Presiden Kita Suka Ngambek & Pendendam

Dijelaskannya, Presiden Soekarno tidak bisa berbicara dengan Soeharto pada saat akhir pemerintahannya. “Pak Harto juga tak mau berbicara dengan presiden selanjutnya yaitu BJ Habibie. Begitu juga Presiden Habibie tidak berbicara dengan Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ketika turun. Presiden Gus Dur juga tidak mau berbicara dengan Ibu Megawati Soekarnoputri. Ibu Megawati juga tidak mau saling omong dengan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono setelah pemilu,”ujar Jusuf Kalla.

Oleh : Robert Manurung

DA:LAM banyak hal, aku kurang respek terhadap Wapres Jusuf Kalla. Selain karena gayanya yang arogan, dia suka menggampangkan masalah dan tidak memiliki empati terhadap orang miskin. Dan juga, lantaran track recordnya yang sering menabrak aturan.

Namun kali ini harus kuakui, politisi-juragan asal Makassar ini cukup jeli ketika menyorot perilaku enam presiden kita—dari Bung Karno sampai Susilo Bambang Yudhoyono—yang ternyata suka ngambek dan pendendam.

JK mengucapkan hal itu saat membuka seminar nasional “Refleksi 100 Tahun Mohammad Natsir” di aula Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa kemarin (15/7).

Menurut JK, seperti ditulis Kompas, saat ini kita tidak memiliki stok tokoh nasional sekaliber Mohammad Natsir, yang sangat nasionalis, demokratis, santun, dan memelihara hubungan baik dengan lawan-lawan politiknya. Ketika menjadi Perdana Menteri pada September 1950, politisi Islam ini dengan luwes membentuk kabinet koalisi dengan melibatkan unsur-unsur non-Muslim dan nasioalis; antara lain dari Partai Katolik, Partai Kristen Indonesia, PSI, dan PIR.

Sekarang saja kita sudah mempunyai enam presiden. Namun, di antara presiden itu tidak ada yang saling bicara satu satu sama lainnya,”kata JK.

Dijelaskannya, Presiden Soekarno tidak bisa berbicara dengan Soeharto pada saat akhir pemerintahannya. “Pak Harto juga tak mau berbicara dengan presiden selanjutnya yaitu BJ Habibie. Begitu juga Presiden Habibie tidak berbicara dengan Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ketika turun. Presiden Gus Dur juga tidak mau berbicara dengan Ibu Megawati Soekarnoputri. Ibu Megawati juga tidak mau saling omong dengan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono setelah pemilu,”ujar Jusuf Kalla.

Menarik bukan ? Aku sendiri baru menyadari kenyataan yang sesungguhnya terpampang gamblang ini setelah membaca pernyataan Jusuf Kalla. Itu pengamatan yang cukup jeli dan orisinil. Namun perlu dikoreksi pernyataannya mengenai Bung Karno, karena bisa menyesatkan. BK tidak bisa bicara dengan Soeharto, karena kemerdekaannya dirampas dengan cara yang licik dan kasar.

Menurut Jusuf Kalla, keteladanan Mohammad Natsir harus ditiru oleh para pemimpin Indonesia sekarang ini. “Boleh saja berbeda pandangan tetapi jangan sampai terjadi perbedaan pribadi satu dengan lainnya. Inilah yang harus dipelajari para pemimpin sekarang ini,”kata Ketua Umum Partai Gokar itu, yang sampai sekang masih “bermusuhan dengan” Akbar Tanjung.

Seminar nasional yang membahas keteladanan Natsir menghadirkan sejumlah pakar dan tokoh, seperti mantan Deputi PM Malaysia Anwar Ibrahim, Burhan Magenda, mantan Mensesneg Yusril Ihza Mahendra, sejarawan Taufik Abdullah dan Anhar Gonggong, serta tokoh agama Malik Fajar.

===================================================================

http://www.ayomerdeka.wordpress.com

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , ,

18 Tanggapan to “Presiden Kita Suka Ngambek & Pendendam”

  1. dana Says:

    Berarti memang ada yang salah dalam keberpolitikan negeri ini.

  2. esaifoto Says:

    saya suka komentar anda, dari esai foto, anda seharusnya membaca buku-buku yang menjabarkan definisi membaca agar kau bisa membedakan mana membaca dengan berpikir atau hanya membaca pikiran orang. saya sarankan anda rajin ke toko buku, dan cari buku yang berjudul kamus ilmiah populer supaya anda tahu apa arti militansi, ediologi dan kata merdeka jangan berkomentar kalau anda tidak mengerti bahasa ilmiah tersebut,

    dan jangan lupa kalau anda ke toko buku gramdia baca bukunya mao warna biru, agar kau tahu apa yang di pikirkannya mengenai sosialis dan revolusi cina. anda terlalu banyak ngoceh (kata orang jawa) tanpa dilandasi referensi pengetahuan intelektual, anda bisa dipermalukan kalau di ajak berdebat atau berdiskusi (berdiskusi tanpa pengetahuan itu namaya debat kusir)

    tulisan anda lebih banyak marahnya melihat persoalan hidup di negeri anda ini yang bernama indonesia, marah tidak menyelesaikan persoalan tapi buat orang prihatin melihat negeri anda ini yang sudah jadi sarang koruptor dan portitusi

    Anda ternyata pengagum sukarno yang suka main perempuan semoga anda anti poligami kalau mendengar nama anda, tapi saya sarankan anda tidak anti poligami dalam TPS kalau kelak pemilu, (alias joblos semua partai) jangan golput nanti ibu mega marah bisa dosa anda sebagai orang yang mengidolakan sukarno

    salam kenal, Tuhan memberkati, Amin
    http://esaifoto.wordpress.com

  3. Menggugat Mualaf Says:

    hehehe, tanda masih kaya anak-anak..
    saya pikir ketika kekuasaan dilepaskan itu sama dengan dipersembahkan.. maka kenapa harus marah dan dendam?

  4. devry Says:

    Wah… belum dewasa dalam berpolitik donk kalo gitu?

    Tanya kenapa?:mrgreen:

  5. anton Says:

    masyarakat pemilih menilai : kalau tidak ngambek dan dendam ama presiden sebelumnya berarti konconya juga, satu kubu, pilih dia sama aja hasilnya nanti
    Jadi : Siapa yang suka adanya pengambek dan pendendam?

  6. hildalexander Says:

    kayak anak TK ya…. demen ngambek kalo gak dikasih permen:mrgreen:

  7. uwiuw Says:

    wah bener juga kata kamu kalau presiden kita itu berkepribadiann kaya gitu…inkan bisa jadi tradisi yg buruk🙂 namun, mungkin, saat kita blajar lebih lama di iklam sekrang, akan ada hikmah yg didapat

  8. maipura Says:

    mereka memang seperti itu…
    seperti anak-anak yang marahan gara-gara kalah dalam suatu permainan..

    cuman bedanya, anak-anak yang sesungguhnya dapat dengan cepat melupakan kesalahan dan permusuhannya lalu bermain bersama lagi..
    sedangkan para pemimpin kita itu tidak, jadi mereka itu apa ya… ???

  9. dobelden Says:

    dan pak yusuf kalla itu jarang “ngomong” juga dengan presidennya dan seakan-akan diakhir masa jabatan ini dia nyari selamat dengan selalu mencoba tampil sesering mungkin didepan publik karena kemungkinan besar akan jadi capres 2009.

  10. rezco Says:

    perlu ditambahin nih: Wapres kita suka ngambek

  11. mahma mahendra Says:

    brarti kurang dewasa presidennya. skalian aja presidennya anak te-ka, jadi klo lagi marah bisa dimaklumi

  12. Poltak Simanjuntak Says:

    Kalapa Mumbang
    Dua Satali
    Presiden Kita
    Mura Mardandi…

    Salam,

    Poltak Simanjuntak
    http://poltak.simanjuntak.or.id

  13. Edi Psw Says:

    Kira-kira apa ya penyebabnya?
    APakah telah terjadi perang dingin?

  14. monsterikan Says:

    ngambek2an gini. padahal jaman natsir dkk, namanya debat politik itu terbuka dan menarik karena ga disusul dengan rusuh2an. ini gue jarang banget liat namanya debat politik yang muncul ke permukaan. yang ada sumpah serapah antar politikus, dan itu ga termasuk debat menurut gue.

  15. sitijenang Says:

    eh, bukannya gus dur sempat ketemuan lagi dengan mega setelah turun? setuju, bang. soekarno kan diasingkan di wisma yaso dan tidak dikunjungi soeharto, jadi ya gimana mau ngobrol…😎

  16. Toga Says:

    … atau jangan-jangan dia sedang mencoba mengatakan, “tapi saya akan berbeda dari mereka semua”.

  17. FraterTelo Says:

    begitulah faktanya,
    emosi terlalu banyak bermain dalam ranah politik negeri ini.
    tak heran, kalau sampai sekarang masih ada pula istilah “tebang pilih”,
    serta berbagai dagelan di kalangan elite.
    karena terlalu emosional, sampai-sampai tak ada lagi nalar ….
    waduh…

  18. kucingkeren Says:

    tapi lucu juga lho menonton drama politik mereka.. oh Indonesiaaaa… bentar lg ultah lho Indonesiaku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: