Mereka Mengincar Aset-aset Ahmadiyah

Bakal sangat menarik, untuk mengetahui pandangan tokoh intelektual sekaliber Nur Mahmudi Ismail, mengenai munculnya tuntutan Aliansi Umat Islam untuk menyita dan membagi-bagikan aset-aset Ahmadiyah. Tarolah Ahmadiyah sudah dianggap sesat, apakah memang dibenarkan untuk “merebut” harta benda mereka ?

ENTAH kenapa, berita yang sangat menarik ini bisa luput dari perhatian masyarakat. Intinya : gabungan seluruh organisasi masyarakat (ormas) Islam di Depok, Jawa Barat, telah mendesak pemerintah setempat untuk menyita aset-aset Ahmadiyah, dan kemudian membagi-bagikannya kepada ulama dan umara di sana.

Desakan tersebut ditujukan kepada Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail, yang nota bene adalah sesepuh Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Tidak diketahui bagaimana respon Nur Mahmudi terhadap usulan tersebut.

Surat kabar Kompas hanya menulis satu alinea mengenai tuntutan gabungan ormas Islam itu, dan menempatkannya di bagian paling ujung berita berjudul “Pemerintah Diminta Hati-hati”, dalam edisi Senin, 6 Mei 2008. Berikut ini kutipan lengkap sub-berita di Kompas tersebut :

Sementara Aliansi Umat Islam (Alumni) yang terdiri dari gabungan seluruh organisasi-organisasi massa Islam di Kota Depok, mendesak Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail untuk segera melarang dan membubarkan serta membekukan organisasi Jemaat Ahmadiyah di Kota Depok.

“Pemkot harus mengambil alih aset-aset Ahmadiyah di Kota Depok dan menyerahkannya kepada umara dan ulama setempat,”kata Koordinator Alumi Kota Depok H.Hasanuddin Sandy, Senin.

Dilihat dari aspek jurnalistik, kebijakan Kompas “mengecilkan” berita ini merupakan bukti betapa koran nomor satu nasional ini telah mengebiri diri sendiri, sehingga impoten, gagap dan tidak mampu mengartikulasikan peristiwa secara proporsional. Kompas telah keliru menafsirkan perannya yang impoten itu sebagai sikap arif dan pasifis.

Kalau saja Kompas menganut kebijakan pemberitaan yang lebih terbuka dan demokratis, tanpa harus prokatif dan memihak, tentunya liputan dari Depok itu sangat layak ditampilkan sebagai berita tersendiri. Dan tentunya, wartawan Kompas akan meminta penjelasan Aliansi Umat Islam : dengan dasar apa mereka menuntut agar aset-aset Ahmadiyah disita dan dibagi-bagi ?

Bakal sangat menarik, untuk mengetahui pandangan tokoh intelektual sekaliber Nur Mahmudi Ismail, mengenai munculnya tuntutan Aliansi Umat Islam untuk menyita dan membagi-bagikan aset-aset Ahmadiyah. Tarolah Ahmadiyah sudah dianggap sesat, apakah memang dibenarkan untuk “merebut” harta benda mereka ?

Dan selaku Wali Kota Depok, tentunya Nur Mahmudi Ismail bisa ditanyakan pandangannya mengenai hal itu. Nur Mahmudi adalah politisi pertama Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang berhasil menduduki jabatan setingkat walikota, dan Depok adalah basis penting bagi PKS.

http://www.ayomerdeka.wordpress.com

.

6 Tanggapan to “Mereka Mengincar Aset-aset Ahmadiyah”

  1. ariss_ Says:

    Berarti semakin akut lah penyakit parokial umat sekarang ini. Malang benar nasibmu, wahai warga Ahmadi…

  2. danalingga Says:

    Wah, iya lae, saya juga luput memperhatikan hal ini. Padahal daripada sibuk berargumen sesat dan tidak sesat, mendingan kita memperhatikan hal yang lebih jelas. Yakni kriminalitas yang menunggangi di sekitar soal Ahmadiyah ini.

    Jika hal diatas adalah benar, sungguh memalukan!!!

  3. SALNGAM Says:

    Inilah akibat Pancasila mulai dilupakan. Merdeka itu dimulai dengan Pancasila. Kemerdekaan Indonesia akan lenyap dengan lenyapnya pancasila dan UUD 45. Coba simak fungsi Eksekutip: Presiden, Gubernur, Bupati/Walikota. Mereka ini bekerja melaksanakan Undang-undang. Pelanggar Undang-undang itu ditindak oleh petugas Hukum: Polisi, jaksa dan Hakim bukan Eksekutip!!.
    Beberapa hari yang lalu Professor anda dari UI Maswardi Rauf (Tim Ahli perubahan UUD 45) mengeluarkan statement di salah satu talk show di Quick Channel “supaya Pancasila tiarap dulu”. Kalau Professor di UI boleh berkata begitu bisa bayangkan masyarakat lainnya bisa dipastikan pasti lebih bego lagi. Mudah-mudahan anda yang berani menyatakan blogmu “Ayo Merdeka” tidak ikut seperti professormu itu!. Peace

  4. alex® Says:

    Ehm….

    Itu apa bedanya dengan perampokan ya?😕

    Caranya saja beda… inti perampasannya tetap saja sama.

  5. daeng limpo Says:

    Jika Benar……kate orang betawi……”emang ini duit dan aset nenek moyang loe?, maen sita aje”.

  6. batuhapur Says:

    udah mulai ketahuan belangnya…Ujung-Ujungnya Duit…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: