Tepuk Tangan Untuk Presiden Yang Ingkar Janji

Kesimpulannya : SBY masih konsisten berpihak pada pemodal, sambil melalaikan tanggung jawab konstitusionalnya untuk melindungi keselamatan dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Oleh : Robert Manurung

ADA banyak kado istimewa buat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia baru-baru ini. Ada kegembiraan, ada pula kekecewaan, dan juga bencana.

Kalau boleh memilih hanya yang enak-enak, SBY tentu akan mengacungkan medali emas yang dimenangkan pasangan ganda bulutangkis Markis Kiko/Hendra Setiawan di Olimpiade Beijing.

Selain itu ada pula tepuk tangan meriah dari para anggota DPR, saat Presiden SBY membacakan pidato kenegaraan di Gedung DPR, Jakarta, 15 Agustus lalu. Ini pasti menyenangkan hati presiden, setelah sebelumnya digertak oleh para anggota dewan lewat jurus interpelasi.

Dalam pidatonya itu, yang disusun secara cerdik agar mudah dimengerti oleh para petani di dusun sekali pun, SBY dengan nekad membela kinerja pemerintahannya, dan secara tersirat menyatakan bahwa dia adalah presiden yang berhasil mengemban aspirasi rakyat. Dia sodorkan angka-angka, kemudian dia tekankan bahwa tingkat kemiskinan telah berhasil dikurangi, gaji pegawai negara naik dua kali lipat, dan pendapatan negara meningkat.

49 kali tepuk tangan

HARIAN Kompas memilih judul yang cukup menarik untuk laporan pembacaan pidato Presiden di DPR, yang disajikan berbentuk features : ”49 Kali Tepuk Tangan untuk Yudhoyono”.

Salut buat kejelian Kompas, sampai perlu menghitung dengan cermat jumlah tepuk tangan yang dihadiahkan para anggota dewan buat SBY. Laporan itu persis seperti snack buatan pabrik : renyah, gurih, tapi tak bergizi.

Ini sebagian cuplikan berita Kompas :

Pukul 11.00, setelah lebih dari satu jam membacakan pidato di Gedung DPR, Jakarta, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta maaf. Kacamata baca dibuka. Sapu tangan biru dikeluarkan dari saku celana. Keringat yang mengucur di dahinya yang kini lebih halus, diseka sejenak.

“Kalau Presiden-nya berkeringat, artinya kan serius, Pak ?,”ujar Presiden sambil tertawa dalam sidang paripurna di Gedung Nusantara, DPR, Jumat (15/8 ).

Sebagian besar anggota DPR memberi maaf kepada peminta, sambil ikut tertawa. Setelah itu, anggota Fraksi Partai Demokrat memulai tepuk tangan disahut anggota fraksi lain. Mereka bertepuk tangan masih sambil tertawa.

Tepuk tangan ini adalah tepuk tangan yang ke-44 dari total 49 tepuk tangan yang mengiringi pembacaan pidato kenegaraan selama 1 jam 18 menit itu. Di hampir setiap tepuk tangan, anggota Partai Demokrat berinisiatif memulainya.

Tepuk tangan meriah dan panjang pertama diberikan saat disebut,’Indonesia pasti bisa.” Kalimat ini seperti hendak menjawab jargon kampanyenya dalam pemilihan presiden tahun 2004,”Bersama Kita Bisa.”

Saat berdiri berpidato, Presiden mengenakan setelan jas hitam dengan dasi berwarna biru langit, warna Partai Demokrat. Wakil Presiden M.Jusuf Kalla duduk di belakangnya dengan setelan jas serupa, namun dengan warna dasi berwarna kuning, warna Partai Golkar yang diketuainya.

Bencana dan ingkar janji

PIDATO KENEGARAAN itu merupakan medan pertempuran bagi SBY untuk menangkis berbagai kritik terhadap pemerintahannya, dan menjawab keraguan banyak orang mengenai kecakapannya memimpin negara yang sarat masalah ini. Dan boleh jadi, saat ini Presiden masih merasakan efek menyenangkan dari tepuk tangan para anggota DPR, serta kepuasan sepihak karena merasa telah berhasil tampil elegan, pede, blak-blakan, dan menyerang balik para pengkritiknya.

Sayangnya, SBY tidak mau memikul tanggung jawab atas terjadinya krisis listrik nasional, yang mengakibatkan putaran roda industri terancam tersendat. Krisis listrik ini adalah dampak kegagalan pemerintahan SBY mengantisipasi kenaikan harga minyak dunia, membuat prioritas-prioritas pemanfaatan energi nasional, mengontrol Pertamina, dan mengendalikan konsumsi BBM di kalangan orang kaya melalui instrumen pajak.

Tidak disinggung pula nasib nahas penduduk Sidoarjo yang menjadi korban Bencana Lumpur Panas Lapindo. Dan tidak ada semacam introspeksi mengenai rendahnya standar keamanan di berbagai bidang kehidupan, terutama transportasi. Padahal secara diam-diam rakyat sudah menyimpulkan, penyebab jatuhnya pesawat Adam Air di Majene lantaran pemilik maskapai itu sengaja mengorbankan standar keamanan, demi efisiensi dan daya saing.

Anggapan tersebut belum tentu benar, tapi pemerintahan SBY membiarkan saja rumor itu berkembang. Pemerintah masih tetap tak berbuat apa-apa,, kendati baru-baru ini beredar di internet rekaman percakapan terakhir di kabin pesawat Adam Air yang menelan banyak korban itu.

Kesimpulannya : SBY masih konsisten berpihak pada pemodal, sambil melalaikan tanggung jawab konstitusionalnya untuk melindungi keselamatan dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Dan ironisnya, hanya sehari setelah SBY merayakan sukses pemerintahannya lewat pidato yang mengesankan dan optimistik, terjadi tabrakan maut kereta api di Lampung. Ini cuma satu dari ribuan bencana yang menelan korban jiwa kalangan miskin di negeri yang indah ini, lantaran presiden mereka lebih sibuk menyusun pidato, membuat semboyan, menata gaya di podium, dan meneken SK untuk kepentingan para kapitalis yang pada umumnya menyusahkan rakyat miskin.

Bagi banyak orang, ingkar janjinya Presiden SBY mungkin hanya terkait dengan kenaikan harga BBM. Sesungguhnya setiap presiden terpilih otomatis berjanji untuk melaksanakan amanat konstitusi; yaitu menjamin keamanan, kesejahteraan, dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dirgahayu Republik Indonesia !

(Turut Berduka Cita buat rakyat miskin yang menjadi korban tabrakan kereta api di Lampung, dan para korban lainnya dalam berbagai bencana di negeri ini, termasuk penduduk Sidoarjo, Porsea, Timika, dan lain-lain…)

====================================================================================

http://www.ayomerdeka.wordpress.com

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

8 Tanggapan to “Tepuk Tangan Untuk Presiden Yang Ingkar Janji”

  1. Menggugat Mualaf Says:

    kita memang sedang dibuat lupa, bang
    seolah baik-baik saja dan tidak ada apa-apa
    tapi, tuhan tidak tidur
    dan tugasnya senantiasa mengingatkan
    semoga kita tak jadi bangsa yang pelupa.. 😀

  2. mikekono Says:

    Empat tahun menjadi Presiden
    pretasi SBY baru sebatas ‘tepuk tangan’…!
    Kl tak mau lebih lama menderita
    mari kita runtuhkan ‘kerajaan’ SBY pd Pemilu 2009
    Horasssss

  3. Sawali Tuhusetya Says:

    saya tidak tahu pasti apa makna tepuk tanga yang sesungguhnya. tak hanya presiden, para pejabat lokal pun seringkali meminta tepik tangan auidens ketika berpidato. hal yang ironis, apa kalau sudah dapat tepuk tangan meriah lantas dengan sendirinya semua persoalan akan selesai?

  4. Adolf Hitler Says:

    Ya memang, SBY hanya menyuguhkan angka2 nominal dan data2.. tapi kenyataannya kita sendiri lihat orang makin susah cari uang, pengangguran makin banyak.
    Tujuan negara ini bukan “memperbanyak investasi asing” atau “memperbaikin APBN” dan lain sebagainya, tapi tujuan negara ini (seperti yg tertuang dalam UUD 45) adalah mensejahterakan kehidupan rakyat, tidak peduli mau ada yg invest ke Indonesia kek atau tidak, yg penting rakyat sejahtera…

  5. sadyo Says:

    Yang bodoh ya sebenar kita sendiri, masih saja percaya dengan segala omong kosong pemerintahan SBY…angka pengangguran dan kemiskinan menurun?, data dari langit kali ya… tapi ya pantas aja lha wong data statistik yang di BANGGAkan “besan tersangka koruptor” ini adalah data bulan februari 2008, kawan-kawan pasti tahu, BBM naik di Bulan apa kan?
    sekarang yang dibutuhkan bukan KENAIKAN GAJI tapi DITURUNKANnya harga-harga kebutuhan pokok di pasar….
    Tapi Tenang aja, pemerintahan SBY hanya setahun lagi kok, kalo memang kita kecewa, ya jangan dipilih lagi, kalo sampe dia terpilih lagi…………..???????
    simpel, itu berarti kita adalah orang terGOBLOK sedunia….. and that’s make sense why our beloved country can be colonialized by “LONDO” in 350 years…..

  6. alam10 Says:

    49 tepuk tangan buat SBY adalah tepuk tangan keruntuhan
    4 tahun masa jabatan + 9 nilai tepuk tangan kebangaan SBY = 13

    Mensejahterakan kehidupan rakyat hanya bualan yang sangat tidak lucu
    Pesta rakyat, bukanlah pesta untuk rakyat, tapi pestanya para pejabat menghambur-hambur duit Negara……Selamat untuk SBY ?????????????

  7. RST Says:

    klo 2009 megawati terpilih lagi bisa2 2010 indonesia sudah tdk ada lg krn dijual keorang asing.

    tetap SBY yang yerbaik!!!!

  8. Bukan Aku Says:

    haha…
    Yg mane yang bener neh..?

    $$$

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: