Ratapan Bangsa Merdeka dari Leo Kristi (4)

TEPI SURABAYA

Betapa sepi
seorang nenek sendiri di tepi lalu coba menyapa
lewat mataair , kota lama ini
lewat tak berakar kaca kaca miskin jiwa

Tepi-tepimu Surabaya
di mana kita mulai semua ini
gema nyanyian pahlawan kini jadi nyanyian wayang

Tepi-tepi mu oh Surabaya
Gelap turun bagi jalan perempuan tua

Nenek, bukalah pintu yang kuketuk
Tapi tidak dengan airmatamu
Hidup selalu berubah
Lewat pasang surut Kali mas

Sinar lentera dalam kabut tipis
Belum juga mati menjelang pagi
Sinar lentera berkedip-kedip
Tidak juga mati menjelang pagi


Lirik dan lagu oleh Leo Kristi , album Nyanyian Tanah Merdeka (1977)

Tag: , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: