FPI Didalangi Oleh Jenderal Polisi ?

Nah, inilah jawaban pertanyaan banyak orang selama bertahun-tahun : kenapa FPI bisa begitu garang, petantang-petenteng membawa pedang di keramaian, dan melakukan berbagai tindak anarkis; namun dibiarkan saja oleh polisi. Kesan bahwa FPI begitu sakti dan untouchable, ternyata, lantaran FPI sediri adalah “anak macan” piaraan polisi.

Oleh : Robert Manurung

MASYARAKAT benar-benar heran dan kecewa melihat sikap polisi dalam Peristiwa Monas, hari Minggu kemarin. Para polisi hanya menonton, dan bisa diartikan memberi kesempatan, ketika gerombolan FPI menganiaya peserta apel akbar AKKBB (Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan).

Polisi tetap membiarkan, kendati dihadapan mereka, anak-anak dan ibu-ibu dipentungi dengan tongkat bambu oleh FPI.

Sikap polisi dalam Peristiwa Monas sangat bertolak belakang dengan tindakan rekan-rekannya, yang dengan beringas menyerbu Kampus Universitas Nasional (Unas) di Jakarta, pekan lalu. Dalam serangan fajar itu aparat kepolisian menganiaya para mahasiswa dengan cara brutal, melakukan perusakan, dan mengangkut paksa ratusan mahasiswa yang kemudian dikerangkeng di sel.

Analis singkat mengenai Polri

SERANGAN polisi ke Kampus Unas merupakan indikator bahwa Polri memiliki agenda dan kepentingan tersendiri dalam percaturan politik nasional. Artinya, Polri telah menjelma menjadi salah satu pemain politik, bukan lagi sekadar aparatur negara yang ditugaskan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Hal ini merupakan penyimpangan yang serius terhadap amanat konstusi, yang nota bene adalah dasar hukum keberadaan Polri. Dengan kata lain, Polri telah dibajak oleh sejumlah jenderal dan diselewengkan demi kepentingan para jenderal itu atau kelompoknya; sehingga institusi ini tidak bisa lagi bersikap netral dan adil.

Penyimpangan ini, yang secara halus bisa dikatakan menguatnya ego sektoral di jajaran pimpinan Polri, bermula pada awal Reformasi. Saat itu polisi berusaha lepas dari ketiak Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan setelah berhasil, lantas ingin membuktikan kepada TNI bahwa Polri mampu berdiri di atas kaki sendiri.

Oknum Polri mendalangi FPI

AMBISI untuk membuktikan bahwa Polri bisa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tanpa bantuan TNI, akhirnya melahirkan sikap overacting dan ekses-ekses. Salah satu produknya adalah Front Pembela Islam (FPI). Informasi ini aku dapat dari sumber di jajaran elit polri, dan sejumlah politisi., serta aktivis LSM.

FPI, ormas yang begitu garang mengibarkan panji-panji keagamaan ini, ternyata dibidani oleh jenderal polisi, ketika yang bersangkutan masih menjabat Kapolda. FPI digunakannya untuk “menjinakkan” masyarakat yang dilanda euforia reformasi, mengadu domba kelompok-kelompok sosial, dan juga sebagai alat negosiasi dengan berbagai kekuatan politik.

Hal ini sudah menjadi rahasia umum di kalangan politik dan aktivis LSM di Jakarta. Yang pertama kali mengungkapnya ke publik adalah sosiolog Tamrin Amal Tomagola, dalam artikelnya di rubrik opini harian Kompas, terbitan hari ini (4 Juni 2008). Namun dia tidak menyebutkan dengan tegas, bahwa FPI adalah “anak macan” piaraan oknum Polri.

Dalam artikel itu Tamrin Amal Tomagola menulis begini :

”Beberapa mantan penguasa pada masa Orde Baru dari pihak militer dan kepolisian yang namanya terlanjur tercantum, baik sebagai pendiri maupun dalam susunan pengurus FPI perlu segera mengambil jarak dan menegaskan bahwa mereka tidak lagi menjadi pelindung FPI.”

Nah, inilah jawaban pertanyaan banyak orang selama bertahun-tahun : kenapa FPI bisa begitu garang, petantang-petenteng membawa pedang di keramaian, dan melakukan berbagai tindak anarkis; namun dibiarkan saja oleh polisi. Kesan bahwa FPI begitu sakti dan untouchable, ternyata, lantaran FPI sediri adalah “anak macan” piaraan polisi.

Dan sekarang terjawab sudah, kenapa polisi bisa begitu mudah menyatroni markas FPI di Petamburan, Jakarta; dan kemudian mencokok dengan gampang para anggota “laskar suci” yang termasuk daftar tersangka pelaku penganiayaan dalam Peristiwa Monas.

Padahal, sehari sebelumnya Ketua Umum FPI Habib Rizieg dengan garang menantang siapa saja di negara ini, bahwa dia tidak akan membiarkan para anggotanya ditangkap; dan untuk itu dia akan berjuang sampai titik darah penghabisan.

Beginilah caranya kita; rakyat Indonesia yang patuh dan percaya pada pemimpin, dibohongi dan dipermainkan selama bertahun-tahun. Kacian deh gue….

Merdeka !

==============================================================

http://www.ayomerdeka.wordpress.com

Iklan

Tag: , , , , ,

53 Tanggapan to “FPI Didalangi Oleh Jenderal Polisi ?”

  1. RI Tool Says:

    Wah … wah …. wah ….. benarkah ?

    Menarik untuk di ikuti perkembangannya !

  2. Singal Says:

    para penguasa negeri perlu membuktikan, bahwa mereka layak memimpin dengan menjaga keamanan bagi seluruh rakyat.

  3. indera keenam Says:

    Sudah diduga, FPI organisasi yang lemah visi dan tidak memiliki form yang jelas. Tidak menunjukkan seperti organisasi yang kompeten dan kredibel.

  4. rezco Says:

    nama kapoldanya: noegroho djayusman

  5. padhepokananime Says:

    FPI salah….Karena menggunakan kekerasan dalam menyadarkan umat…
    AKKBB lebih menyesatkan dengan membela Ahmadiyah…
    Salam kenal dari padhepokananime

  6. Cahpct Says:

    Yakin tuh begitu kalau ada data dan fakta ya bolehlah tapi saya juga gak percaya sahaja ama lsm lsm yang cuma gembar gembor bela rakyat tapi kenyataanya cari uang boro boro menyentuh orang yang miskin tapi intinya mereka adalah orang yang mementingkan keperluan mereka sendiri dan mencaci maki tapi bukan solusi real apa lagi AKKBB (sok mbelain tapi malah membuat permasalahan baru ) itu terkesan mengadu domba banget dan juga FPI salah besar dengan kekerasan yang di lakukan.

  7. adil Says:

    Klw ngasih komentar yg adil dong,,,,,,klw ada bara pasti ada api,,,sampeyan ini waras,kan,,,ayooo baca juga dong komentar dari Fpi bawa mereka itu dijebakkkkkk,,,oleh akkbb,,,wong udah dilarang polisi masih aja nekat,,,& dijadikan tumbal ibu2& anak222 yg mereka bayar 35.000,,,sebenarnya siapa yg salah…seharusnya SALAH DUA2NYA, tapi apa yg dilakukan polisi hanya menangkap FPI aja tapi dari AKKBB tdk ditangkap,,,,ayooooo siapa dibalik AKKBB, apakah beking mereka lebih kuat sehingga tdk ditangkap,,,kasihan deh luh

  8. batuhapur Says:

    hahahah…emang kacian…. dan sangat sakit hati melihat mereka yang merasa negara ini hanya punya nenek moyangnya doank.

    dengan modal sorban, celana 3/4 warna putih, baju putih, kupluk dan piara jenggot 2 bulan… lengkaplah sudah mereka sebagai raja jalanan.

    tapi yang lebih sakit hati melihat polisi yang berbaris dan hanya menonton ketika terjadi aksi brutal dari FPI, mereka hanya menonton..!!

    aku mau bertanya.. sebagai polisi yang nota bene pelindung masyarakat tidak melakukan tindakan apa2 ketika terjadi hal2 anarkis… apakah itu bukan sebuah kejahatan? dan apakah itu tidak diatur dalam undang-undang dan tidak ada sanksi bagi aparat..?

    mauliate

  9. adey Says:

    sebaiknya teman tidak hanya fokus pada penangkapan FPI saja tetapi melihat permasalahan secara holistik. Bisa jadi penangkapan FPI adalah pengalih perhatian teman-teman yang menyuarakan kenaikan BBM dan kerusakan sistem BLT. Ini adalah metode jitu pemerintah untuk menghindar dari kebijakannya yang tidak berpihak pada rakyat. Jangan terkecoh dan pindah halauan teman. selain memerintah, pemerintah juga membodohi !..salam

  10. sahatmrt Says:

    woi .. bukan cuman anda yang kacian… saya juga kacian dong… kacian kita deh… kacian bangsa ini yang terus terusan dibohongi dan dibodohi…

    kayaknya udah saatnya polri ganti pimpinan (dengan yang tidak melindungi fpi :mrgreen: )!

    merdeka!

  11. feri Says:

    Ooooo… gitu ya, pastes aja FPI gak pernah ditindak tegas oleh aparat, ternyata FPI sebagai alat.

  12. P4TR1CK Says:

    matilah FPI (preman berjubah)!!!ganyang mereka.Tindakan mereka sudah seperti PKI saja, ingin melakukan makar terhadap negara dan tidak tunduk pada negara.

  13. the truth Says:

    anda pembohong karena tidak benar jendral polisi berada di belakang fpi,karena di budaya islam dikenal untuk menghalau kezhaliman dengan tangan kita kalau mampu,kalau tidak mampu dengan tangan lalu kita halau dengan mulut, jika tidak mampu juga dengan mulut lalu kita halau dengan hati ( doa ) itulah yang serendah-rendahnya iman.

  14. bangzenk Says:

    bang,

    aye kagak sepakat ama pernyataan ini “kendati dihadapan mereka, anak-anak dan ibu-ibu dipentungi dengan tongkat bambu oleh FPI.”

    aye belum dapet informasi kalo FPI benar mentungi anak2 dan ibu-ibu. tolong disampaikan buktinya.

    perkara ditunggangi aye kira ade benarnye. tapi AKKBB juga besar kemungkinan ditunggangi. laporan kawan aye dilapangan bilang, kalo ikut demo AKKBB dikasih duit. Nah loh??

    ada konspirasi dibalik bentrokan ini, menurut aye dua-duanya ditunggangi. meski kalo aye kira tak akan ada bentrokan kecuali ada pemicunya.

    dan pemicunya paling mendasar adalah ketidaktegasan pemerintah.

    salamhangat.
    berbagi cerita..

  15. anjas Says:

    saya seratus persen tidak sependapat dengan opini yang anda sampaikan. ini sama saja anda mencari kambing hitam dan melemparkan kesalahan pada sebuah oknum dalam hal ini organisasi seperti polisi.

    anda jangan seenaknya menuduh polisi tidak bertindak dalam aksi monas oleh anggota FPI. sadar diri dong sejak dinegara tercinta ini reformasi dan ham menjadi alat UNJUK GIGI OLEH SEGELINTIR PENGECUT2 YG MENGATASNAMAKAN RAKYAT, sejak saat itulah polisi sudah tidak lagi boleh menggunakan senjata dalam menghadapi aksi massa.

    jadi kalau ada massa yg anarkis seperti yang dilakukan anggota fpi di monas dan terus masyarakat meminta polisi langsung beraksi saat itu, waduh saya aja cuma bisa bilang SORRY SORRY MAAP DEH, emang orang emosi spt itu takut ama peluit ? emang orang beringas spt itu takut ama pentungan ?

    Lain kali make otak dong mas kalo komentar. Mengenai adanya oknum jenderal yang membekingi fpi, itupun harus ada bukti yang jelas dan nyata. kita jangan suka melempar opini hanya berdasarkan KATANYA, KATANYA BAPAK INI, KATANYA BAPAK ITU.

    SEKALI LAGI JANGAN ASAL BICARA TANPA BUKTI YANG JELAS MAS

  16. lisa Says:

    he..he..ngeblog nih ye..pa kabar bet??? lama ga ketemu semoga msh tetep kritis hi..hi.

  17. setsuna Says:

    mas tolong jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan……..
    toh dasarnya belum ada….. jangan menjelek”kn polisi… polisi juga manusia……….. kenapa musti disangkutkan dengan tragedi unas….. judulnya analisis polisi… gak logis……. sebagian kecil mengorbankan nama orang banyak……. kenapa mas tidak menyebutkan nama lsm atw jajaran polri dan elitnyya yng menyebutkan FPI itu macannya polri………
    tak jelas……. harap diulas lebi apik dan baik…. jangan semena-mena cuman menjelekan.. dengan dasar yang tak jelas asal usulnya…

  18. zoel chaniago Says:

    faktanya lebih rinci plizz

  19. Robert Manurung Says:

    @ rezco

    Terima kasih untuk informasinya.

    Salam Merdeka

  20. ted jo Says:

    lihat faktanya dong,FPI diperlakukan tdk adil (kaya teroris).AKKBB provokator,perusak islam dgn ahmadiyahnya tdk diusut padahal demo ilegal,bawa pistol. katanya FPI didukung jendral,,,mana faktanya bung?

  21. sudiono Says:

    informasi di atas masih harus dibuktikan kebenarannya, jika memang POLRI terkait dengan FPI saya melihatnya dari sisi lain, bahwa selama ini POLRI tidak bisa leluasa untuk menutup tempat-tempat maksiat seperti pub, pelacuran, dll, sehingga hadirnya FPI dapat menjadi ‘penolong’ agar muka POLRI tidak terlalu buruk, sebab apabila rakyat yang bergerak maka itu adalah bagian dari aspirasi yang memang harus didengar oleh pihak penguasa, itulah yang tidak bisa dilakukan oleh POLRI yang memang posisiny a sebagai alat negara.

  22. agus Says:

    kita harus benar2 bisa membaca pikiran mereka yang ingin merusak ukhuawah islamiyah….hari ini sudah terbukti kita umat islam sudah dipropaganda…Islam bukat milik Kiyai tapi milik umat manusia di dunia..
    prihatin sekali kita melihat ada segelintir manusia ingin membela kebenaran tapi d fitnah sebagai dalang kekacauan di indonesia..
    buka pikiran kita semua jangan berpikiran sempit..semoga ALLah menolong mereka yang membela kebenaran… AMIn

  23. batuhapur Says:

    @setsuna

    knp ada berkata demikian? bukankah sudah jelas gimana sepak terjang FPI selama ini. apakah anda tidak melihat selama ini. anda boleh membela, tp kita harus melihat realitanya. bukan hak FPI untuk mengatur negara ini…

    masalah FPI dibekingi Polri yang nota benenya seorang jendreal mantan kapolda… memang secara tertulis tidak terbukti, tapi perlu anda ketahui bahwa yang mendirikan FPI adalah jenderal tersebut.

    mustahil FPI berani melakukan tindakan anariks bia tidak ada yang membekingi.lihat tindakan polisi sewaktu mereka beraksi…apa yang dilakukan..! apa yang dilakukan polisi.. tidak ada selain hanya menonton.

    apakah tidak patut itu dipertanyakan???

    saya tidak membawa2 aliran agama disini, tapi saya tidak setuju ada gerakan seperti FPi ini di negeri ini. dan tidak boleh ada.

    kalau kita setuju bahwa negera ini berdiri atas dasar sepederitaan, senasib, bukan atas dasar sealiran agama. mari kita tolak ormas2 seperti FPI. kita bukan negara agama.

  24. Qur,an Says:

    http://www.jeemha1000.myffi.biz

  25. padhepokananime Says:

    FPI menurut watashiwa menjadi kambing hitam oleh pemerintah dalam mengalihkan masalah yang lebih besar yang dihadapi rakyat Indonesia yaitu kenaikan BBM.
    Dalam hal ini media massa memang menjadi aktor utama dalam hal ini. Betapa tidak berita tentang FPI selalu dikaitkan dengan kekerasan padahal ketika melakukan aksinya FPI selalu mengikuti prosedur polisi.
    Terus kenapa polisi dalam hal ini membiarkan 2 kelompok yang berbeda pemikiran dan prinsip bisa bertemu di dalam tempat yang menjadi simbol negara yaitu di Monas.
    Padahal sebelum aksinya FPI sudah meminta izin ke polisi, aneh? Sepertinya ini politik manajemen konflik untuk menutupi kaenaikan BBM.
    Salam kenal dari padhepokananime

  26. Edi Psw Says:

    Susah dibedakan mana yang benar dan mana yang salah

  27. Aditya Says:

    Saya harap, FPI segera dibubarkan. Tidak hanya “ditindak” tegas. Saya sudah tidak percaya lagi dengan banyak pengacara, polisi, jaksa, di negeri ini yang selalu mempermainkan hukum. Di bawah murni, di atas deal2-an seenaknya. Membohongi publik.

    Klau sampai FPI di bubar, saya takut konflik Horisontal semakin meluas. Saya dari Banyuwangi, dan tahu benar keadaan di daerah. Jember, Suarabaya, Mojokerto, Malang, Probolinggo, Situbondo, Ponorogo, hampir semua daerah di Jatim sekarang panas luar biasa. Kita lelah dihina dan dipermainkan.

    Kalau Polisi tidak mau membubarkan FPI, kita anak-anak muda NU akan ke Jakarta dan membubarkan dengan paksa organisasi Preman itu.

    Kadang perlu bersikap keras, untuk mewujudkan islam yang damai di bumi.

    salaman,

    Aditya.

  28. 1000download Says:

    Mas nulis ini cuma biar bisa masuk BOTD aja ya? Sumirrr… Tulis dong siapa jenderal-jenderal itu, jangan cuma katanya-katanya…

  29. mahma mahendra Says:

    lagi lagi konspirasi… .

    hidup kok penuh dengan konspirasi

  30. Drajat AG Says:

    Waow, yang menurut saya lebih disayangkan adalah, kenapa harus seolah mengatas namakan sebuah agama yaitu ISLAM ?

  31. Bintang Says:

    FITNAH lebih KEJAM dari pada PEMBUNUHAN
    Ini lah kalimat yg ditakuti manusia yg cm bisa bilang Katanya … Katanya …. dan katanya …. ya kan bung.
    Rakyat Indonesia jg seh suka mau aja kemakan GOSIP Infotement dan media yg kadang cm berpikir bgmn menjual sebanyak mungkin dengan keuntungan yg banyak dari penderitaan orang lain …. ya kan ayo ngaku aja lah.
    Mending kata GUS DUR ….. KO GITUH AJA PUSING ……. HE HE HE

  32. Sandra Says:

    yang jelas menurut saya, ada hal2 prinsip yang kalo kita kembalikan ke awal, memang merupakan hal yan mesti dibela..cuma FPI memang kadang2 melakukan kekerasan..saya ngga setuju kekerasan,tapi saya setuju kalo hal yg prinsip itu ya harus diluruskan..seperti ahmadiyah dan islam, itu memang beda..setahu saya..dari pengalaman punya teman jemaah Ahmadiyah..
    Contoh gampangnya, ada tuh temen yang ngga tahu itu mesjid Ahmadiyah…suatu hari dia masuk aja dan ikut sholat di dalamnya, selama sholat dia merasa penjaga masjid terus memperhatikan dia, trus waktu dia keluar..dia mengintip lagi dari jendela, apakah si penjaga masjid masih menguntit dia..ternyata. penjaga masjidnya itu langsung ngepel bersih2 tempat dia sholat, seolah habis diinjak oleh makhluk yang najis, karena dibersihinnya sampai semangat banget..jelaslah temen saya tersinggung tapi ya dia diam aja….
    Ok, saya sih melihat ya sebenarnya, harus ada ketegasan dari pemerintah….Saya pribadi pun sebagai umat muslim maunya ya jelas..jadi sebagai rakyat itu kita merasa aman..maunya FPI perbedaan ideologi ini harus dibikin jelas.kalo Ahmadiyah tetap mempertahankan kitab dan Nabi mereka, mereka harus berani bilang, mereka kelompok Ahmadiyah, karena kita umat Islam ngga mungkin mau ikut2an mengakui kitab khusus Ahmadiyah dan ngga akan kita menyamakan RIzal Ghulam Ahmad, sejajar dengan Rasululllah Muhammad SAE. Kalo Ahmadiyah mengaku Islam,cukup Rasulullah SAW dan AlQuran jadi pegangan mereka, tidak perlu menyejajarkan Rizal Ghulam Ahmad dan Rasulullah dan tidak perlu ada kitab lain selain AlQUran..
    Mestinya perbedaan prinsip ini kalo dari awal diperhatikan oleh pemimpin kita, maka umat Islam..(apalagi FPI) ngga akan gusar seperti ini..
    Pokoknya umat Islam jangan terpancing dan saya sih berharap besar Pemerintah tegas dalam hal Ahmadiyah, karena jujur aja nih sebagai umat muslim, saya juga ngga mau dianggap sama dengan Ahmadiyah, bukan karena merasa derajat sebagai manusia berbeda, tapi benar2 karena saya sadar ideologi Islam dan Ahmadiyah, dasarnya Islam dan Ahmadiyah udah beda…
    semoga bisa jadi renungan ya, karena jujur aja, sedih lihat bangsa ini terpecah…jangan sampai deh…kita bangsa besar dan selalu dikasih Allah kesempatan untuk maju..amiin..

  33. BaNi MusTajaB Says:

    Saya cuma ingin mengingatkan yang menjadi buronan utama negeri ini malah belum ada yang tertangkap. Beritanya pun nyaris tak terdengar. Yaitu: para koruptor. Lihat:

    http://www.kejaksaan.go.id/main/koruptor.php

    Semoga kita tidak terkelabui mana yang menjadi buronan abadi negeri ini.

  34. SALNGAM Says:

    Pernah terjadi, Ade tempat judi mickey mouse di Jl. Hayam Wuruk Jakarta jamannya judi masih buka, lokasinya No. 8 milik A dan No.7. milik B Yang di obrak-abrik oleh FPI adaleh No. 7 aje. Ngape bisa begitu hanya Tuhan nyang tau!!!. Pis

  35. dodik Says:

    dijaman yang kayak gini mending bicara yang fakta2 aja.klo masi katanya si Anu…katanya siFulan……mending diem.biar ga tambah ruwet….

  36. jenderal Says:

    ok bisa diterima…

    tapi saya belum sepenuhnya setuju dengan tulisan saudara,
    saya akan mencari sumer lain yang mungkin sependapat atau bertentangan…

  37. Mula Harahap Says:

    Sebagai akibat runtuhnya menara kembar WTC New York karena perbuatan teroris anggota Al Qaida itu, maka di beberapa negara bagian AS sempat muncl reaksi kebencian tehadap penduduk yang memakai simbol-simbol Islam. (Di sebuah negara bagian ada seorang Sikh petugas stasiun pengian bahan bakar yang mati ditembak oleh seorang penembak gelap hanya karena dia memakai sorban dan disangka sebagai orang Islam).

    Di negara bagian Pennsylvania ada sebuah komunitas Arab-Amerika yang juga terancam. Dua puluhan mobil patroli polisi dikerahkan selama beberapa hari untuk menjaga komunitas tersebut.

    Hal yang menarik bagi saya ketika menonton berita itu di CNN ialah dialog yang terjadi antara reporter CNN dengan komandan polisi tersebut.

    “Berapa lama Anda harus berjaga-jaga?” tanya si wartawan.

    “Sampai ancaman kepada orang-orang ini tidak ada lagi,” kata si polisi.

    “Dengan mobil patroli yang sedemikian banyak?” tanya si wartawan. “Berapa besar biaya untuk ini?”

    “Itu bukan urusan saya. Dan saya rasa biaya bukan persoalan, karena yang saya lindungi adalah warganegara AS,” kata si polisi dengan tegas.

    Sampai sekarang dialog si wartawan dan si polisi dengan latar belakang puluhan mobil patroli yang lampu di atas kapnya berkedip-kedip itu masih belum bisa hilang dari kepala saya. Apalagi ketika saya membandingkan apa yang dilakukan oleh Kepolisian Republik Indonesia terhadap warga negara Indonesia yang memeluk keyakinan Ahmadiyah di Parung-Depok, Lombok Barat, Sukabumi dan Monas-Jakarta.

    Negara ini memang negara sontoloyo.

  38. nenyok Says:

    Salam
    Diluar kebenaran berita ini atau engga, satu hal yang saya tak habis pikir kenapa Polisi terkesan tak melerai insiden itu, apa maksudnya coba, katanya polri adalah penjaga keamanan negeri tapi mengapa (kalau asumsi di atas benar) musti punya peliharaan yang akhirnya cuma jd tameng, tumbal dan dikambing hitamkan ya *mikir* sebegitu tak PD-nyakah jka mengamankan negeri dengan tangan sendiri.

  39. langitjiwa Says:

    oh gitu ya?????

  40. mulut Says:

    Welgedewelbeh

    Adili pelaku kekerasan 1 Juni di Monas, Adili pimpinan FPI, Ungkap dan adili backing FPI, Bubarkan FPI. Organisasi seperti FPI harus enyah dari bumi Indonesia.

  41. anagustini Says:

    ayo kita merdekakan bangsa ini dari kebohongan dan kebodohan

  42. Mr.Nunusaku Says:

    ” INILAH NEGARA KRIMINAL INDONESIA”
    ____________________________________

    TRADISI KERUSUHAN MALUKU 1990 DIDALANGI OLEH ELITE JAKARTA.

    PERISTIWA FPI SETAN KAFIR PEMBELAH ISLAM SELAMA INI MEREKA
    MELAKUKAN ANARKIS, POLRI HANYA MENONTON TINDAKAN DI MONAS.
    TERNYATA BENAR FPI ITU ALATNYA POLRI UNTUK MENGADU DOMBA SESAMA UMAT. INILAH JELAS SAYA KATAKAN INDONESIA ITU NEGARA KRIMINAL. SETIAP KERUSUKAN YANG TERJADI DI INDONESIA SEMUA ADA KAITANNYA KEKUASAAN ELITE TERTENTU DIBELAKANG SEGALA PERISTIWA KERUSUHAN SELAMA INI.

    YA NAMANYA KEKUASAAN DI INDONESIA HARUS MEMAKAI JALUR ADUDOMBA; GAJA DENGAN GAJA BERKELAHI RAKYAT MAMPUS DITENGAH-TENGAH. INILAH POLITIK SEPERTI YANG PERNAH DILAKUKAN OLEH MANTEN HAJI SOEHARTO DALAM PEMBUNUHAN RAKYATNYA JAWA
    DEMI KEKUASAAN CENDANA. (INILAH NEGARA KRIMINAL INDONESIA)

  43. petak Says:

    minggu Kemarin Nugroho Djayusman di rubrik wawancara koran tempo Secara implisit mengklarifikasi ko isunya,,
    Tapi kalo FPI sudah jadi instrumen bermerk agama sih sudah gampang ditebak 🙂

  44. Manik Says:

    ihihihihi…
    kek jualan Pisang goreng kutengok disini, semakin panas..semakin enak pisangnya….

    sebagai informasi, teman2 dapat melihat Daftar Kekerasan FPI (Front Pembela Islam)

    Merdeka sang Provokator..!!!

  45. Robert Manurung Says:

    @ RI Tool
    @ singal
    @ inderakenam
    @ Chapct
    @ adil

    Benar kawan. Kalau di dunia intelijen informasi ini dikategorikan A1 atau sumbernya tangan pertama. Ini sekalian menjawab keraguan pemberi komentar yang lain.

    Bukan sombong, Anda boleh cek semua isi blog ini : aku tidak peduli dengan hits, BOTD; dan yang lebih penting lagi aku tidka jualan kecap di sini. Informasi yang kulepas di sini adalah fakta yang bisa dipertanggung jawabkan.

    Aku tidak akan mau capek-capek ngeblog kalau cuma jadi provokator kelas kambing. Aku provokator yang menginginkan perubahan paradigma. Rakyat jangan mau dipermainkan terus-menerus oleh penguasa dan antek-anteknya.

    Rakyat harus bangun supaya terbentuk civil society atau masyarakat madani; dan kaum intelektual seperti Anda-anda semua adalah satu-satunya harapan rakyat untuk merintis kebangunan itu.

    Jangan tertipu dengan orang yang mengusung simbol-simbol suci. Pada prinsipnya tidak mungkin ada kekuatan radikal di negara ini kalau tak dibekingi. Dan hanya ada dua institusi di Indonesia yang punya kemampuan (organisasi yang solid, jaringan, senjata dan uang) untuk memiara “macan” seperti FPI, yaitu Polri dan TNI.

    Ayo dong gunakan akal sehat Anda. Merdekakan diri Anda dari belenggu pemikiran dan mentalitas yang membuat rakyat kita mudah dibohongi dan dipermainkan; sejak zaman Majapahit, VOC, Orde Baru sampai sekarang.

    Salam Merdeka.

  46. ikhwanabd Says:

    dan AKKBBB didalangi gerakan “tak terlihat dan tak terdengar”
    jewish….

    musuh Indonesia sejak dahulu….

    mungkin abang bisa bagi2 info tentang ini…

    tampak abang tak semerdeka biasanya,karena tulisan2nya yang terkait tema ini satu warna (populis) seperti yg ada di media massa

    Merdeka!

  47. ikhwanabd Says:

    FPI sediri adalah “anak macan” piaraan polisi.

    wah abang,masak kita main di wilayah gossip er nich….hayu bang diantos
    pernyataan dari jendral polisi yg mungkin sempat abang dengar dan kami para fans blog mu ini tak sempat curi dengar…hehe…peace…

  48. BENDHOT Says:

    SAMA – SAMA SUSAH AJA KOK PADA SOK KOMENTAR,,,YANG PENTING PIKIRKAN BESOK MAU MAKAN APA,,,KITA RAKYAT INDONESIA,,,

  49. Lee Koper Says:

    ane boleh komen dong bang
    ane ngga susah kok, beras masih sekarung… hehe becanda bang..
    piiissss…

    Kalo kronologi rusuh monas yang sempet mampir di kepala ane. si AKKBB tuh cuma diijinin di HI aja bukan. Ga boleh ke Monas karena udah ada FPI dan lasykar2 lain. Jadi mereka ngelanggar ijin bisa sampe ke Monas. Sedang polisi jaga2nya cuma di HI.
    Sampe di Monas mulai deh profokasi. Logikanya kalo beda pendapat -dalem kasus ini Ahmadiyah- nggelar sepanduk, masang sound system kenceng neriakin dukungan ke Ahmadiyah di telinga FPI yang anti Ahmadiyah bukannya itu bisa dinamain profokasi?
    OK stop buat kronologi. silakan nilai sendiri dah.

    Sekarang ngomongin AKKBB deh. Yang sempet ane tangkep dari artikel2. AKKBB tuh organisasi ato aliansi proyekan. Maksudnya baru ada kegiatan kalo ada dana ngalir. Kalo ga ada dana ya vakum. Nah darimana dananya, tentu saja dari negara kapitalis terbesar yang suka ngobok2 negara orang yang ngakunya pulisi dunia, AMERIKA. Anggotanya itu setau ane ada 64, kali aja lebih. Di antaranya Wahid Institut, Kontras, JIL, PGI, JAI, Fatayat NU, dll. Tau deh tokoh2nya Gus Dur, Ulil Abshar Abdala, Goenawan Muhammad, Rizal Mallarangeng, dkk.
    Misinya adalah mendukung gerakan kapitalis and zionisme dengan cara politik pecah belah. Politik yang ngga pernah luntur di telan waktu sejak jaman Portugis, Belanda ama Jepang. Dengan wacana HAM, Demokrasi, Anti kekerasan, Pruralitas masuk deras ke RI yang kita cintai ini mengadu domba antar kelompok2 Islam, mengadu Islam dengan Kristen, Madura dan Dayak, Poso, Maluku, dll. Mana itu demokrasi kalo orang dibiarkan menginjak-injak ajaran Islam dengan nerbitin nabi dan kitab palsu.
    Yah itu jeleknya.. bagusnya sih… eee… ane lom tau.

    FPI sekarang.
    Jeleknya iye sama … anarkhis. Gampang naek darah, maen tonjok, maen pentung. Itu yang ane liat di tipi2. Cuman ane ga ada percaya tuh ama tipi2 kita. Ga proporsional. Banyak adegan2 FPI nego ama pemilik diskotek, pelacuran ga ditayangin. Yang ditayangin yang ngrusak2nya, itu aja bukan FPI yang duluan. Ada yang profokasi pasti. Ngelempar batu lah, maki2 lah dll. Jadi orang awam kaya ane pasti ngiranya FPI tuh brangasan sekali. kok ane tau sih??? Sebelah kontrakan ane dulu tempat mabuk2an yang pernah di sweeping ama FPI. Jadi terima aja.
    Kalo dari misinya sih yang ane tau FPI tuh nahi munkar doang kok. Kalo amal ma’ruf kaya sholat, puasa, sodaqoh dll. silaken sendiri2 dah. Nahi Munkar tuh yang sweeping tempat mesum, judi, mabok, trus ngerusak akidah kaya Ahmadiyah tuh. Kalo pemerintah udah bisa nyetop tuh maksiat ane jamin FPI bakal bubar sendiri.

    Kesannya ane bela FPI banget ya. Emang itu yang ane dapet infonya. Kalo ada yang lom ane tau.. pliss ente2 kasih tau ane yak.

    Jamannya udah ga jelas. Jadi banyak baca, nanya, dan diskusi.
    Yang hak keliatan bathil, yang bathil keliatan hak.

  50. IMAS NURHAYANI,SE Says:

    SALAM KENAL.
    Dengan FRONT KOMUNITAS INDONESIA SATU (FKI-1),Ormas Independen. Untuk lebih mengetahui kegiatan dan AD/ART FKI-1 dapat dilihat di Website:www.apindonesia.com. Sekretariat:Gd.Dewan Pers.Lt.5.Jl.Kebon Sirih No:32-34 Jakarta Pusat. Tlp:0213503349, 3864167. Email:satufki@gmail.com.

  51. Harrison Says:

    Saya sdh lama mengamati tindakan FPI yg membawa nama Islam sebagai kendaraan perjuangan/tindakan mereka, saya heran begitu banyak para ulama, tdk ada satu pun yg mecegah/himbau ( kalaupun ada tdk jelas menyatakan , kecuali Gus Dur ) bawah tindakan yg dilakukan FBI sangat bertentangan dgn Islam yg mengajarkan kedamaian. kebetulan saya non Muslim, tapi yg saya tau semua agama selalu mengajarkan kedamaian ke semua umat manusia ( wong komunis aja tdk melakukan tindakan yg anarkis, masa kita yg mengaku ber Agama lebih sadis, he ..he ..he), jadi jgn dong karena satu keyakinan kita bela yg salah ( tindakan anarkis FPI ).saya sampai berpikir jangan jangan bangsa kita selalu rusuh.kena bencana dll karena Tuhan marah dgn kemunafikan kita ?mengaku ber Agama tapi kelakukan sangat terkutuk, korupsi di mana-mana, menghalalkan semua cara unutk mencapai ambisi pribadi/golongan.unutk itu kawan mari kita bertobat.

  52. DEMIT JOWO Says:

    SUDAH BUKAN HAL YANG BARU LAGI

    OKNUM SERDADU/TENTARA, POLISI YANG NOTABENE EKS/AKTIF DARI KEKUATAN BERSENJATA KALAU NGGAK KORUP YA MAKAR ATAU LANJUT JADI AGEN ASING YANG PENTING EKSIS KEKUASAAN DAN DHUWIT

    NGGAK APA2 LUMRAH MEREKA SUDAH MENJANJIKAN DAN MENYEDIAKAN DIRI UNTUK JADI TUMBAL KEHORMATAN/MARTABAT NKRI, TINGGAL TUNGGU WAKTU SAJA MEREKA TERSAPU!!

  53. Ferry, SE Says:

    Nah inilah yang dinamakannya, membiarkan kesalahan terus terjadi,

    bukankah tindakan serupa FPI sebelum “MONAS”, sering terjadi,

    ini kebiasaan buruk, kalau sudah merusak, menggangu, mengancam (petinggi-red), baru Kepolisian Negara RI akan bertindak cepat, tepat dan akurat.

    kalau masih sedikit2 si………..Males ah..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: