Catatan “Tragedi Zakat” Tahun 2001- 2008

Di sisi lain, ada kecenderungan belakangan ini, para “pemburu zakat” mendatangi semua acara pembagian zakat, bahkan sampai ke kabupaten lain. Dan para gelandangan di perkotaan, kini fokus “memburu” zakat selama bulan Ramadhan, karena hasilnya lebih pasti dan lebih besar.

KENAPA pembagian zakat yang seharusnya menyenangkan dan bernuansa religius bisa menjadi ricuh dan berakhir tragis ? Adakah pengaturan yang lebih baik demi menghindarkan jatuhnya korban yang sia-sia seperti di Pasuruan ?

Menteri Agama Maftuh Basyuni mengakui, masyarakat masih banyak yang tak percaya kepada lembaga amil zakat, sehingga lebih suka membagikan sendiri zakatnya daripada menyerahkan kepada amil zakat. Pihak kepolisian menyalahkan warga yang membagikan zakat tanpa koordinasi dengan mereka. Sedangkan warga yang membagikan zakat selalu terkejut karena fakir miskin yang datang melebihi perkiraan.

Masalahnya gampang dipetakan, solusinya mudah dipikirkan, tapi praktiknya sulit. Simpul masalahnya, lantaran zakat yang disediakan selalu tidak cukup untuk dibagikan kepada mereka yang datang. Apalagi jika pemberian zakat bersifat terbuka, dalam arti penerima zakat tidak terdata identitasnya, sehingga jumlahnya tidak akan pernah bisa dipastikan sebelum dilakukan pembagian.

Sementara itu jumlah orang miskin meningkat tajam karena kegagalan pemerintah menciptakan lapangan kerja, dan tidak jalannya program pemberdayaan ekonomi rakyat. Di sisi lain, ada kecenderungan belakangan ini, para “pemburu zakat” mendatangi semua acara pembagian zakat, bahkan sampai ke kabupaten lain. Dan para gelandangan di perkotaan, kini fokus “memburu” zakat selama bulan Ramadhan, karena hasilnya lebih pasti dan lebih besar.

Sejumlah Kejadian Pembagian Zakat Yang Berakhir Ricuh dan Tragis :

8 Desember 2001 di Gedung DPRD Jawa Tengah di Semarang : Ricuh karena panitia hanya menyiapkan jatah untuk 2.000 fakir miskin, ternyata yang datang 6.000 orang. Kaca depan Gedung DPRD pecah dan dua orang yang terluka dilarikan ke rumah sakit.

29 November 2002 di Banjarmasin : ribuan orang “menyerbu” rumah kediaman Gubernur Kalimantan Selatan di Banjarmasin. Seorang petugas pembagi zakat dikejar-kejar massa karena tak segera membagikan zakat. Banyak anak-anak terjepit dalam peristiwa itu.

7 November 2003 di Pasar Minggu, Jakarta Selatan : empat ibu rumah tangga tewas saat berebut sedekah di rumah dermawan menjelang Idul Fitri.

28 September 2007 di Gresik, Jawa Timur : seorang meninggal saat pembagian sedekah, akibat terjatuh dan terinjak-injak saat mengantre.

10 Oktober 2007 di Bantul, DIY : tiga warga dibawa ke rumah sakit karena terinjak-injak dan menderita luka serius saat pembagian zakat di rumah dinas Bupati Bantul. Tahun itu, bupati membagikan uang pribadi Rp 90 juta untuk 4.500 warga miskin.

10 Oktober 2007 di Pondok Pesantren dan Panti Asuhan Sabililah, Lamongan : 13 orang pingsan karena kepanasan saat pembagian zakat keluarga. Warga yang mengantre harus menukarkan kupon dengan uang Rp 20.000-Rp.30.000.

sumber data : harian Kompas edisi 16 September 2008.

=====================================================

http://www.ayomerdeka.wordpress.com

Tag: , , , , , ,

3 Tanggapan to “Catatan “Tragedi Zakat” Tahun 2001- 2008”

  1. Doso Says:

    Sebelumnya perkenankan saya berkomentar tentang fenomena di atas. Dalam pandangan saya ketika berbicara zakat pastilah bertautan erat dengan Islam. Karena zakat hanya ada dalam terminologi Islam. Di dalam wacana fikih, zakat terbagi dalam 2 jenis yaitu zakat Fitrah yang bersifat wajib dan zakat mall yang wajib namun kondisional. Saya ber-asumsi semua kita telah faham tentang keduanya.

    Saya akan membatasi kajian saya pada fenomena zakat mall sesuai dengan topik di atas. Yang wajib mengeluarkan zakat mal adalah orang Islam yang asetnya sudah mencapai nishob tertentu. Dan penarikannyapun harus melalui institusi resmi dalam hal ini adalah Badan Amil zakat yg telah mendapat legalisasi dari pemerintah. Sedangkan penerimanya adalah orang-orang tidak mampu, fakirmiskin, ibnu sabil, mu’alaf dan du’afa.

    Ada hal menarik mengenai kriteria fakir miskin dan duafa ini. Rosulullah pernah bersabda dan ini begitu inspiratif menurut saya, “Bahwa tangan di atas lebih mulia dari pada tangan di bawah”. Artinya bila kita menginginkan kemulyaan di dunia dan di akhirat maka janganlah sekali-kali meletakan tangan kita di bawah.
    Ada lagi sabda Rosulullah yang relevan dengan topik ini dan ini tak kalah inspiratif buat kita, Bahwa Malu adalah sebagian dari Iman. Artinya Iman kita akan terjada bila kita mampu memelihara rasa malu dalam keadaan apapun dan semiskin apapun. Malu untuk meminta, malu untuk menegadahkan tangan dan malu menjadi beban saudaranya yang lain.
    Lebih lanjut bisa kita maknai bahwa orang Islam walaupun dalam keadaan miskin secara material janganlah pula menjadi miskin ilmu dan miskin iman.

    Bila kita sinergiskan dengan fakta dalam topik utama di atas bisa dirasakan bahwa masih banyak orang yang rela menggadaikan ketaatannya pada Rosulullah demi uang 20/30 ribu. Walaupun mereka miskin bila mereka taat pada Rosul mereka tak akan mau dengan sengaja mempertaruhkan nyawa antri berdesakan dan meletakkan tangan mereka dibawah. Walau mereka miskin bila mereka taat pada Rosul mereka tak akan menggadaikan rasa malu mereka.

    Lantas bagaimana kalu memang benar2 membutuhkan dan dalam keadaan yang benar2 miskin mutlak ?

    Institusi amil zakat punya database dan kriteria tentang siapa saja yang berhak menerima zakat. Jadi jangan risau saudaraku … Amil zakat akan memberikan hak anda dengan cara-cara yang lebih bermartabat tanpa harus berjibaku dan bertaruh nyawa rebutan zakat dari Wak Kaji.

  2. HAMBA ALLAH Says:

    YA……..ALLAH KENAPA DENGAN NASIB BANGSAKU INI ? APAKAH SALAH KAMI KENAPA KEMISKINAN MERENGGUT NYAWA YANG TAK BERDOSA? KEMANA PEMERINTAH SAAT ORANG-ORANG TERINJAK-INJAK SAYA SELAKU HAMBA ALLAH SANGAT MENYAYANGI KEJADIAN INI , SAYA SEDIH………………..SEKALI ,SAYA BERHARAP TAHUN YANG AKAN DATANG TIDAK AKAN TERULANG LAGI PERISTIWA YANG SANGAT TRAGIS AMINN YA ALLAH YA RABBAL ALAMIN.

  3. FAUZIYAH Says:

    YA………..ALAPAKAH SALAH KAMI KENAPA KEMISKINAN MERENGGUT NYAWA YANG TAK BERDOSA? KEMANA PEMERINTAH SAAT ORANG-ORANG TERINJAK-INJAK SAYA SELAKU HAMBA ALLAH SANGAT MENYAYANGI KEJADIAN INI , SAYA SEDIH………………..SEKALI ,SAYA BERHARAP TAHUN YANG AKAN DATANG TIDAK AKAN TERULANG LAGI PERISTIWA YANG SANGAT TRAGIS AMINN YA ALLAH YA RABBAL ALAMIN.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: