400.000 Anak Telantar Jadi Loper Koran

Sekitar 52.000 loper koran dari seluruh Indonesia bakal berkumpul dalam Loper’s Day di Ancol, Jakarta, 30 Juli mendatang. Tujuan acara yang akan dihadiri Wapres Jusuf Kalla ini untuk menyadarkan semua pihak : loper adalah ujung tombak penyampaian informasi, bukan penyakit sosial.

Hingga tahun 2008, sekurangnya 400.000 anak telantar di Indonesia menjadi loper koran di jalan untuk mendapat penghasilan tambahan. Panitia Hari Anak Nasional Depertamen Sosial Kiki Riyadi dalam jumpa pers Loper’s Day 2008 di Jakarta, Kamis (24/7), menjelaskan, jumlah anak telantar mencapai 4 juta orang.

“Total jumlah anak telantar yang menjadi loper belum terdata pasti. Angka 400.000 itu hitungan minimal. Bisa jadi sekitar 1 juta orang dari mereka menyambi menjadi loper media cetak untuk mendapat penghasilan. Pemerintah juga mengupayakan pelbagai bantuan dan program bagi mereka termasuk acara Loper’s Day yang diadakan hari Rabu mendatang di Ancol,”kata Kiki.

Wakil Presiden Jusuf Kalla dijadualkan hadir dalam acara tersebut. Sebanyak 147 diplomat dari negara sahabat juga diundang untuk berpartisipasi dalam Loper’s day.

Aparat masih sering merazia dan memburu loper

Ketua Panitia Loper’s Day Sugeng Heri Santoso dari harian Kompas menjelaskan, para loper rata-rata berpenghasilan Rp.500.000 per bulan. “Mereka bekerja umumnya pada pagi hari sekitar pukul 06.00 hingga maksimum pukul 9.00,”kata Sugeng.

Para bocah yang menjadi loper hidup dalam kondisi sangat marjinal dan rentan terhadap represi aparat pemerintahan. Ketua Yayasan Loper Indonesia (YLI) Laris Naibaho menjelaskan, dirinya sudah meminta Pemerintah Propinsi DKI Jakarta agar tidak lagi merazia loper yang kerap dianggap sebagai masalah sosial seperti gelandangan dan pengemis.

“Mereka adalah ujung tombak penyampaian informasi media cetak kepada masyarakat. Insan media dan pemerintah seharusnya memperhatikan para loper, termasuk bocah yang bekerja sebagai loper koran. Banyak dari mereka hingga kini diburu dan dimasukkan Panti Sosial Kedoya,”Kata Laris Naibaho.

YLI berupaya merangkul pengusaha koran, agen, dan pihak terkait untuk menyediakan tunjangan dan peningkatan kesejahteraan loper. Dia sudah mengusulkan diadakan jaminan pengobatan, asuransi, dan penyediaan 10.000 unit sepeda bagi loper koran.

Asuransi gratis dan sepeda khusus loper

Sebagai langkah awal, dalam acara Loper’s Day di Ancol, para loper disediakan asuransi gratis oleh Asuransi Bumida Bumiputera. Manajer Korporat Bumida Bumiputera Vivi Ervina menjelaskan, pihaknya tengah menjajaki kemungkinan lebih lanjut menggarap pasar asuransi bagi para loper koran demi memberi jaminan pada saat bekerja.

Sedangkan Manajer Promosi United Bike, Meilany Suryanata menjelaskan, pihaknya sudah menyiapkan produksi sepeda khusus loper.

“Harga satu unit nett Rp 1,5 juta dan tidak diambil untung. Sepeda dapat mengangkut minimal 200 kopi surat kabar,”tutur Meilany sambil menjelaskan,”Sedang dibahas kemungkinan adanya sistem pembelian yang dilakukan oleh agen atau lembaga penerbitan untuk membiayai para loper.”

Sumber : Kompas, Jumat 25 Juli 2008.

Tag: , , , , , , , , , ,

4 Tanggapan to “400.000 Anak Telantar Jadi Loper Koran”

  1. Sawali Tuhusetya Says:

    anak2 mestinya dapat menikmati dunianya yang ceria, bung robert. belum saatnya mereka bersentuhan dengan persoalan ekonomi yang seharusnya menjadi tanggung jawab orang tua. pemerintah pun mesti responisf dalam mengurai masalah ini. kan jelas tersurat dalam uu kalau anak2 miskin dan telantar dipelihara oleh negara. namun, agaknya negeri ini memang sedang dililit banyak persoalan sosial. belum kebijakan para elite yang seringkali salah urus dalam memanage kebijakan. padahal, tak henti2 para pengamat mengingatkan hal itu.

  2. esensi Says:

    “Anak2 miskin dan terlantar dipelihara negara…”😯
    bullshit!
    Yah, yang dibahas malah masalah distribusi koran via loper, bukannya mengangkat derajat anak2 itu sendiri…:mrgreen:

    Salam,

  3. amri Says:

    para loper khususnya yg masih bocah perlu dibimbing supaya kesannya bukan minta minta tapi betul betul menjual koran (tegar) dan berjuamg dengan kondisi yang makin chaos http://formulapejuang.blogspot.com

  4. Anonim Says:

    alhamdulillah aq jd gak lo,,,hahahahahahaha,,,aq loper koran kaltim.brdomisili di kalltim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: