Bangkitnya Neososialisme di Amerika Latin

Gerakan melingkar dari pinggiran akhirnya membawa teori dan praktik neososialisme khas Amerika Latin ke pusat Benua Amerika ketika Fernando Lugo terpilih menjadi Presiden Paraguay bulan April lalu.

Oleh : Rikard Bagun/Kompas

SETELAH neososialisme itu berputar-putar selama 10 tahun terakhir ke Venezuela, Brasil, Bolivia, Argentina, Ekuador, Uruguay, Nikaragua, dan Cile, gerakan itu akhirnya sampai ke Paraguay, yang dijuluki corazon de America, jantung Benua Amerika.

Penghargaan dunia pun tertuju kepada Lugo maupun Paraguay, negara kecil berpenduduk 6 juta itu. Dia adalah salah satu tokoh politik Amerika Latin yang muncul belakangan dan mencuat.

Mungkin karena letaknya sangat strategis secara geopolitik dan geoekonomi, Amerika Serikat mendirikan kompleks kedutaan luas di Asuncion, ibukota Paraguay, yang digambarkan paling besar di dunia.

Kompleks bangunan kedutaan AS, yang sering dipandang sebagai simbol keangkuhan kapitalisme-liberalisme, tampak begitu mencolok dalam kontras dengan gerakan alas rumput sosialisme Paraguay dan beberapa negara Amerika Latin lainnya.

Demi kaum papa

NAMANYA mulai berkibar setelah memimpin gerakan protes kaum miskin bulan Maret 2006 di Asuncion. Setelah tarik-menarik kepentingan dengan Vatikan, Lugo menarik diri dari jabatan uskup, Desember 2006. Meski tetap sebagai uskup emeritus, Lugo memusatkan diri pada perjuangan kepentingan rakyat sampai ke pusat panggung politik.

Kiprah Lugo digerakkan oleh paham sosialisme yang menekankan praktik, bukan retorika yang bersifat ideologis. Namun, apakah Lugo benar-benar seorang fanatik penganut neososialisme ?

Tidak dapat dipungkiri, Lugo mempunyai kontak serius dengan para pemimpin sosialis di Amerika Latin, tapi tidak dapat dimasukkan ke barisan Presiden Venezuela Hugo Chavez dan Presiden Bolivia Evo Morales yang terkenal radikal.

Minat Lugo pada gerakan sosialisme baru, yang menenkankan solidaritas sosial pada kehidupan nyata, sangat dipengaruhi oleh Teologi Pembebasan dan ajaran sosial Gereja, yang digelutinya selama pendidikan menjadi pastor dan secara lebih akademik dipelajarinya di Roma.

Namun, jangkauan pergaulan dan pengetahuannya yang luas membuat Lugo tidak tertutup pada nilai-nilai positif dari kapitalisme seperti penggunaan teknologi Barat, investasi serta privatisasi terbatas, tapi yang sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat.

Sejak awal Lugo ingin melepaskan perdebatan ideologis yang sering tidak produktif dan lebih melakukan pendekatan pragmatis dalam melaksanakan paham sosialisme.

Pengaruh teologi

PEMIMPIN berusia 67 tahun itu cenderung ke sistem sosialisme demokrat, atau sosialisme jalan tengah, seperti sudah lama dipraktikkan di negara-negara Skandinavia dan Brasil di bawah Lula da Silva.

Kebijakan Lugo diperkirakan tidak akan lepas dari pengaruh gerakan Teologi Pembebasan yang menekankan pemihakan kepada orang miskin, cinta kasih dan solidaritas global.

Namun politik bukanlah teologi. Maka tetap jadi pertanyaan, sejauh mana Lugo mampu melakukan transformasi sosial dan politik untuk mencapai impiannya menciptakan masyarakat Paraguay yang lebih sejahtera.

Tantangan pemerintahan Lugo memang bagaimana menciptakan kesejahteraan masyarakat Paraguay sebagai negara kedua paling miskin di Amrika Latin setelah Bolivia.

Banyak masyarakat Paraguay, terutama kelompok miskin, mengharapkan perubahan di bawah kepemimpinan Lugo. Janji-janji kampanye pemilu Lugo bagi perbaikan nasib rakyat miskin telah menggetarkan mayoritas pemilih.

Daya tarik kampanye Lugo bukan pertama-tama pada janji-janjinya, tapi lebih pada reputasi dan riwayat perjuangannya sebagai pastor dan uskup yang membela dan hidup di tengah kaum miskin. Bahkan Lugo dikenal dengan julukan Uskup Kaum Papa.

Namun menjadi pemimpin agama berbeda dengan pemimpin di panggung politik yang keras dan terkadang kotor. Banyak orang juga bertanya, apakah Lugo dapat memerintah di tengah sistem multipartai yang terfragmentasi.

Tidak sedikit yang berkeyakinan, Lugo justru menjadi jembatan efektif untuk menghimpun dan menggiring seluruh kekuatan sosial politik ke arah penyelesaian persoalan bersama mengatasi kemiskinan.

Perut rakyat tidak bisa dikenyangkan dengan ideologi dan retorika politik, tapi dengan mencukupi kebutuhan pokok yang merupakan produk dari kehendak politik pragmatis-etis, yang melampaui ideologi apa pun.

Keganasan Korupsi

KEGANASAN korupsi selama ini membuat Paraguay jadi terpuruk dalam-dalam dengan 33 persen dari 6 juta penduduknya hidup di bawah garis kemiskinan.

Seperti Lula di Brasil yang mencanangkan program kelaparan nol, hambre zero, Lugo akan menjalankan program kemiskinan nol, probreza zero. Itulah hakikat sebenarnya sosialisme pragmatis atau neososialisme dalam praktik di Amerika Latin.

Tentu saja banyak tantangan akan dihadapi Lugo. Tidak hanya birokrasi yang korup, persoalan kemiskinan, sistem multipartai tang fragmentasi, dan tuntutan perombakan pemilikan tanah, landreform, tapi juga gerakan perlawanan tersembunyi dan terbuka oleh kaum kapitalis yang terganggu kepentingannya dengan penerapan neososialisme.

AS mungkin saja berusaha merecoki pemerintahan Lugo jika sampai mengganggu kepentingan perusahaan negara adidaya itu.

Apalagi Lugo dikenal telah menghalangi prakarsa AS membentuk zona pasar bebas Amerika, Area Libre de Comerco de America (ALCA), yang merentang dari Alaska sampai Tierra de Fuego di ujung selatan Argentina. Lugo memang harus berhati-hati.

Sumber : Kompas, Senin 11 Agustus 2008

Iklan

Tag: , , , , ,

Satu Tanggapan to “Bangkitnya Neososialisme di Amerika Latin”

  1. FraterTelo Says:

    terimakasih sdh ngeposting artikel ini.
    salam pembebasan!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: