konon, SBY lebih condong pada jalan kompromi yang mengokmodasi tuntutan kalangan muslim, namun. tanpa harus membubarkan Ahmadiyah. Belum jelas seperti apa bentuk kompromi itu; dan semakin menimbulkan pertanyaan kenapa belum ada keputusan Presiden ?

Masalah Namru 2

Dalam dua pekan ini, masalah Namru 2 bisa dikatakan sangat bergolak. Tapi, anehnya, semuanya itu tidak diekspos media-media besar seperti Kompas, Koran Tempo, Media Indonesia, Metro TV dan lain.-lain. Media-media itu hanya memberitakan statemen-statemen, tanpa ada indikasi untuk menggali informasi . Apakah kalangan media sudah tahu skenario kasus yang tampak adem ayem namun sebenarnya eksplosif ini ?

Manuver-manuver pihak AS :

22 Maret 2008 – Dubes AS Cameron R Hume menegaskan dalam jumpa pers, kehadiran Namru 2 sangat penting buat Indonesia. Laboratorium riset di bawah Angkatan Laut AS itu mengabdi demi kemanusiaan, dan bukan kedok intelijen militer.

Dalam kesempaatan itu AS juga menegaskan bahwa Laboratorium Namru 2 adalah bagian dari Kedubes AS; dengan demikian termasuk dalam wilayah kedaulatan AS.

23 Maret 2008 – Seorang pria bule dari staf Namru 2 disertai seorang pria negro dan dua perempuan Indonesia; nyelonong ke acara jumpa pers Medical Energy Rescue Committee (Mer-C). Tanpa seizing tuan rumah, orang-orang itu membagikan press release mengenai Namru 2 kepada para wartawan yang hadir. Munarman, mantan Ketua YLBHI yang juga Ketua Annashar Institute mengusir mereka sambil memaki-maki,”Kalian bangsat dan penghianat.”

25 Maret 2008 – Pengelola Namru 2 (pimpinanya seorang militer berpangkat kapten) mengundang para wartawan Indonesia “inspeksi” ke Laboratorium Namru 2 di Jl.Percetakan Negara, Jakarta Pusat. Pengelola mengkonter tunduhan-tunduhan bahwa laboratorium itu tertutup dan merupakan kedok kegiatan intelijen militer. Ini tandanya AS mulai tak sabar dan mulai menekan Indonesia.

27 April 2008 : Setelah mengunjungi Indonesia dua pekan lalu, Menteri Kesehatan AS Michael Okerlund Leavitt mengeluarkan pernyataan di Washington bahwa ribut-ribut soal Namru 2 adalah karena Menkes Siti Fasdilah mata duitan. Dia menuding Indonesia bersikap komersil terhadap lembaga riset yang didedikasikan bagi kemanusiaan; dan tidak mendukung program WHO.

Manuver-manuver pihak Indonesia

Setelah insiden tanggal 16 April, di mana Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari harus menunggui 10 menit sebelum diizinkan masuk laboratorium Namru 2; sikap Menkes mengeras dan bahkan terkesan menantang.

23 Maret 2008 siang hari – Menkes memberikan konfirmasi kepada pers, dia memang telah mengeluarkan instruksi melarang rumah sakit di seluruh Indonesia memberikan sample virus kepada Namru 2 dan WHO.

Menkes menegaskan, dia tidak anti-AS atau WHO, melainkan anti penindasan dan kazaliman.

23 Maret 2008 siang hari di tempat terpisah – Munarman memaki-maki staf Namru 2 karena bertindak “songong”. Dalam kesempatan itu Munarman juga menuduh juru bicara Deplu Dino Pati Jalal mata-ata AS.

23 Maret 2008 malam- Menkes secara mendadak menemui Mensesneg Hatta Rajasa di Sekneg. Salah satu yang dibicarakan adalah isu yang beredar bahwa Menkes menuduh Dino Pati Jalal mata-mata AS.

23 Maret 2008 malam setelah pulang dari Sekneg – Menkes bicara kepada

beberapa wartawan di rumahnya. Dia ingatkan, Indonesia adalah negara berdaulat. Kemudian dia mengecam keras negara-negara maju dan WHO.

“Kita bangsa yang bermartabat, tidak seperti itu, kita bangsa yang berdaulat. Nggak bisa seperti itu. Tidak segampang itu,” tegas ahli jantung yang baru saja meluncurkan buku ‘Saatnya Dunia Berubah’, yang isinya menggugat ketidakadilan mengenai sharing hasil riset virus.

23 April 2008 : Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono mengatakan, Namru 2 boleh saja berlanjut asalkan jangan minta kekebalan diplomatik. Pada hari yang sama Menlu Hasan Wirajuda menegaskan, proposal MOU dari Indonesia untuk perpanjangan kerjasama itu sudah diserahkan akhir tahun lalu, tapi belum ada tanggapan dari pihak AS. Dia tegaskan, pihak AS tetap harus bekerjasama dengan Depkes.

25 April 2008 , seusai salat Jum,at : Wapres Jusuf Kalla menegaskan bahwa Namru 2 masih mungkin diperpanjang, asalkan professional dan saling menguntungkan. Pernyataan ini bermaksud meredakan ketegangan, tapi sekaligus mengindikasikan bahwa bargaining power Indonesia memang lemah dalam masalah Namru 2 ini.

28 April 2008 : sejumlah anggota DPR, antara lain Ketua Komisi Kesehatan DPR Ripka Ciptaning, mendesak pemerintah menutup Namru 2, alias tidak memberika izin dan dinyuruh lembaga riset di bawah Angkatan Laut AS itu meninggalkan Indonesia.

Konklusi sementara

Dari pernyataan Wapres tersirat jelas bahwa Indonesia tidak punya nyali untuk menegakkan kedaulatannya; jika harus melawan AS. Izin untuk Namru 2 pasti akan dikeluarkan, dan dalam prosesnya Indonesia akan sangat akomodatif terhadap kepentingan AS.

Lalu bagaimana dengan Menkes yang sudah kadung tegas dan menunjukkan harga diri sebagai anak bangsa ? Dia tingal pilih : menjilat ludah sendiri., mengundurkan diri, atau dicopot. Mustahil AS mundur begitu saja lalu memboyong ulang semua peneliti dan peralatan riset Namru 2. Dan tidak mungkin pula SBY-JK mengorbankan kepentingan ekonomi Indonesia yang tergantung pada AS dan sekutu-sekutunya, hanya untuk membela Siti Fadilah Supari.

http://www.ayomerdeka.wordpress.com

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

18 Tanggapan to “Apakah Menteri Kesehatan Bakal Dicopot, Mundur atau Kompromi ?”

  1. Datyo Says:

    hehehehe pasti menkes di copot. Karena kita sudah terlalu tergantung dengan AS. Itu skenario yang paling gampang. Kalo Namru dipulangin pasti ribut, efeknya nanti akan membuat pemerintah ngeri.
    Mulane to mas…Ayo jangan tergantung dengan bangsa lain, belajar belajar !! mandiri mandiri !!

  2. k0meng Says:

    Akan sangat bijaksana jika Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mengundurkan diri, sehingga kepentingan Bangsa dan Negara tetap berjalan di relnya dan MenKes Siti juga tetap bisa berkoar tentang harga dirinya sebagai anak bangsa,”lebih baik gue mengundurkan diri dari pada harga diri gue sebagai bangsa Indonesia yang berdaulat diinjak-injak Amerika dan sekutunya yang bergabung dalam WHO” katanya dengan lantang setelah resmi mengundurkan diri dari jabatan MenKes saat jumpa Press dengan Wartawan di depan Istana Negara.

    Sekaligus kata-kata ini akan menempeleng secara pedas muka-muka petinggi bangsa kita heu heu heu heu heu……

    Uhuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuy

  3. rastom Says:

    Apa mungkin Tuan Robert boleh berikan sedikit pencerahan perihal “Namru 2”. ?

  4. Menggugat Mualaf Says:

    salutnya saya terhadap bu menkes kita adalah bahwa sebagai intelektual, dia bertahan mengikuti naluri ke-intelekan-nya. jujur saja, betapa banyak orang pintar di istana yang mati naluri keintelekannya…
    seorang yang sudah bisa mempertahankan ke-intelekan-nya sejauh seperti bu Menkes kita itu, jamin.. tidak akan ‘berhenti’ meski di copot atau di bungkam sekalipun.
    SBY memang masih bakal pusing.. doi harus memilih antara kepentingan dirinya atau rakyatnya. dan saya kok pesimis sama doi. hehehe..

  5. Robert Manurung Says:

    @ Datyo

    Memang berat buat Ibu Siti Fadilah, soalnya dia cukup tegas dan keras; tuntutannya pun jelas. Lebih baik dia mundur atau dicopot daripada harus menjilat ludah sendiri, yaitu membiarkan AS mendikte seperti biasa,

    Bagaimanapun kita harus menghormati keberanian dan keteguhan hati Menkes, walaupun tindakannya terlihat konyol atau cari penyakit. Kita butuh tokoh seperti dia yang punya harga diri dan kebanggaan sebagai negara yang berdaulat.

    @ K0meng

    Satir yang pedas, asin, pahit dan perih huhuhuhu…

  6. Robert Manurung Says:

    @ rastom

    Hahaha…tertawa ngakak aku sambil merasa malu membaca sapaan Tuan Robert. Tak usahlah begitu kawan, buang semua gaya feodalisme itu.

    Mengenai NAMRU 2 singkatnya begini :

    1. The US Naval Medical Research Unit Two, disingkat NAMRU 2. Institusi riset ini ada di bawah Angkatan Laut Amerika Serikat (AS)

    2. Hadir tahun 1968 atas permintaan Indonesia, karena adanya wabah penyakit pes (sampar) di Jawa Tengah.

    3.Tahun 1970 dibuat perjanjian kerja sama, sehingga Namru 2 sah beroperasi di wilayah Indonesia.

    Memorandum of Understanding (MOU) ini mengandung banyak kelemahan. Antara lain, para penelitinya mendapat fasilitas kekebalan diplomatik, sehingga bebas keluar masuk Indonesia tanpa pemeriksaan imigrasi.

    Umumnya di seluruh dunia, lembaga riset asing harus itu minta izin khusus setiap mau meneliti; dan harus diawasi,

    4. Secara resmi yang dikerjakan Namru 2 adalah penelitian penyakit tropis yang menular, seperti malaria. Lembaga ini bebas mendapatkan sampel (contoh) virus dari sejumlah rumah sakit di Indonesia.

    5. Namru 2 berkantor di kompleks Lembaga Penelitian Departemen Kesehatan RI. Tapi pihak AS mengklaim Namru 2 bagian dari US Embassy, jadi termasuk wilayah hukum AS. Petugas Indonesia tidak bebas masuk.

    6. Tahun 1990-an Indonesia ingin mengubah MOU untuk membatasi ruang gerak Namru 2; tapi pihak AS malah membangun laboratorium di Irian Jaya (Papua); tanpa izin Indonesia.

    Tahun 90-an itu juga, Namtu 2 dijadikan Pusat Penelitian WHO untuk wilayan Asia Tenggara.

    7. Tahun 2000-2005 Namru 2 tetap beroperasi, padahal MOU sudah habis.

    8. Akhir 2007 Indonesia menyerahkan draft MOU ke pihak AS. Isinya antara lain menghapuskan fasilitas kekebalan diplomatik, harus bersedia bekerjasama dengan peneliti dari lembaga militer Indonesia; dan harus membuat laporan ke Departemen Kesehatan Indonesia.

    9. Sampai sekarang AS belum memberikan jawaban, tapi malah melakukan kampanye lewat media : Indonesia mempersulit lembaga yang melakukan penelitian demi kemanusiaan.

    Menkes Siti Fadilah adalah ahli bedah, jadi dia mengerti masalah penelitian medis. Dia sempat menyatakan kecurigaan : Namru 2 membuat senjata biologis.

    Mudah-mudahan penjesan ini cukup. Salam buat kawan-kawan blogger di Malayasia. Terima kasih.

  7. rastom Says:

    Robert, kalau begitu saya ikut saja. Bukan mau berfeodal-feodalan, cuma sebagai tanda sapaan hormat. Terima kasih! Daripada penjelasan itu, saya nampak jelas USA seolah mau wujudkan little USA di tanah berdaulat Indonesia. Wajar sekali diprotes!

    Salam juga kepada kesemua bloggers Indonesia. Berita gembira juga diterima perihal Anwar Ibrahim dipilih oleh majalah TIME

  8. Siti Cinderella Says:

    Salah satu syarat “intelek” = konsisten. Konsisten dalam perkataan dan perbuatan. Lha wong kata-katanya aja nggak konsisten, ngapain juga diikutin? Bener kata DR. Kartono Mohamad. Jangan cuma berani mengoreksi negara lain tapi koreksi dulu diri sendiri. Terutama untuk masalah yang jelas di depan mata, seperti rokok. Ibu Menkes yang berani harusnya berani juga menciptakan lingkungan Indonesia yang bersih dengan asap rokok terbatas demi kepentingan generasi mendatang. Katanya nasionalis?

  9. chuanwei Says:

    ========
    ========

    KALO MAU BIKIN BLOG, JANGAN LUPA MASUK SINI: http://www.leoxa.com/
    (Themenya Keren Abiss & Bisa Pake Adsense)

    ========
    ========
    rame yang udah berpindah daripada blog-blog lainnya ke blog Leoxa.com karena theme yang keren

  10. padmasambawa Says:

    @ Siti Cinderela
    kata2 yang tidak konsisten itu yang mana sih? kok bahasannya malah melenceng..
    Hati2 dengan para pendukung NAMRU 2

  11. pangonjat Says:

    Menkes urusin aja sektor kesehatan
    Urusan diplomatik serahin ke DepLU
    Ada yang namanya sidang kabinet. Bicarakan dan koordinasi di sana, antar menteri.
    Menteri itu pejabat negara, kok emosional, saya malu punya pemimpin spt itu. Sbg pembantu, hormati dong presiden yg punya mandat, jangan presiden dikasih beban politis spt itu. Kalo terpaksa jilat ludah sendiri demi kepentingan yang lain, apa boleh buat, mangkanya jangan meludah sembarangan.
    Kalo nggak mampu jilat ludah sendiri, buruan mengundurkan diri.

  12. ikhwanabd Says:

    salam pak robert,
    bapak pernah dengar tentang isu pemusnahan etnis di papua?
    disana kerap ditemui orang yang meninggal tiba2 karena AIDS.padahal lingkungannya baik-baik. Sang suami tidak pernah “jajan sembarangan”,tidak memakai narkoba.tetapi tiba-tiba sang istri meninggal dan dideteksi mengidap AIDS. Isu ini diangkat karena hal serupa pernah terjadi di zimbabwe. ditenggarai ini adalah konspirasi neokolonialisme dan neoimperialisme untuk memberangus etnis asal sehingga SDA setempat dapat dikuasai. Dan hal ini terjadi di kawasan dimana banyak terdapat industri pertambangan asing.

    pak jose rizal juga pernah mengatakan bahwa pola penyebaran virus H5N1 pun cukup aneh. didukung pernah terekamnya peluru yang ditembakkan ke awan. menurut beliau ini adalah “chemtrial” untuk melepaskan virus ke suatu wilayah.wallahua’lam

    mungkin juga dengan berdirinya NAMRU di papua tanpa izin dan disertai kekebalan diplomatik, sudah tentu ini mengindikasikan prasangka yang mengarah pada suatu hipotesis publik.

    sudah saatnya memang kita seimbang,prasangka baik dan buruk. kenapa harus ada prasangka buruk juga?karena api dalam sekam tetap menyala. dan prasangka buruk membuat kita mampu lebih waspada dengan panasnya api tersebut yang mampu menggerogoti bangsa ini dari dalam.

    itu saja pak komentar dari mahasiswamu.salam

    -pengaju topik kacang hijau-

  13. pangonjat Says:

    @padmasambawa …
    semangat 45 (otot dan darah) jaman dulu cukup utk membawa indon merdeka, tapi diera informasi dan globalisasi skrg jauh dari cukup. Yang ada cuman nebak-nebak ada apa yach?? Dikirimin virus atau nggak juga nggak tahu. Kalau mau yakin TAHU… riset.
    Jangan (cuma) kedukun atau berdoa

    siiti cinderela bilang – isu rokok lebih penting drpd Menkes nyinyir ttg isu namru, kok dibilang pendukung namru?

    Memang tepat sekali kata @ikhwanabd , bangsa ini cuma mampu berprasangka, bahkan hobi berprasangka menggrogoti dari dalam.

  14. Suara Daulat Says:

    Memang tim pemerintah kita sekarang adalah tim para manajer bukan tim pemimpin. Meraka hanya memikirkan untung diri mereka tidak memikirkan Indonesia ke depan. Apalagi JK otaknya duit melulu. Manuver-manuver dia kan untuk kelangsungan bisnis dia

  15. Silmy Says:

    Ya sudah lah Pangonjat… cinta Amrik ya cinta Amrik….nggak usah emosional gitu… hehehe

    Pantang mundur Bu Menkes! Kalaupun nanti beliau dicopot… prediksi saya akan ada gelombang yang lebih dahsyat untuk menghantam SBY-JK. Gelombang kekuatan dari gabungan kaum Nasionalis & Fundamentalis.
    Liat saja…

  16. rakyat kecil bin bodho Says:

    dari analisa diatas dengan kasat mata jelas kalo keberadaan NAMRU 2 di Indonesia telah mengancam kedaulatan negara. seharusnya pemerintah lebih tegas lagi. salut dengan bu mentri seorang yang intelek tanpa meletakkan hati nuraninya demi kepentingan kocek sendiri dan ini sangat jarang ditemui baik lingkungan pejabat ato kampus yang notabene banyak orang “intelek”nya. bu menkes rakyat mendukungmu

  17. rakyat kecil bin bodho Says:

    harusnya tak ada opsi lain lagi selain usir NAMRU 2 dari bumi Indonesia sekarang juga!!!!!!!!
    tunjukkan kita bangsa yang merdeka bukan bangsa budak para komprador seperti AS

  18. Nyante Aza Lae Says:

    NAMRU 2 :

    Posisi yang dilematis. Di satu sisi kita adalah negara yg merdeka, di sisi lain (seperti) berdaulat. Sulit memang..
    Kita sepertinya belum mampu untuk “mendongkrak” kemandirian kita, karena memang kita sudah tau bagaimana “kondisi kita” yg merupakan sub sistem dari sistem global.
    Situasi ini klo dihubung2kan mirip juga dengan kasus Sipadan dan Ligitan…yah akhirnya (menurut asumsi saya) terdapat deal2 antara Ina dengan Mas, mgkn salah satunya dengan keberadaan TKI di sana, dll.

    Tapi apapun yang terjadi, mulai saat ini seharusnya kita sudah bisa mulai “bersikap”. Kita harus mampu menunjukkan bahwa kita adalah benar-benar telah MERDEKA dan BERDAULAT!

    AHMADIYAH :
    Bubarkan Ahmadiyah, karena apapun yang terjadi (wlo pemahaman saya tentang agama masih dangkal), kita tidak boleh mentolerir “sempalan”. Klo mereka mau berdiri silahkan, tapi jangan sebut diri mereka ISLAM, karena Rasululullah SAW adalah Nabi dan Rasul terakhir menurut pandangan ISLAM.

    Horas !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: