Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

PADAMU JUA

Habis kikis
segala cintaku hilang terbang
pulang kembali aku padamu
seperti dahulu

Kaulah kandil kemerlap
pelita jendela di malam gelap
melambai pulang perlahan
sabar, setia selalu.

Satu kekasihku
aku manusia
rindu rasa
rindu rupa.

Di mana engkau
rupa tiada
suara sayup
hanya kata merangkai hati

Engkau cemburu
engkau ganas
mangsa aku dalam cakarmu
bertukar tangkap dengan lepas

Nanar aku, gila sasar
sayang berulang padamu jua
engkau pelik menarik ingin
serupa dara di balik tirai

Kasihmu sunyi
menunggu seorang diri
lalu waktu – bukan giliranku
mati hari – bukan kawanku…

(Amir Hamzah, Nyanyi Sunyi)

——————————————————————

Selamat Menunaikan ibadah Puasa bagi kawan-kawan dan pengunjung blog ini yang menunaikannya. Semoga ibadahnya berjalan dengan baik.

Robert Manurung

Iklan

Tag: , , , ,

3 Tanggapan to “Selamat Menunaikan Ibadah Puasa”

  1. Sawali Tuhusetya Says:

    sajak amir hamzah itu selalu mengingatkan saya bahwa di mana-mana Tuhan itu selalu mengawasi sikap dan perilaku kita. “Gusti Allah ora tahu sare”, begitu petuah yang sering saya dengar dari orang tua saya dalam bahasa Jawa. Makasih banget postingannya, bung robert. selamat menyambut ramadhan, bulan yang dimuliakan umat islam di berbagai belahan dunia.

  2. Robert Manurung Says:

    @ Sawali Tuhusetya

    Betul Pak Sawali, Tuhan memang tak pernah tidur. Dia hadir di mana-mana, juga di hati kita masing-masing.

    Aku senang karena ternyata Pak Sawali menyukai sajak ini, yang juga sangat aku sukai sejak kecil–ketika belum ngerti maknanya, hanya merasakan atmosfir spiritualnya.

    Selamat menunaikan ibadah puasa, Pak Sawali. Moga-moga sebulan pengendalian diri, sebulan solidaritas sosial, sebulan belajar kembali mengenai kefanaan hidup ini; akan menampakkan buahnya dalam kehidupan masyarakat bangsa kita ke depan. Amin.

  3. imam semar Says:

    Amir Hamzah mengingatkan saya pada bangsawan yang dipenggal kepalanya. Badannya di buang di Tanjung Pura (pusat kesultanan Langkat) dan kepalanya di Kuala Begumit dalam revolusi sosial 1947.

    Mobil balap yang dipesannya dari eropa baru sampai ketika dia sudah menjadi mayat.

    Siapapun Amir Hamzah dan bagaimanapun dekat nya dengan Tuhan yang disiratkan dalah syairnya…., dia mati ditangan rakyat dengan mengenaskan akibat (kalau bukan) kebencian yang hebat.

    Catatan: Istana Kesultanan Langkat dikemudian hari dijadikan SMA Tanjung Pura dan roboh tahun 1963 ketika dijadikan tempat menonton dan terlalu banyak orang menonton perayaan 17 Agustus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: