Buset! Kursus Bahasa Batak Rp 75.000 Per Jam…

Dengan tambahan bahasa batak, Rachel dan mamanya kadang menggunakan bahasa yang berbeda saat bicara. Rachel ngomong Inggris dijawab Grace dengan bahasa batak, Rachel bahasa Indonesia Grace menjawab dengan bahasa Inggris, lalu saat Rachel mencoba mempraktekkan bahasa Batak, ayahnya malah menjawab dengan bahasa Inggris. Kacau tapi nyambung.

Oleh : Raja Huta

BUAT apa sih kursus bahasa Batak ? Tanyakan itu kepada Grace Siregar. Sobat kentalnya novelis Ayu Utami ini akan menjawab : buat pijakan kultural dan modal berkarya! Lantaran itulah perupa yang lama tinggal di Belanda ini mengambil kursus bahasa Batak. Guru privatenya dia bayar Rp 75.000 per jam.

Kaget ? Ya iyalah, kursus bahasa Batak kok mahal amat. Aneh kan ?

Tidak buat Grace. Dia tidak bisa ngomong Batak karena sejak usia 6 tahun dibawa orang tuanya merantau ke Bangka. Setelah dewasa, dia merantau ke Belanda. Sekarang, dia pulang kampung secara lahir dan batin.

“Aku sudah berencana untuk nantinya tinggal selama setahun di Toba, supaya lebih fasih bahasa batak,”ujar boru Siregar yang humoris ini. Alamakjang, “militan” banget.

Tidak ada lembaga kursus bahasa Batak

SEJAK menetap dan membuka galeri lukisan di Medan dua tahun lalu, dia sudah berniat mengambil kursus bahasa Batak. Tapi, ternyata, nggak ada kursus macam itu di Medan. Kalau kursus bahasa asing sih banyak, bertebaran di seluruh pelosok kota–sampai ke gang-gang kecil.

Berkat bantuan seorang seniman di Medan, akhirnya Grace mendapatkan seorang “guru” yang bersedia memberikan les private. Nama sang guru, Nai Christine boru Silitonga.

Rachel, putri tunggal Grace, ikut juga kursus dengan mamanya. “Tapi akibatnya bahasa Belandaku mulai luntur, karena jarang dipakai,”tutur Grace sembari tergelak menggambarkan simpang siur bahasa di rumahnya.

Dengan tambahan bahasa batak, Rachel dan mamanya kadang menggunakan bahasa yang berbeda saat bicara. Rachel ngomong Inggris dijawab Grace dengan bahasa batak, Rachel bahasa Indonesia Grace menjawab dengan bahasa Inggris, lalu saat Rachel mencoba mempraktekkan bahasa Batak, ayahnya malah menjawab dengan bahasa Inggris. Kacau tapi nyambung.

“Sekarang Rachel lebih sering ngomong bahasa Indonesia logat Medan kalau ngomong sama aku. Tapi karena sekolahnya sekolah internasional, bahasa Inggrisnya tetap bagus ,”tutur Grace . Dia selalu memanggil Rachel dengan sebutan khas batak Toba pada anak perempuan “inang”– dan si anak mengerti. Sedangkan ayahnya lebih sering memanggil dengan gaya Inggris honey.

Setelah delapan tahun hidup sebagai seniman di Eropa

SEBELUM menetap di Medan, sejak dua tahun lalu, Grace tinggal di Amsterdam, Belanda selama delapan tahun. Dalam kurun waktu itu, dia telah mengikuti puluhan pameran internasional di Eropa dan benua lain. Di kota itulah dia berkenalan dengan Alexander Davey,. Setelah mereka menikah , suaminya diberi marga Sibarani. Sat ini Alexander bekerja pada proyek Bank Dunia di Aceh.

Apa sih pentingnya sampai Grace les bahasa batak secara privat ? Selain karena merasa kebatakannya kurang lengkap kalau nggak fasih ngomong batak, faktor bahasa ini sangat vital untuk menunjang “pekerjaan” Grace sebagai penggiat kesenian di Medan. Juga sebagai persiapan untuk rencananya menggiatkan kesenian di Tapanuli.

Kendati fungsi utama galeri Tondi adalah motor penggerak dan tempat pameran senirupa, ternyata banyak cabang kesenian lainnya menggantungkan harapan pada galeri sederhana di rumah tua ini. Mulai dari opera batak, kesenian Aceh, tarian dan musik tradisional karo, monolog berbabahasa batak sampai musik hip hop anak-anak muda batak silih berganti tampil di Tondi. Selain menjadi “panggung”, Tondi punya keunggulan lain, yaitu sarana memperkenalkan seniman Medan dan karyanya kepada publik.

Tondi, yang pembiayaannya masih ditanggung sendiri oleh Grace, punya keunggulan tersendiri dibanding pusat kesenian tingkat propinsi sekalipun– terutama keragaman pengunjung dan liputan media massa.

Karena sikap Grace yang merangkul dan jaringannya kuat, pengunjung Tondi sekarang sangat beragam mulai dari komunitas Batak, Melayu, Aceh, Keling, Cina, kulit putih dan korps diplomatik di Medan. Sedangkan media yang meliput tidak hanya koran-koran Medan, tapi juga Kompas, The Jakarta Post, BBC, dan Reuters

———————————-

Kontak Grace Siregar :

Galeri TONDI
Jl.Keladi Buntu No.6, Medan
Sumatera Utara

email : solacratia@hotmail.com

===============================================

Raja Huta adalah pemilik blog tobadreams.wordpress.com

Tag: , , , , , , , , , , , ,

13 Tanggapan to “Buset! Kursus Bahasa Batak Rp 75.000 Per Jam…”

  1. Joe Simbolon Says:

    Horas ma sasudena

    Melestarikan nilai-nilai kebudayaan batak, au rasa perlu. Mangingot hanya suku inilah yang paling unik, kokoh dalam hal persatuan keluarga, Tidak memandang agama, kalo sudah dibilang batak, sudah pasti bersaudara. I ma ate, salam kenal

  2. Nimrod Sitohang Says:

    Horas ma di hamu Lae manurung.
    salut buat ito boru regar, tetap semangat melestarikan budaya batak

    horas
    Ninmrod Sitohang [ pak naomi ]
    http://nimrodsitohang.wordpress.com

  3. mikekono Says:

    Bahh, hebat juga si Grace itu ya
    untung aku sudah bisa berbahasa Batak
    membayar Rp 75 ribu per jam ? dagga ffuank

  4. Robert Manurung Says:

    @ Joe Simbolon
    @ Nimrod Sitohang
    @ mikekono

    Memang hebat si Grace ini. Dia layak menjadi teladan, bukan hanya buat orang Batak tapi buat orang Jawa, Sunda, Menado, Minang, Ambon, dll yang tidak fasih berbahasa sukunya.

    FYI : saat ini sejumlah bahasa daerah di Indonesia sedang terancam punah, bahkan di luar perkiraan kita banyak generasi muda Sunda yang tidak bisa bahasa Sunda.

    Bahasa adalah pondasi keberadaan sebuah kebudayaan. makanya harus diajarkan kepada anak-anak dan generasi muda supaya tidak punah. Grace adalah contoh yang mengagumkan mengenai anak rantau yang mempribumikan dirinya setelah dewasa, tapi sayangnya hanya sedikit seperti Grace Siregar.

    Horas.

  5. fauzansigma Says:

    iya mas, sy pikir sudah mulai terkikis bahasa2 daerah itu, pdhal itu kan kearifan lokal kita.. sbg bangsa yg berbhineka. sedangkan saat ini org2 mulai malu memakai bhs daerah masing2 bahkan..

    belajar bhs asing sih ga apa2, tapi……klo kayak gini….yah, mulainya belajar bahasanya.. lalu mencari2 produknya.. lanjut memakai produknya, dan akhirnya bangga memakai produknya.. next, bangga dan welcome kalo dijajahnya..

  6. tatianak2 Says:

    Salut buat ibu Grace. Btw dimana alamat Galeri Tondi itu ya bang Robert?

  7. Robert Manurung Says:

    @ tatianak2

    alamat Grace Siregar :

    Galeri TONDI
    Jl.Keladi Buntu No.6, Medan
    Sumatera Utara

    email : solacratia@hotmail.com

  8. Anonim Says:

    kursus bhs batak rp.75.000.,-/jam ? mahal ya. Yang buat mahal mutu bahasanya atau tarif pengajarnya ?
    Soalnya di gereja kami ada St. yang jabatannya di bag.perbelanjaan menilai mutu barang dari harga nya.

  9. antoni manullang Says:

    Untuk Anonymous… harga barang itu tidak selalau dilihat dari mutunya Mas.. Tapi lebih kepada kegunaan,keterbatasan dan kebutuhannya.Untuk apa anda membayar mahal-mahal kalau anda tidak butuh,bukankah begitu? Jadi menurut saya Ibu grace ini merasa butuh dan akan berguna untuk beliau bila mengerti bahasa BATAK, makanya beliau berani bayar mahal-mahal untuk belajar bahasa BATAK.Salut untuk ibu Grace.

  10. Ronald S T Sidabutar Says:

    Daggo iabak….Arganai joi tahe oppunge ate…75rb/jm puang. Martimus puang ate, hape di huta sandiri do. Salut borat bah buat ito Grace br .siregar,,, Ayo…siapa yang mo nyusul ito br.regar…..???? msh bnyk tuh orang batak yg prlu nanya ito br.regar t4 lesny. soalnya dah bnyk org batak msh marbiolak bhs batakny.dah bhs indonesia marpasir-pasir, lam bhs inggris ma muse hera na minum air panas ma..ha…8x.
    Horas…………Ma ate ito…………………………….

  11. nirwan panggabean Says:

    Horas….
    saya nirwan panggabean, saya sangat tersentuh dengan Ito Gace yang betul betul mencintai budayanya…saya jadi berpikiran…mungkin saya harus tinggal bersama orang batak di kampung untuk waktu yang cukup supaya saya tau betul bagaimana yang benar benar menjadi orang Batak….
    Salam kenal Lae ROBERT MANURUNG.
    nirwan panggabean Virginia,USA

  12. nora tampubolon Says:

    beeeh……………………mantap puang…………
    dibaen gabe sude malo marbahasa batak.
    mantap………..muantap
    horas ma dihita…………………………………………………….

  13. nora tampubolon Says:

    terusskan saja pekerjaanmu………
    semoga sukses
    horas ma dihita……………
    mauliate……………….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: