“Fatwa” MUI : NKRI dan Pancasila Final

MUI menilai keberagaman etnik, budaya, dan agama di Indonesia sebagai keniscayaan yang tidak mungkin diingkari. Malahan, pluralitas Indonesia seharusnya bisa menjadi penggerak tumbuhnya kerjasama untuk membangun bangsa.

Oleh : Robert Manurung

MARI kita berikan tepuk tangan, dan mungkin lebih tepat standing ovation, buat Majelis Ulama Indonesia (MUI). Lembaga Islam yang sering terkesan memposisikan diri sebagai “negara dalam negara” ini, baru saja mengeluarkan pernyataan bahwa MUI sudah berketetapan : bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan dasar Negara Pancasila adalah final. Tak boleh diganggu gugat!

MUI juga memfatwakan : separatisme terlarang dan wajib diperangi oleh Negara.

Hal ini disampaikan Ketua MUI Nazri Adlani pada konferensi pers di Jakarta, Jumat (25/7), menyambut Milad ke-33 MUI.

Nazri menegaskan, multikulturalisme dan multiagama di Indonesia tidak menjadi masalah karena acuan dan tolok ukur bersamanya adalah Pancasila. Perbedaan juga harus ditempatkan secara bertanggung jawab demi menjaga keutuhan dan keberlangsungan NKRI.

Ketua MUI lainnya. Amidhan menambahkan : MUI menilai keberagaman etnik, budaya, dan agama di Indonesia sebagai keniscayaan yang tidak mungkin diingkari. Malahan, pluralitas Indonesia seharusnya bisa menjadi penggerak tumbuhnya kerjasama untuk membangun bangsa.

“Fatwa” MUI ini merupakan kado yang manis buat seluruh rakyat Indonesia, apalagi momennya sangat pas, yaitu menjelang Hari Kemerdekaan. Hal ini memberikan jaminan, bahwa ummat Islam Indonesia yang mematuhi fatwa para ulama tidak akan menghianati NKRI dan Pancasila. Dengan kata lain : kalangan politik Islam di Indonesia, atas kesadaran dan kemauan sendiri, telah mengubur impian dan ambisi lama untuk mengubah Indonesia menjadi negara Islam.

Mengakui pluralitas, sambil tetap anti-pluralisme

PADA bagian lain Amidhan menegaskan, “MUI sepakat dengan pluralitas, tetapi tidak sepakat dengan pluralisme.”

Pernyataan ini bisa menimbulkan kebingungan, karena menurut pandangan umum  pluralitas dan pluralisme adalah sama. Pluralitas adalah kata sifat, mengenai keadaan yang beragam atau majemuk. Pluralisme adalah kata kerja, mengenai sikap dan perbuatan yang mengimplementasikan pengakuan terhadap pluralitas.

Dengan pemahaman seperti itu, sangat sulit dimengerti kenapa MUI menempatkan pluralitas dan pluralisme dalam hubungan yang dikotomis. Kalau boleh kita jelaskan dengan ilustrasi, itu sama saja mengakui Merah Putih sebagai bendera resmi RI, tapi menolak berbagai tindakan yang merefleksikan semangat cinta tanah air. Kok bisa ya ?

Untuk lebih jelasnya mari kita simak penegasan Amidhan selanjutnya. Perbedaan, katanya, tak perlu dipermasalahkan selama tiap-tiap pihak saling menghargai perbedaan, serta saling bekerjasama dan memupus saling curiga.

Meskipun demikian, lanjut Amidhan seperti diberitakan harian Kompas (26/7), MU tetap menolak tegas pluralisme. Bahkan, MUI memfatwakan haram pluralisme, karena pluralisme berkembang menjadi sebuah paham yang membuat nilai agama menjadi relatif. Kondisi ini justru berbahaya sebab mencampuradukkan ajaran semua agama dan berpotensi menjadi paham atau agama baru.

Menurut Amidhan, pluralisme memandang semua agama memiliki derajat yang sama. “Kalau masyarakat memiliki definisi pluralisme yang berbeda dengan pemahaman MUI, itu tak apa-apa,”katanya.

Penjelasan yang MUI berbelit-belit dan tidak membuat terang soal perbedaan pluralitas dan pluralisme ini, pada intinya mengingatkan umat Islam untuk menghargai kemajemukan bangsa ini, tapi awas, jangan sampai membaur. Silakan bekerjasama, tapi tetap jaga jarak. Jangan mengucapkan Selamat Natal kepada pemeluk agama Kristn, dan jangan terpengaruh pluralisme yang disebarkan oleh Jaringan Islam Liberal.

Jelas bukan ? Nah, kalau sudah jelas, mari kita berikan tepuk tangan buat MUI. Salut atas prakarsa lembaga ini untuk menegaskan : NKRI dan Pancasila sudah final. Tak boleh diganggu gugat!

Catatan : Hingga tahun 2007, tak kurang dari 66 kabupaten/kota yang sudah menerapkan syariat Islam secara resmi. Di Kota Tangerang, simbol-simbol keagamaan dan nuansa budaya Arab terasa mendominasi ruang publik; sebaliknya Merah-Putih dan baliho berisi pesan-pesan cinta Tanah Air dan Bhinneka Tunggal Ika sangat jarang ditemui.

Merdeka!

Iklan

Tag: , , , , , , , , , , , ,

19 Tanggapan to ““Fatwa” MUI : NKRI dan Pancasila Final”

  1. danalingga Says:

    Meskipun demikian, lanjut Amidhan seperti diberitakan harian Kompas (26/7), MU tetap menolak tegas pluralisme. Bahkan, MUI memfatwakan haram pluralisme, karena pluralisme berkembang menjadi sebuah paham yang membuat nilai agama menjadi relatif. Kondisi ini justru berbahaya sebab mencampuradukkan ajaran semua agama dan berpotensi menjadi paham atau agama baru.

    Intinya takut kehilangan umat. 😆

  2. Tito Says:

    dengan kata lain MUI itu serba kontradiktif!

    tapi pemerintah masiiih saja memanjakannya… belom lama ini MUI dihadiahi gedung baru yg didirikan dengan uang rakyat senilai 8,9 milyar!

  3. r.h. sibuea Says:

    Sayang amang..usulan banyak pihak supaya MUI juga berfatwa “merusak rumah ibadah haram”, “korupsi haram”, “berjualan di jalanan atau mencari nafkah dengan menggangu kenyamanan pengguna jalan haram” belum dipenuhi.

    Kristen kurang orang di DPR…saudara kita Kristen di DPR bersifat “cari aman posisi”…sehinga kondisi ketegasan negara untuk menentang “syariat islam” masih bersifat “wacana”. Apalagi Fatwa MUI sudah mulai tidak dipercaya masyarakatnya. Jika kita yang minoritas bersatu suara saya yakin keterwakilan kristen di DPR cukup memaksa pemerintah membatalkan PERDA syariat islam di daerah-daerah di Indonesia. Kita kristen sudah sedikit partainya ada 4 lagi, gimana mau menentang “anti NKRI?” Ingat amang, Islam hidup karena politik jika mereka tak ada dalam politik islam itu sebenarnya tidak ada. Oleh karena itu…apa saja akam mereka klaim untuk “kemenangan islam”. Tak ada daerah mengklaim tanah air bagi suku aslinya.Aceh adalah Indonesia, kita batak kristen harusnya bisa damai hidup cari nafkah di sana tanpa harus “berjilbab” dsb….itulah NKRI.
    ut omnes unum sint…syalom

  4. bustanus Says:

    Distributor Tunggal Buku :
    Info Pembelian Buku dapat dibeli di:
    Bustanus/Mimi Oktiva di Warnet Nusantara-Jayanegara, Jl. Jayanegara 11/17 Jombang-JawaTimur,
    Telp 0321 862137 atau sms/telpon di HP: 0818 08052575

    Buku SATRIO PANINGIT, BENCANA NUSANTARA, MANUNGGALINGKAWULOGUSTI dalam UNIVERSALITAS KEAGAMAAN
    ISBN:978-979-17824-0-1/barcode
    Tebal Buku: 110 halaman, Ukuran Buku : 15cm X 21 cm, Harga Buku : Rp 20.000,—

    Ringkasan Buku : Buku yang ada di hadapan Anda adalah sebuah Mozaik pertemuan tradisi – tradisi besar yang berkembang di Nusantara dan Dunia sebagai bentuk perwujudan dari Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa (berbeda –beda tetapi satu, tidak ada kebenaran yang mendua sebab Tuhan adalah Tunggal dan Transenden, tetapi termanifestasi ke berbagai bentuk ) serta kumpulan wisik ghoib yang diterima oleh sahabat-sahabat kita yang menekuni tasawuf tetapi dalam pencarianNya terhadap Tuhan yang transenden, mereka tetap concern dengan kondisi Sosial yang berkembang di Nusantara Indonesia. Dalam berbagai Kitab Suci disebutkan akan adanya suatu era Kemakmuran dan Keadilan yang datang menjelang akhir zaman, tanpa menyebut determinisme waktu hal itu akan terjadi. Tetapi cukup untuk memperingatkan kita bahwa ketika menghadapi kondisi sosial yang carut marut, semua insan mengharapkan adanya perubahan kondisi yang lebih baik dari saat ini. Sementara sumber daya Indonesia dijadikan ajang perebutan negara-negara lain, dan kita dibiarkan menjadi konsumen tanpa memiliki kemampuan mengolah dan mendapatkan nilai tambah. Buku ini akan memberi panduan dan jalan yang akan ditempuh untuk menggapai kondisi yang diinginkan tanpa mengesampingkan keberadaan elemen kebangsaan yang lain. Tetapi mengajak kita larut dalam dunia introspeksi dan kontemplasi untuk menjadi sumber inspirator bagi masyarakat Indonesia yang mampu membawa Indonesia menuju Mercu Suar Dunia. Sehingga meningkatkan rasa percaya diri dan nasionalisme kebangsaan di tengah pergolakan era globlalisasi yang di dominasi oleh materialisme dan kapitalisme global. Semoga dengan selesai ditulisnya buku ini per 3 Maret 2008, Buku ini bisa dimanfaatkan oleh seluruh kalangan untuk menggugah semangat keadilan, kebangsaan dan mendapatkan pencerahan yang sejati. Juga diambil hikmahnya untuk membangkitkan semangat spiritual di setiap agama dan meningkatkan sumber daya manusia untuk mencapai Indonesia mercu suar dunia. Buku ini berisi wisik ghoib yang diterima oleh Winasis mengenai Satrio Paningit dan kondisi Nusantara saat ini serta penjelasannya, juga berisi anjuran sikap yang mesti dilakukan oleh setiap orang di saat Nusantara ditimpa bencana bertubi-tubi. Munculnya bencana di nusantara dan masalah-masalah Kebangsaan yang tak dapat teratasi merupakan tanda-tanda munculnya Satrio Paningi. Kajian Ilmiah dan Rasional Tentang Hadits Kemunculan Imam Mahdi (simbol Negara Timur) dan Isa (simbol Negara Barat ) Siapapun Orangnya yang mempelajari Hadits munculnya imam Mahdi akan berkesimpulan datangnya ditandai dengan perang Internasional- terjadi Krisis BBM atau rebutan ladang Minyak- kasus Iraq, Afganistan, Iran dan ketika tiap orang yang di timur dapat berhubungan dan melihat apa yang terjadi di barat dengan sekejap mata- munculnya teknologi telekomunikasi 3G yaitu Wideband-CDMA-komunikasi suara dan tampilan layar sekaligus. Dalam kitabnya Joyoboyo disebut: Satrio Paningit bakal jumedul ana antarane mandura wetan (pulau Madura) lan manduro kulon ( desa Matokan, Kabuh, Jombang) , merupakan wilayah Jawa Timur. Tasawuf ideal adalah tasawuf berdasarkan universalitas keagamaan yaitu berdasarkan ajaran para nabi yaitu 124.000 nabi yang tersebar di berbagai suku bangsa di dunia denan inti akhlakul karimah, membela yang tertindas dan menegakkan prinip keadilan. Perwujudan dari Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa (berbeda –beda tetapi satu, tidak ada kebenaran yang mendua sebab Tuhan adalah Tunggal dan Transenden, tetapi termanifestasi ke berbagai bentuk. Dalam kitab Sutasoma karangan mpu Tantular.

    Kutipan ….Bab 10: Kajian Tafsir Huruf Muqota’ah: Pandangan Siti Jenar dan Husain ibnu Mansur al-Hallaj dalam Manunggaling Kawulo Gusti
    .
    Riwayat pertemuan Ibrahim ibn Sam’an dengan Husain bin Mansur al Hallaj Aku melihat al Hallaj pada suatu hari di masjid al Mansur: Aku memiliki 2 dinar dalam sakuku dan aku berpikir untuk menghabiskan uang itu untuk hal-hal yang melanggar hukum. Seseorang datang dan memintah sedekah.Dan Husain bin Mansur al Hallaj berkata:’ Ibnu Sam’an berikanlah sedekah dengan apa yang kamu simpan di dalam jubahmu, aku terdiam dan menangis, ” oh syaikh,bagaimana engkau mengetahui hal itu?’’ Al Hallaj berkata:’ Setiap hati yang mengosongkan diri dari yang selain Alloh, dapat membaca kesadaran orang dan menyaksikan apa yang ghoib’’. Ibnu Sam’an berkata:’’ o,syaikh ajarilah aku sebuah hikmah’’. Kemudian berkata al Hallaj :’’Orang yang mencari Tuhan dibalik huruf miim dan ain akan menemukan Nya.Dan seseorang yang mencarinya dalam konsonan idhafah antara alif dan nun, orang itu akan kehilangan Dia. Karena Dia itu Maha Suci, di luar jangkauan pikiran dan diatas yang terselubung , yang berada di dalam diri setiap orang. Kembalilah kepada Tuhan, Titik Terakhir adalah Dia. Tidak ada “Mengapa” di hari akhir kecuali Dia.Bagi manusia ”MA/ yaitu miim dan ain” milik Dia berada dalam miim dan ain makna “”MA”” ini adalah Tuhan Maha Suci. Dia mengajak makhluk terbang menuju Tuhan. ”miim” membimbing ke Dia dari atas ke bawah. ”ain”membimbing ke Dia dari Jauh dan Luas.

    Ilmu Huruf Muqota’ah
    puisi mistis yang terkenal Ghulsyan-i Raz (Taman Mawar), karya Syabistari: ” Bagi orang yang jiwanya adalah manifestasi Tuhan yaitu al Qur’an, keseluruhan alam ini adalah huruf-huruf vokalNya dan substansinya adalah huruf konsonan Nya ” Pasal 200-209 puisi Ghulsyan-i Raz.
    • Abu Ishaq Quhistani, sufi Islam, menegaskan pentingnya ilmu huruf dengan menyatakan bahwa ” ilmu huruf adalah akar dari segala ilmu ”.
    Jumlah huruf muqatta’ah (terpotong) ada 14 huruf yaitu :alif lam miim,ha miim, alif lam ra, tha ha,ha miim ain sin qaf, ya sin, kaf ha ya ‘ain shad, kaf dan nun. Kalau dirangkai keseluruhannya menjadi sebuah kalimat : Shiratu ‘aliyin haqqun namsikuhu (jalan Ali adalah kebenaran yang kita pegang). huruf muqatta’ah (terpotong) adalah huruf-huruf yang merupakan rumusan dialog antara Alloh swt dengan kekasihnya (para Nabi dan para Wali)
    Apa Makna miim dan ain sehingga dapat menemukan Tuhan dan bertemu dengan Nya dan Mengapa ketika mencari Tuhan dibalik huruf alif dan nun maka tidak bisa bertemu dengan Nya?

    Tafsir Rukuk/Huruf Ain
    Etika rukuk adalah meninggikan maqam rububiyah Nya yang agung, mulia dan merendahkan maqam ubudiyah seorang hamba yang lemah, faqir dan hina. Rukuk adalah awal ketundukkan dan sujud adalah puncaknya.Yang melakukan rukuk dengan sempurna dan benar akan menemukan keselarasan pada sujud. Imam Shadiq berkata” rukuk yang benar kepada Alloh adalah menghiasi dengan cahaya keindahan asma Nya. Rukuk adalah yang pertama dan

    sujud adalah yang kedua. Dalam rukuk ada adab penghambaan dan dalam sujud ada kedekatan/Qurb dengan Zat yang disembah. Simbol rukuk adalah hamba dengan hati tunduk kepada Alloh, merasa hina dan takut di bawah kekuasaan-Nya. Merendahkan anggota badan karena gelisah dan takut tidak memperoleh manfaat rukuk.

    Tafsir Sujud/Huruf Mim
    Sujud merupakan puncak ketundukan dan puncak kekhusyukan seorang hamba, sebaik-baik wasilah taqarrub ila Alloh, sebaik-baik posisi untuk mencapai cahaya-cahaya tajalli Asma Alloh swt dan maqam Qurb dengan Nya. N. Saw
    bersabda : ”lamakanlah sujudmu”, sebab tiada amal yang lebih berat dan paling tak disukai oleh syetan saat melihat anak Adam sedang sujud, karena dia telah diperintahakan sujud dan dia tidak patuh. Sujud merupakan sebab mendekatnya hamba dengan sang Kholik. Wahai orang yang beriman, mintalah pertolongan dengan sabar dan solat, sesungguhnya Alloh bersama orang yang sabar (al Baqarah:153)

    Tafsir huruf Nun dan Alif- Pencari Tuhan dibalik huruf alif dan nun maka tidak bisa bertemu dengan Nya::
    • Tafsir huruf INSAN, memiliki 2 huruf nun merupakan simbol alam dunia/ jasad dan alam akhirat/ ruh/ jiwa. Ruh yang disucikan akan memperoleh Nur/ surga sedangkan Ruh yang dikotori akan memperoleh Nar/ neraka.
    • Tafsir Alif dan Nun: Penggambaran Simbolis Huruf dan Alif Nun merupakan lambang sebuah perahu (syariat) dan sebuah Jiwa/ individu /personal mengarungi lautan / medan ujian, kayuh/sampan ( membentuk huruf Alif) kiri kanan adalah wilayah pilihan manusia ( sunnatulloh adalah qadha’ qadar baik buruk) yang telah ditetapkan oleh Alloh arti simbol Alif. Individu yang sedang menaiki perahu ( simbol Nun), sampan/kayuh adalah alat/ pilihan yang akan mengerakkan jiwanya menuju 3 pilihan yaitu, pertama, arah perahu ke kiri berarti ashabul syimal/ Nun menjadi Naar/ neraka, kedua arah perahu ke kanan berarti ashabul yamin/ Nun menjadi Nur/cahaya, ketiga arah perahu tidak ke kiri dan tidak ke kanan tetapi tengah berarti sabiqunal awwalun/ terdahulu mencapai tujuan – ini adalah golongan para pencinta yaitu menyembah karena kerinduan ingin bertemu dengan sang Khaliq – ini adalah jawaban isyarah tersembunyi dari Husain bin Manshur al Hallaj- yaitu para nabi dengan simbol miim (arti bathinnya adalah sujud) yaitu Muhammad saw dan ain (arti bathinnya adalah rukuk) yaitu sayidina Ali bin Abuthalib
    • Huruf Nun Mengingatkan Kita juga kepada Zunnun/ Nabi Yunus as yang naik perahu di tengah lautan dan ditelan Ikan karena meninggalkan Kaum nya sebelum ada perintah dari ALLOH swt.

    Empat Perjalanan Suluk sang Salik Menuju ALLOH HU – Versi Mulla Shadra
    Perintah sholat 51 rokaat kepada Nabi Muhammad saw saat isro miroj: Tuhan memerintahkan hambaNya itu supaya setiap Muslim setiap hari sembahyang limapuluh kali. Kemudian untuk umatnya menjadi 17 rokaat wajib di lima waktu dan sisanya 34 rokaat menjadi sunah muakkad- qobliyah dan bakdiya.
    Mulla Shadra dalam bukunya al Asfar al Arba’ah mengatakan:
    “Ketahuilah bahwa para pesuluk diantara orang Arif/ Irfan dan para Wali menempuh empat perjalanan akal :
    1. Perjalanan makhluk kepada kebenaran –diskusi metafisika umum (min al khalq ila al Haq)
    Pesuluk mempelajari dasar-dasar metafisika umum dan dalilnya.pesuluk cenderung pada kajian semantik dan metafisika dasar terhadap firman Ttuhan dalam Quran.
    2. Perjalanan bersama kebenaran didalam kebenaran- pengalaman metafisika khusus dengan pengalaman pribadi (bi al Haq fi al Haq)
    Pesuluk akan melihat sifat dan namaNya yang tertinggi baik nama yang mewujudkan rahmatNya dan murkaNya. Hukum nama nama Alloh ini di dalam kejamakannya akan mewujud di dalam diri pesuluk.Hal ini dikenal dengan makam wahidiyah atau tujuh substansi halus (lataif). Pesuluk akan mengalami rasa takut dan harapan (al khauf wa al raja)
    3. Perjalanan dari Kebenaran menuju makhluk (min al Haq ila al al khalq)
    Setelah mengalami fase peniadaan diri,pesuluk menerima karunia Tuhan dan kembali kepada kesadaran diri. Pesuluk menyaksikan penciptaan dan alam kejamakan dalam diri makhluk tetapi dengan mata yang lain, dengan pendengaran yang berbeda. Puncak perjalan ketiga membawa pesuluk menuju kesucian/Wilayah(kewalian)
    4. Perjalanan bersama Kebenaran di dalam makhluk (bi al Haq fi al khalq)
    Maqam penetapan hukum dan pembedaan dari baik dan buruk.ini adalah derajat kenabian,penetapan hukum dan kepemimpinan atas umat manusia yang berhubungan dengan urusan urusan mereka yang beragam dan berbeda-beda serta bagaimana mereka saling berinteraksi satu sama lain. seorang `arif tak akan benar-benar mencapai maqam spiritual tertinggi jika tidak memanifestasikan keimanan-puncak, yang telah diraihnya lewat dua perjalanan pertama, dalam bentuk concern sosial politik untuk mereformasi masyarakat dan membebaskan kaum tertindas dari rantai penindasannya.Tidak lain maqam penetapan hukum (legislatif) atau melibatkan diri dalam kemasyarakatan dan hubungan social, merupakan perwujudan penebaran salam kepada makhluk yaitu Salaamun Qawlam Mir Rabbir Raheem yang merupakan inti tafsir Yaa Sin.

    Kesimpulan:
    • Tafsir Yaa Sin akan membuka rahasia huruf ‘’MA’’ yaitu miim dan ain seperti yang dikatakan oleh Husain bin Mansur al Hallaj:
    Quran dalam surat 36 adalah surat Ya Seen. ayat ke 58 dari surat Yasin adalah Salaamun Qawlam Mir Rabbir Raheem
    “Rahasia Ketuhanan ada dalam diri manusia, agar manusia mampu menampakkan atau men-tajallikan Ketuhanan dalam dirinya maka perintah solat (Rukuk, Sujud) adalah sarana ‘Manunggaling Kawula Gusti dan sodaqoh ( menebarkan hasil usaha kebenaran/ pengabdian masyarakat/ agen perubahan/ social agent) kepada sesama makhluk Tuhan (kesalehan sosial) yang merupakan perwujudan dari Salaamun Qawlam Mir Rabbir Raheem”

  5. arifrahmanlubis Says:

    saya warga tangerang lae..keadaan baik-baik saja 🙂

  6. rumanap Says:

    Kalau ada apresiasi yang lebih tinggi dari standing ovation, sy ingin berikan atas pernyataan MUI tersebut. Karena selama ini sy hanya kenal MUI melalui fatwa nya yang meng”haram”kan dan meng”halal”kan suatu produk/kreasi.
    Ttg. “MUI Sepakat dengan pluralitas, ttp tdk sepakat dgn pluralisme” Mungkin sama dengan kebingungan sy. sbg bagian dari warga negara Indonesia yang sudah merdeka 53 tahun tapi sepertinya masih merasa terjajah.
    Ayo Merdeka coy

  7. rumanap Says:

    ralat comment : maksud saya sudah merdeka 63 tahun.. ya khan ?

  8. heruyaheru Says:

    pancasila masuk final tapi kalah sama fundamentalisme dan orang gila, maksudnya gitu…

  9. sitijenang Says:

    horeee…. paling tidak dasar negara kita sudah dianggap sesuai ajaran agama “mereka”.

  10. Menggugat Mualaf Says:

    kok ga ada yang komentar, bang? terlalu membingungkan kali yaa.. 😉

  11. weber Says:

    baguslah kalau MUI sudah mengakui hal tersebut, dan tinggal pelaksanaanya kita tunggu. Kita harus sadar… indonesia itu bukan hanya milik satu agama, satu etnik tapi milik bangsa indonesia yang beraneka ragam budaya dan menganut agama yang berbeda…

  12. Robert Manurung Says:

    @ semuanya

    Kalau kita memang berpegang teguh pada prinsip Bhinneka Tunggal Ika, Pancasila, NKRI, dan memiliki rasa cinta pada Tanah Air; kita harus menolak penerapan ajaran agama menjadi aturan hukum di seluruh wilayah Republik Indonesia.

    Fakta bahwa sudah ada 66 kabupaten/kota yang secara resmi menerapkan syariat Islam, adalah bukti kegagalan pemerintah dan seluruh partai politik, serta Tentara Nasional Indonesia, melaksanakan kewajiban konstitusionalnya.

    DPRD atau badan legislatif tidak berhak mengesahkan penerapan syariat, tapi harus lebih dulu melalui referendum secara nasional. Tanya dulu seluruh rakyat Indonesia, dan kalau mayoritas setuju, barulah boleh melakukan perubahan yang fundamental seperti itu.

    Jika tidak melalui referendum, itu adalah perbuatan makar dan penghianatan terhadap bangsa dan negara Republik Indonesia, dan dalam keadaan demikian negara berkewajiban memerangi dan menumpasnya sebagaimana dikatakan oleh MUI terhadap separatisme.

    Merdeka!

  13. Bersama Toba Says:

    Nasionalisme ke Indonesia an kita sudah hilang terkikis oleh nasionalisme masyarakat kita sendiri ke bangsa Arab/Tim teng (sorry..bukan ke Islam)

    Anda bisa lihat bagaimana masyarakat kita rame2 acung2kan golok di Jakarta sambil teriak Allahuakbar ketika Irak di serang Amerika, terlalu bodoh!

  14. Robert Manurung Says:

    @ arifrahmanlubis

    Apa benar Tangerang baik-baik saja ? Coba lae naik kendaraan dari Kebon Nanas ke Cikokol, lae akan merasa berada di Timur Tengah, dan bakal lupa bahwa Tangerang adalah daerah yang heterogen sejak zaman baheula.

    Etnis Cina adalah salah satu pribumi di Tangerang, tapi fakta historis itu disangkal dan dicoba dihapuskan. Para pendatang dari Tasikmalaya, Garut, Serang, yang baru puluhan tahun di Tangerang, bisa-bisanya merasa lebih pribumi daripada orang Cina yang sudah berabad-abad turun-temurun di sana.

    Coba cari simbol-simbol budaya Cina di ruang-ruang publik di Tangerang, …paling-paling yang Lae temukan hanya Vihara yang jumlahnya terus menyusut.

    Kalau lae main ke Rangkasbitung, di sana mesjid, gereja dan vihara berdiri berdampingan. Tapi pergilah ke Cikande, lae akan tahu bahwa rumah ibadah yang boleh dibangun di sana hanya mesjid; sedangkan gereja, vihara dan yang lainnya diharamkan. Apakah Cikande tidak termasuk wilayah Indonesia ?

    Horas.
    Salam Merdeka

  15. banish Says:

    Antek2 arab telah dikhianati teman seperjungannya sendiri,rasain lo!
    Apa yang membuat MUI sedikit ‘waras’?

  16. banish Says:

    Bustanus,kamu itu nulis apa?mam,mim,mum kayak bukan orang indonesia aja!

  17. Farel Says:

    sungguh, hanya manusia yang diberikan cahaya imanlah yang dapat melihat datangnya sebuah kebenaran. bagimu agamamu, bagiku agamaku… saudaraku, tidak ada paksaan dalam beragama, lihatlah indahnya kehidupan saling hormat menghormati antar umat beragama tanpa memandang rendah agama lain, menghujat, mencaci, karena agama itu adalah hak, hak setiap manusia yg mendapatkan hidayah.. semoga saudaraku dapat melihat yang benar adalah benar dan yang salah adalah, marilah kita diskusikan bersama kehidupan indonesia kedepan dengan lebih baik, lebih arif dan lebih sopan.
    janganlah kita terprovokasi oleh segolongan pihak yang tidak bertanggungjawab.
    pertanyaannya, apakah kita paham betul makna demokrasi? atau bahkan syariat islam? jika masing – masing hanya dipahami sepotong sepotong, tentu kita akan melihat sebuah bentuk yg berbeda beda. selalu berprasangka baik terhadap sesama, jauhkan dari sifat iri, dengki, hasut dan amarah.. bukankah “ia” adalah rahmat untuk seluruh alam?? gimana, setuju bro??

  18. N Hutagalung Says:

    Gagasan pluralisme agama –yaitu paham yang menganggap semua agama itu sama karena berasal dari Allah– sebenarnya berasal dari faham rusak Ibnu Arabi yaitu Wihdatul Adyan (penyatuan semua agama), yang diikuti secara taklid oleh orang-orang semacam Ulil, Abdul Munir mulkhan dan sebagainya.

    Agama Kristen (Katolik dan Protestan) –serta ratusan bahkan ribuan sekte yang berasal darinya– jelas bukan ajaran yang berasal dari Allah melalui Nabi Isa alaihissalam. Tetapi, ajaran agama yang dibawa oleh –antara lain– Paulus dengan cara merusak ajaran agama yang dibawa Nabi Isa alaihissalam.

    Begitu juga dengan agama Kong Hucu, Budha, Hindu, Shinto dan sebagainya, bukanlah ajaran agama yang berasal dari Allah.

    Pernikahan antara lelaki Muslim dengan wanita ahlul kitab, kini sudah tidak lagi bisa dilaksanakan, karena ahlul kitab sudah tidak ada, mereka ada yang masuk Islam mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW, ada juga yang mengikuti ajaran Paulus dan nabi sesat lainnya, sehingga mereka tidak lagi masuk ke dalam kategori ahlul kitab sebagaimana dimaksudkan Al-Qur’an.

    Artinya, pernikahan ala Jamal Mirdad dengan Lidya Kandou adalah haram. Apalagi bila pernikahan itu sebagaimana dilakukan oleh Nia Zulkarnaen dengan Ari Sihasale!

    Para pengusung pluralisme agama, tidak saja membolehkan perkawinan ala Jamal-Lidya tetapi juga menghalalkan perkawinan ala Nia-Ari Sihasale. Ini jelas pendapat yang menunjukkan bahwa mereka telah kafir dan murtad.

    Mengapa gagasan pluralisme agama disebut sebagai gagasan orang dungu? Cobalah simak ilustrasi berikut ini :

    Seorang Direktur Pemasaran sebuah produk sabun merek Kelinci mengatakan, “ibu-ibu yang terhormat, pada dasarnya semua sabun adalah sama, jadi ibu-ibu boleh pilih sabun yang mana saja, yang penting dapat membersihkan…”

    Memang pada dasarnya sabun untuk membersihkan, namun pernyataan Direktur Pemasaran sabun merek Kelinci tadi, jelas merupakan pernyataan orang dungu.

    Apalagi bila ia justru berkata, “Sabun merek Kelinci ini bukanlah satu-satunya yang terbaik, sebab sabun merek lain pun boleh jadi sama baiknya atau bahkan lebih baik, oleh karena itu, ibu-ibu tidak selalu harus menggunakan sabun Kelinci tetapi gunakanlah sabun merek lain itu…”

    Sedangkan Islam sebagai agama terbaik, bukan pendapat manusia, tetapi Allah Subhanahu wa Ta’ala sendiri yang mengatakannya.

    Sebenarnya masalah pluralitas di kalangan Islam tidak masalah. Jamaah NU tidak ada hambatan apapun shalat di masjid orang-orang Muhammadiyah dan sebagainya. Begitu juga sebaliknya.

    Kalau toh ada eksklusivitas, itu biasanya terjadi di kalangan aliran sesat seperti LDII (Islam Jama’ah), Ahmadiyah Qadian, dan sejenisnya. Mesjid mereka tertutup bagi kalangan di luar mereka. Pernikahan pun hanya terjadi di antara sesama mereka.

    Yang juga eksklusif dan tidak pluralis adalah agama Kristen. Orang Katholik tidak mau disamakan dengan orang Kristen Protestan, mereka beribadah di gereja masing-masing. Bahkan orang Katholik menyebut dirinya “Katholik” saja tanpa embel-embel Kristen, berbeda dengan “Kristen Protestan” yang masih menempelkan Kristen sebelum sekte Protestannya.

    Orang Katholik tidak dibenarkan menikah dengan Kristen Protestan meski sama-sama bertuhankan Yesus. Apalagi dengan agama lain.

    Di dalam Kristen terdapat ratusan bahkan ribuan sekte yang masing-masing punya gereja sendiri. Jemaat gereja Bethel tidak beribadah di gereja Nehemia, begitu seterusnya. Bahkan pernikahan pun demikian, sebisa mungkin terjadi di antara jemaat satu gereja.

    Berbeda dengan Kristen yang eksklusif, agama-agama kebudayaan seperti Hindu, Budha, Kong Hucu, terkesan longgar. Mereka tidak keberatan ritual keagamaannya dijadikan objek wisata. Bahkan penganut agama lain pun, bila ingin menikah dengan tatacara (ritual) agama mereka, boleh-boleh saja. Pernah terjadi, Mick Jagger dedengkot The Rolling Stone menikah di salah satu negara Asia dengan menggunakan tatara cara (ritual) agama mayoritas di negeri tersebut. Padahal kedua mempelai bukanlah penganut agama tersebut.

  19. ervin saputra Says:

    thanx for this informations…….

    that’s good and i hope this informations can give something that very nice to all people in indonesia…

    congratulations……

    ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: