Komnas HAM Pun Tersihir Oleh Blue Energy

Menurut pengakuan Joko kepada Komnas HAM, dia hanya pura-pura sakit. Alasan sebenarnya tidak berangkat ke Jakarta adalah karena dia diteror. “Dia ditakut-takuti. Kalau tak datang, keluarganya akan beginilah, akan begitulah,”kata Djohny Simanjuntak. Alasan ini sungguh aneh : mendapat ancaman yang intinya memaksa dia untuk menepati janji berangkat ke Jakarta, tapi Joko malah tidak berangkat.

Oleh : Robert Manurung

MESKI sedang menangani kasus-kasus besar, termasuk serangan polisi ke Kampus Unas, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) masih bisa memprioritaskan kasus sumir terkait dengan Joko Suprapto. Anggota Komnas HAM Djohny Simanjuntak baru saja mendatangi penemu blue energy itu, di Dusun Turi, Desa Ngadiboyo, Rejoso, Nganjuk, Jawa Timur.

Apa urusan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dengan blue energy ? Kalau Anda menerka lantaran sang penemu merasa terancam nyawanya; itu baru setengah benar. Setengah kebenaran yang lain adalah karena Komnas HAM ikut-ikutan percaya : Joko Suprapto telah menemukan energi baru, dan pihak tertentu berusaha menguasai formula ajaib itu.

Menurut penuturan Komisioner Komnas HAM Yoseph Adi Prasetyo alias Stanley kepada Koran Tempo, minggu lalu, pihaknya mendapat laporan ada pihak tertentu mengintimidasi Joko dan keluarganya.. Intimidasi itu dilancarkan selama sang penemu “menghilang”, pertengahan bulan lalu.

“Kemungkinan dia dibuat lupa atas temuannya tersebut,”kata Stanley, yang kemudian menandaskan,”Temuan Joko, air yang menggantikan BBM, bisa mengubah peta energi dunia.”

Oleh karena itulah Komnas HAM mengirim Djohny ke Nganjuk. Dan menurut keterangan aparat desa di sana, Komnas HAM telah memboyong Joko bersama istrinya ke Jakarta. Berikut ini adalah pengakuan Joko kepada anggota Komnas HAM yang menemuinya di Nganjuk.

Pengakuan Joko kepada Komnas HAM

Ketika kehadiran dirinya di Jakarta ditunggu-tunggu oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pertengahan Mei lalu; Joko sengaja berpura-pura sakit jantung. “Dari tanggal 7 sampai 20 Mei dia sengaja melarikan diri,”tutur Djohny.

Sang penemu blue energy tidak mau berangkat ke Jakarta karena dipaksa seseorang meneken perjanjian atas temuannya. Saat temuan energi alternatif itu belum sempurna, seseorang mendanai proyek itu. Sebagai imbalannya, Joko diminta menyerahkan temuannya kepada orang tersebut. “Tapi Joko menolaknya,”kata Djohny.

Berdasarkan kesepakatan yang dibuat Joko dengan Presiden SBY, blue energy akan dilaunching tepat pada Hari Kebangkitan Nasional, di Cikeas, Jawa Barat. Pilihan tempat ini sesuai dengan usulan SBY agar pengembangan energi berbahan dasar itu dilakukan di Desa Cikeas Udik, Jawa Barat.

Untuk mempersiapkan acara peluncuran bersejarah itu, dijadualkan Joko sudah berada di Jakarta pada 7 Mei. Tapi, tunggu punya tunggu, Joko tak pernah muncul. Saat itu diberitakan Joko menghilang akibat sakit jantung.

Menurut pengakuan Joko kepada Komnas HAM, dia hanya pura-pura sakit. Alasan sebenarnya tidak berangkat ke Jakarta adalah karena dia diteror. “Dia ditakut-takuti. Kalau tak datang, keluarganya akan beginilah, akan begitulah,”kata Djohny Simanjuntak. Alasan ini sungguh aneh : mendapat ancaman yang intinya memaksa dia untuk menepati janji berangkat ke Jakarta, tapi Joko malah tidak berangkat.

Menurut Djohny, Komnas HAM menemui Joko untuk memastikan keamanan orang yang mengklaim dirinya sebagai penemu energi alternatif ini. “Joko minta temuannya tidak dipolitisasi,”katanya.

Sementara itu Kepala Desa Ngadiboyo, Wanuji, membenarkan bahwa dua anggota Komnas HAM telah menemui Joko. Dan katanya, mereka telah membawa Joko bersama istrinya Winda Mirah ke Jakarta.

==================================================================

http://www.ayomerdeka.wordpress.com

Iklan

Tag: , , , ,

3 Tanggapan to “Komnas HAM Pun Tersihir Oleh Blue Energy”

  1. nenyok Says:

    Salam
    sebenarnya saya masih belum menemukan jawaban tepat dan akurat, bener engganya blue energi ituh, asli penasaran banget lho Pa 🙂

  2. sufehmi Says:

    Setengah kebenaran yang lain adalah karena Komnas HAM ikut-ikutan percaya

    Ya, sayang komenas HAM sekarang mudah terkecoh oleh berbagai pihak yang berteriak -teriak “tolong saya dianiaya”. Padahal justru mereka yang menganiaya / memfitnah/ menipu banyak orang lainnya.

    Contoh satu lagi adalah kasus di keributan soal Ahmadiyyah, Komnas HAM nampak tidak menguasai inti masalahnya; namun tetap saja ikut campur di masalah tersebut.

  3. irwan Says:

    Timnas HAM tidak tertipu mereka hanya melindungi joko sebagai warga negara dan manusia. Tidak peduli joko itu seorang penipu. Seorang penipu dan malink pun harus di lindungi keselamatannya. Namun harus dipastikan juga kalo si penipu atau malink ini menerima sangsi tegas dari hukum yg berlaku. OK

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: