Warga Keturunan Turki Berduka dan Berpesta

WARGA Jerman keturunan Turki tidak terlalu kecewa, meski Jerman mengalahkan Turki 3-2 di semifinal Euro 2008, dini hari tadi. Toh, setelah Turki gagal, mereka masih bisa mendukung Jerman di final nanti. Gol penentu kemenangan Jerman dalam pertandingan yang dramatis itu dijaringkan Philip Lahm, menit ke-90.

Masyarakat Jerman sempat terbelah dua saat Der Panzer menghadapi Turki di semifinal Euro 2008. Ketegangan juga meningkat, karena warga Jerman keturunan Turki dan warga Jerman asli turun ke jalan-jalan untuk mendukung timnya lewat televisi. Namun, begitu Jerman menang 3-2, kerusuhan yang dikhawatirkan ternyata tak terjadi.

Memang sempat saling ejek antara warga keturunan Turki dan warga Jerman asli. Dan, polisi menangkap 13 orang yang dinilai provokatif.

Imigran Turki di Jerman populasinya sekitar 3,4 juta. Mereka tersebar di berbagai kota. Pada semifinal itu, mereka turun ke jalan dan memenuhi bar. Demikian juga warga Jerman asli. Bahkan, mereka berbaur untuk menonton bareng lewat telivisi di bar-bar yang sama.

“Tentu saja, kekalahan itu membuat warga Turki di Jerman kecewa. Tapi toh kami masih bisa menikmati pertandingan, dan Minggu nanti kami akan mendukung Jerman di final,” kata Harry Memmer, peranakan Turki yang tinggal di Berlin.

“Benar, kami sangat kecewa atas kekalahan Turki. Tapi, di final nanti, kami masih punya tim idola dan akan mendukung Jerman,” timpal Guerkan, pemuda berumur 26 tahun yang tinggal di “perkampungan” Turki di Distrik Kreuzberg, Berlin.

Ratusan ribu warga keturunan Turki di berbagai kota di Jerman memang sangat antusias mendukung tim asuhan Fatih Terim. Membuat polisi Jerman kewalahan dan khawatir, sebab warga Jerman asli juga melakukan hal sama. Yang lebih mencemaskan, mereka bergsbung dan membaur. Kalau saja Jerman kalah, masalahnya akan lain. Boleh jadi warga Jerman akan melampiaskan kekecewaannya dengan menyerang warga keturunan Turki.

Untunglah Turki yang kalah. “Jika dilihat dari jumlah warga yang turun ke jalan, tidak ada insiden yang berarti. Hanya saling ejek dan kami cuma menangkap 13 orang. Kami bahagia tak ada kerusuhan berarti,” tutur juru bicara polisi Berlin, Claudia Frank.

“Sebenarnya, buat kami tidak masalah siapa yang menang.,”ujar Carmen, pemuda keturunan turki berusia 22 tahun. “Kami sama-sama berhak mendukungnya. Suasana meriah tetap akan berlangsung sampai final, karena Jerman berada di dalamnya,” katanya.

Sumber : AP

==================================================================

http://www.ayomerdeka.wordpress.com

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: