Sophan Sophian Merasa Tidak Cocok Jadi Politisi

“Saya pada akhirnya menyadari saya bukan politisi. Saya manusia biasa yang mempunyai sikap hitam putih, sedangkan politik itu sendiri the art of possibilities. Yang salah bisa dibenarkan, yang benar bisa disalahkan. Saya tidak bisa begitu. Salah, ya, salah. Benar, ya, benar,” itu kata-kata Sophan Sophiaan saat diwawancarai Kompas, Jumat 25 Januari 2002.

Ketika itu, Sophan mengumumkan pengunduran dirinya dari anggota DPR/MPR RI. Sophan adalah anggota DPR/MPR pertama di era reformasi yang berani mengundurkan diri karena tidak setuju dengan sikap politik partainya. Sebagai anggota F-PDIP yang mendukung proses politik kasus dana nonbudgeter Badan Urusan Logistik (Bulog) yang melibatkan Ketua DPR Akbar Tandjung, Sophan tidak puas dengan sikap Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri untuk menempuh jalur hukum. Sophan menginginkan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) DPR untuk mengungkap kasus tersebut.

Sebelum mengundurkan diri, Sophan menjalankan tugasnya sebagai anggota DPR dengan konsisten. Di tengah suasana rapat-rapat DPR yang selalu molor dan sulit untuk kuorum, Aktor dan sutradara kenamaan ini selalu tepat waktu dan rajin. Karena itu, dia pun tidak ragu menegur wartawan yang menyamaratakan semua anggota DPR dengan cap pemalas. “Saya bukan politisi tai kucing,” ujarnya.

Sikap Sophan yang lurus, jujur, dan bersih ini sangat bertolak belakang dengan mainstream di DPR, yang penuh dengan kompromi, politik dagang sapi untuk membagi-bagikan kekuasaan. DPR periode 1999-2004 atau DPR era reformasi yang sebenarnya banyak diharapkan menjadi lembaga perwakilan yang membawa aspirasi rakyat, ternyata lebih banyak sibuk dengan urusan perebutan kekuasaan.

Penyelesaian kasus Trisakti-Semanggi, kasus mantan Presiden Soeharto, sebagai tuntutan dari gerakan reformasi nyatanya bukanlah perhatian DPR. Puncaknya saat kasus kasus dana nonbudgeter Buloggate atau yang lebih dikenal Buloggate jilid dua ini mencuat. Sikap DPR—demikian juga dengan F-PDIP—tidak konsisten. Kalau dulu mendukung Pansus Buloggate I yang akhirnya berujung dengan impeachment Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), maka untuk Buloggate II fraksi-fraksi di DPR “bersekongkol” untuk tidak membuat Pansus.

Inilah puncak kekecewaan Sophan sebagai seorang politisi terhadap partainya yang akhirnya membuat putra tokoh Partai Nasional Indonesia Manai Sophiaan ini memilih mundur dari Senayan. Sejak mundur, kiprah Sophan di dunia politik nyaris tidak terdengar lagi.

Dia lebih banyak terlibat dalam kegiatan sosial dan kembali ke dunia akting. Sampai akhirnya meninggal dunia ketika akibat terjatuh dari sepeda motor saat menyemarakkan 100 Tahun Kebangkitan Nasional di di perbatasan Sragen (Jawa Tengah) dengan Ngawi (Jawa Timur), Sabtu (17/5) pagi. “Saya ini orang pasrah. Saya orang fatalis. What ever will be will be depend to God,” katanya.

Selamat jalan Sophan Sophiaan!

================================================================================

sumber : kompas.com

Iklan

Tag: , , , ,

Satu Tanggapan to “Sophan Sophian Merasa Tidak Cocok Jadi Politisi”

  1. infogue Says:

    Artikel di blog ini bagus dan berguna bagi para pembaca.anda dapat lebih mempromosikan artikel anda di Infogur.com dan jadikan artikel anda topik yang terbaik bagi para pembaca di seluruh Indonesia.telah tersedia plugin/widget.kirim artikel dan vote yang terintegrasi dengan instalasi mudah dan singkat.salam blogger!!!

    http://www.infogue.com/
    http://politik.infogue.com/
    http://politik.infogue.com/sophan_sophian_merasa_tidak_cocok_jadi_politisi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: