Mirahel Belum Tahu Bapaknya Dibunuh Oleh Ryan

Tulisan ini aku dedikasikan kepada semua media massa yang begitu bersemangat memberitakan bahwa Ryan telah bertobat, berkat bimbingan tokoh Front Pembela Islam (FPI). Alangkah mulianya hati kalian, mau bersusah-payah mengubah citra seorang pembunuh yang luar biasa kejam, menjadi sekadar hamba Tuhan yang bertobat.

Aku takjub bercampur heran. Kenapa pertobatan instan itu harus dipublikasikan dengan gencar, sehingga membingungkan batin masyarakat, menyakiti perasaan keluarga para korban, dan mungkin akan mempengaruhi keputusan hakim nantinya. Kenapa media massa dan FPI tidak berempati kepada keluarga para korban, yang tentunya masih berkabung ?

Oleh : Robert Manurung

DI bulan Ramadhan kali ini Mirahel, putra almarhum Heri Santoso—korban pembunuhan dan mutilasi yang dilakukan Ryan; masih bisa menikmati masakan khas Surabaya kegemaran ayahnya. Tapi, sangat berbeda dengan tahun lalu, sekarang bocah cilik itu tak lagi ditemani oleh ayahnya berbuka puasa.

Mirahel baru berusia empat tahun. Masih terlalu kecil untuk mengerti bahwa manusia bisa tega membunuh sesamanya. Namun, pada usia kehidupan sedini itu, Mirahel sudah tahu : ayahnya tidak akan pernah pulang ke rumah. Dan, dia tidak akan pernah lagi berbuka puasa dengan ayahnya.

Semasa hidupnya, Heri Santoso (40) sangat gemar lontong balap, bandeng, dan tempe penyet. Masakan khas Surabaya itu sering disuguhkan oleh istrinya, Wahyuningsih atau Ayu. Heri selalu menyempatkan berbuka puasa dengan Ayu dan Mirahel, meski hari-harinya sangat sibuk dengan pekerjaan. Dia sales sebuah perusahaan baja di Jakarta Selatan.

Kali ini pun, saat Ramadhan tiba, Ayu masih tetap menyuguhkan lontong balap, bandeng, dan tempe penyet sebagai menu berbuka puasa. Soalnya, Mirahel sangat doyan masakan Surabaya kegemaran ayahnya itu.

Hanya saja, Ayu tak mungkin lagi “menyuguhkan” sosok Heri Santoso buat anaknya. Dan sampai sekarang, perempuan yang malang itu belum sanggup menceritakan pada Mirahel, bahwa ayahnya mati dibunuh dan dimutilasi oleh “monster” bernama Ryan.

Entah bagaimana kelak Ayu menjelaskan kepada Mirahel bahwa ayahnya, Heri Santoso, ditemukan awal Juli lalu di Ragunan, Jakarta, dalam wujud tubuh terpotong-potong, di dalam sebuah koper. Hati siapa yang tak akan hancur membayangkan ayahnya dibunuh dan dimutilasi, serta dibuang seperti sampah di tepi jalan ?

Penyidikan kasus mutilasi ini ternyata mengarah pada Ryan. Berlanjut menjadi horor yang mengerikan, dengan penggalian mayat 10 korban lainnya, yang telah dibantai dan dikuburnya di rumah orangtuanya di Jombang.

Ryan harus dihukum mati

SAAT polisi menggelar reka ulang pembunuhan Heri Santoso di Apartemen Margonda Residence, Jalan Margonda Raya Depok, Selasa kemarin (2/9), Ayu tak mau melihatnya. Kehadiran sang pembunuh Ryan adalah alasan satu-satunya kenapa dia enggan menyaksikan reka ulang tersebut, selain karena tak kuat “melihat” momen-momen paling menyakitkan ketika nyawa suaminya dihabisi.

Buat polisi, Ryan, para wartawan dan masyarakat umum yang datang menonton, reka ulang tersebut hanyalah sebuah kewajiban rutin, keterpaksaan, liputan spesial, dan tontonan yang luar biasa. Namun bagi Ayu, dan bagi Mirahel seandainya dia sudah bisa mengerti, reka ulang itu adalah peragaan bagaimana nyawa orang yang mereka kasihi direnggutkan secara kejam, dan bagaimana mereka dipisahkan untuk selamanya. Tragedi itu niscaya meninggalkan luka yang tak tersembuhkan di hati mereka.

Oleh karena itu, bisa dimaklumi jika Ayu belum dapat memaafkan Ryan. Kepada Koran Jakarta dia mengatakan, sebaiknya Ryan segera disidangkan dan dihukum mati. “Mungkin dengan dihukum mati dosanya bisa ditebus,”ujarnya geram.

Ayah sudah tenang di surga

KEMUDIAN perempuan itu menggambarkan sedikit bagaimana kehidupannya sekarang sebagai orang tua tunggal. Dia sudah memberitahu Mirahel bahwa ayahnya telah meninggal, namun dia tak sanggup menuturkan kenyataan yang sebenarnya.

Dia tidak tega, anaknya yang masih kecil harus hidup dengan gambaran tentang ayahnya yang mati karena dibunuh, lalu dimutilasi. Makanya dia hanya mengatakan kepada Mirahel, ayahnya telah meninggal dan sudah tenang di surga. Ternyata penjelasan itu sudah cukup buat anaknya, paling tidak untuk sementara ini , selagi dia masih kecil.

Sekarang Ayu tinggal bersama ayahnya, Nasrun, yang pensiunan pegawai negeri. Semasa Heri masih hidup, Nasrun tinggal bersama mereka di Kampung Benda, Jati Asih, Bekasi; lantaran ibunya sudah meninggal dunia.

“Menjadi orang tua tunggal itu berat, namun life must go on,”ujar Ayu yang bekerja sebagai marketing manager di sebuah perusahaan di Ancol, Jakarta Utara.

Semoga Tuhan menjaga dan menghiburmu, Ayu, beserta anakmu Mirahel. God bless you.

============================================================

http://www.ayomerdeka.wordpress.com

Tag: , , , , , , , ,

27 Tanggapan to “Mirahel Belum Tahu Bapaknya Dibunuh Oleh Ryan”

  1. Sawali Tuhusetya Says:

    mirahel, bocah sekecil itu sudah harus menghadapi kenyataan hidup yang pahit, ditinggalkan sang ayah utk selama-lamanya akibat ulah biadab seorang ryan. semoga saja tak sampai berpengaruh terhadap perkembangan jiwanya. lantas, si ryan sudah jadi orang shaleh berkat bimbingan spiritual seorang tokoh FPI? ini sebuah pertanyaan yang sulit saya temukan jawabannya, bung robert.

  2. RETORIKA Says:

    La iyalah bung robert, gimana sih!😕

    Ryan itu dibikin tobat supaya nanti kalau bikin tindakan kebrutalan lagi bisa dengan mengatasnamakan agama dan tuhan sehingga bisa bebas dari tuntutan hukum👿

    Alangkah enaknya hanya dengan “tobat” segala kesalahan bisa diampuni begitu saja!

    Ryan = FPI ? Maybe😕

  3. wennyaulia Says:

    benar ryan sudah menjadi orang shaleh?
    bagaimana mungkin? bukankah keshalehan itu tidak bisa didapatkan dalam waktu singkat…

    semoga ayu dan mirahel tabah

  4. glorialimbong Says:

    Ugh.. kejam banget sih.. aku gak percaya si Ryan itu langsung tobat.. Siap2 aja FPI itu dipermalukan…
    Duh.. kasian banget si Mirahel ama mba Ayu ini😦😦

  5. mysabul2u2 Says:

    ▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄
    ▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄
    ▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄
    ▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄

    BERITA BAIK!!!
    Mari kita liat nich blog. keren abiss!

    Masuk sini= http://mustahil-kristen-bisa-menjawab.blogspot.com/

    ▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄
    ▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄
    ▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄
    ▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄

  6. rezco Says:

    begitulah media….

    *empati buat Mirahel

  7. batu karang Says:

    apa yg dilakukan oleh FPI dan apa yg diberitakan oleh media, semua hanyalah sebagai salah satu “ajang” yang menjembatani untuk…
    saya tdk sanggup meneruskan.
    terlalu miris.

    salam,

  8. ryan Says:

    entah mengapa soal hukuman mati sy kurang setuju

  9. Usamah Says:

    hmm….

  10. dery Says:

    kasihan mirahel, ayahnya di bunuh dengan kejam oleh pembunuh psikopat yg tidak berperikemanusiaan…😦

  11. dewi Says:

    untuk mengubah karakter seseorang tidak semudah membalikkan telapak kaki tapi butuh waktu yang cukup lama

  12. sahatmrt Says:

    😥😥😥 turut berduka sedalam dalamnya buat ayu, mirahel dan keluarga segenap korban. semoga rahmat dan karunia Tuhan YME senantiasa beserta kalian. semoga arwah para korban ryan bisa tenang di alam sana😥😥

    semoga keadilan ditegakkan. sang jagal boleh saja bertobat, namun keadilan juga harus ditegakkan.

  13. Marudut Pasaribu Says:

    Masalahnya hukum negara tidak ada urusan dengan pertobatan.

  14. AriefDj™ Says:

    ..entah mengapa soal hukuman mati koq ada yg kurang setuju..

  15. kucingkeren Says:

    semoga anak-anak itu tabah dan ikhlas menghadapi kenyataan. btw Ryan bisa tobat?

  16. mikekono Says:

    Soal tobat itu sih urusan si Ryan sm Tuhan….
    bs jd krn akan dihukum mati,
    dia mendadak sadar dan bertobat,
    maybe yes, maybe no

    *semua manusia beriman pasti bersimpati
    dengan nasib tragis yg menimpa Mirahel.
    Mirahel, tabahkan hatimu nak*

  17. banyuagung Says:

    Mungkin hanya cari muka…… gk tau ya..

  18. pimbem Says:

    aq ga habis pikir dgn media pemberitaan di negeri ini, semakin banyak tv swasta kok ya kejahatan jg makin marak. apa krn pemberitaan yg selalu berapi2 yg membuat para penjahat jd berinisiatif untuk melakukan kejahatan. duh, semoga mrk mendapat hukuman yg setimpal.
    *terlalu sering membatin dlm hati.. “Ya Allah, jauhkan kami dr kejahatan ini”

  19. choicematters Says:

    bung robert,
    saya tidak tahu apakah ryan benar2 bisa bertobat dalam waktu singkat karena saya tidak bisa membuktikannya, dan saya yakin anda pun tidak bisa membuktikan sebaliknya. pertobatan itu, seandainya terjadi, tidak dimaksudkan untuk membeli kebebasan dari jerat hukum. artinya, umpama pun ryan benar2 bertobat, tidak akan berpengaruh banyak terhadap proses hukum yang tengah berjalan. kalau salah, ya tetap harus dihukum. apakah akan lebih memuaskan bagi keluarga korban (baca: para komentator), seandainya diberitakan betapa ryan semakin menjadi-jadi di tahanan? jika memang selama ini tidak suka dengan sepak terjang fpi yang agresif, bukankah ini berita baik yang ditunggu2: “oh, ternyata bisa juga fpi berdakwah dengan lembut dan menyadarkan orang secara santun?” apakah smeua orang akan lebih berbahagia kalao fpi menggebukinya? loh, katanya tidka suka kalau fpi bertingkah agresif…
    lagipula, yang namanya empati itu adalah memahami perasaan orang lain, bukan memupuk kebencian semakin tinggi. bolehlah berempati, tapi kalau membuat anda jadi ikut2an benci, wah… lebih parah dari fpi.

  20. Robert Manurung Says:

    @ choicematters

    Aku tidak membenci FPI, tapi memang tidak suka pada aksi-aksi mereka yang membuat Negara Republik Indonesia seolah-olah sudah tidak ada.

    Dalam kaitannya dengan pertobatan Ryan yang digembar-gemborkan itu, bahkan sampai digaris bawahi sebagai perintah langsung dari Habib Riziek; aku lebih baik bertanya pada Anda :

    1. Apa sih arti pertobatan itu ? Apakah hanya janji tidak akan membantai orang lagi ? Kenapa tidak ada pernyataan bahwa Ryan merasa bersalah kepada setiap korbannya, menyesal dan minta maaf kepada keluarga para korban ?

    2. Ada nggak pernyataan FPI yang bersimpati kepada keluarga para korban ? Kok simpatinya hanya pada Ryan?

    Tolong buat alasan bagus buat FPI mengenai betapa pragmatis dan ambisiusnya FPI untuk menjadi pahlawan moral, sehingga kasus Ryan langsung digarap dan sayangnya terlalu prematur, tampak ambisius, tidak berempati terhadap keluarga para korban, dan mengusik batin masyarakat yang masih terguncang karena begitu sadisnya pembunuhan berantai itu.

    Kenapa sih FPI tidak sabar menunggu Ryan divonis dan menjalani hukuman dulu, barulah dibuat tobat dan dijadikan ikon ?

    Salam Merdeka!

  21. partalitoruan Says:

    Entah apa isi otak si Ryan itu ya…Sibuk membuat sensasi aja dia itu. Habis membunuh orang segitu banyak, sekarang mengaku lagi sudah bertobat dalam waktu yang sangat instan. Wah, sesuatu yang sangat instan biasanya kurang baik tuh, apalagi perubahan.
    Tak sanggup aku membayangkan sedihnya hati Mirahel itu sekarang, masih untung mba Ayu kerja, kalo nda, aduh entah apa jadinya.
    Semoga Mirahel nanti tetap berada di lingkungan yang baik dan benar, sehingga mereka akan menyampaikan “bagaiman perjalan ayahnya menujur surga” dengan benar dan tidak membuat kondisi kejiwaan dia menurun.
    Buat Mba Ayu, yang kuat ya menghadapi cobaan ini.

  22. Menggugat Mualaf Says:

    mendung tidak harus selalu bergelayut
    hidup harus terus berlanjut
    semoga Mirahel kelak bisa jadi anak yang hebat tuk indonesia kita ya bang.

    saya juga kembali nih..
    http://mualafmenggugat.wordpress.com/2008/09/05/islamku-indie-label/

    salam merdeka!😀

  23. nirwan panggabean Says:

    saya sangat bersimpati pada Mbak Ayu dan anaknya, semoga tuhan menolong mereka…kalau soal FPI saya kira tidak perlu heran…dari dulu sudah tau kalau mereka hanya cari sensasi kemudian memeras seperti pereman….sangat sayang sekali banyak orang orang yang tidak mengerti…kemudian mendukung …karena membawa membawa agama tertentu….
    nirwan panggabean Virginia.

  24. achoey sang khilaf Says:

    Yup
    tegar buat Mirahel🙂

  25. yessymuchtar Says:

    mirahel..yang tabah ya…

  26. ronggur Says:

    beberapa media sepertinya lebih memilih menggembar gemborkan (bagian) apa yang menurut mereka menjual…

    Bagus kalo ryan udah bener bertobat tapi bukan berarti lantas hukumannya bisa diringankan, karena tobat itu yah (menurut ku) lebih ke arah hubungan manusia dengan Tuhan.

  27. DEBI Says:

    RIYA HARUS D HUKUM MTI KARNA DIA SUDAH MEBUNUH BENGAN SADIZZZZ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: