12.000 Polisi Disiagakan Untuk Pengamanan Kunjungan Presiden SBY di Pesta Danau Toba

Di lapangan nantinya, personil kepolisian akan mengamankan ring dua dan ring tiga di sekitar lokasi acara yang akan didatangi Presiden SBY, sedangkan ring satu yang merupakan podium atau pentas yang akan ditempati Presiden akan dijaga oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dan aparat Kodam I Bukit Barisan.

Oleh : Robert Manurung

APAKAH keadaan negara kita sedang tidak aman ? Lebih spesifik lagi, apakah situasi di seputar Danau Toba dianggap membahayakan bagi keselamatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sehingga Polda Sumatera Utara sampai mengerahkan 12.000 personil untuk mengamankan kehadiran SBY di kawasan wisata itu, Jumat mendatang (18/7) ?

Pertanyaan ini mungkin terdengar usil bagi yang sangat mengerti seluk-beluk pengamanan presidenan. Aku sendiri tidak tahu persis berapa biasanya jumlah personil polisi yang dikonsentrasikan untuk pengamanan kunjungan presiden di daerah. Dan apakah standar pengamanannya berbeda di tiap-tiap daerah, itupun aku tidak tahu.

Tapi, hanya berdasarkan intuisi saja, aku sudah heran dan menganggap jumlah 12.000 itu berlebihan. Bukannya keselamatan presiden tidak penting, namun pengerahan polisi sebanyak itu memang tidak proporsional. Pasalnya, kawasan Danau Toba dan tempat-tempat yang akan dikunjungi Presiden SBY di Sumut bukan tergolong daerah konflik.

Aku tambah heran lagi setelah membaca berita di situs suratkabar Waspada. Disebutkan di situ, untuk pengamanan kunjungan Presiden SBY, pihak kepolisian akan mengerahkan dua per tiga dari seluruh aparat polisi di Sumatera Utara. Jumlah serta prosentase yang luar biasa itu masih diperkuat lagi oleh pasukan militer, yang disiagakan oleh Kodam I Bukit Barisan.

“Pengerahan personil tersebut untuk mendukung pengamanan Presiden yang dibawah kendali Kodam I Bukit Barisan,” kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Baharudin Djafar, di Medan, Senin.

Dua per tiga personil Polda Sumut dikerahkan

APAPUN alasan pihak kepolisian untuk pengamanan yang terkesan over acting itu, masyarakat awam dan para turis asing tetap akan mengartikannya sebagai isyarat bahwa situasi di kawasan Danau Toba tidak aman. Kasihan benar para pelaku industri pariwisata di sana. Mereka sangat berharap, kehadiran Presiden SBY dalam Pesta Danau Toba akan menstimulasi kebangkitan industri pariwisata setempat yang sedang terpuruk.

Tampaknya mereka harus siap-siap gigit jari. Soalnya, bagaimana mungkin harapan itu terwujud, kalau ternyata kehadiran Presiden RI di kawasan danau yang indah itu, mesti dikawal oleh dua per tiga dari jumlah polisi yang ada di Sumut. Lalu bagaimana dengan orang-orang yang tidak menduduki jabatan presiden, namun ingin pikinik ke Danau Toba, apakah keamanan mereka terjamin ?

Pertanyaan itu tak perlu muncul seandainya pengamanan presiden saat menghadiri Pesta Danau Toba biasa-biasa saja. Lebih bagus lagi kalau presiden menghadiri acara itu tanpa pengawalan petugas berseragam; apalagi kalau Presiden SBY tampil dengan busana santai, dan mau berbaik hati menyumbangkan suara emasnya dalam acara tersebut.

Rasa-rasanya, suara Pak SBY cocok untuk mendendangkan lagu Come To Lake yang dipopulerkan oleh Tongam Sirait–si preman religius yang tinggal di Prapat; tempat diadakannya Pesta Danau Toba.

Berikut ini kutipan lengkap berita situs suratkabar Waspada :

(MEDAN) – Polda Sumatera Utara akan mengerahkan dua per tiga personilnya atau sekitar 12 ribu petugas untuk mengamankan kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang akan menyaksikan Pesta Danau Toba di Parapat, Jumat (18/7) mendatang.

“Pengerahan personil tersebut untuk mendukung pengamanan Presiden yang dibawah kendali Kodam I Bukit Barisan,” kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Baharudin Djafar, di Medan, Senin. Menurut dia, bersama TNI, pengamanan tersebut juga akan dilakukan di masing-masing Polres sebagai satuan wilayah guna mengamankan ruas jalan dan jalur yang akan ditempuh rombongan Presiden. Di lapangan nantinya, personil kepolisian akan mengamankan ring dua dan ring tiga di sekitar lokasi acara yang akan didatangi Presiden SBY, sedangkan ring satu yang merupakan podium atau pentas yang akan ditempati Presiden akan dijaga oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dan aparat Kodam I Bukit Barisan. “Pengamanan Presiden merupakan tanggung jawab Kodam I Bukit Barisan, Polda Sumut hanya memberikan dukungan,” katanya. Namun sampai saat ini belum diketahui keterangan resmi dari Kodam I Bukit Barisan mengenai jumlah personil pengamanan keseluruhan yang akan dikerahkan dalam pengamanan Presiden SBY tersebut. Sementara itu, berdasarkan keterangan Humas Pemprov Sumut, kunjungan Presiden SBY guna menyaksikan Pesta Danau Toba ditunda menjadi Jumat (18/7) dari semula dijadwalkan Rabu (16/7) depan. “Penundaan kedatangan Presiden baru saja kami terima dari Istana. Tapi yang pasti Presiden tetap akan menghadiri Pesta Danau Toba ke-18 yang digelar mulai hari ini,” kata staf Humas Pemerintah Provinsi Sumut, Erwin. Erwin juga tidak dapat memastikan mengenai jadi atau tidaknya Presiden menginap di Prapat seperti dijadualkan semula, ia mengaku belum bisa memastikan. “Komunikasi dan koordinasi dengan pihak Istana masih terus dilakukan,” katanya.(ann)

===============================================================

ayomerdeka.wordpress.com

Tag: , , , , ,

5 Tanggapan to “12.000 Polisi Disiagakan Untuk Pengamanan Kunjungan Presiden SBY di Pesta Danau Toba”

  1. Giyanto Says:

    wow!!!

  2. batuhapur Says:

    Berlebihan sekali. emangnya danau Toba itu sarang teroris apa? atau target teroris.. jadi rusak suasana nantinya dengan kehadiran polisi tersebut…masa mantan Jenderal harus dikawal segitu banyak>>> apa Motifnya yak???

  3. escoret Says:

    jadi?semua habis berapa duit..???

    eh,anggaran buat menjamu tamu presiden habis 1 trlyun lebih lho…

    duitnya sebarapa bnyk ya..???

  4. Garth M. Meha Says:

    Mudah mudahan pandangan beliau tidak terhalang oleh banyaknya pasukan pengaman, sehingga bisa melihat betapa kontrasnya enceng gondok dan kerambah terapung itu dengan keindahan danau toba itu, dan bisa melihat betapa pentingnya keberadaan hutan di sekitar danau tersebut dipertahankan.

  5. dini Says:

    berlebihan banget !!!!

    SBY yang inginkan gitu atau pangdam BB yang mo carmuk ????

    hambur2 biaya… !!!!
    bener2 ngk nunjukin sikap prihatin…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: