Inilah Para Penjahat Lingkungan dalam Kasus Lumpur Panas Sidoarjo

lapindo_kantorpertamina_tenggelam.jpg

Derita warga Sidoarjo akibat semburan lumpur Lapindo belum juga usai. Sementara, para penjahat lingkungan hidup yang membuat kehancuran ekologi di Sidoarjo masih bebas berkeliaran. Siapakah para penjahat lingkungan hidup dalam kasus semburan lumpur Sidoarjo itu?

1. Bakrie Group

images.jpg

Keluarga Bakrie melalui PT. Energi Mega Persada memiliki 50% saham di Blok Brantas yang kini menimbulkan bencana ekologi di Sidoarjo. PT. Energi Mega Persada nampak dominan karena disamping sebagai pemilik saham terbesar juga menempatkan anak perusahaannya Lapindo sebagai operator di blok Brantas.

Apa dosa Lingkungan PT. Energi Mega Persada?

Pertama, management PT.Energi Mega Persada melakukan kelalaian sehingga menimbulkan bencana semburan lumpur panas di Sidoarjo. Kelalaian tersebut antara lain:

a. Melakukan pemboran sedalam 9.297 kaki (sekitar 2.833,7 meter) di dalam tanah tanpa menggunakan casing. Casing adalah pipa baja yang dilapisi semen untuk melindungi masuknya fluida ke dalam lubang sumur serta menghindari gugurnya dinding formasi (lapisan batuan) ke dalam lubang bor. Kelalaian tersebut adalah salah satu penyebab bencana lumpur panas di Sidoarjo.

Padahal berdasarkan dokumen rapat teknis PT. Lapindo Brantas dan rekanan pada 18 Mei 2006 sudah diperingatkan untuk memasang casing sebagai selubung pengaman yang berdiameter 9 5/8 inci. Namun di lapangan, Casing hanya dipasang pada kedalaman 3.580 kaki. Selanjutnya pengeboran sedalam 1.700 meter lebih pengeboran dibiarkan tanpa casing.

b. Mengabaikan temuan dari hasil penelitian ahli geologi Huffco, Kusumastuti yang telah dipublikasikan pada tahun 2002. Penelitian tersebut memperingatkan bahwa ada lapisan lempung (slump) yang dapat bergerak dan labil. Bila lapisan itu ditembus secara vertikal, sudah diprediksi akan adanya ledakan lumpur panas. Oleh karenanya disarankan untuk melakukan pengeboran miring supaya terhindar dari lapisan lempung tersebut. Namun saran ini diabaikan oleh Lapindo Brantas dengan tetap melakukan pengeboran secara vertikal.

c. Melakukan serangkaian kebohongan publik yang mengatakan bahwa lumpur panas yang terjadi di Sidoarjo diakibatkan oleh bencana alam berupa gempa bumi di Jogjakarta yang terjadi pada tanggal 27 Mei 2006 dengan kekuatan 5,9 Skala Richter (SR). Beberapa pakar pun sudah membantahnya.

Ir. Amin Widodo MT, pakar geologi dari ITS membongkar kebohongan publik Lapindo tersebut. Menurutnya, jika memang karena gempa, Blow out (aliran minyak, gas dan lumpur yang tidak bisa dikendalikan di dalam pipa pemboran atau lubang sumur dan menimbulkan ledakan atau nyala api di permukaan) bisa dimungkinkan bila efek gempa Jogjakarta yang mencapai Porong berkekuatan 6 SR. Kenyataanya efek gempa hanya tinggal 2,2 SR.

Bantahan terhadap kebongan publik PT. Lapindo juga datang dari Prof Mori, ilmuwan dari Jepang. Menurut Prof Mori, posisi lumpur Lapindo di Sidoarjo jauh di luar episentrum gempa Jogja. Artinya, dengan kekuatan gempa 6,3 SR pun tidak akan menimbulkan pengaruh atau kerusakan yang berarti di Porong-Sidoarjo.

2. TIM Task Force Bencana Lumpur ITS Surabaya

its.jpg

Dosa lingkungan yang dilakukannya adalah mengusulkan pembuangan lumpur ke kali Porong yang merupakan sungai utama di Sidoarjo. Akibatnya, DAM Lengkong yang ada di hulu (Mojokerto) harus dibuka. Padahal DAM ini memasok kebutuhan air bagi sawah, tambak, industri, pemukiman dan Jasa Tirta di Mojokerto dan Sidoarjo.

Jika DAM tersebut dibuka maka masyarakat yang terkait dengan DAM Lengkong akan dirugikan. Selain itu, jika lumpur menutupi sungai maka lambat laun kapasitas sungai akan menurun. Akibatnya, pada musim penghujan kota Sidoarjo akan tenggelam.

TIM Task Force Bencana Lumpur ITS Surabaya juga mengabaikan bahwa lumpur Lapindo merupakan limbah B3 (bahan beracun dan berbahaya). Hal itu dibuktikan dengan investigasi Walhi Jatim yang mencatat kematian ikan-ikan di saluran irigasi sehari setelah blow out pertama terjadi. Temuan itu diperkuat oelh Guru Besar Kesehatan Lingkungan FKM Univ. Airlangga Prof Mukono dan Kepala RS Bayangkara Kompol PP Hadi Wahyono.

Note: diolah dari buku Konspirasi Di Balik Lumpur Lapindo, Dari Aktor Hingga Strategi Kotor

Sumber : corporatewatch07.wordpress.com

link artikel :

=========================================================================
Iklan

Tag: , , , , , , ,

26 Tanggapan to “Inilah Para Penjahat Lingkungan dalam Kasus Lumpur Panas Sidoarjo”

  1. hilda alexander Says:

    Di mana posisi pemerintah? apakah dosa yang dipikulnya ‘terturut’? pemerintahlah selaku regulator dan pengawas yang seharusnya melakukan fungsi pengawasan terhadap kelangsungan proyek Lapindo ini. Saya tak hendak membela Grup Bakrie (yang satu ini sudah jelas-jelas melakukan kelalaian), namun pemerintah juga semestinya bertanggung jawab atas kerusakan yang ditimbulkan dengan sengaja ini. Saya katakan kerusakan, bukan musibah, karena faktor kelalaian manusia (human error) mendominasi tragedi Lapindo…..

  2. indra1082 Says:

    GANTUNG AJA PARA PENJAHAT@ nya!!!
    tapi siapa yg berani ya???

  3. togarsilaban Says:

    Sepertinya kasus Lapindo itu sudah ada “kekeliruan berjamaah” baik yang disengaja maupun yang tidak. Disana ada investor eksplorasi, ada kontraktor pelaksana, ada Pemda ada Pemerintah Pusat, dan mungkin juga ada ‘invsible hand”, yang terakhir ini sering tidak masuk dalam pembicaraan dan nota formal, tapi biasanya sangat “powerful”.

    Saya tidak tau, apakah proses AMDAL nya dilakukan dengan BENAR (artinya tidak hanya formalitas), atau tidak.

    Sudah jelas ada kekeliruan dalam pelaksanaan. Ada yang coba menghubungkan dengan kejadian gempa, tapi argumentasinya sangat lemah. Mestinya sebelum pelaksanaan, sudah ada survey lengkap tentang kondisi lapangan termasuk kondisi geologisnya. Apakah survey dan analisanya sudah dilakukan secara akurat. Kalau sudah apakah sudah diantisipasi, kalau pengeboran tanpa “casing”?.

    Soal pembuangan ke Kali Porong, itu dilematis, saya perhatikan, sewaktu kejadian banyak pihak yang mau jadi “pahlawan kesiangan” dan buru-buru kasi rekomendasi, padahal dari sudut yang sempit. Akhirnya kita semua tau, korban manusia sangat banyak dan korban harta sangat besar.

    BTW, ada artikel lain di: http://www.togarsilaban.com/2007/06/15/lapindo-penataan-ruang/
    Mungkin bisa jadi info tambahan.

  4. kucingkeren Says:

    tragis..ironis..

  5. Sawali Tuhusetya Says:

    kenapa juga tak segera dilakukan proses hukum kalau sudah jelas2 terbukti siapa pelakunya, ya bung? seharusnya ini momentum yang tepat bagi pemerintah utk mengusut kasus itu agar memberikan efek jera bagi mereka yang suka mengeksplorasi kekayaan alam tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan.

  6. Ahmad Sahidah Says:

    Sebuah catatan buruk bagi Abu Rizal Bakrie!

    Sayangnya, dia tidak menggelontorkan uangnya yang bejibun itu untuk membayar kerugian korban. Sudah kering air mata untuk menangis, sudah serak mulut bersuara dan hanya diam sebagai perlawanan.

  7. Panda Says:

    sekarang dia orang terkaya di Asia Tenggara. mana peduli dia, lae? biar mampus, pemerintah aja ga berani. capek….!

  8. transmorfosis Says:

    tambahan menyedihkan masak sejak dulu hingga kini koq tetp gak teratasi

  9. leah Says:

    hiksss 😦 korban lumpur lapindo emang tragis benar yaks.

  10. hanggadamai Says:

    terlalu jahat org2 seperti itu…

  11. mahma mahendra Says:

    sepakat bung, bahkan kabarnya its juga menyembunyikan data2 sehingga merugikan warga korban lumpur. dan tragisnya lagi beberapa mahasiswa its di skors gara2 demo mempertanyakan data tersebut.

    trus gimana pemerintah? apa mereka juga g berdosa?

  12. Rondang br Siallagan Says:

    Saya kira in masalah lumpur panas ini sudah beres..Ternyata..masih belum selesai.. Aduh kasihan banget mereka2 itu…

  13. torasham Says:

    konon, tidak ada proses AMDAL…..atau belum. Tapi apapun namanya…
    seharusnya tidak boleh di bor dulu.

    Malah beberapa “masyarakat” mengatakan
    “memang lumpur Lapindo tidak ditutup, karena kalau ditutup, maka banyak yang kehilangan pekerjaan”

    entahlah…
    tapi menurutku sih, warga korban harus total mungkin yah…?
    tutup jalan lagi atau gantirugi….

  14. langitjiwa Says:

    tadi sore aku melihat berita di TV ( Trans ) kalau didekat wilayahku sudah ada gelumbung2 kecil dan itu dinyatakan sama dgn yg di porong. ( sedih aku ! )
    jarak dari rumahku hanya 15 kilo ( aku di Sedati )
    aku hanya berdoa,kawan.

  15. langitjiwa Says:

    tragisnya aku baca koran pagi ini Bakrie jadi orang terkaya se Asia Tenggara ( Jawa-Pos .27 mei 2008 )

  16. Shinte Galeshka Says:

    Cuma satu hal lagi, kebersamaan & kepedulian. Bila mereka bisa lenggang kangkung tanpa satu bentuk hukuman apapun dari kita bersama sebagai satu bangsa, next time hal yang sama akan berulang pada kita sendiri, dan pada saat itu akan terlambat untuk menuntut kepedulian dan kebersamaan itu.

  17. sego pecel Says:

    kadang aku tertawa sendiri kalo ngelihat mukanya aburizal bakrie..
    lucu..! mirip-mirip tikus di blaster sama anjing pudel..
    wkwkwkwkkkkkk…!!!

    (salam perjuangan untuk korban lumpur..!!)

  18. pkab Says:

    http://pkab.wordpress.com/2008/05/29/mari-pecahkan-10-misteri-lumpur-lapindo/

    Ada yang bisa bantu untuk menghubungi Bapak KomJen Makbul Padmanagara untuk mengetahui lebih detil 10 Misteri apa yang masih tersisa itu…. Supaya peta konsep Lumpur Lapindo bisa dikembangkan lebih lanjut.

    Mari bersama kita bisa!

    salam perjuangan,
    sur
    pemeta konsep

  19. arif rakhman Says:

    dear all,
    saya ini penggiat penerjemahan dari bahasa inggris ke bahasa indonesia. karena saya pikir banyak penggiat LSM sering memanfaatkan pelayanan semacam itu, saya mengajukan diri saya dalam weblog ini. semoga ada yang berkenan. terima kasih

  20. Harry Says:

    ya udah gimana sekarang supaya lumpurnya berhenti?

  21. Nolan Says:

    Sadar gak sih ini cikal bakal kiamat di Jawa… Jawa Timur lah paling gak.
    Salah satu cara menghancurkan peradaban manusia ya begini ini. Siapapun yg salah gak usah dicari-cari. Mending mikirin sambil ngamatin itu lumpur keluar dimana lg selain di sana…

  22. arifrahmanlubis Says:

    salutlah buat menko kesra indonesia

  23. hanif Says:

    semoga kita bisa banyak mengambil ibrohnya…

  24. silah Says:

    ketika kasus lapindu hingga kini belum juga ada solusi. pertanyaan kita, dimanakah posisi negara yang dipimpin SBY ini, padahal tujuan negara sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 45 di antaranya melindungi segenap warga bangsa. kalau negara tidak “mengadili” terhadap kasus lapindo, ada apa sesungguhnya dengan SBY? mestinya negara turun tangan, bukan sebaliknya “berpangku tangan”.

  25. Stop Dreaming Start Action Says:

    semoga para korban diberi ketabahan

  26. ciput mardianto Says:

    coba anda ke tempat kejadian, lihat dan bagaimana cara penanggulangannya, nanti anda bisa buat kesimpulan yang baru!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: