Membela Ahmadiyah, Menyelamatkan Indonesia

Tapi belakangan ini ada sekelompok orang yang hendak menghapuskan hak asasi itu dan mengancam ke-bhinneka-an. Mereka juga menyebarkan kebencian dan ketakutan di masyarakat. Bahkan mereka menggunakan kekerasan, seperti yang terjadi terhadap penganut Ahmadiyah yang sejak 1925 hidup di Indonesia dan berdampingan dengan damai dengan umat lain.

Oleh : Robert Manurung

MARI PERTAHANKAN INDONESIA KITA!

Seruan dengan huruf-huruf kapital di atas adalah judul sebuah undangan terbuka, untuk menghadiri Apel Akbar di Lapangan Monas, Jakarta, Minggu 1 Juni 2008, mulai pukul 13.00 hingga 16.00 WIB. Pengundang ialah 249 tokoh dari berbagai latar belakang etnis, agama, profesi dan afiliasi politik, yang tergabung dalam Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan.

Undangan ini dipasang sebagai iklan sehalaman penuh di Koran Tempo (26/5), dengan menjejerkan secara alfabetis nama para penggagas aliansi tersebut. Hanya dengan melihat deretan nama tokoh yang berawal dari huruf A, kita sudah mendapat gambar pelangi keindonesian yang indah. Mungkin beginilah atmosfir Indonesia di tahun-tahun permulaan setelah merdeka.

Mari kita lihat daftar penggagas aliansi itu dalam deretan huruf A :

  1. A.Rachman Tolleng, Makassar, Islam, analis politik
  2. A.Syafii Maarif, Jawa, Islam-Muhammadiyah, akademisi/rohaniawan
  3. AA.GN Ari Dwipayana, Bali, Hindu,
  4. Abdul Qodir Agil, Arab, Islam,
  5. Ade Rostina Sitompul, Batak, Kristen, aktivis HAM
  6. Adnan Buyung Nasution, Batak, Islam, pengacara/aktivis HAM
  7. Ahmad Tohari, Jawa, Islam, sastrawan
  8. Amien Rais, Jawa, Islam-Muhammadiyah, politisi/dosen
  9. Anand Khrisna, India, Hindu, ahli spiritual
  10. Arief Budiman, Cina, Islam, dosen
  11. Arianto Patunru, Makassar, Islam,
  12. Asmara Nababan, Batak, Kristen, aktivis HAM
  13. Ayu Utami, Jawa, Katolik, sastrawan
  14. Azyumardi Azra, Jawa, Islam, dosen

Tokoh populer lainnya yang ikut menggagas Apel Akbar ini antara lain, Christanto Wibisono, Djohan Effendi, Eep Saefulloh Fatah, Fadjroel Rahman, Fikri Jufri, Goenawan Mohammad, Gusti Tf Sakai, Gusti Ratu Hemas, HS Dillon, Ichlasul Amal, Jajang Pamunjak, Johnson Panjaitan, Gus Dur, Dawam Rajharjo, Marsillam Simanjuntak, Nono Anwar Makarim, Putu Wijaya, Rizal Mallarangeng, Todung Mulya Lubis, Ulil Abshar-Abdalla, WS Rendra, dan Yenny Rosa Damayanti.

Fakta yang sangat menarik, dalam daftar 249 tokoh penggagas aliansi tersebut tak seorang pun politisi PKS , PBB dan ormas-ormas Islam di luar NU dan Muhammadiyah. Apakah ini bisa diartikan bahwa kedua partai dan ormas-ormas tersebut tidak tertarik dengan masalah kebangsaan dan kebebasan beragama ?

Membela Ahmadiyah, menyelamatkan Indonesia

Undangan Apel Akbar ini menyertakan teks mirip manifesto, yang pada intinya menyatakan keprihatinan bersama atas merajalelanya kekuatan yang berusaha menghapuskan Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila. Menariknya, selain menggambarkan secara umum ancaman kelompok tertentu terhadap pluralisme di Indonesia, masalah Ahmadiyah disinggung pula secara khusus.

Sementara itu targetnya kepada masyarakat luas sudah jelas, untuk mendorong masyarakat agar berani melawan apa yang disebut sebagai kekerasan yang bertujuan menyebarkan kebencian dan ketakutan; yang pada akhirnya bakal mengancam pluralisme di Indonesia.

Apel Akbar ini adalah peristiwa pertama setelah era Bung Karno, di mana komponen-komponen bangsa mau bersatu dan mengadakan show of force dalam skala besar untuk menyatakan kembali komitmen pada ke-Indonesia-an yang majemuk. Inilah sejatinya kelompok mayoritas di Indonesia, yang selama ini terpecah-belah atau bungkam (silent majority).

Peran serta Amien Rais dan sejumlah tokoh Muhammadiyah dalam aliansi ini merupakan fenomena yang menarik, dan akan berdampak mengucilkan terhadap kelompok-kelompok yang berusaha menghapuskan pluralisme dari bumi Indonesia. Demikian pula keterlibatan sejumlah tokoh keturunan Arab, ini merupakan gejala baru, setelah kiprah tokoh-tokoh nasionalis keturunan Arab berakhir pada tahun 70-an.

Inilah teks lengkap pernyataan tersebut :

MARI PERTAHANKAN INDONESIA KITA!

Indonesia menjamin tiap warga bebas beragama. Inilah hak asasi manusia yang dijamin oleh konstitusi. Ini juga inti dari asas Bhinneka Tunggal Ika, yang menjadi sendi ke-indonesia-an kita.

Tapi belakangan ini ada sekelompok orang yang hendak menghapuskan hak asasi itu dan mengancam ke-bhinneka-an. Mereka juga menyebarkan kebencian dan ketakutan di masyarakat. Bahkan mereka menggunakan kekerasan, seperti yang terjadi terhadap penganut Ahmadiyah yang sejak 1925 hidup di indonesia dan berdampingan dengan damai dengan umat lain.

Pada akhirnya mereka akan memaksakan rencana mereka untuk mengubah dasar negara Indonesia, Pancasila, mengabaikan konstitusi, dan menghancurkan sendi kebersamaan kita.

Kami menyerukan, agar pemerintah, para wakil rakyat, dan para pemegang otoritas hukum, untuk tidak takut kepada tekanan yang membahayakan ke-Indonesia-an itu.

Marilah kita jaga republik kita.

Marilah kita pertahankan hak-hak asasi kita

Marilah kita kembalikan persatuan kita.

Jakarta, 10 Mei 2008

Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan

================================================================

http://www.ayomerdeka.wordpress.com.

Iklan

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , ,

30 Tanggapan to “Membela Ahmadiyah, Menyelamatkan Indonesia”

  1. Menggugat Mualaf Says:

    saya mendukung ahhhh… mari pertahankan Indonesia kita!!
    hari ini Pancasila ultah loh, selamat ulang tahun pancasila..
    hidup Indonesia…!!

  2. dana Says:

    Ngomong-ngomong, kabar SKB nya gimana sih lae?

  3. Robert Manurung Says:

    @ Menggugat Mualaf

    Hidup Pancasila. Aku jadi ikut tertular semangatmu. Trims ya

    @ dana

    SBY sedang sakit, Lae. Kabarnya stress karena kerasnya demo mahasiswa menentang BBM. Dan sekarang Aliansi bikin Apel Akbar, apa nggak tambah parah sakitnya presiden ?

    Belum ada info terkini mengenai nasib SKB itu. Tapi kalau Lae perhatikan bagaimana Adnan Buyung Nasution berhasil menghimpun begitu banyak tokoh penting; dan yang gede-gede lagi; itu kan sinyal kuat buat SBY-JK bahwa mereka tidak boleh menerbitkan SKB.

    Kita tunggu perkembangannya. Mudah-mudahan tidak terjadi benturan horisontal yang keras. Tampaknya sih tidak bakalan, karena sekarang perimbangan kekuatannya jadi jomplang setelah terbentuknya Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan.

  4. Nasionalis Says:

    Ada orang-orang tertentu yang semakin mabuk laut , tak punya rasa toleransi beragama, merasa bisa berbuat suka-suka menindas orang lain ! dengan mengatakan orang lain sesat / kafir.

    Gimana dengan penegakan hukum pidana di Indonesia ?

  5. Heru Setiawan Says:

    memang banyak hal yang perlu sekali diperhatikan dalam masalah Ahmadiyah ini. antara lain bahwa memang benar kalau beragama itu adalah hak yang asasi di Indonesia. Perlu disadari dalam masalah Ahmadiyah ada 2 pemeluk agama yang sama-sama punya hak asasi. Pertama pemeluk Agama Islam Ahmadiyah dan anti Ahmadiyah. Mereka sama-sama dijamin kebebasannya dalam beragama. Sesuatu dikatakan bebas itu bukan semaunya, bebas bukan tanpa memperhatikan hak2 orang lain. Kalau saya adalah seorang Ahmadiyah bebarti saya sudah melencengkan sesuatu yang sudah ada berarti saya telah mengganggu suatu agama lain. Anda jangan jauh2 ngomong soal agama, partai saja kalau sebelumnya sudah ada lalu terpecah itu jadi kacau. ini agama.jangan menganggap enteng keyakinan. kenapa kalau dalam hal ini Ahmadiyah yang disudutkan? karena Ahmadiyah telah menafsirkan kebebasan beragama dengan cara yang salah. Masalah Ahmadiyah saya rasa tidak ada kaitannya dengan undang2 soal negara menjamin kebebasan beragama, tapi ini kaitannya dengan ketenangan orang beragama. kalau ummat Islam sudah tidak tenang berarti kebebasannya beragama juga diganggu dong……kenapa ummat islam begitu marah terhadap ahmadiyah? kenapa pula anda membela Ahmadiyah? itu karena iman, dan ahmadiyah keluar dari yang disebut islam. kalau ahmadiyah meyakini apa yang mereka yakini selama ini, maka mereka keluar dari islam. lo kok bisa? karena islam bukan seperti yang mereka yakini. kalau mereka masih bersikukuh silakan buat agama baru,…..

  6. Iwan Awaludin Says:

    Mudah-mudahan terbit SKB nya 🙂

  7. Mihael Ellinsworth Says:

    *Tepuk tangan*

    Sudah saatnya kita ini tidak hanya memihak satu agama saja. 😀

  8. nindityo Says:

    benturan dah terjadi bang.
    ikut berduka untuk kebebasan beragama.
    mengutip gus dur,”pemimpin jangan penakut” .. mumpung tinggal 2 taon, jangan takut.

  9. indera keenam Says:

    Kepada YTH
    DETASEMEN 88

    Telah ditemukan indikasi kelompok teroris yang bernama FPI (FRONT PEMBELA ISLAM).

    Mohon segera ditindak lajuti sesuai dengan hukum.

  10. Rondang br Siallagan Says:

    Selamat..Ultah deh…saya baru tahu/ingat..tanggal 1 Juni hari Pancasila..soalnya tidak di acarakan disini..(untuk umum)..
    Sekali lagi “Selamat Hari Ulang Tahun Pancasila”

  11. tomyarjunanto Says:

    Kabarnya diserang FPI ya Bung
    ah ternyata banyak preman yang menyusup dalam agama
    atau agamapun menjadi preman

    Hiks sedih meratap menangisi kematian Pancasila

  12. RETORIKA Says:

    @ ayomerdeka

    Hmm, sebaiknya lakukan hal yang sama dengan yang dilakukan di pakistan dan yang dikatakan Yusril :

    di ktp pengikut Ahmadiya tertulis : Agama : Ahmadiyah
    tetapi kalau dibubarkan nggak logis!

    karena yang namanya keyakinan itu nggak bakal terhapus hanya dengan membubarkan organisasinya saja

  13. intelefone123 Says:

    @ retorika

    Anda bilang logika? Mari bermain logika:

    Agama yang bernar di mata ALLAH adalah Islam

    Agama yang benar di mata SAYA adalah agama yang saya anut

    Agama yang saya anut adalah Islam

    Apakah SAYA = ALLAH?

    Terangkan kalau tidak!

  14. Frenky sasmito Says:

    Saya Frenky sasmito,saya berkata Bubarkan Ahmadiyah…bubarkan.bubarkan…bubarkan tidak ada kata hidup ahdiyah di Indonesia kalau bukan kita siapa lagi,FPI hanya akan membela Islam dan tidak akan melakukan penyerangan dia akan membela islam yang dinodai dgan Ahmadiyah ataupun aliran sesat yang menyatakan Islam,jangan mengaku Islam kalau bukan Allah SWT Tuhannya Rasulullah Muhammad SAW sebagai Rasul terakhir maka kafir………..dan jangan mengaku Islam kalau bukan Allah SWT Tuhanmu dan Rasulullah Muhammad SAW rasul terakhir…….kalau bukan Orang Islam sih memang seperti itu….adnan Buyung Gw kecewa loe orang pemerintahan kok belagu kelaut aja loe…takbir…Allahuakbar….mati aja loe pada……..hidup Laskar Islam jangan pernah mundur untuk kita

  15. suciptoardi Says:

    nitip link tentang peristiwa Monas 1 Juni 2008: http://suciptoardi.wordpress.com/2008/06/03/fpi-menyerang-aliansi-kebangsaan-untuk-kebebasan-beragama-dan-berkeyakinan-akkbb/

  16. bangzenk Says:

    @AyoMerdeka,

    Kebebasan beragama dan berkeyakinan bukan berarti bebas menodai suatu agama tertentu bukan?

    Sebagai seorang muslim saya mendukung sikap FPI, yang perlu digarisbawahi adalah FPI berupaya menjaga kemurnian Islam juga eksistensi Indonesia sebagai sebuah bangsa yang cinta keadilan. Lihatlah, apa pernah FPI menyerang rumah ibadah agama lain? pun terkait Ahmadiyyah ini liat paragraf pertama komentar sy. Kemudian apa pernah FPI menyerang kampus? tempat dimana ilmu berkembang dan moral ditanamkan, tentu tidak pula. karena yang diserang FPI adalah sarang-sarang perusak moral yang mulai dianggap sbg suatu yang biasa di negeri kita.

    Saya kira yang perlu ditindak itu orang-orang yang mengaku Islam tapi kelakuan kayak YZ dan ME, atau AA (koruptor dr partai berbasis masa Islam). Itu yang memalukan, sudah bertindak hal yang menghinakan tak berdasar pula.

    Mendukung Ahmadiyyah sama dengan mendukung penodaan Islam, lantas apa kaum muslimin hanya diam saja? tidak!.

    salamhangat.
    Zenk di Belanda

  17. intelefone123 Says:

    Congratulations people of Indonesia that you still have some people who can critically think and identify their enemy.

    It’s “wahabism” that’s always behind, by funding and influence, declaring Ahmadi Muslims kafir. They rally people around on this issue for “political” gains. This formula is working so far. If you look at the history of Pakistan, their next step is your parliament.

    Mazhar

    read more:
    http://proggiemuslima.wordpress.com/2008/04/19/indonesia-seeking-to-officially-ban-the-ahmadiyya/
    http://intelefone123.wordpress.com

  18. Anonim Says:

    “The U.S. embassy condemns the violence against peaceful demonstrators … This type of violent behavior has serious repercussions for freedom of religion and association in Indonesia, and raises security concerns,” it said in a statement late on Monday.

    http://in.reuters.com/article/worldNews/idINIndia-33882220080603

  19. nenyok Says:

    salam
    Ahmadiyyah berhak hidup dengan catatan jangan bawa2 nama islam, silahkan jadi keyakinan dan agama tersendiri, itu saja 🙂 peace akh

  20. intelefone123 Says:

    The most extremist pseudo-Sunni movement today is Wahhabism (also known as Salafism). While many may think that Wahhabi terror is a recent phenomenon that has only targeted non-Muslims, it will surprise many to know that the orthodox Sunni Muslims were the first to be slaughtered in waves of Wahhabi massacres in Arabia hundreds of years ago. One only has to read the historical evolution of Saudi Arabia to know the gruesome details of the tragedy – a tragedy in which thousands of Sunni and Shi’ite Muslims perished at the hands of Wahhabi militants.

    READ MORE
    http://intelefone123.wordpress.com/about/

  21. agungsulistyo Says:

    Buat intelefone123

    Anda Mengatakan itu ??

    Bukankah yang Extrimis Itu BARAT ?

    Siapa yang menjajah Kaum Muslim ?
    Siapa yang mengeruk kekayaan Kita di negara Muslim ?
    Siapa Yang sampai sekarang Menghancurkan Negara Muslim dengan Ekonomi dan Militer ??

    Anda Sungguh BODOH bin Bahlul
    Lagaknya pakai Bahasa Inggris segala ! Kutu Kupret

    YANG JELAS EKSTRIMIS ADALAH ANDA, JIL, Dan yang berbau PRO BARAT.

  22. agungsulistyo Says:

    Membela Ahmadiyah, Menyelamatkan Indonesia ??????????????

    Ini jadi Aneh, kenapa Yang bela Kok Malah ORANG non MUSLIM Segala ???

    Bukankah Ahmadiyah ini urusan interen ISLAM ??

    Buat mas dan mbak yang Kristen Anda jangan urusin kami, URUSIN Kitab anda sendiri yang sangat Banyak Bohongnya, dan Palsunya. Kitab anda yang tidak diketahui Pengarangnya serta berisi banyak Kontradiksi itu dulu yang kalian Urusin,

    Aneh !!
    Ahmadiyah yang kayanya Muslim kok mau-maunya bekerja sama dengan Kafir untuk memecah belah Kaum Muslimin.

    yah saya jadi semakin yakin kalau AHMADIYAH HARUS DIBUBARKAN !

  23. wito Says:

    Ahmadiyah bikin agama baru saja, itu solusi paling tengah, yg merupakan win-win solution, silahkan ada di Indonesia, tapi pakai nama agama Ahmadiyah, biar jelas kalau syariat dan aqidahnya itu sudah berbeda.

  24. susahbgtcarinama2 Says:

    aduh2 kenapa sekarang agama2 jadi ajang perpecahan, bukankah Muhamad, Yesus dan Sidharta Gautama, dan tokoh agama lainnya membuat agama agar manusia dapat hidup saling berdampingan.
    Semoga hal itu menjadi kenyataan? AMIN

  25. ingat sunnah dan alqur'an Says:

    MEMBELA AHMADIYAH BERARTI MERUSAK AQIDAH.
    MEMBELA AHMADIYAH BERARTI MENDLOLIMI AGAMA
    MEMBELA AHMADIYAH BERARTI MENDUSTAI ALQURAN DAN SUNNAH
    INGAT ROSULULLOH SAW ADALAH NABI DAN ROSUL TERAKHIR TELAH JELAS DALAM ALQURAN TELAH JELAS DALAM HADITS. KALIAN PELINDUNG AHMADIYAH ADALAH ZIONIS BERTOPENG HAK BERAGAMA, KALIAN PENDUKUNG AHMADIYAH ADALAH ….. BERWUJUD MANUSIA.
    INGATLAH KALIAN SEKALI-KALI BAHWA BARANG SIAPA YANG MENDUSTAI AQIDAH KALIAN ADALAH ORANG-ORANG YANG KAFIR BAIK DENGAN SADAR MAUPUN TANPA SADAR DAN BAGI KALIAN YANG MELINDUNGI KEDUSTAAN ADALAH ORANG-ORANG YANG FASIK

  26. deni Says:

    hoi a***ng ahmadiyah tu jelas2 bertentangan dengan aqidah…amin rais pun apa benar dia bela…kalu ia…dia juga termasuk a**ing kelaparan yang gak bisa lewat-lewat di kursi no..1 RI..kasihan deh lu………hidup FPI

  27. roron Says:

    banyak bacot luh……!

  28. reza Says:

    Hidup Ahmadiyah ! Ahmadiyah zindabad ! Indonesia zindabad (jaya) ! Allahu Akbar ! Ahmadiyah pemegang panji agama Islam. FPI wahabi ! Wahabi yang di belakangnya Amerika dan Israel, lihat raja-raja Arab Saudi yang bergelimang kemewahan, mempunyai banyak gundik, suka judi. Ahmadiyah adalah the true Islam !

  29. Cindy Says:

    No Comment Lah.
    Itung2 tambah Back Link ajah.
    heheheheheeh

    lagian atau apa si lo tentang ahmadiyah??

    Peace…

  30. nadin Says:

    Halo pak robert manurung…

    Sudah lewat beberapa minggu sejak insiden monas, dan seperti banyak kasus – kasus lain dengan akar permasalahan cukup fundamental, tidak saja gaungnya yang mulai hilang, tapi inti permasalahannyapun mulai dilupakan…setidaknya sampai ada masalah baru muncul lagi.

    Judul artikelnya cukup provokatif..he..tapi saya rasa, masalah ahmadiyah cukup kompleks untuk sekedar dibahas sambil lalu. Saya pikir yang sangat penting dalam konteks ‘pembelaan ahmadiyah’ adalah tetap fokus pada alasan pembelaannya. Ahmadiyah dibela karena para pengikutnya mengalami penganiayaan secara fisik maupun psikologis. Karena kepemilikan materi dan hak hidup mereka dirampas. Jadi yang dibela adalah hak manusia – manusianya. Bukan agamanya/kepercayaannya.

    Saya pikir judul diatas perlu dipahami dengan lebih mendalam karena ini menyangkut isu yang sensitif. Mudah – mudahan dengan tetap fokus pada dasar pembelaan, para pembaca blog ini dapat memahami alasan yang diusung AKKBB dalam mengambil sikap.

    Jika memang pembahasan ingin diperdalam ke lapisan substansial dalam ‘agama’ ahmadiyah dan islam, jelas judul diatas terasa berat sebelah, dan menjadi kurang bijak. Apalagi jika tidak disertai dengan penjelasan yang mendalam mengenai pemahaman atas kedua ‘agama’ tersebut.

    Mudah – mudahan saya akan terus menemukan artikel – artikel bermutu untuk kemajuan anak bangsa diblog pak manurung! Semangat!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: