PKS Menjilat Ludah Sendiri, Dekati PDIP

…PKS ingin menunggangi kebesaran PDIP sebagai jalan pintas untuk menempatkan orangnya di Istana Negara. Menjadi wapres pun sudah bagus, karena akan secara instan memperbesar pengaruh politiknya, tanpa harus kerja keras dan frustrasi membangun konstituen yang akan memakan waktu sampai 50 tahun, dan belum tentu berhasil seperti terbukti pada partai-partai yang berafiliasi ke NU dan partai-partai penerus garis politik Masyumi

Oleh : Robert Manurung

SETELAH sepuluh tahun membangun reputasi sebagai partai dakwah yang seakan-akan serba bersih, moralis, dan populis; serta menjadi satu-satunya parpol yang memiliki integritas tinggi; tiba-tiba sekarang PKS (Partai Keadilan Sejahtera) berubah jadi mencla-mencle, plintat-plintut, dan menjilat ludah sendiri.

Fall from the grace atau The prince become a clown ?

Baru lima minggu yang lalu, Tifatiful Sembiring menyerang Megawati Soekarnoputri dengan berbagai jurus, untuk meruntuhkan popularitas Mega yang sedang meroket sebagai kandidat presiden paling favorit. Tiba-tiba sekarang, tiada angin tiada hujan, Presiden PKS itu mengeluarkan pernyataan bahwa koalisi paling ideal adalah PDIP dan PKS.

Bahkan, kata Tifatiful di Medan, Sumatera Utara, Minggu (14/9), dari sejumlah riset, koalisi PKS dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) adalah yang dianggap bisa mendatangkan pemilih dalam jumlah paling besar. Dari riset ini, sangat mungkin PKS menggandeng Megawati Soekarnoputri pada pemilihan presiden 2009”, demikian ditulis Kompas (15/9), mengutip pernyataan Presiden PKS.

Pernyataan Tifatiful itu sangat kontradiktif dibandingkan “Mega Pantun” , ejekan terhadap Mega yang sengaja didramatisirnya, untuk mendesak Ketua Umum PDIP itu keluar dari gelanggang pemilihan presiden. Itu adalah puncak serangan terbuka yang dilancarkan Presiden PKS itu terhadap Mega, setelah sebelumnya mempersoalkan usia putri Bung Karno itu dan pendidikan formalnya yang tanpa embel-embel doktor (PhD).

Berbeda dengan pedekate antara Golkar dan PDIP, yang bersifat resiprokal dan melibatkan para petinggi kedua partai terbesar itu; pernyataan PKS yang merindukan koalisi dengan PDIP dinyatakan secara sepihak.

Kesan menjilat ludah sendiri sangat terasa ketika Tifatiful mengeluarkan pernyataan itu. Ini sangat mengherankan dan menimbulkan rasa iba : kenapa PKS sampai merendahkan martabatnya, dan melukai kebanggaan para pendukung fanatiknya, dengan mengemis seperti itu pada PDIP.

* * *

TIFATIFUL Sembiring selama ini dihargai sebagai politisi yang punya integritas tinggi. Bukan tipe politisi yang suka menjilat ludah sendiri atau oportunis yang menghalalkan segala cara demi meraih satu tujuan. Orang Batak Karo ini adalah kader yang naik dari bawah, yang melambung jadi Presiden PKS berkat prestasi spektakulernya menjadikan PKS sebagai partai yang diperhitungkan di Sumatera.

PKS sendiri juga cukup konsisten mengusung ideologi Islam, dengan kampanye yang terus-menerus mengenai keutamaan moral Islam, dan membuat garis pembeda yang tegas antara dirinya dan partai-partai nasionalis. Sejumlah faktor historis dan sosiologis, terutama kuatnya unsur PNI dan Parkindo di tubuh PDIP, membuat PKS rikuh bergaul dengan PDIP. Jika terpaksa membuat aliansi taktis dengan partai-partai nasionalis, umpamanya untuk memenangkan pilkada, PKS lebih suka merangkul Golkar daripada PDIP.

Namun fakta itu terhapus seketika dengan pernyataan Tifatiful yang mendadak ramah terhadap PDIP dan Mega. Kompas menulis,“Koalisi partai Islam dengan partai nasionalis adalah yang bisa mendatangkan pemilih paling banyak,”ujar Tifatiful sembari menyebutkan keberhasilan koalisi PKS dan PDIP pada beberapa pemilihan kepada daerah (pilkada).

Memang, politik adalah seni kemungkinan, dan satu-satunya yang abadi di dunia politik adalah kepentingan. Tapi, cukupkah itu untuk menjelaskan perubahan PKS yang mendadak menjilat ludah sendiri, dan mempermalukan dirinya di hadapan rakyat Indonesia ? Tidak! Harus ada penjelasan yang logis kenapa PKS sampai menempuh siasat tersebut, yang bisa membingungkan dan menimbulkan demoralisasi di kalangan pendukung fanatiknya.

Lalu, apa dong motifnya ? Syahwat kekuasaan!

* * *

PKS sudah tidak sabar untuk meraih kekuasaan yang lebih besar. Namun disadari pula, konstituennya tidak mungkin lebih besar lagi daripada yang ada sekarang, yaitu jaringan pengajian dan kalangan intelektual di perkotaan; terutama di kota-kota besar di Jabar, Jakarta, Sumbar, dan Sumut. Hanya di NTB yang sampai ke pedesaan. Selebihnya, di seluruh wilayah Indonesia, konstituen PKS masih terlalu kecil dibandingkan parta-partai islam lainnya—saingan sejatinya dalam pemilu.

PKS sudah mentok pada pencapaian optimum dari potensi “pasarnya” sendiri. Di sisi lain, partai ini tidak berhasil menuai manfaat dari operasi-operasi radikal yang dijalankan oleh organisasi-organisasi sayapnya, yang mengangkat diri sendiri sebagai polisi moral. Pasalnya, penolakan terhadap radikalisme ternyata justru datang dari kalangan ormas dan parpol Islam sendiri, karena mereka menyadari, jika di Indonesia tumbuh organisasi garis keras yang merakyat seperti IM di dunia Arab dan Afrika, maka akan berakibat NU, Muhammadiyah dan ormas lainnya menjadi kecil.

Di sisi lain, dukungan rakyat Indonesia kepada partai-partai Islam masih tetap kecil. Sejak pemilu pertama tahun 1955 sampai Pemilu 2004, perolehan suara seluruh partai Islam masih kalah dibandingkan dukungan yang diberikan rakyat kepada satu partai nasionalis paling besar.

Jadi, PKS menyadari juga akhirnya, rakyat tetap menginginkan Indonesia sebagai negara bangsa yang plural; negara sekuler dengan ideologi Pancasila; dan sebaliknya tidak menghendaki RI menjadi negara berdasarkan ideologi agama.

Namun, munculnya kesadaran itu bukan berarti PKS lantas meninggalkan cita-cita alamiah yang merupakan hidden agenda semua partai Islam di negeri ini– kecuali PKB, yaitu menjadikan Indonesia negara Islam; atau paling tidak memodifikasi sebuah Indonesia dengan “sistem operasi” Islam– cashing NKRI dan aksesoris Pancasila serta UUD 45.

Dengan kata lain, hanya siasat atau taktik yang berubah. Namun demikian, tetap saja mengagetkan dan mengherankan; bahwa ternyata, untuk memuaskan nafsu berkuasa yang sudah sampai ke ubun-ubun; tidak masalah bagi PKS harus menjilat ludah sendiri. Siasat ini sudah dimulai saat perayaan 17 Agustus kemarin. Tumben-tumbenan PKS membagikan sejuta bendera Merah-Putih kepada warga Jakarta.

Ya, tumben-tumbenan PKS peduli dan akrab dengan Merah-Putih, padahal selama ini bendera khasnya adalah kafiyeh kotak-kotak, yang mereka pakai saat berdemo di jalan-jalan Jakarta; demi menunjukkan solidaritas dan dukungan sesama Islam kepada bangsa Palestina.

Sebenarnya, aksi-aksi demo itu sangat menggelikan, karena PKS sebagai parpol punya saluran untuk bersuara di DPR, kenapa harus demo ? Selain itu, solidaritas Islam terhadap perjuangan Palestina malah membingungkan orang Palestina sendiri, karena cita-cita bangsa Palestina yang fifty-fifty Islam dan Kristen itu bukanlah mendirikan negara Islam, melainkan negara bangsa tanpa embel-embel agama.

Kembali pada masalah syahwat kekuasaan tadi, rupanya PKS ingin menunggangi kebesaran PDIP sebagai jalan pintas untuk menempatkan orangnya di Istana Negara. Menjadi wapres pun sudah bagus, karena akan secara instan memperbesar pengaruh politiknya, tanpa harus kerja keras dan frustrasi membangun konstituen yang akan memakan waktu sampai 50 tahun, dan belum tentu berhasil seperti terbukti pada partai-partai yang berafiliasi ke NU dan partai-partai penerus garis politik Masyumi.

Jadi apa kesimpulannya ? PKS sama saja dengan partai lainnya : ambisius untuk berkuasa, demi kekuasaan itu sendiri. Dan baru saja terbukti, PKS sanggup menjilat ludah sendiri demi kekuasaan.

Rakyat hanyalah tool untuk meraih ambisi tersebut, dan korupsi hanyalah masalah cara, sumber dan waktu, kalau memang belum dilakukan oleh PKS. Logikanya, kalau mengorbankan integritas bisa dilakukan dengan gampang; dan kalau menjilat ludah sendiri tidak lagi dianggap perbuatan rendah dan memalukan; kenapa pula korupsi harus diharamkan ?

===========================================

http://www.ayomerdeka.wordpress.com

Iklan

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

63 Tanggapan to “PKS Menjilat Ludah Sendiri, Dekati PDIP”

  1. sitijenang Says:

    wah, tajam kali bung. kekuasaan masih lebih menggiurkan, melebihi niat mensejahterakan rakyat agaknya.

  2. aRuL Says:

    tau dari mana PKS meruntuhkan popularitas megawati? 😀
    ah koq kebanyakan gosip di sini yakz?

  3. gandhos Says:

    setahu gue PKS itu yang ada di Madura, emang lagi trend dari dulu dan sekarang …..
    PARTAI KARAPAN SAPI !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! klo mau pacuan sapi apalagi dagang sapi, lebih baik di Arap sono ….. klo di jakarta mah udah banyak.

  4. Betha Rakhmat Y Says:

    Haa3 orang yang ndak suka ma PKS.. WAJAR bo….
    Biarin aja ni orang paling juga anak buah Partai Haluan Sebaliknya dengan PKS…wkwkwkw.
    Makanya belajar islam dulu massssssss

  5. Betha Rakhmat Y Says:

    yah ntar coment yang di trima cuma yang pro doang… (pake moderasi)

  6. anto Says:

    Kesimpulan sempit bung!!! Tentang palestina, kekuasaan…heee..
    Pa lagi konsep PKS… Anda salah… Makanya jadi kader dulu…
    Kelihatan site ini dibuat hanya untuk menjatuhkan salah satu partai…
    Ketahuan bung niat anda…

  7. sahatmrt Says:

    wa… setelah baca tulisan ini saya jadi pengen ketawa :mrgreen: maaf, bukan bermaksud merendahkan, hanya PKS ini jadi terasa lucu gituh. kalau integritas dilepas, lantas ideologi keagamaan yang selama ini diusung itu apa? benar benar ideologi yang dihayati atau hanya topeng semata sih? :mrgreen: jangan jangan memang semata hanya topeng untuk menutupi syahwat kekuasaan? :mrgreen: atau barangkali akan dikatakan bahwa kita lah yang keliru menilai pks sebagai partai berideologi keagamaan? :mrgreen: ah meneketehe :mrgreen:

    jadi kasian bin sedih saya mikir pendukung fanatiknya, jangan2 mereka mengira pks memang berideologi keagamaan, ga berani saya ngebayangi perasaan mereka, kayaknya bakal terpukul kali ye..

  8. ohohh Says:

    wahh..harus cek and ricek nihh

  9. dana Says:

    Kekuasaan memang bisa merubah malaikat jadi iblis, demikian juga sebaliknya.

  10. Robert Manurung Says:

    @ aRul
    @ Betha Rakhmat Y
    @ anto

    Mari kita diskusi dengan pikiran yang jernih dan hati yang jujur. Anggaplah ini latihan berpikir merdeka dan membangun integritas. Janganlah karena partai idola Anda dikritik, lantas Anda mendiskreditkan pengkritiknya. Kritik dulu tulisannya, baru penulisnya.

    Aku menarik kesimpulan dari fakta-fakta empiris (berita), dengan alur penalaran yang simpel dan jelas. Ayo dong, Anda harus bisa menyatakan tidak setuju pada artikel ini, menyerangnya, menunjukkan kebodohan penulisnya; dan menyodorkan fakta-fakta yang lebih meyakinkan atau mungkin paradigma yang mencerahkan; dengan didukung argumentasi yang cerdas tentunya. Ultra fanatik itu mematikan akal sehat.

    Anda bisa mulai dari cara yang paling gampang, yaitu menjawab petanyaan ini :

    1. Benarkah bahwa Presiden PKS Tifatiful Sembiring telah melancarkan tekanan atau serangan ke arah Megawati, yaitu dengan mengusulkan syarat presiden harus Phd, dan bahkan sampai membuat “Mega Pantun” ?

    2. Apakah Kompas telah menyiarkan berita bohong, yaitu bahwa Presiden PKS Tifatiful Sembiring menyatakan di Medan mengenai koalisi ideal PKS dan PDIP ? Kalau memang Kompas menyiarkan berita bohong, mengapa tidak ada bantahan dari Tifatiful dan PKS ?

    3. Jika pertanyaan nomor 1 dan 2 bersifat positif, artinya ada kontradiksi atau terjadi perubahan ekstrim sikap Tifatiful/PKS terhadap PDIP/Mega, apa itu bukan menjilat ludah sendiri ?

    Salam Merdeka!

  11. Salman Jazuli Says:

    NAMA NYA JUGA POLITIK lah !

  12. ressay Says:

    Ada salah satu temenku yang dipecat dari PKS karena kevokalannya. Maklum, di PKS itu sami’na wa atho’na.

    Gak jauh beda dengan sesepuhnya di PKS, KAMMI pun berpolitik licik di kampus. Terkadang terlihat sekali betapa kasarnya politik mereka.

  13. Robert Manurung Says:

    @ Beta Rakhmat Y

    Tak usah kuatir, pren. Pada prinsipnya aku tidak menerapkan sensor di blog ini; kecuali terhadap kata-kata kasar, jorok; dan sekadar memaki-maki orang.

    Fungsi moderasi di blog ini hanya untuk memastikan bahwa komentar-komentar sampah seperti itu tidak akan mengganggu Anda dan mayoritas pengunjung blog ini yang berbudaya tinggi, santun, dan cerdas.

    Terima kasih Anda sudah ikut sharing di sini.

    Salam Merdeka.

  14. Catshade Says:

    Entah kenapa partai-partai berbasis Islam mulai goyah? Setahu saya, PPP (eh, apa PBR ya? Mbuh, sulit mbedainnya) juga mulai menunjukkan kecenderungan itu; orang-orang luar yang selama ini tidak diidentikkan dengan keislamannya mulai masuk jadi kader, caleg, bahkan ikut konvensi capres.

  15. Indra EHM Says:

    auk ah gelap..

    mending golput aja, ntar kalo udah “melek” politik baru milih :XD

  16. indra Says:

    Selama blm ada kepustusan resmi koalisi, ngapain dipikirin. Masih jauuuuuuh.

  17. Marudut Pasaribu Says:

    Membawa-bawa agama ke ranah politik untuk mendapat dukungan masa adalah strategi yang ongkosnya paling murah dan manfaatnya paling besar. Tidak perlu dana besar, pengetahuan politik dan hukum yang mumpuni. Cukup dengan lancar mengucapakan cuplikan ayat-ayat suci sudah merupakan modal yang memadai untuk bisa menjadi politisi agamis.

    Membawa-bawa agama dalam berpolitik pada akhirnya akan menistakan agama itu sendiri karena di dunia ini tidak ada yang kekal. Segala sesuatunya berubah dan perubahan itu sendirilah yang kekal.

  18. anto Says:

    Wajar dalam politik… Jika selama ini melakukan sebuah kebaikan Maka tidak ada yang mengangkatnya…kalaupun ada yang comment itu loh ampun dah (silahkan lihat setiap kali berita PKS yang ada detik/dimanapun maaf kata yang keluar malah SARA,SU”UDZON,DLL) Yang ada hanya su’udzon ataupun fitnah…
    Yah sekali lagi bahasa politik memang beda bung difahami…
    Misal yah Ketika banyak anggota dewan yang ditangkap kemudian ada kata2 “Ngapain ngurusin KPK toh undang2 korupsi sudah ada” maka kesimpulannya apa? Multi tafsir bung…
    1.Biarin aja karena kerjanya sudah bagus..
    2.Mending kita ngurusin undang-undangnya aja biar kita bisa selamat…
    3.dlll
    (Tinggal bgaimana kita memaknai kata2 tersebut… maka menurut saya wartawan pun bisa jadi seperti itu… Baru wacana sudah jadi blowup head line)
    Termasuk “Disana Ada KOmunikasi Politik…” Belum lagi kata “menurut survey bla..bla…bla..”. yah memang jika kita bukan orang politik maka susah jika memahami gaya bahasa politik…. Emang kalo wartawan denger dari sumber A…Z apakah akan sampai berita kita A…Z???
    Jadi alangkah baiknya jika anda ber “tabayun” dulu…
    Kalo kemudian yang bersangkutan juga sudah membantahnya (saya rasa bung juga jangan hanya melihat berita KOMPAS saja, masih ada REPUBLIKA dan detik.com,okezone.com disana tifatul sudah membantahnya… Maka saya jadi curiga kok di diKOMPAS bantahannya tidak diangkat??? Ya disinilah koran/wartawan cariberita yang menarik dan menjual… palagi kalo membuat orang kontroversi… Pasti diangkat.. tapi yah kita ndak tau mungkin waktu kalrifikasi wartawan KOMPAS tidak ada yang datang.. 🙂 )… Maka selanjutnya terserah anda mau percaya atau tidak… Bagi saya.. Saya masih yakin PKS masih yang terbaik di Indonesia…

    Ketika partai lain (ndak besar dan kecil) yang lain vakum selama 2004-awal 2008 PKS bekerja terus berbuat untuk rakyat. Sehingga yang lain pun meniru… Siapa yang pertama kali datang di tiap kali bencana…. ACEH ketika TNI/POLRI/SAR indonesia belum datang PKS sudah ada ung… Siapa yang mulai memiliki AMbulan di kota2? dan akhirnya banyak di ikuti parpol lain… Belum lagi grativikasi PKS yang Besar kepada KPK dengan jumalah anggota Dewan yang sedikit… Bahkan lebih besar gratifikasinya dari pada GOLKAR dan PDIP yang jumlah anggota Dewannya lebih banyak… Belum lagi lihat saja sekarang baru deh banyak partai yang 2004-2008 awal vakum tiba2 menjelang PEMILU baru bermunculan dengan “wacana” kadang malah tanpa aksi nyata demi kesejahteraan bangasa….Maka kalo anda orang yang suka internet pasti anda akan sering melihat apa yang dilakukan PKS . Dan jika anda subjektif dalam memandang maka penilaian anda seharusnya tidak hanya “kesalahan2 yang dilakukan PKS”… Itu kalau anda merasa “subjektif” sejak awal . Dan tidak mempunyai kecenderungan “tidak senang” dan atau “senang” terhadap PKS…. Tapi jika melihat blog ini sih.. orang akan melihat anda yah tau sendiri lah….

    Maka bagai saya Tidak apa kalaupun menurut anda “PKS melakukan kesalahan” dan saya terima itu namun PKS kalaupun melakukan kesalahan tidak separah dan sebanyak partai yang lain…
    Terimakasih masukannya….

    PKS Maju terus…Bangun masyarakat yang madani dan sejahtera…
    )|( 8 )|(
    Bangkitlah Negriku Harapan Itu Masih Ada..

    Tanks For All

  19. pamokolan Says:

    yah namanya juga banyak yuang sirik ma PKS wajar aja,dah sunah rosul

  20. anto Says:

    Mungkin terakhir bung manurung
    Sya melihat banyak subjektivitas anda
    “Lalu, apa dong motifnya ? Syahwat kekuasaan!” (Ni kesimpulan pribadi kan? dan masih banyak terutama di artikel terakhri yang menurut saya kesimpulan subjecktif penulis…)
    dan ini juga saya rasa INSTING SARA (Ketakutan anda terhadap ISLAM) anda sudah muncul
    “bukan berarti PKS lantas meninggalkan cita-cita alamiah yang merupakan hidden agenda semua partai Islam di negeri ini– kecuali PKB, yaitu menjadikan Indonesia negara Islam; atau paling tidak memodifikasi sebuah Indonesia dengan “sistem operasi” Islam– cashing NKRI dan aksesoris Pancasila serta UUD 45”
    maka cukup bgai saya komment diatas saya terakhir… Karena debat tidak produktif dan yang penting aksi dilapangan untuk kesejahteraan masyarakat

    Saran saya jika anda ingin ngerti PKS silahkan beli saja bukunya “Membangun Masyarakat Madani” PLATFORM PKS…. paling hanya 75rb-90rb uang buat anda saya rasa anda mampu pa lagi bergaul dengan internet…

    Maka disana sudah jelas mau dijadikan seperti apa indonesia.. Buku ini dijual untuk umum. Maka jika PKS memimpin anda dapat menuntut jika PKS bergerak tidak seperti PLATFORM yang ditulis (karena masyarakat bisa menilai sesuai dengan yang ditulis atau tidak)…
    Semoga partai yang lain pun memiliki kejelasan mau dibawa kemana jika mereka memimpin negri ini… dengan ada dokumen yang mendukung… bukan hanya janji cuap2 nanti indonesia seperti ini dan itu…

    Semoga dengan buku ini sbujectivitas anda dan “kekhawatiran” anda terhadap partai ISLAM dan ISLAM sendiri tentunya akan berkurang
    ISLAM RAHMATAN LIL ‘ALAMIN… 🙂

  21. eky Says:

    nggak mungkin kalau pks mau koalisi ama pdip…..mo ditinggal jamaahnya kali………..
    jangan mutar balikan fakta , bung……….

  22. santoso Says:

    pks………..jangan khawatir nggak usah ditanggapi koalisi dengan pdip, banyak mudharatnya dibandingkan manfaatnya.
    maju terus pks, saya dukung pada pemilu & capres
    kalau ada tuduhan ,nggak usah ditanggapi, tidak pada porsinya pks menjawab propaganda yang tidak dewasa.

  23. anto Says:

    info terbaru
    http://www.detiknews.com/read/2008/09/24/120831/1011671/10/tamsil-linrung-semua-anggota-komisi-iv-memang-terima-uang
    sekalian masih inget salah seorang ketua DPRD dari PKS yang mengindikasikan adanya korupsi oleh BUPATI malah dipenjara gara2 membuka kasus KORUPSI oleh Bupati (daerah sumatra) dan itu juga sudah ada bukti dari Badan Pemeriksa Keuangan?? lupa saya daerah mana dan itu tahun ini juga….
    Untuk hal2 seperti ini tampaknya tidak disorot… Hanya ada di BLOG PKS(Mungkin secara ndak menjual kalo POLITISI PKS DIPENJARA GARA2 MEMBUKA KASUS KORUPSI) tanks….
    Just info buat temen2 aja sih…

  24. Cakra Says:

    @ aRul
    @ Betha Rakhmat Y
    @ anto

    kebakaran jenggot ya ? cukur aja biar ngga kebakar huehehe..
    Mbok ya kasih fakta n opini tandingan dong ahh.. ngga sekedar nyemprot n nyuruh orang belajar islam dulu baru ngerti PKS.. cuap cay dehh.. gmn nanti kalo PKS menang yah.. garuda berubah jadi onta kali ya..

  25. infogue Says:

    WordPress Promosikan artikel anda di http://www.infogue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur http://www.infogue.com/info/cinema/& http://www.infogue.com/game_online & http://www.infogue.com/kamus untuk para netter Indonesia. Salam!
    http://politik.infogue.com/pks_menjilat_ludah_sendiri_dekati_pdip

  26. anto Says:

    mas berita terbaru nih dari detik… Saya harap anda tidak hanya menjadikan KOMPAS sebgai referensi saja… Karena kadang memang KOMPAS beberapa beritanya juga aneh… sejak lama saya baca KOMPAS juga kaya gitu… Jangan sempit lah

    saya akui DETIK.COM lebih update dan lengkap timbang KOMPAS

    http://www.detiknews.com/read/2008/09/24/142743/1011730/10/daftar-lengkap-nama-nama-anggota-komisi-iv

    Jarang OL yah pak… Kok 2 comment saya dari jam 11 belum masuk2???

  27. bowo Says:

    gak aneh, islam dijadikan modal untuk meraih kekuasaan. bertaburannya partai ‘islam’ membuktikan itu. Mereka menebarkan mimpi bahwa akan mengubah negara NKRI menjadi negara islam(baca: NKRI islam). Kalo ada orang berfikir partai islam adalah bentuk jihad, coba pikir lagi..
    Pancasila dan UUD 45 adalah pondasi negara ini. Bukankah definisi NKRI adalah negara kesatuan republik indonesia yang berdasarkan pancasila dan UUD 1945. artinya jika bukan pancasila dan UUD 45 sebagai landasan negara ya bukan NKRI.
    Berpartai, apapun dasar partainya, dalam NKRI merupakan perwujudan demokrasi dalam konteks NKRI (baca definisi). Artinya klo partai itu, berniat untuk mengubah definisi negara, gak bakalan diberi ‘SIUP’ pendirian partai.
    jadi kesimpulannya: WAKE UP BUNG! anda sedang bermimpi.

  28. Robert Manurung Says:

    @ anto

    Silakan kalau Anda mau keluar dari diskusi yang mengasyikkan ini, walaupun sangat disayangkan karena aku sangat menyukai semangat Anda. Mungkin Anda merasa tidak nyaman.

    Misi blog ini memang untuk membuat tidak nyaman orang-orang yang membentuk suaka atau comfort zone yang terpisah dari realitas bangsa ini; untuk membangunkan jiwa-jiwa yang tertidur; untuk “mencairkan” pikiran-pikiran yang membeku oleh fanatisme sempit; dan memprovokasi orang-orang yang terjajah untuk merdeka.

    Ada tiga pernyataan Anda yang perlu aku tanggapi :

    1. Soal bantahan Tifatiful yang menurut Anda dimuat oleh media lain tapi tidak oleh Kompas. Tentunya akan lebih valid kalau kita tunggu klarifikasi Tifatiful di Kompas atau mungkin memanfaatkan media TV.

    Kalaupun nantinya terbukti benar apa yang Anda katakan, bahwa Tifatiful membantah pernyataannya yang dikutip Kompas, maka hanya sebagian dari isi tulisan ini yang perlu dikoreksi, yaitu yang terkait dengan perubahan sikap PKS dari menyerang menjadi merangkul Mega/PDIP.

    2. Soal subyektivitasku dalam artikel ini, apakah ada artikel (apalagi jelas-jelas byline) di bumi ini yang bebas dari subyektivitas ? Apakah penilaian Anda terhadap tulisan ini bukan suatu subyektivitas ?

    Ah, aku jadi ingat doktrin rezim Soeharto mengenai kaidah pemberitaan, opini, subyektivitas, dan kritik membangun… cape’deh!

    3. Anda bilang, tulisanku atau komentar-komentarku memperlihatkan ketakutan terhadap Islam.

    Islam yang kukenal akrab selama ini adalah Islam yang damai, tidak mengancam, dan tidak menakutkan. Kawan, aku bisa membedakan yang mana Islam dan yang mana muslim.

    Oh ya, tolong bantah kalau memang PKS tidak punya cita-cita alamiah atau hidden agenda,”yaitu menjadikan Indonesia negara Islam; atau paling tidak memodifikasi sebuah Indonesia dengan “sistem operasi” Islam– cashing NKRI dan aksesoris Pancasila serta UUD 45″

    Janganlah aku disuruh membeli buku doktrinnya PKS, karena masih lebih baik kuberikan uang 75 rb-90 rb itu buat kawan-kawanku di kolong jembatan Jatinegara sana. Ini pernyataan yang jujur, bukan sarkasme.

    Salam persaudaraan sebagai sesama pendukung NKRI, Pancasila, Merah Putih dan Bhinneka Tunggal Ika.

    PEACE

  29. anto Says:

    @manurung
    Justru itu bung manurung justru saya malah ingin bertanya kepada anda dari mana anda akan menyimpulkan bahwa PKS/partai islam mempunyai hidden agenda seperti itu? Mungkin bisa dijelaskan anda mendapat info darimana dan mana dasarnya?
    Syukur kalo anda membantu kawan anda dikolong jembatan jatinegara dan bukan sekedar kata-kata didiskusi kita ini…
    Dan seperti ini lah harapannya partai2 yang lain juga bisa seperti ini…
    Jangan hanya pasang bendera saja….
    N sekali lagi Jangan jadikan KOMPAS saja sebagai referensi anda
    Karena bagi umat islam sudah cukup isi-isi KOMPAS memojokkan islam dan segala sesuatu nya terkait islam…
    Itu terserah anda mau lihat situs lain atau tidak…
    Bagi saya jika kita membuat buku dan hanya satu referensi maka buku tersebut tidak dapat dipertanggung jawabkan…
    Oh iya saya lupa klarifikasi PKS tidak ingin PIAGAM JAKARTA seperti yang anda TUDUHKAN… PKS memperjuangkan PIAGAM MADINAH… (silahkan cari digoogle sendiri… Dan harapan saya sebelum mengomentari PIAGAM MADINAH lebih baik anda baca dulu…. disana terkait bagaimana ISLAM menghargai Pluralitas)

    .:: Salam Damai Adil dan Sejahtera::.

  30. anto Says:

    Malah kalo berbicara masalah hidden agenda ada salah satu partai yang juga menurut anda menjual agama dan dia secara terang2ngan apa agenda kedepannya tidak jauh dengan agenda dia (dan ini lebih berbahaya untuk indonesia&pancasila)… lalu mengapa anda tidak melihat ini? Anda hanya menyorot partai Islam?
    Anda akan tahu partai apa ini pada saat PKS berebat di TVOne dengan partai ini…
    Ketika ditanya apa agenda partai anda untuk indonesia? PARTAI TERSEBUT TIDAK BISA MENJAWAB malah jawabannya hanya menjurus kesalah satu agama… Maka ini sudah jelas dipelupuk mata kita mengapa tidak anda sorot bung?
    Untuk itu jika memang anda menyakan hidden agenda yang tidak kelihatan tapi anda bisa tahu maka saya salut kepada anda…hanya sayang yang tampak didepan anda tidak anda sorot…
    Jadi ada apa ini?????
    Tanks…

  31. mikekono Says:

    PKS, PDIP, dan parpol manapun
    sejatinya sama saja…..
    tidak pernah benar2 peduli
    dan serius memperjuangkan kpntgn rkyt
    *koalisi PKS-PDIP impossible,
    PDIP lbh pas berkoalisi dgn Golkar.
    Sedangkan PKS tak cocok berkoalisi dgn parpol
    manapun sebab mrk merasa sdh hebat*

  32. Robert Manurung Says:

    @ anto

    Diskusi ini masuk ke jalur yang benar dan mungkin berguna, karena Anda mulai bicara substansi. Tidak lagi sekadar reaktif atau defensif.

    Menurutku, PKS adalah partai kader terbaik di Indonesia setelah PKI menjadi debu sejarah (tolong dimengerti kalimat ini sebagai kronologis sejarah). Sedangkan partai lain masih menganut sistem massa mengambang ciptaan Orde Soeharto.

    PKS adalah partai moderen, dengan organisasi yang baik, sistem rekrutmen yang terpola–bersifat keanggotaan aktif dalam unit-unit kecil yang mirip multi level marketing. Promosi “karir” di dalam struktur organisasinya sudah berdasarkan meritokrasi. Buktinya Tifatiful Sembiring menjadi Presiden PKS, meski hanya orang daerah; sedangkan partai lain masih dikuasai para dinasti, perkoncoan, dan suap .

    PKS menjadi organisasi kedua setelah TNI yang punya komitmen menerapkan meritokrasi di negeri ini. Salut.

    Tapi justru itulah yang membuatku kecewa; karena bagiku PKS adalah aset bangsa yang penting untuk pendidikan politik (utamanya). Sayang sekali, PKS sekarang sudah tidak ada bedanya dengan partai=partai lain, kecuali kemasan dan gimmick.

    Salah satu bukti adalah sikap resmi DPR (termasuk PKS) yang mendukung keputusan pemerintah menyatakan semburan lumpur Lapindo sebagai dampak bencana alam. Itu penghianatan terhadap penduduk Sidoarjo yang menjadi korban dan dikorbankan lagi.

    Sedihnya lagi, PKS ikut-ikutan ingin memanen di ladang nasionalis dengan berpura-pura jadi partai terbuka. Itu memang tidak melanggar hukum, tapi menimbulkan kesan tricky atau oportunis.

    Das sollen dan das sein itu, Bung anto, bisa sangat kontradiktif. Tapi, mungkin Anda tak ingin melihat kenyataan itu, apalagi untuk mengakuinya.

    Salam Merdeka!

  33. adi isa Says:

    ya, namanya juga…politik..
    hari ini boleh dong berbeda dengan hari esok..
    nggak ada yang abadi tuh di politik….

  34. aRuL Says:

    @ Robert manurung & cakra :
    maaf nih sebelumnya, sy tidak memihak partai manapun lho…
    mau PKS, PDIP, Golkar, maupun partai lain, sampai skrg sy blum memihak manapun.
    cuman, sy mengeritik tulisannya (sy ngak mennyinggung orangnya lho), yang lebih byk menyajikan gosip gitu lho…
    karena yang disajikan lebih berat kepada suatu tindakan trus ditafsirkan begini begitu tanpa landasan fakta yg ada.
    Semoga bisa multitafsir, tapi koq kebanyakan menggosip di tulisan ini. itu yg saya lihat.

  35. Robert Manurung Says:

    @ aRul

    Bung aRul, komen Anda sebelumnya tidak aku tanggapi karena yang Anda tanyakan adalah sesuatu yang sudah menjadi pegetahuan umum, yaitu wacana yang dikembangkan oleh Tifatiful/PKS demi mempengaruhi opini masyarakat bahwa Megawati Soekarnoputri tidak layak menjadi kandidat presiden dalamPemilu 2009. Sampai-sampai Tifatiful membuat “Mega Pantun”, yang intinya ngenyek terhadap Mega, apakah itu bercanda ?

    Kemudian, sekarang Anda memvonis bahwa tulisan ini lebih banyak menyajikan gosip. Yang mana ? Apakah Anda tidak menyimak dulu sebelum kasih komen, sehingga tidak melihat bahwa dasar tulisan ini adalah berita yang disiarkan media massa, terutama Kompas ?

    Yang mana sih “ditafsirkan tanpa landasan fakta” sebagaimana tuduhan Anda ?

    Anda bilang “semoga bisa multitafsir”, itu ekspektasi atau aturan siapa ?

  36. gandhos Says:

    Klo membicarakan dagang-dagangan politik yang ujung ujungnya RAKYAT yang dikorbankan lagi ….. capek deh …..
    Mending baca buku salah satu solusi untuk mengentaskan kesemrawutan dalam pengelolaan negara dan mengentaskan Indonesia dari keterpurukan yang berkepanjangan : http://www.mengutamakanrakyat.org/2008/06/24/intisari-buku-saurip-kadi/ di download dan dibaca, hanya sebagai pegangan saja spy kita tau wawasan berkebangsaan dan bernegara… Ingat negara tetangga yang mengelilingi Indonesia sudah bisa maju sedemikian rupa, bahkan kalangan extrim kita mencap mereka golongan Kafir ….. yang menyebah berhala, tetapi bisa mengelola negara dengan baik, apa kita nggak malu menyebut bangsa yang religius …… (90% …. bro)

    Rakyat milih Partai itu sama dengan tanda tangan cek kosong …… yang diserahkan ke partai, yang selanjutnya diperdagangkan di tingkat elit …. kenyataan bro….. rakyat sudah tidak percaya lagi sama pemerintah, partai, apalagi elit politik ….. BE POSITIVE THINKING

  37. anto Says:

    Untuk LAPINDO coba bung manurung buka http://fpks-dpr.or.id/?op=isi&id=4431
    (Anggota FPKS Bantah Lumpur Lapindo Bencana Alam)… yang benar mana bung yah??? Atau anda dapat info darimana?

    “PKS ikut-ikutan ingin memanen di ladang nasionalis dengan berpura-pura jadi partai terbuka. Itu memang tidak melanggar hukum, tapi menimbulkan kesan tricky atau oportunis.” Ladang ? Sayarasa ini juga syah-syah saja secara orang nasionalis banyak yang muslim serta menurut survey tahun 2004 sekitar 2,5%-5% pemilih PKS adalah Non Muslim… Dan disinilah PKS memperlihatkan menghargai perbedaan di Indonesia kan bung? Dan Saya rasa Hak setiap Masyarakat Indonesia untuk mendapatkan keadilan dan kesejahteraan bukan…

    Kalau kemudian anda mengkotak-kotakkan ladang2 seperti itu gimana indonesia mau berubah…? Ya bakalan gitu2 aja perpolitikan indonesia..hee

    Bukannya seharusnya anda senang dengan PKS masih tetap seperti awalnya hanya “targetan masanya semakin luas..” Disinilah kita menjadikan ISLAM RAHMATALLIL’ALAMIN dengan PIAGAM MADINAH yang dijadikan sebagai acuan…

    Dulu waktu PKS masih awal-awal (PK) dibilang teroris termasuk Hidayat Nurwahid oleh Amerika… Jadi mikir juga Urusan apa yah amerika takut ma PK yang waktu dulu cuma secuil gitu?

    Alangkah baiknya jika bung manurung ingin tahu lebih banyak tentang PKS bisa sekali-kali main ke DPD/DPP (wah saya juga baru dijakarta bung..hee… Menuhmenuhin jakarta yah..hee.. jadi belum tahu mana-mana hee) 🙂
    Semoga sedikit tercerahkan…
    Salam damai..

  38. anto Says:

    oh ya bung manurung terimakasih anda telah menambah perbendaharaan ilmu saya tentang arti “meritokrasi ” dan juga kawan-kawannya (googling bos..hee)
    :: Salam Damai & Tanks::

  39. bonar Says:

    kritik yang membangun memang…
    untuk warga negara kita tercinta ini yang lagi [dan masih] gegar kemerdekaan dari penindasan mungkin tidak atau belum dewasa menerima kritikan…

    @anto
    anda sepertinya tidak konsisten dengan statemen anda sendiri, katanya sudah mau menyudahi perdebatan yang ada tapi koq terus2an menanggapi komentar dari pak robert manurung…hahahaha…

    piss…[malu lah kalo saya…:p]

  40. Robert Manurung Says:

    @ gandhos

    Persis. Itulah yang ingin kukatakan lewat artikel ini, bahwa semua partai yang ada di negeri tercinta ini cuma mengejar kekuasaan, demi kekuasaan itu sendiri. Termasuk PKS.

    Tragisnya, kekuasaan alias mendat rakyat itu kemudian disalahgunakan bukan hanya untuk memperkaya diri dan golongannya dengan cara menjadi komprador atau kacung kapitalis asing; tetapi juga mengorbankan rakyat seperti di Sidoarjo–dan menghancurkan modal masa depan bangsa ini yaitu hutan dan kekayaan tambang.

    Terima kasih informasi buku itu. Tetap semangat Bung.

    Salam Merdeka

  41. anto Says:

    @bonar
    hahaha pak2, tadinya saya mau sudah saja.. tapi karena pak manurung bilang dia “menyayangkan” ya sudah setidaknya saya memnuhi kebutuhan saudara saya… Selanjutnya terserah anda….

    Yah… sekarang ma yang paling penting apa yang sudah kita lakukan untuk memperbaiki kondisi yang kita anggap kacau ini? Terserah mau bagaimana dan lewat mana… Dengan tidak hanya menjadi KOMENTATOR perubahan amun menjadi AKTOR perubahan…
    🙂

    Pizz… Case Close

  42. kurniawan Says:

    Wah..wah..rame jg nih..ikutan yah
    Memang sudah suratan takdir bahwa dijaman sekarang melakukan kebaikan-kebaikan sebesar apapun tak kelihatan, tapi begitu melakukan kesalahan sedikit sepertinya telah melakukan kesalahan dari awal bahkan seperti tidak pernah melakukan kebaikan. Saya kasihan nasib PKS dijadikan ajang santapan yang lezat bagi para manusia yang tidak senang melihat orang lain baik, tapi senang melhat orang lain sengsara.
    Yah memang ini adalah ujian bagi PKS yang kian hari kian besar pendukungnya, so pengurus partai2 lain jadi pd iri, mau meniru gengsi akhirnya melakukan kampanye hitam di mana2.
    Saya tahu PKS tidak mencari kekuasaan tp apabila ingin merubah bangsa ini menjadi baik perlu kekuasaan, jd kekuasaan itu menjadi amanah yang berat bagi PKS. Dan bagaimana mau merubah bangsa kalo cuma ngomong doang, jadi perlu media/wadah, tul kan!
    Bersabarlah PKS, karena Alloh beserta orang2 yg sabar. Amiin

  43. RItool Says:

    ” jadi mencla-mencle, plintat-plintut ”

    Lho ? kata-kata diatas kan adalah kata-kata yang paling disukai para pejabat dan para wakil rakyat yang sangat suka disebut sebagai ” anggota dewan yang mulia ” .

    Emangnya sang provokator sudah ketularan ya ?

    Terlepas dari masalah politik, si tulang Ayomerdeka memang pandai memilih judul yang menarik .

    Jadi ramai ….. hehehehe ….

  44. Robert Manurung Says:

    @ bonar

    anto tidak menepati kata-katanya ya ?

    buat aku, soal konsistensi itu adalah masalah anto sendiri. selaku admin blog ini, aku tetap menanggapi karena menurut penilaianku anto bisa berdiskusi secara santun, tidak main gertak atau ngotot.

    melihat caranya membela PKS, aku menduga anto tahu banyak mengenai partai ini. sayangnya, selaku pembela fanatik dia tidak berusaha menjelaskan platform PKS dan keunggulan-keunggulannya.

    @ kurniawan

    anda bilang PKS tidak mencari kekuasaan ? bagaimana mungkin sebuah parpol tidak punya tujuan dan cita-cita untuk berkuasa ?

    kehendak berkuasa adalah bagian yang inheren atau kodrati dalam eksistensi partai politik manapun di dunia ini. menyangkal itu sama dengan mengatakan bahwa partai yang bersangkutan tidak normal, tidak utuh, dan bahkan hipokrit.

    jadi, tak usahlah repot-repot mencari dalih-dalih pembenaran, sehingga timbul kesan yang menyesatkan bahwa PKS “terpaksa aja” mencari kekuasaan. Itu sama saja dengan mengatakan bahwa sebenarnya Spanyol tidak kepingin jadi juara Piala Eropa 2008, tapi “terpaksa” jadi juara karena nggak ada yang bisa mengalahkannya hahaha…

    Punya niat atau tidak, begitu Anda masuk dalam sebuah kompetisi maka otomatis Anda ingin jadi juara. sederhana gitu, kok dibuat jadi rumit sih ?

    @ RItool

    Aku ketularan para pejabat ? Tak apa-apa kan kalau cuma soal pilihan istilah ? Aku pilih kata-kata itu karena lebih komuniktif dibanding kata inkonsisten atau tidak konsisten.

    Soal kepandaian memilih judul, dan juga angle serta lead tulisan, aku hanya meneruskan kebiasaan waktu kerja di media. FYI : di harian Merdeka, dulu, lead tidak boleh lebih dari 13 kata. Setengah mampus memeras lead panjang supaya sesuai ketentuan. Bandingkan dengan Kompas yang leadnya bisa sampai 250 kata.

    Kalau lae jeli, sebenarnya judul-judul tulisanku simpel dan lempang saja, yaitu intisari dari topik masalah yang dibahas. Yang menjadi perhatianku dalam setiap postingan adalah paradigma, angle, dan penulisan lead.

    Coba iseang-iseng lae perhatikan daftar 100 tulisan paling diminati di ranah WordPress; setiap harinya; kebanyakan topik tulisanku menyimpang dari menu yang sedang hangat di lingkungan WordPress.

    Terima kasih apresiasinya lae. Salam Merdeka!

  45. gandhoz Says:

    Yah, namanya cari perlindungan ……. masa gak tau sih …..
    nih ada sedikit artikel, silahkan koreksi :
    http://antimui.wordpress.com/2008/08/06/pks-tak-sebersih-itu/

  46. SYAHRUL HANAFI SIMANJUNTAK 15 Says:

    duh…semakin hari udara semakin gerah aja nih di negeri ini hehehehe
    Tapi yang bikin gembira kalo hati&kepala tetap sejuuuuuk…hehehehe

    Indonesia Raya…merdeka…merdeka!

  47. alam Says:

    ini orang-orang pada terpengaruh politik.. udah ga usah banggain dan jelekin partai nya.. suka pilih ga suka golput.. gitu aja repot.. kroscek aja pake email ke webnya PKS, tanggap kok.. jangan kepancing dan nulis yang belum tentu benar.. he..he.. karna cuma mempertontonkan kerdilnya si penulis

  48. Robert Manurung Says:

    @ semuanya

    aku menunggu pembelaan terhadap PKS dengan argumentasi yang berbobot dan bermartabat.

    kalau cuma sekadar membela PKS dengan fanatisme buta, apalagi sampai menyerang penulisnya dengan sarkasme, itu bisa bermakna INVERTED CONFESSION atau penyangkalan yang bernuansa pengakuan. pasti akan merugikan PKS sendiri.

    aku yakin orang-orang PKS bisa berdiskusi secara cerdas dan santun, bukan cuma menyodorkan silogisme yang dangkal; apalagi sampai mengumbar kejengkelan, kemarahan, dan main gertak.

    salam merdeka!

  49. hamba allah Says:

    kok ribut ngomongin PKS…risih yah klo PKS sukses…kasian banget si lho…ga bisa aja liat orang seneng…klo iri jangan gitu lah…usaha dong usaha..emang lho afiliasi ke partai apa? ya tunggu aja kemenangan PKS..dan lho mati sakit ati..eh sori klo kesinggung tapi ya mendingan kita liat aja lah..

  50. Robert Manurung Says:

    @ hamba allah

    Siapa yang ribut ngomongin PKS ? Sama sekali tidak ada yang ribut di sini. Hari terang begini kokAnda nekat memutarbalikkan fakta ?

    Apakah anda merasa sebagai pemilik PKS ? Hanya orang berpikiran sempit saja yang menganggap PKS miliknya, lalu berusaha membungkam orang-orang yang mengkritik PKS. Camkan itu!

    Semua parpol yang ada di negeri ini adalah alat atau instrumen demi kemajuan bangsa dan negara. jadi tak usahlah berlagak seperti pemilik PKS. Artikel ini hanya menunjukkan fakta yang tak bisa Anda bantah bahwa PKS tidak lebih baik atau lebih bersih ketimbang parpol lainnya. Sami mawon.

    Silakan bantah, tapi janganlah sampai merendahkan harkat dan martabat Anda dengan komentar sembarangan dan menyumpahi orang. Hormati sedikit nick name yang Anda pakai.

    ayomerdeka !

  51. Merovingian Says:

    zaman krisis gini wajar kalo masih bingung juga mengolah kata dan mengungkapkan rasa karena hati yang “sakit”..
    Udahlah gak usah komentar2 yang menyudutkan n menyakitkan hati…
    mari bekerja, bekerja apa saja,demi negeri ini, mulai dari mencabut rumput di halaman, sampai dengan masuk Parpol, itu sah-sah aja.
    inget,friend, segala kasak-kusuk politik itu belum berakhir
    bagi yang berpengetahuan dan tidak dihinggapi “kanker hati”adalah paling bagus ‘berbicara’ secara arif dan tidak ada unsur sentimen!.kita bilang kita berbicara mengandalkan Objektivitas informasi tapi apa kita tahu kalau informasi itu betul2 objektif murni jangan 2 cuma prasangka yang membias kita saja……

    Berbicara paling bagus bagi yang berpengetahuan dan tidak kena ‘kanker hati ‘ adalah menampung informasi, mengolahnya menjadi bermutu, dan bersiap menjawab terhadap informasi yang diberikan dengan–hati dingin,kepala terang, dan mata awas bak elang…

    Bro Robert manurung : terima kasih untuk hidupnya tulisan ini, dan komentar-komentar ‘menahan diri’ Anda (menurut saya) hingga menjadi ‘riuh’…..

    Bro Anto: terima kasih atas penjelasan Anda, sehingga saya tambah mengerti

    Bro Sis lainnya: keep peace!!
    ohya, waktulah yang akan membuktikan bagaimanapun politik adalah politik , apapun yang terjadi selamanya tidak akan abadi

    Peace

  52. Giyanto Says:

    Opini yang dasyat!!! (maaf saya baru bisa mampir)

    Barangkali kalau PKS entar menang menjadi penguasa. Pertama dia akan menciptakan sistem dua partai. Yaitu partai yang menganggap dirinya paling “Islam” dan kedua adalah partai kaumnya para “kafir”.

    Suer—-sumpah pasti mereka akan melakukan itu. Wong dikampus aja perilakunya demikian! Teman-teman di Embun Pagi adalah ‘korban’ dari ‘pengkafiran’ anak-anak KAMMI. Kalau ndk percaya. Tolong dicek!

    Salam
    Giyanto

  53. novita Says:

    @ mas anto
    fanatisme berlebihan terhadap sesuatu, bisa jadi penyakit mematikan lho. kecintaan & pembelaan anda pada PKS bisa jadi bumerang suatu saat. bukankah kecintaan berlebih akan Syariat Islam yg memotivasi Imam Samudra CS melakukan bom bali? dan pembenaran diri sendiri yang menjadi azas FPI berlaku sarkastis terhadap sesamanya manusia di negeri ini? mereka “Tuhan” bagi dirinya sendiri, dan ingin menjadi Tuhan bagi orang lain, kalau orang tidak mau, segala cara dihalalkan & dipaksakan, itulah yang saya lihat, PKS tidak malu bermuka dua, munafik dan menjilat ludah sendiri demi memuluskan jalannya di ajang pemilu 2009 nanti.

    sekarang saja sudah kelihatan hasil “bermuka dua” PKS ini, partai2 besar tidak berkutik di pilkada beberapa daerah, termasuk Sumut daerahku. otomatis caleg2 PKS pun berjamur, mulai dari tukang bengkel sepeda motor sampe konglomerat tangkahan ikan, mumpung orang No.1 Sumut lahiran PKS, si Gendut Samsul Arifin, si pengobral janji, yang tidak pernah serius dalam kondisi sedang serius (mau jadi apa Sumut ini? gubernurnya pelawak murahan). yang berdiri dan bicara saja susah payah saking gendutnya, (sbg perempuan .. gpp donk berangan punya pimpinan ganteng, body ideal, sehat fisik apalagi psikisnya) bagaimana mungkin dia bisa memberikan pengarahan tentang menjaga kesehatan nasional padahal untuk menjaga kesehatan tubuhnya sendiri saja ngga becus. kerja nyata dari janji2nya pun blm ada yg kelihatan sampe saat ini, mana sempat dia .. wong lagi asik mengenyangkan perut & mengisi pundi2 partai yang sdh mengusungnya dulu. politik memang kotor.. !!!

    hidup golput!!

  54. naragnu Says:

    mas anto.. PKS bangeet…. 🙂 i know who

  55. Dean Says:

    Asw,

    Afwan jika baru mampir,…
    “PKS menjilat???”
    Pak Manurung : Kata-kata anda tanpa dasar dan fakta dari sekian banyak (saya mengumpulkan beberapa bukti). jika saya salah dan anda yakin dengan fakta dan dasar yang anda pernah sudah sajikan sebelumnya…afwan.

    Sadarlah kita harus saling mengingatkan orang-orang terdekat kita terlebih dahulu bahwa keimanan dan ketakwaan itu Penting!!!..kemudian dari hal tersebut kita akan dibimbing mengenai pendidikan dunia maupun akhirat, kemudian masing-masing dari kita yang berpendidikan tadi dengan keimanan dan ketakwaan akan mampu melihat dengan mata dan hati yang sebenarnya, seperti apa sesuatu itu…..
    saya rasa ilmu apapun itu, baik politik, agama, budaya atau lainnya, semua sama berlandaskan atas keimanan dan ketakwaan dengan berpedoman pada kitab suci (Al-Quran dan Al-Hadist)
    “Sesungguhnya orang-orang beriman itu ialah orang-orang yang memiliki pendidikan atau orang-orang yang mau belajar, terhadap sesuatu yang baik dan buruk”
    tidak ada satupun manusia di dunia ini yang sempurna

    Kesimpulannya/Solusi:
    Bantu orang-orang kita dengan meningkatkan keimanan dan ketakwaan dengan cara memberikan pendidikan baik formal maupun informal, yang berhubungan dengan hal apapun….
    contoh sederhana: membantu mereka untuk berkomunikasi ataupun mengajarkan cara bersopan santun/etika sudah merupakan bagian dari pendidikan. Bagi mereka yang jarang menonton berita, anda juga bisa turut mengajak dengan cara/pendekatan yang membuat mereka tertarik, karena harus disadari sekali, informasi global yang efisien dan efektif saat ini adalah media televisi, dan ini juga merupakan bagian dari pendidikan bagi mereka yang tidak memiliki pengetahuan di salah satu yang bukan dunia mereka, karena saat ini banyak sekali orang yang tidak mau tau yang bukan urusannya……
    untuk itu pendidikan bisa tersalur dari, dengan cara apapun.
    smoga membangun….

    *saya baru terjun di dunia penelitian/sains, bahwa permasalahan terbesar bangsa indonesia adalah pendidikan, mengapa tidak. jika tidak hanya pandai bicara namun juga beraksi…jika pintar!pasti tidak ada satu orangpun yang mau dan dapat di bodohi, karena saat ini terbukti:
    SDA yang besar tidak sebanding dengan SDM yang besar…
    Cahyo dunia pendidikan…..

  56. Syahrul Hanafi Simanjuntak S.15 Says:

    Ketika Jepang kalah perang pada PD II dan jepang hancur lebur dihantam bom atom tentara sekutu, lalu Sang Kaisar memanggil GURU-GURU diseluruh negeri untuk bersatu padu membangun kembali SDM Jepang.
    Sekarang kita lihat bagaimana majunya negara Jepang?

  57. h35p4y leader Says:

    wahai para mujahid PKS, bukan sekali ini aza PKS difitnah, dicaci maki dsb.
    jangan prnah takut dan menyerah. sesungguhnya Allah bersama orang yang benar…………
    biarkan lidah yang kotor menludahi Partai da’wah ini, yang penting hati yang bersih ini tetap berjuang membuktikan kebersarannya untuk kepentingan umat.
    Allahu Akbar

  58. heppy Says:

    apapun katamu, coblosnya tetep PKS

  59. Ajaran Says:

    Gw setuju dengan tindakan PKS ini, bahkan kini PKS menjalin harmoni yang manis sekali dengan PDIP, gk salah toh? Yang penting adalah suara!
    Tidak perlu berbaju sempit lagi,sekarang era nya buka-buka an. Masalah akidah belakangan, itu bisa diatur di majelis2 taklim setempat

    GO PKS!

  60. bang cepi Says:

    @bang anto dan
    @bang robert

    Secara pribadi memang blog ini sudah menjadi media debat kusir khususnya bang anto dan bang robert, keduanya mempertahankan konsistensi yang sangat prinsipil di miliki oleh masing2..
    saya juga sangat kuat berpendapat bahwa kemampuan menganalisa dari bang robert sungguh baik dengan dasar jurnalistik yang tinggi, begitu pula bang anto dengan kesungguhannya membawa ideologi partai PKS nya dengan segala atributnya, juga bukan tidak berdasar…

    Dari perdebatan ini, bagi kita semua seharusnya menjadi pelajaran yang sangat berharga, bahwa inilah salah satu pelajaran komunikasi politik dan sekaligus pelajaran memahami tentang demokrasi berpendapat..

    jadi memang tidak mudah ketika 2 kubu dengan latar belakang yang berbeda akan menunjukkan kesepakatan prinsip yang sama…tetapi mungkin seharusnya keduanya mencari benang merah yang dapat dijadikan pijakan berfikir bersama bahwa Negara kita memang sedang bermetamorfosis kearah yang lebih matang…

    salut kepada @bung Robert dengan analisa nya…tentang “subyektifitas” yang ada, memang itulah sebuah gambaran berfikir merdeka. karena dibalik sanggahan – sangahan yang ada pun dari @bang anto, juga kental dengan subyektifitas….

    Jadi Kesimpulannya :
    Saudaraku,,,inilah gambaran demokratisasi berfikir dan berpendapat..
    mari berfikir merdeka dan membuka hati atas masukan orang lain..

    Salam perjuangan bagi :
    @bang Robert dan Bang Anto..
    Peace..!!

  61. arfiyanto Says:

    “Memang, politik adalah seni kemungkinan, dan satu-satunya yang abadi di dunia politik adalah kepentingan”
    “Lalu, apa dong motifnya ? Syahwat kekuasaan!”?
    “Ya, tumben-tumbenan PKS peduli dan akrab dengan Merah-Putih…”
    “Sebenarnya, aksi-aksi demo itu sangat menggelikan, karena PKS sebagai parpol punya saluran untuk bersuara di DPR, kenapa harus demo ?”

    asslalamu’alaikum wr.wb.
    w yahdikumullah,
    dunia politik memang panuh dengan lika-liku. suatu manufer akan menimbulkan banyak persepsi di kalangan pengamat, baik dari tukang becak sampai presiden sekalipun.
    suatu permasalahan harus dilihat dari berbagai aspek dan sudut pandang.
    PKS adalah parpol yang notabene berlandaskan ISLAM dan mengusung SYARIAT ISLAM sebagai tujuannya. kalau PKS melakukan sikap politik dengan menyatakan siap berkoalisi dengan PDIP yang notebene berlatar belakang nasionalis tentunya dalam logika politik wajar-wajar saja, apalagi kemudian dikatakan “syahwat kekuasaan”.
    komentar yang seperti ini sangat wajar jika dipandang dari satu segi saja, yaitu KEKUASAAN.
    Namun apakah PKS hanya menginginkan kekuasaan saja di negeri in?
    Lantas jika kekuasaan telah diperoleh,mau digunakan untuk apa?? UANG kah???
    “DAN PELAJARILAH ISLAM SECARA KAFAH”
    wallahua’lam bishowab

  62. Djoko Says:

    Dalam dunia politik yang abadi adalah kepentingan. Hari ini gua ada kepentingan dengan partai yang lain, hari ini juga gua menjadi sahabat partai tersebut. Besok gua tidak ada kepentingan dengan partai tersebut, besok pula gua sudah bukan sahabat orang tersebut. Setelah prinsip ini dipahami, semua tindakan yang dilakukan entah itu menjilat ludah sendiri ataupun yang lain tinggal dicari pembenarannya. Cari alasan, ambil kiri, ambil dari kanan, seolah-olah tindakan kita bener. Gitu aja sih. Sederhana.

  63. surip affandi Says:

    iya nihhhhhh kayaknya pks sok bersih banget.lihat dong kasus di indramayu……………………gimana ga malu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: