Kasihan…Mahasiswa Ujian Negara di Gereja

Sejauh ini, belum diketahui secara jelas pemicu bentrok mahasiswa dengan warga itu. Hingga kemarin, isu tentang tertangkapnya seorang mahasiswa yang diduga mencuri pompa air tak bisa dikonfirmasi kebenarannya. Tidak ada satu warga pun yang mengaku telah menjadi korban pencurian.

RATUSAN mahasiswa tingkat akhir Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (STT Setia) hari ini menjalani ujian negara di Gedung Bethel, Jalan Ahmad Yani Kavling 65, Jakarta Pusat. Kegiatan itu diselenggarakan secara darurat karena kampus mereka di Kampung Pulo, Pinang Ranti, Makassar, Jakarta Timur, terpaksa ditutup.

“Persiapan ujiannya (di gereja) sedang kami lakukan,”ucap Rektor STT Setia Matheus Margentang kemarin.

Penutupan kampus itu dilakukan setelah mahasiswa terlibat bentrok dengan warga Kampung Pulo, yang berlangsung sejak Jumat lalu. Ahad malam, semua mahasiswa dikeluarkan dari kampus. Untuk sementara, mereka diungsikan ke Universitas Kristen Indonesia (UKI) Cawang, kantor Partai Damai Sejahtera (di Cempaka Putih), dan Wisma GBI di Jalan Ahmad Yani.

Menurut juru bicara STT Setia, Senny Manave, ujian itu penting untuk kepentingan studi mahasiswa. Karena itu, meski dilakukan secara darurat, ujian tetap harus dilaksanakan. “Ruangan-ruangan di gedung itu bisa digunakan untuk ujian,”katanya.

Mangentang menambahkan, total mahasiswa yang berada di penampungan sementara jumlahnya 1.600 orang. “Mereka akan dipertahankan di sini selama satu minggu,”katanya. Selama masa itu, manajemen STT akan berdialog dengan Departemen Agama untuk mencari solusi terbaik.

Isu sepele, jadi alasan pengusiran

Di tempat pengungsian, mahasiswa terpaksa tidur hanya beralas koran atau kardus. Sebab, bangunan yang mereka tempati saat ini hanya memiliki beberapa kasur.

Sejauh ini, belum diketahui secara jelas pemicu bentrok mahasiswa dengan warga itu. Hingga kemarin, isu tentang tertangkapnya seorang mahasiswa yang diduga mencuri pompa air tak bisa dikonfirmasi kebenarannya. Tidak ada satu warga pun yang mengaku telah menjadi korban pencurian.

“Saya cuma dengar dari orang, katanya dia memang mencuri,”kata seorang warga yang yang tak bersedia disebut namanya kepada Tempo.

Yang jelas, isu pencurian itu berkembang cepat dan asrama mahasiswa menjadi sasaran lemparan batu. Mahasiswa membalas serangan itu. Perang batu baru berhenti setelah polisi datang ke lokasi.

Ketegangan ternyata berlanjut keesokan harinya. Kali ini melibatkan sekelompok pemuda tak dikenal. “Ada yang melempar batu ke arah kubah mesjid,”kata Naryo, warga setempat. Namun, Naryo tidak melihat sendiri kejadian itu. “Saya hanya dengar dari orang.”

Polisi melipatgandakan pasukan yang diturunkan di Kampung Pulo. Massa dibubarkan dan puluhan pemuda dibawa ke Kepolisian Resor Jakarta Timur. Dari sini kondisi semakin panas. Puncaknya, warga mengepung kampus STT dan meminta semua mahasiswa mengosongkan tempat itu.

sumber : Koran Tempo, Selasa, 29 Juli 2008

Tag: , , , , , , , , , ,

10 Tanggapan to “Kasihan…Mahasiswa Ujian Negara di Gereja”

  1. hh Says:

    Apa benar mahasiswa membalas serangan itu? Kalau benar, mengapa mereka lakukan itu?

  2. Gloria Limbong Says:

    Pasti ada provokator disini.
    AKU YAKIN 100%

  3. yanto Says:

    ya fpi lah…gitu aja repot…setaon yang lalu siapa yang teriak minta tutup. itu pelakunya….dasar sirik ngaku agama paling baik…preman berjubah

  4. dewi margaretha Says:

    biarlah dari masalah ini qt sebagai umat kristiani semakin teguh dalam iman, AMIN.GBU ALL

  5. Ed aFief Says:

    Sebuah tontonan yang sulit diterima oleh pikiran waras kaum beriman berpendidikan dan berpancasila. Copot wali kota itu, “sang provokator”!

  6. RI Tool Says:

    Sepertinya masih banyak yang gila kerusuhan ( senang dengan adanya bentrok en bentrok en bentrok ).
    Waspadalah …. waspadalah …. hehehehe

  7. kochu Says:

    haa?? rada terkejut waktu baca “Yang jelas, isu pencurian itu berkembang cepat dan asrama mahasiswa menjadi sasaran lemparan batu. Mahasiswa membalas serangan itu. Perang batu baru berhenti setelah polisi datang ke lokasi. “

    mm,.. bukannya orang Kristen itu bakal sering teraniaya?? di alkitab juga dibilang kalau mau jadi pelayan Tuhan kita bakalan seperti domba yang diutus di tengah kawanan serigala.. so jangan harap deh jadi pengikut Tuhan tidak akan menghdapi tantangan..

    masalahnya kokk bisa-bisanya anak STT “membalas” perbuatan jahat itu?? kalau kejahatan dibalas dengan kejahatan.. apa yang membedakan kita dengan orang dunia lainnya?? hehe…

    tapi ya mari kita doakan sama-sama.. semoga semakin banyak orang bertobat..

  8. YY Says:

    Kasihilah musuh-musuhmu. semoga mereka dijamah oleh “Raja Kita” agar bangsa ini makin memuliakan Tuhan, Amin…

  9. gus Says:

    komentar lho semuanya gak bener……

  10. bonar Says:

    bangsa kita memang gampang sekali diprovokasi..
    padahal semuanya masih “..kata orang…, saya dengar adri orang lain…”
    nyawa melayang, kerugian materiil apa lagi…

    payah deh…

    horas,

    bonar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: