Masalah Ahmadiyah Harus Cepat Diselesaikan

Menurut para kiai, setiap warga negara berhak memilih dan menjalankan keyakinannya. Pembubaran Ahmadiyah mereka nilai tak hanya melanggar konstitusi, tapi juga melanggar hak setiap warga untuk hidup tenang dan aman.

Para kiai juga meminta pemerintah tidak ikut campur soal Ahmadiyah. Konflik Ahmadiyah adalah konflik internal agama. Penyelesaiannya, kata Imam,”Harus dengan dialog.” Pemerintah cukup sebagai pengawas.

JAKARTA – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Agung Laksono meminta pemerintah berhati-hati dalam mengambil keputusan tentang penghentian kegiatan ajaran Ahmadiyah. “Sebab bisa menimbulkan konflik,”ujar Agung saat menerima perwakilan sejumlah kiai di Gedung MPR/DPR kemarin.

Sejumlah kiai mewakili beberapa pondok pesantren di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur kemarin menemui Agung. Mereka mendesak Agung agar bisa memakzulkan (melengserkan) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono jika menerbitkan surat keputusan bersama penghentian Ahmadiyah.

“Sebab, hal itu melanggar konstitusi,”kata Kiai Imam Ghazali Syaid, juru bicara rombongan dalam pertemuan dengan Agung.

Menurut para kiai, setiap warga negara berhak memilih dan menjalankan keyakinannya. Pembubaran Ahmadiyah mereka nilai tak hanya melanggar konstitusi, tapi juga melanggar hak setiap warga untuk hidup tenang dan aman.

Para kiai juga meminta pemerintah tidak ikut campur soal Ahmadiyah. Konflik Ahmadiyah adalah konflik internal agama. Penyelesaiannya, kata Imam,”Harus dengan dialog.” Pemerintah cukup sebagai pengawas.

Agung mengatakan dia sepakat bahwa setiap warga negara berhak mendapat perlindungan. Tapi dia juga meminta pemerintah mengambil keputusan bersama soal Ahmadiyah dengan cepat. “Jangan dibiarkan berlarut-larut,”ujarnya.

Wapres Jusuf Kalla : SKB untuk mencegah konflik

Di tempat terpisah, Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan, penerbitan SKB soal pelarangan Ahmadiyah dimaksudkan untuk mencegah munculnya konflik dalam kehidupan beragama. SKB adalah Surat Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri & Jaksa Agung.

“Kalau sudah ada SKB, berarti tidak ada konflik,”kata Kalla saat membuka seminar “Peace Process in Indonesia” di Jakarta.

Kalla memastikan keluarnya SKB itu akan mengakomodasi Ahmadiyah dan ummat Islam. Setiap kebebasan beragama, kata Kalla, tetap akan dilindungi. Tapi menyebarkan yang tidak sesuai dengan ketentuan juga akan dilarang. SKB itu, kata Kalla, dipastikan akan sesuai dengan aturan undang-undang.

“Tidak ada yang saling mengganggu. Tidak boleh menyebarkan agama secara tidak benar. Dan yang salah akan diluruskan,”ujarnya.

Mendagri Mardiyanto : Pemerintah tidak terburu-buru keluarkan SKB

Adapun pemerintah menegaskan tak akan terburu-buru mengeluarkan SKB Ahmadiyah. Menteri Dalam Negeri Mardiyanto mengatakan pemerintah tak memiliki target waktu menyelesaikan surat keputusan itu.

“Waktu penyusunan surat keputusan bersama akan lebih lama sedikit. Ini lebih baik daripada cepat tapi menjadi polemik,”ujarnya.

Mardiyanto membantah kabar surat keputusan akan dikeluarkan pekan ini. Ia mengatakan sudah meminta konfirmasi kepada Jaksa Agung Hendarman Supandji ihwal pernyataan bahwa surat keputusan keluar pekan ini. “Dia bilang tidak seperti itu,”ujarnya.

Surat keputusan bersama, kata Mardiyanto, menyangkut nasib banyak orang. Karena itu, pemerintah akan menampung berbagai aspirasi masyarakat. Rekomendasi Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakor Pakem) tak menjadi satu-satunya landasan dalam SKB itu.

Mardiyanto meminta agar penyusunan SKB tak dinilai negatif. SKB, kata Mardiyanto, juga ditujukan untuk mencegah kegiatan anarkistis.

Koran Tempo, edisi 8 Mei 2008

(Judul asli : SKB Ahmadiyah, DPR Minta Pemerintah Berhati-hati.)

===================================================================

http://www.ayomerdeka.wordpress.com

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

6 Tanggapan to “Masalah Ahmadiyah Harus Cepat Diselesaikan”

  1. asuna17 Says:

    Tulisan artikel di blog Anda bagus-bagus. Agar lebih bermanfaat lagi, Anda bisa lebih mempromosikan dan mempopulerkan artikel Anda di infoGue.com ke semua pembaca di seluruh Indonesia. Salam Blogger!
    http://www.infogue.com/
    http://agama.infogue.com/konflik_ahmadiyah_harus_cepat_diselesaikan

  2. Ikhwan Says:

    hmm….memang harus segera nich pak.SBY tampak semakin ragu bertindak yah menjelang tahun 2009

  3. cdsi Says:

    WAHAI ANAK BANGSA” BANGUNLHAH!,
    BUKALAH MATAMU!
    BERDIRILAH DENGAN KAKIMU, SING-SINGKAN LENGANMU,
    MARI BANGKIT! UNTUK INDONESIAMU TERCINTA
    INDONESIA KITA TIDAK PERNAH MERDEKA!
    INDONESIA KITA TERUS MENANGIS”
    INDONESIA KITA TERUS MERANA”
    INDONESIA KITA SELALU DI PERKOSA
    “PELAKUNYA ADALAH IMPERIALISME ANAK SANG KAPITALIS”
    NEGERI KTA DARI DULU SAMPAI SEKARANG TERUS TERJAJAH
    SADARKAH KITA BAHWA TIGA PEREMPAT KEKAYAAN NEGERI INI
    TELAH TERKURAS HABIS, OLEH SETAN IMPERIALISME
    NEGERI INI MENYEDIAKAN SELURUH KEKAYAAN BUMI, MEMILIKI
    SEJUTA PESONA, BAHKAN SEJUTA RASA.
    KITA PEMILIK SAH NEGERI INI, NAMUN TERPASUNG OLEH SISTEM
    IMPERILALISME MODERN, TERJEBAK OLEH SEKULARISME
    PARTIKULAR, TERLENA OLEH HEDONISME SEMU.
    SADARKAH KITA, SETIAP BANGSA BERHAK ATAS DIRI DAN
    TANAH AIRNYA, AKAKAH KAU GADAIKAN DEMI KENIKAMATAN
    SESAAT, TENGOKLAH KE BELAKANG!
    MAU JADI APAKAH NEGERI INI?
    BAGAIMANA NASIB ANAK CUCU KITA KELAK, JIKA KITA HARI INI
    TIDAK PERNAH MEMBERI MEREKA KEKUATAN UNTUK MENGUASAI
    NEGERI INI, DAN MENGOLAHNYA UNTUK KESEJAHTERAAN MEREKA
    SEPENUHNYA, BUKAN UNTUK NEGARA TETANGGA, BUKAN UNTUK
    ADI DAYA, DAN BUKAN PULA UNTUK INVESTOR.
    IMPERIALISME NEGERI INI SUDAH KETERLALUAN, SANGAT
    MENGERIKAN DAN MEMILUKAN, KITA TENTU TIDAK INGIN
    SELAMANYA MENJADI BANGSA TERJAJAH, TERHINA,
    TERLUKA DAN TIDAK MERDEKA.
    MARI SATUKAN TEKAD, BULATKAN NIAT!
    KITA HARUS MEREBUT KEMBALI SEMUA KEKAYAAN KITA,
    JANGAN BIARKAN SAWAH DAN LADANG KITA DI BAJAK
    ORANG, JANGAN BIARKAN LAUT KITA DI AMBIL ORANG,
    JANGAN BIARKAN HUTAN KITA DITEBANG ORANG,
    JANGAN BIARKAN BUDAYA KITA DICURI ORANG.
    MARI KITA RAMPOK SEMUA BANK, MARI KITA SEGEL
    SEMUA KANTOR PEMERINTAH, MARI KITA AMBIL ALIH
    SEMUA PABRIK, MARI KITA GANTI IDENTITAS NEGERI
    INI DENGAN BUDAYA KITA, BUDAYA TIMUR YANG SEJAK
    DULU MENJADI DARAH DAN INSPIRASI HIDUP KITA.
    PERSETAN DENGAN KEPERCAYAAN, PERSETAN
    DENGAN SEGALA BENTUK KEYAKINAN, YANG JELAS
    MEREKA TIDAK PERNAH MEMBERI KITA HARAPAN,
    APALAGI KEBAHAGIAAN!
    UNTUK MENJADI ORANG BAIK TIDAK PERLU PENGABDIAN,
    TAPI HARUS DENGAN PENGORBANAN, PEPERANGAN DAN
    MENEGAKKAN KEADILAN.
    YANG BISA KITA LAKUKAN HARI INI ADALAH :

    REVOLUSI

  4. Ismail Daru H. Says:

    Kesalahan persepsi pendukung Ahmadiyah

    Sebelum memulai penjelasan saya, perlu saya perjelas bahwa segala macam bentuk anarki yang dilakukan kelompok tertentu (salah satunya FPI & LPI) adalah salah.

    Menanggapi berbagai pernyataan yang dikemukakan oleh berbagai kelompok yang mendukung Ahmadiyah, menurut saya ada kesalahan persepsi. Mereka, yang mendukung Ahmadiyah, menyatakan demi keberagaman bangsa, demi kebebasan beragama dan berkeyakinan.

    Perlu diketahui bahwa apa yang diyakini oleh Ahmadiyah, setelah diteliti dan dipelajari, adalah sesat. Karena mereka mengatasnamakan Islam, maka seharusnya Ahmadiyah dipahami sebagai bentuk pelecehan atau penghinaan agama Islam. Bukan demi kebebasan beragama yang dikumandangkan oleh para pendukung Ahmadiyah. Bila Ahmadiyah merupakan agama tersendiri, umat muslim akan sangat tidak keberatan.

    Ahmadiyah bukan sekedar masalah berbeda pendapat dalam berkeyakinan. Bila saya berkeyakinan atau pemahaman tertentu saya yang berbeda dan menjurus sesat dari agama saya, maka itu hak saya. Itu dosa saya. Itu urusan saya dengan Tuhan saya. Tapi bila saya mengajarkan, berdakhwah, mengajak, berkumpul, berkelompok dan berorganisasi, maka kegiatan tersebut tidak bisa dibenarkan dan didiamkan.

    Keyakinan Ahmadiyah bukan sekedar perbedaan pendapat seperti mengenai perbedaan hari Idul Fitri, yang menurut saya bukan merupakan suatu prinsip dasar dalam Islam. Perbedaan pendapat Ahmadiyah sudah menyerang dan merusak dasar-dasar prinsip Islam.

    Kepada para pendukung Ahmadiyah atas dasar kebebasan beragama dan berkeyakinan, perlu di ketahui asal mula historis gerakan kebebasan beragama dan berkeyakinan. Menurut saya, semua itu bermula dari pertentangan dalam diri suatu agama di timur tengah sekitar abad ke 1 SM dan eropa sekitar abad ke 16, serta perbedaan pendapat di India sekitar abad ke 5 SM. Maka, jangan menyamakan (baik sadar ataupun tidak sadar) historis Islam dengan mereka. Setidaknya menjadi suatu rujukan dalam arti “kebebasan”.

    Bahkan perbedaan antara Sunni dan Syiah yang bermula dari awal sejarah Islam merupakan perbedaan politik. Bukan prinsip-prinsip dasar keagamaan. Bukankah setelah nabi wafat, muncul nabi-nabi baru yang dibubarkan oleh Abu Bakar?

    Saya bertanya kepada para pendukung Ahmadiyah, bila memang setelah diteliti dan dipelajari Ahmadiyah adalah sesat, dimanakah pemerintah dan hukum dalam membela suatu agama yang telah dilecehkan dan dihina? Dimanakah keadilan Pancasila dalam melindungi agama tertentu dari penghinaan dan pelecehan suatu kelompok yang menganggap dirinya bagian dari agama tersebut?

    Saya mencintai Indonesia dan keberagamannya. Saya mencintai Pancasila yang saya anggap sebagai pemersatu dan penengah keberagaman Indonesia. Tapi, bisakah sekarang Pancasila melindungi salah satu warganya dari kelompok yang menyerang keyakinan warganya tersebut. Bisakah Pancasila, hukum dan pemerintah melindungi warganya (umat muslim) dari penghinaan dan pelecehan Ahmadiyah?

    Ismail Daru H.
    dariusjabbar@hotmail.com

  5. khoirul huda Says:

    Masalah beragama merupakan hak setiap Warga negara yang diatu dalam UUD 45 ayat 29, Namun penistaan agama adalah hal yang lain, Ahmadiyah beranggapan bahwa Ghulam ahmad adalh nabi mereka yang terakhir itu jelas menghina agama islam .itu yang menurut saya tidak setuju dengan ajaran Ahmadiyah, sebaiknyalah Ahmadiyah memakai nama lain selain nama islam orang lain akan dengan tulus menerima

  6. Erik Hariadi Says:

    Biarkanlah mereka ( Pengikut Ahmadiyah ) menjalankan Kewajiban beragam toh mreka tidak mengganggu kita, mereka itu lebih baik daripada tidak beragama ( Ateis ) atau orang-orang Kafir (Kristen,Budha Hindu ), yang perlu kita lakukan sebagai umat Islam mereka harus kita rangkulmungkin dengan cara itu mereka akan kembali kepada Islam yang sebenarnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: