Blue Energy Bisa Jatuhkan Presiden SBY ?

Para pakar tingkat dunia saja masih meraba-raba dalam gelap, demi mewujudkan impian : menciptakan energi baru yang bersumber dari air. Salah satunya Dr Paul Maggard. Menurut ahli kimia dari North Carolina University ini, air diramu dengan logam oksida, plus tenaga surya, memang bisa menghasilkan bahan bakar. Tapi, belum ditemukan formula yang pas. Menurut Dr Maggard, masih dibutuhkan riset puluhan tahun lagi, demi mendapatkan rumusan yang cocok

Oleh : Robert Manurung

APA kata dunia, jika blue energy yang menghebohkan itu ternyata cuma isapan jempol ? Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah terlanjur gembar-gembor, mengenai proyek energi baru berbahan baku air tersebut. Bahkan menurut Koran Tempo, energi ajaib itu sudah dipamerkan dalam konfrensi internasional Global Warming di Bali, akhir tahun lalu.

Bisa dibayangkan, alangkah girangnya Presiden SBY setelah mendengar presentasi Joko Suprapto dan kawan-kawan, mengenai energi alternatif tersebut. Boleh jadi kegirangannya melebihi rasa senang Bung Karno seusai memproklamirkan kemerdekaan Indonesia, atau “orgasme”-nya Colombus setelah menemukan benua Amerika..

Betapa tidak, penemuan energi baru yang murah dan mudah diproduksi, pasti akan mengorbitkan negara penemunya jadi super power baru. Dan presidennya, akan otomatis jadi pemimpin paling berkuasa dan dihormati di muka bumi.

Bayangkan betapa bahagianya : Indonesia akan makmur, tak ada lagi berita menyedihkan yaitu anak mati karena gizi buruk, tidak ada lagi demo mahasiswa menentang kenaikan BBM; dan Susilo Bambang Yudhoyono akan dihormati sebagai pahlawan nasional tanpa tandingan. Wow!

* * *

TAPI, tunggu dulu. Apakah logis mengharapkan Indonesia jadi pemenang, dalam perlombaan menemukan energi baru yang murah dan mudah diproduksi ? Memberantas nyamuk demam berdarah saja, kita belum becus. Dan sampai sekarang, semburan lumpur panas Lapindo masih terus bergolak, menenggelamkan satu per satu desa di Sidoarjo; sementara kita hanya melakukan tindakan sia-sia, yaitu berupaya membendungnya.

Para pakar tingkat dunia saja masih meraba-raba dalam gelap, demi mewujudkan impian : menciptakan energi baru yang bersumber dari air. Salah satunya Dr Paul Maggard. Menurut ahli kimia dari North Carolina University ini, air diramu dengan logam oksida, plus tenaga surya, memang bisa menghasilkan bahan bakar. Tapi, belum ditemukan formula yang pas. Menurut Dr Maggard, masih dibutuhkan riset puluhan tahun lagi, demi mendapatkan rumusan yang cocok

Nah, apa mungkin orang Indonesia melakukan quantum leap, meloncat ke garis terjauh dalam prestasi penelitian; padahal bangsa kita tidak punya pengalaman, peralatan dan kompetensi riset yang tergolong maju ? Pertanyaan ini, dan sikap tahu diri yang ditimbulkannya, merupakan unsur sikap hati-hati yang semestinya dimiliki seorang pemimpin; apalagi seorang presiden.

Belum ada sejarahnya, seorang presiden masuk terlalu jauh ke garda depan dunia sains, apalagi menyangkut hasil penelitian yang belum mendapat rekomendasi dari lembaga riset nasional. Presiden SBY adalah pionirnya. .

* * *

MENURUT Koran Tempo edisi hari ini, Presiden SBY memang sangat kesengsem pada blue energy.tersebut. “Temuan yang disodorkan ke Istana lewat seorang staf kepresidenan itu datang dari Joko Suprapto, warga Nganjuk, Jawa Timur. Ia menawarkan cara pembuatan energi yang sepintas tampak gampang dan murah. Cukup sediakan air, diolah begitu rupa, dan sim salabim, terciptalah bensin.’

Kabarnya, Joko sempat menjanjikan, blue energy bisa mulai diproduksi menjelang peringatan 100 Tahun Kebangkitan Nasional, 20 Mei lalu. Disebutkan pula, harga energi biru hanya Rp 3.000 per liter, jauh lebih murah dibanding premium yang kini Rp 6.000 per liter.

Ribut-ribut merebak setelah janji itu tak ditepati. Apalagi kemudian dikabarkan, Joko yang memiliki stasiun radio di Nganjuk itu sempat menghilang. Kalangan peneliti dan akademisi mulai mempertanyakan kredibilitasnya. Mereka umumnya tidak percaya temuan yang disodorkan Joko benar-benar ilmiah dan baru.

* * *

KINI, sudah ada klarifikasi dari Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta, bahwa blue energy adalah omong kosong, menyesatkan dan bertendensi penipuan.

“Ini hal yang memalukan karena presiden kita lebih mempercaya hal-hal seperti ini,”kata Ketua Jurusan Teknik Elektro UGM Tumiran, Rabu kemarin (28/5). “Kami puas UGM tidak tertipu,”ujar Kepala Pusat Studi Energi UGM Sudiartono.

Joko dan kawan-kawan pernah meminta UGM membiayai proyek penelitian energi alternatif, senilai Rp 3 miliar. Namun setelah menguji kompetensi dan kredibilitas mereka, UGM menyimpulkan Joko dkk hanya penipu berkedok ilmiah. Nama perusahaan, alamat-alamat dan nomor telepon yang mereka berikan, semuanya palsu.

Memang, UGM belum melakukan pengujian ilmiah untuk membuktikan blue energy cuma isapan jempol. Namun, sudah bisa dipastikan : Joko dkk tidak punya kompetensi dan rekam jejak sebagai peneliti. Dengan demikian, blue energy yang sangat dijagokan oleh Presiden SBY itu tak mungkin bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Lalu apa ? Penemuan besar oleh orang-orang otodidak, atau mistik ? Apakah karena tidak ilmiah, sehingga Presiden SBY tak berkonsultasi dengan lembaga-lembaga yang berkompeten, misalnya Dewan Riset Nasional, LIPI, BPPT, UI, ITB dan lain-lain ?

* * *

DALAM kedaan krisis energi sekarang ini, bisa dimengerti jika presiden menjadi responsif sekali terhadap setiap peluang menemukan energi alternatif, di luar energi fosil. Dan bisa dibayangkan, betapa harapan Presiden SBY melambung setinggi langit, sehingga dia berinisiatif memberi nama bagi hasil “penemuan” Joko dkk tersebut, yaitu blue energy.

Tapi setelah mengerti duduk perkaranya, dengan perasaan sedih dan malu kita terpaksa menyimpulkan : Presiden SBY telah bertindak reckless atau sembrono dalam perkara ini. Presiden SBY tidak hanya kurang hati-hati, tapi juga tergesa-gesa mempromosikan penemuan yang belum valid, yang notabene berasal dari orang-orang yang tidak memiliki track record untuk bisa menghasilkan karya sehebat itu.

Tampaknya Presiden SBY sudah larut betul dalam strategi kehumasan yang digulirkan oleh para staf dan penasehatnya, sehingga terikat betul untuk memproduksi output-output baru, demi menjaga popularitasnya tetap berkibar. Akibatnya, presiden menjadi over exposed, namun tanpa bobot dan kedalaman, serta tanpa kesan tulus dan kesungguhan bekerja demi kepentingan rakyat.

Skandal blue energy ini adalah ekses dari kepatuhan pada mesin public relations yang “tanpa hati” itu. Ini bisa menjatuhkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dalam arti reputasi dan integritasnya sebagai pemimpin, politisi dan intelektual. Boleh jadi, lantaran “penemuan” energi baru ini, Indonesia bakal jadi bahan tertawaan di dunia internasional; termasuk di lingkungan lembaga penelitian Namru 2 milik AS; yang saat ini vakum karena belum mendapat izin baru dari Indonesia.

Sayang sekali, seorang presiden, yang nota bene memiliki latar belakang akademis yang kuat, bisa-bisanya terlibat urusan yang beginian. Kasihan betul rakyat Indonesia….

====================================================================

http://www.ayomerdeka.wordpress.com

Iklan

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , ,

9 Tanggapan to “Blue Energy Bisa Jatuhkan Presiden SBY ?”

  1. hh Says:

    …”Bahkan, lanjut Heru, ada yang sebelumnya menggunakan solar dan di tengah jalan langsung diganti 100 persen dengan blue energy. “Mobilnya malah semakin tidak ada getaran,” lanjutnya bangga.” (http://www.topix.com/forum/world/malaysia/TT2EJH6OMA6CSLONS)
    Luar biasa. Bensin tidak bisa menggantikan solar, tetapi Blue Energy bisa. Kok bisa ada orang yang berani mengatakan bahwa itu adalah tipuan?

    Menurut pendapat Dr Paul Maggard di atas belum ditemukan formula yang pas, kok bisa lain lain ya.

    Sekiranya sudah ditemukan formula yang pas dan diproduksi massal, apakah persediaan air di bumi tidak akan habis? Karena semua jenis bahan bakar yang sudah dibakar tidak akan pernah kembali ke wujud asalnya. Tidak bersiklus. Atau, apakah oksigen dan hidrogen di udara akan otomatis bersenyawa membentuk air bila persediaan air di bumi berkurang?

  2. Yari NK Says:

    Di Indonesia, ilmuwan sepertinya kurang dihargai, susah sekali cari dana untuk proyek penelitian sains, padahal penelitian sains adalah bisa menjadi investasi yang tak ternilai harganya baik investasi secara ekonomis maupun untuk prestise suatu kelompok atau bangsa. Inilah sebabnya sains di Indonesia kurang maju padahal banyak sebenarnya anak2 bangsa yang berpotensi. Ingat kita pernah menjadi juara umum olimpiade Fisika di Singapura beberapa tahun yang lalu (membawa 4 medali emas kalau nggak salah) dan satu di antaranya menjadi juara umum mengalahkan negara2 yang sudah mapan dalam ilmu pengetahuan seperti AS dan negara2 Eropa, ini menandakan bahwa kita punya potensi yang tidak kalah dengan bule-bule.

    Namun sayang, potensi mereka hilang setelah keluar dari kampus dan memasuki dunia kerja. Mereka beramai2 jadi manajer ataupun pebisnis. Karena inilah profesi2 “terhormat” di negeri ini yang bisa mereka raih. Ilmuwan ?? Mana ada tempat terhormat bagi ilmuwan di negeri ini !

    Jadi memang kalau negara ingin maju dan dihormati banyak orang, harus bisa mencetak ilmuwan2 yang handal. Ingat, negara2 yang menguasai ilmu dan teknologi tidak ada yang miskin dan terbelakang. Jadi mulailah negara ini menghormati dan menghargai ilmuwan2, jangan hanya mencetak manajer2 (yang sekolahnya sudah bejibun di negeri ini dengan kualitas2 yang nggak jelas) dan pebisnis2 saja…..

  3. batuhapur Says:

    Presiden Tidak se sembrono itu, dia punya penasehat dan juru bicara yang setiap saat siap ada untuk mengamati dan memantau reaksi Presiden SbY, dalam menaggapi segala hal. walaupun membingungkan. dimana pihak akademis UGM membantah bahwa Blue Energi itu adalah penipuan. sendainya itu penipuna, Segampang itukah Presiden serta staf2nya di kibuli…??? saya tidak yakin SBY sesembrono itu..

    dan memang sangat sukar untuk diterima akala sehat. negara yang sangat maju aja belum bisa menemukan formula tersebut, bahkan mereka masih asyik saat ini memperebutkan daerah( ladang Minyak) yang tidak bertuan…

    Tulisan ini sangat menarik perhatian masyarakat…

    Mauliate

  4. Robert Manurung Says:

    @ hh
    @ Yari NK
    @ batuhapur

    Membingungkan memang. Dan aku merespon apa adanya dengan sikap skeptis, bukan pesimis, sebagian karena adanya informasi negatif dari UGM dan sebagian lagi karena common sense-ku meragukan kita bisa jadi pemenang dalam perlombaan ini.

    Sangat tidak masuk akal kita bisa mendahului AS yang kegiatan risetnya sudah mapan, bahkan berani investasi untuk penelitian luar angkasa; begitu pula Inggris, Perancis, Jerman, Jepang, Korea Selatan, India, dan banyak lagi negara lain yang telah memiliki “tradisi” riset cukup mapan.

    Kita ? Mana ada dana untuk penelitian di universitas-universitas ? Bahkan lembaga-lembaga riset seperti LIPI dan BPPT pun anggarannya lebih banyak untuk pembiayaan hal-hal yang bersifat administratif; bukan penelitiannya sendiri.

    Selain itu, karena penanganan proyek energy blue ini lewat jalur politik, dan tidak melibatkan lembaga-lembaga yang berkompeten di bidang riset, sangat wajarlah kalau timbul kekuatiran : jangan-jangan ini hanya avonturir. Apalagi kalangan akademisi/penelitian seperti UGM tidak kenal dengan “penemu” energy blue; padahal dunia riset nasional itu kan sempit.

    Sekadar mengingatkan, bukan hal aneh bahwa kalangan pejabat tinggi kita yang nota bene tergolong intelektual seringkali kena dikibuli; justru karena ambisi berlebihan para pejabat itu sendiri. Ingat dong bagaimana Wapres Hamzah Haz tertipu dalam investasi perusahaan agrobisnis. Dan menteri agama yang percaya ada harta karun di Bogor…..

    Terima kasih

    Salam Merdeka

  5. b oe d Says:

    Mas Robet,
    Beritanya sudah masuk koran singapura sini, satu halaman penuh.
    http://www.asiaone.com/News/Latest%2BNews/Asia/Story/A1Story20080531-68130.html

    Juga sudah sampai Australia
    http://www.theaustralian.news.com.au/story/0,25197,23784168-29677,00.html

    Perlu damage control nih pak SBY.
    😦

  6. blogblajar Says:

    Di zaman pertengahan dan kegelapan, para alkemis yang dikenal eksentrik mempunyai impian INSTAN. Impian itu berhubungan dengan
    dongeng apakah besi atau unsur lainnya bisa diubah menjadi emas dengan suatu proses kimia? Yang tertarik dengan ide ini tidak tanggung -tanggung. Sebut saja Leonardo Da Vinci dan Isaac Newton yang terkenal sebagai pemimpin ordo Ksatria Templar.

    Impian Kuno mengubah besi, tembaga, atau benda lainnya menjadi logam mulia yaitu emas sam tuanya dengan hasrat manusia akan kemudahan untuk meraup kekayaan. Tapi yaitu tadi, impian itu menjadi sia-sia. Sampai berakhirnya usia Leonardo maupun Newton impian itu hanya jadi dongeng dan dilupakan orang. Dan hanya laku bagi para penipu dan orang-orang tamak yang akalnya hilang karena kepepet atau karena rakus sekali dengan harta benda. Ketika sains dan metode ilmiahnya lebih maju lagi, mimpi mengubah besi menjadi emas pun mulai dilupakan.

    Eh, tak dinyana, impian lama besi menjadi emas muncul lagi di dunia modern ini. Kali ini di Indonesia, negeri yang gemah ripah loh jinawi ini (katanya). Ini semua karena melambungnya nilai Emas Hitam alias minyak yang berharga. Maka entah kapan mulainya muncul suatu harapan lagi. Mirip harapan mengubah besi jadi emas zaman kuno. Yaitu harapan mengubah air menjadi emas hitam alias minyak dengan turunannya yang menjadi penggerak peradaban modern. Tentu saja, ada yang penasaran dan mati-matian berupaya mewujudkan impian lama itu. Tapi sampai sejauh ini pun orang tak pernah lagi berharap yang muluk-muluk kalau air bisa jadi bensin, minyak tanah, atau solar. Kalaupun ada, pada akhirnya orang tersebut menjadi setres berat karena masih meneruskan impian lama para alkemis kuno yaitu mengubah besi menjadi emas. Dan korban pun akhirnya berjatuhan, baik korban kebodohan maupun korban dari ketamakannya sendiri.

  7. Sebenarnya wajar,klu kita berimprovisasi dgn hal2 yg tdk logis.Ketahuilah bahwasanya tidak ada yg tak mungkin di alam ini.Karena Ilmunya&lainnya sdh di ciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa,hanya saja kita blm menemukan itu. Says:

    http://www.jeemha1000.myffi.biz

  8. punkt Says:

    Blue energy = HOAX (bohong)
    Lihat aja di wikipedia, cari artikel ttg “gasoline fuel”. Dari dulu emang banyak yang ngaku uda nemuin cara ngubah air jadi BBM, tapi ujung2nya nipu2 doank..

  9. pcundang Says:

    begitulah nyatanya.. ada pengalaman pupuk saputra ns yg ujung2nya gak jelas tapi terlanjur SBY dan pak ciputra kena hipnotis penyihir yg bernama saputra. saya yakin pak ci menyesal sepanjang hayat karena pernah mendukung habis2an saputra. sekarang terulang lagi di blue energi. Ah, Jangan terperosok kedalam lubang yang sama kalau…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: