Beginilah Cara Ferguson Mempermalukan Madrid

Dan yang sungguh menggelitik, pertandingan persahabatan itu sengaja diadakan untuk memperingati 25 tahun sukses Ferguson membawa Aberdeen menggondol trofi Cup Winners Cup. Dalam final kejuaraan itu pada 1983, Aberdeen mempecundangi Real Madrid.

Oleh : Robert Manurung

ISU bakal pindahnya Ronaldo ke Madrid sudah berhembus dalam dua musim terakhir, namun Ferguson selalu punya cara yang manjur untuk menangkalnya. Ibu Ronaldo menorehkan hal-hal emosional ke dalam sirkus media yang digerakkan oleh Madrid. Kemudian Presiden FIFA Sepp Blatter ikut campur dan mendapat malu.

Para penggila bola di seluruh dunia pasti sudah terlanjur mengira bahwa Ronaldo akhirnya akan benar-benar pindah ke Madrid, karena dia sendiri memang menyatakannya, selepas Piala Eropa kemarin. Situasinya makin mendekati kepastian setelah Blatter ikut campur, dengan mengatakan seharusnya MU melepas Ronaldo.

Blatter mendramatisir keadaan dengan ucapan yang akhirnya membuatnya dicerca oleh pengurus klub di seluruh dunia. Dia bilang, klub-klub sekarang ini mempraktekkan perbudakan moderen di sepakbola. Ucapan Blatter itu langsung disambar oleh Ronaldo dengan mengatakan,”Ya, aku memang diperbudak”.

Hanya beberapa jam kemudian, sejak pernyataan mereka dipublikasikan, Blatter dan Ronaldo menjadi sasaran kecaman dari seluruh dunia, termasuk oleh pemain legendaris Pele.

“Perbudakan tidak pernah diikat dengan kontrak,”ujar Pele sambil menandaskan,”Pemain harus menghormati kontrak yang ditekennya, kalau tidak sepakbola profesional akan mati.” Suara senada juga dilontarkan oleh para tokoh sepakbola lainnya, termasuk Arsene Wenger yang biasanya tidak akur dengan Fergie.

Dalam situasi yang memanas itu, kubu MU justru adem ayem saja. Ferguson lebih memprioritaskan konsolidasi internal daripada ikut terpancing menari mengikuti gendang yang ditabuh Madrid.

Jurus-jurus diplomasi Ferguson

BISA ditebak, salah satu argumentasi yang diberikan Fergie kepada manajemen MU adalah bahwa dengan Ronaldo mereka bisa berjaya di musim yang sudah menjelang. Di samping itu, kalau MU menjual Ronaldo ke Madrid sekarang ini, sama saja bunuh diri. Pasalnya, juara Spanyol itu sudah mulai solid sejak ditangani Schuster; dan akan menjadi rival utama MU di Liga Champion musim ini.

Fergie memang sangat cermat soal beginian. Ketika menjual David Beckham ke Real Madrid beberapa tahun lalu, sebenarnya MU mengalami potential loss secara finansial. Soalnya, yang paling ngebet mendapatkan Becks saat itu adalah Barcelona; dengan harga yang lebih tinggi dibanding yang diberikan Madrid. Tapi dari segi pertimbangan peta persaingan di Liga Champion, pilihan itu benar, karena saat itu Barcelona sedang kuat-kuatnya; dan sebaliknya Madrid sedang keropos di dalam.

Selain melakukan konsolidasi internal, sambil terus menahan diri untuk tidak menanggapi isu makin panas yang dikipasi oleh media massa, Ferguson juga mempersiapkan cara dan waktu yang tepat untuk menjinakkan Ronaldo. Pelatih berusia 66 tahun ini sempat menunda rencananya untuk menemui pemain kesayangannya yang mulai bertingkah itu di Lisabon.

Yang jelas, Ferguson berhasil mendemonstrasikan kepada dunia, bahwa MU tidak panik menghadapi situasi genting itu. Selain membiarkan Madrid syur sendiri dengan isu dan klaim sepihak bahwa mereka sudah mendapatkan Ronaldo, MU juga menahan diri untuk tidak mencela CR7 baik lewat kontak langsung ataupun melalui media massa.

MU malah melempar bola panas yang segera digelindingkan oleh media massa : meminang Dimitar Berbatov secara resmi dari Tottenham Hotspurs. Pihak Spurs sempat sewot dan menuduh perbuatan Ferguson sama jahatnya dengan ulah Madrid yang mencoba mencaplok Ronaldo. Tapi Fergie yang sedang memimpin timnya dalam sebuah turnamen di Afsel, menyangkal tuduhan itu.

Merayakan kemenangan atas Madrid

BERSAMAAN waktunya saat Ronaldo sedang menggebu-gebu menyatakan kepada dunia bahwa dia sangat ingin bergabung dengan Madrid, Ferguson memimpin MU berlaga dengan tuan rumah Aberdeen, klub divisi utama Liga Skotlandia. Dia pernah mengecap sukses manis ketika menjadi pelatih klub tersebut pada awal tahun 80-an.

Dan yang sungguh menggelitik, pertandingan persahabatan itu sengaja diadakan untuk memperingati 25 tahun sukses Ferguson membawa Aberdeen menggondol trofi Cup Winners Cup. Dalam final kejuaraan itu pada 1983, Aberdeen mempecundangi Real Madrid.

“Ini sangat emosional, seakan-akan aku kembali lagi ke hari itu,”ujar Ferguson mengenang kemenangan spektakuler tim asuhannya atas Real Madrid, 25 tahun silam. Pada waktu itu posisi Aberdeen seperti kurcaci melawan raksasa.

Dua pekan kemudian, Ferguson kembali merayakan kemenangannya atas Madrid. Kali ini trofi yang dimenangkannya adalah CR7, pemain bertalenta hebat yang direkrutnya saat belum populer di negerinya sendiri. Ya, dua pekan lalu Fergie akhirnya menemui Ronaldo di Lisabon, dan seusai pertemuan itu dia mengumumkan,”Ronaldo tetap ingin di MU.”

===================================================================

http://www.ayomerdeka.wordpress.com

Iklan

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

4 Tanggapan to “Beginilah Cara Ferguson Mempermalukan Madrid”

  1. heruyaheru Says:

    kapan ya ronaldo main buat persija?

  2. nindityo Says:

    lho orang gila juga ya bang.. 😀

  3. Robert Manurung Says:

    @ heruyaheru

    ronaldo main buat persija kalau penontonnya sudah mau bayar tiket, membeli kaos, punya stadion bagus, dan suporter nggak hobi tawuran hehehe….

    @ nindityo

    gilbol dari dulu, dan belum sembuh-sembuh juga. bagaimana denganmu kawan, apa gilbol juga ?

  4. Igonk_GM Says:

    Dilihat dari sejarah, pemain kondang liga inggris yg pindah ke madrid pasti gagal. Mulai dari Bekham, Owen, Kantona, Zidan, dll. So, pilihan TEPAT.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: